SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 2781-2800 of 2,825

Analytics

La Aba; Abdul Kadir Ismail; Nur wahidah thayib pido; Feriyanto Adolof

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Perkembangan teknologi yang begitu cepat dan massive saat ini tidak dapat dihindari lagi. Setiap lini kehidupan saat ini tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan berbagai jenis teknologi bahkan cenderung terjadi kecanduan oleh berbagai latar penggunanya. Integrasi teknologi yang dahulu diprediksi merusak sistem pendidikan oleh beberapa kalangan, justru hari ini menjadi tandem sejati yang turut dimanfaatkan oleh pelaku pendidikan itu sendiri. Sumber belajar dalam konteks penelitian ini adalah segala informasi belajar yang berkaitan dengan kajian kebahasaan dan atau pendidikan bahasa Inggris dalam pengertian yang lebih spesifik. Sumber belajar menurut Manoharan (2018) adalah para pengajar itu sendiri dan materi ajar baik berupa buku teks pelajaran atau sumber bacaan lainnya. Sumber belajar adalah segala hal yang bisa memberikan informasi mengenai proses belajar dan mengajar. Jenis penelitian ini adalah Research and Development atau R&D. Menurut Sugiyono, “R&D” sebagai penelitian yang menghasilkan produk pada akhir penelitianya dan kemudian menguji tingkat keefektifan produk tersebut. Penelitian dan pengembangan mengacu pada tahap penyelidikan serta eksperimen untuk dapat menciptakan sebuah produk baru atau untuk memperbaiki produk yang sudah ada sebelumnya, sehingga menjadi produk baru dan lebih unggul. Pembelajaranmenggunakan bahan ajar e-modul interaktif berbasis Flip Pdf Professional dilakukan pada jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI). Penelitian ini menggambarkan proses pembuatan e-modul menggunakan Flip Profesional PDF. Flip pdf professional adalah media interaktif yang dapat dengan mudah menambahkan berbagai jenis tipe media animatif ke dalam flipbook. Hanya dengan drag, drop atau klik, kita dapat menyisipkan video youtube, hyperlink, teks animatif, gambar, audio dan flash ke dalam flipbook

Nurul Fadilah; Ida Sulistyawati; Pana Pramulia

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The context of this research is that writing skills are very important for learning, because they can train students to think, channel their desires, emotions, and express their ideas.. The use of documentary film media tells true stories about natural events in accordance with explanatory text material that tells about natural or social phenomena that can occur, such as about water, plastic which is the source of human life. The objective of this research, the researcher wants to know is there any effect of documentary film media on the writing skill of the fifth grade students of Sedatigede II Elementary School. While the research methodology used is quantitative by using a Quasi-Experimental design in the form of Nonequivalent Control Group Design. The research subjects were class V A as the experimental class and class V C as the control class at SDN Sedatigede II Sidoarjo with a total of 35 students. The data collection method used is an assessment in the form of a performance test with the task of writing an explanatory text. Using statistical analysis methods, the formulas used are normality test, homogeneity test and T-test. The test before and after using the media with the SPSS version 22 application were used. The results of this study were based on the results of the independent sample test data analysis, which showed the value of sig < 0.05, namely sig. (2-tailed) of 0.000. From these results, it was concluded that there was an effect of documentary film media on students' writing skills in the explanatory text material of fifth grade students of Sedatigede II Elementary School. This is reinforced by the significant difference in skill test scores in the experimental and control groups before and after treatment.

Nungky Kurnia Putri

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

During the current pandemic, effective learning activities that are currently being carried out by all levels of school, whether primary, secondary, or tertiary, are online. The purpose of this study was to describe the effect of learning the online system on student activity during the pandemic in grade III students of UPT SDN 1 Watesn, Pringsewu Regency. This study uses a causal associative quantitative method model. The subjects in this study were grade III elementary school students with 24 students. This study found that there was an effect of online learning on student activity well, because learning was going well and also active students in learning got a significant score of 0.000 <0.05 for a significant level of 5%. the value of tcount is 4,364 while ttable is 2,073 (tcount > ttable) which means that HO for this study is rejected and for Ha is accepted. And based on interviews conducted by researchers, the strategy was carried out by teachers, there is a process carried out by classroom teachers to the process of the current pandemic period, effective learning activities carried out at this time by all levels of schools, both elementary schools, middle schools, and universities are carried out by way in the network (online). The purpose of this study was to describe the effect of learning the online system on student activity during the pandemic in grade III students of UPT SDN 1 Watesn, Pringsewu Regency. This study uses a causal associative quantitative method model. The subjects in this study were grade III elementary school students with 24 students.

Awik Septyani; Agus Zaenul Fitri

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengorganisasian, penyampaian dan pengelolaan  blended learning  dalam meningkatkan hasil belajar   Pendidikan Agama Islam di Era New Normal di   SMAN 1 Trenggalek dan SMAN 2 Trenggalek. Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan studi multi situs. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: 1). wawancara, (2). observasi, (3). dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut dianalisis dari situs tunggal dan analisis lintas kasus. Pada saat pengumpulan data, data yang telah diperoleh diuji dengan menggunakan metode triangulasi dan ketekunan pengamatan dan keabsahan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa   1) Strategi pengorganisasian  blended learning  dalam meningkatkan hasil belajar   Pendidikan Agama Islam di Era New Normal   dilakukan dengan     a)  Strategi pengorganisasian  mikro dilakukan dengan metode pengorganisasian isi pembelajaran pada   Perencanaan penerapan metode blended learning meliputi perencanaan materi pembelajaran, memilih model pembelajaran yang tepat, pembuatan kelompok belajar dan perencanaan penataan kelas. b) Strategi pengorganisasian makro pembelajaran blended learning dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dilakukan dengan  membuat RPP, Promes,  Prota, silabus dan perencanaan-perencanaan lain. 2) Strategi   penyampaian   blended learning    dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam  di Era New Normal Normal   di   SMAN 1 Trenggalek dan SMAN 2 Trenggalek yang dilakukan secara daring dan luring. a) Strategi   penyampaian    secara daring dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam  di Era New Normal dilaksanakan dengan  guru menyampaikannya dengan menggunakan aplikasi model, dimana saat kegiatan berlangsung menggunakan aplikasi model. b) Strategi   penyampaian    secara luring dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam  di Era New Normal dilakukan dengan   menggunakan metode diskusi dan metode ceramah, serta dengan menggunakan alat bantu pembelajaran berupa LCD, video animasi, dan sumber belajar berupa buku paket ataupun LKS,   3) Strategi pengelolaan blended learning  dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam di Era New Normal   Normal   di   SMAN 1 Trenggalek dan SMAN 2 Trenggalek dilakukan   guru   dengan membuat catatan-catatan yang berisi tentang nilai-nilai dari keseharian siswa dan ada juga catatan yang diambil dari ulangan-ulangan siswa itu sendiri, penjadualan penggunaan strategi pembelajaran, pembuatan catatan kemajuan belajar siswa, pengelolaan motivasional  dan kontrol belajar.

Ulinniam Ulinniam; Indra Drajat Sopwan; Ahmad Muhaemin

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Sumber belajar sangatlah penting dalam proses belajar di sekolah.  Desa Kedokanbunder memiliki keanekaragaman tanaman hias yang bisa digunakan sebagai sumber belajar materi keanekaragaman hayati biologi SMA kelas X. Untuk bisa digunakan sebagai sumber belajar perlu dikemas dalam sebuah buku berbentuk ensiklopedia yang berisi berbagai jenis tanaman hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tanaman hias di desa Kedokanbunder dan mengimplementasikannya dalam sebuah buku berbentuk ensiklopedia. Metode penelitian ini mixed methods yaitu metode campuran menggunakan pendekatan penelitian yang mengombinasikan atau mengasosiasikan bentuk kualitatif dan bentuk kuantitatif. Untuk menghitung keanekaragaman yaitu menggunakan rumus Shannom-Wienner, hasil kenaekaragaman tanaman hias di desa Kedokanbunder menunjukan angka 2,5 yang masuk dalam kategori keanekaragaman sedang. Data yang peneliti temukan dikemas dalam sebuah ensiklopedia, untuk mengetahui kelayakan ensiklopedia sebagai sumber belajar, peneliti menggunakan angket kepada 4 validator sebagai ahli materi dan ahli bahasa, hasilnya semua validator menyatakan ensiklopedia ini layak digunakan dengan indikator nilai: validator 1 dosen biologi baik/68%, validator 2 dosen biologi sangat baik/86%, validator 3 guru biologi sangat baik/84% dan validator 4 guru bahasa Indonesia sangat baik/93%.

Az Zahra Khairunnisa; Novika Salsabila Virdos; Ratih Dwi Rahmadani; Asep Purwo Yudi Utomo

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis frase yang terdapat dalam cerpen “Rumah Yang Terang” karya Ahmad Tohari. Selain itu, untuk mendeskripsikan dan menjelaskan interpretasi sintaksis bahasa dalam kolom sintaksis cerpen Ahmad Tohari “Rumah Yang Terang”, memberikan gambaran terkait dalam hal ungkapan yang digunakan dalam cerpen “Rumah Yang Terang”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Untuk memperoleh data, teknik observasi dipilih sebagai metode pengumpulan data. Hal ini dilakukan dengan mengamati penggunaan bahasa dan teknik mencatat untuk merekam struktur yang dianalisis. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode distribusi. Temuan frasa dari penelitian ini adalah 26 frasa kata kerja, 17 frasa kata sifat, 5 frasa numerik, 8 frasa proposisional, 8 frasa kata benda, 1 frase idiomatik, dan 3 frase keterangan. Manfaat dari penelitian ini adalah kita lebih memahami jenis kalimat dan ciri-cirinya masing-masing.  

Agustin Linawati; Thomas Vacum Fitonis; UmmiMulyaningsih; Asep Purwo Yudi Utomo

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Salah satu komponen penting dalam bahasa adalah kalimat. Bahasa dan kalimat merupakan suatu kesatuan yang berkorelasi antara satu dengan lainnya. Penelitian yang berjudul Analisis Kalimat Berdasarkan Tata Bahasa Struktural daIam Cerpen Robohnya Surau Kami Karya A.A. Navis bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kaIimat yang terdapat pada cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A.Navis. Kajian yang dilihat adalah struktur kaIimat berdasarkan tata bahasa struktural. Tujuan dari penelitian ini yakni menganalisis kalimat dalam cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis dengan berpedoman pada tata bahasa struktural. Pada penelitian pada artikel ini menggunakan  metode penelitian kuaIitatif. Data kajian diperoleh secara langsung dari kutipan-kutipan kalimat yang terdapat pada cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis. Adapun kalimat yang akan dibahas pada penelitian ini yaitu struktur kalimat berdasarkan pada tata bahasa struktural. Hasil analisis mengungkapkan bahwa kalimat bisa diuraikan melalui penetapan satuannya sampai pada elemen terkecilnya yaitu kata. Terdapat  perbedaaan kategori dan fungsi sintaksis, serta peran semantik didalam komponen-komponen kalimat. Selanjutnya, kalimat tersebut akan diidentifikasi berdasarkan bentuk, kategori, fungsi, dan peran. Analisis tersebut menunjukkan bahwa antara bentuk, kategori, fungsi, dan peran itu mempunyai korelasi atau persamaan baik dari ragam kaIimat dasar, unsur kalimat inti beserta konstituennya, dan pola kalimat topik komen. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada para pembaca supaya bisa memperdalam pengetahuannya di bidang bahasa dan sastra.

Najwa Faradilah Tri Utami; Asep Purwo Yudi Utomo; Setiya Adi Buono; Nur Isna Sabrina

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Kata baku adalah kata dalam bahasa Indonesia yang telah disesuaikan menurut kaidah atau pedoman bahasa yang telah ditentukan. Kata baku sering ditemukan dalam kalimat-kalimat resmi dan ragam bahasa baku melalui tulisan atau lisan. Sebuah kata dikatakan sebagai tidak baku apabila kata tersebut digunakan menyimpang dari kaidah kebahasaan. Ketidakbakuan sebuah kata tidak hanya disebabkan oleh kesalahan penulisan saja, melainkan faktor ujaran yang menyimpang dan susunan ujaran yang tidak sesuai. Kata tidak baku biasanya ditemukan dalam bahasa penulisan, salah satunya pada penulisan karya sastra cerpen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan bahasa, salah satunya kesalahan penggunaan kata baku dalam cerpen Warisan untuk Doni karya Putu Ayub. Pada penelitian ini kelompok kami menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, maka data yang sudah dikumpulkan dan dideskripsikan oleh peneliti bukanlah angka melainkan kata-kata. Teknik dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat yang mana kami melakukan kegiatan menyimak dan meneliti cerpen berjudul  Warisan untuk Doni serta mencatat data-data yang diperoleh, dengan begitu kelompok kami bisa menemukan dan mengumpulkan kesalahan-kesalahan sintaksis yang ada pada cerpen tersebut. Data pada penelitian yang telah dilakukan ini berupa sebuah kata, kalimat, dan kesalahan bahasa yang terdapat pada cerpen Warisan untuk Doni karya Putu Ayub. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat banyak kesalahan bahasa pada cerpen Warisan untuk Doni karya Putu Ayub, yang terdiri atas kesalahan kata baku berjumlah sepuluh, kesalahan konjungsi berjumlah tiga, kesalahan penggunaan tanda baca berjumlah tiga. Manfaat penelitian ini sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan peneliti dan sebagai sumber pembelajaran dan informasi bagi pembaca mengenai bentuk-bentuk kesalahan penulisan kebahasaan.

Kusumaningtyas, Natasya; Januarista, Silfira Catur; Ferdiansyah, Nazha Alyandra; Yudi Utomo, Asep Purwo

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Pengkajian ini merupakan kegiatan meneliti cerpen yang berfokus pada bidang sintaksis yaitu mengenai klausa. Cerpen yang dianalisis adalah yaitu berjudul “Mata yang Enak Dipandang” Karya Ahmad Tohari yang sudah tersebar di sejumlah media cetak antara tahun 1983 dan 1997. Latar belakang dari penelitian ini adanya keberagaman dalam penggunaan klausa pada cerpen tersebut. Sebuah penelitian pasti mempunyai tujuan, tujuan dari penelitian ini yaitu mengklasifikasikan klausa pada cerpen berdasarkan tiga jenis klausa yaitu klausa verba, klausa nomina dan klausa adjektiva. Metode yang digunakan dalam menganalisis klausa adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu salah satu metode dalam penelitian yang disajikan dengan memberikan deskripsi dan analisis mengenai bahan yang di kaji, jurnal menjadi acuan utama dalam penelitian ini walaupun di dukung dengan beberapa referensi lain. Hasil dari penelitian berupa analisis klausa pada cerpen “Mata Yang Enak Dipandang” berdasarkan fungsi, kategori dan peran dalam cerpen tersebut. Klausa yang dianalisis yaitu klausa verba, klausa nomina dan klausa adjektiva. Dengan adanya analisis ini, diharapkan para pembaca lebih memahami mengenai klausa dan analisisnya, serta bermanfaat dalam memberikan ilmu pada bidang sintaksis mengenai klausa.

Yumni, Nabila Zata; Chaerunnissa; Hadana, Imtiyaza Nihlah; Arimbi, Saiska Dwi; Utomo, Asep Purwo Yudi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kajian kalimat majemuk. Kalimat majemuk merupakan kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang dihubungkan dengan suatu kata penghubung. Kalimat majemuk yang memiliki beberapa jenis tentu saja akan memperluas analisis pada penelitian ini. Jenis-jenis tersebut, yaitu majemuk setara, majemuk bertingkat, majemuk rapatan, majemuk perluasan dan majemuk campuran. Tujuan penelitian ini untuk memperluas tingkat intelektual pembaca dan penulis pada jenis kalimat majemuk yang terdapat pada bab “Dendam Abadi Seorang Dewi” karya Naning Pranoto. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, yang termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif, karena berusaha menjabarkan berdasarkan fakta yang ada sehingga menghasilkan paparan seperti apa adanya. Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) kalimat majemuk setara lebih sering ditemukan, (2) kalimat majemuk yang ditemukan pada novelet tersebut lebih cenderung ditemui kalimat majemuk dua klausa. Penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan pembaca mengenai kalimat majemuk dan pengklasifikasian kalimat majemuk pada novelet Wayang Tembang Cinta Para Dewi yang difokuskan pada bab “Dendam Abadi Seorang Dewi”.

M Irvan Maulana S; Penulis Rovi Muhajjili; Hilmi Ilham S

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keterpaduan antara unsur intrinsik cerpen “Dzikir-Dzikir Daun” karya Badrul Munir dengan menggunakan metode analisis struktural yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, (2) mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerpen, (a). Nilai-nilai sosial yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, (b). Nilai-nilai sosial yang mencerminkan hubungan antara manusia dengan sesama manusia, (c). Nilai Sosial yang Mencerminkan Hubungan Manusia dengan Alam, (d). Nilai Moral Mencerminkan Hubungan Manusia dengan Diri. Cerpen “Dzikir-Dzikir Daun” diteliti melalui langkah-langkah pengumpulan data; (1) membaca cerpen “Dzikir-Dzikir Daun” secara intensif, (2) menganalisis keterpaduan unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen dengan mendeskripsikannya, kemudian (3) menganalisis unsur sosial yang ingin disampaikan pengarang dalam cerita pendek dan mendeskripsikannya. Setelah melalui proses penelitian analisis struktural dan nilai-nilai sosial, berikut menunjukkan upaya Badrul Munir untuk mengkolaborasikan nilai-nilai intrinsik, ekstrinsik dan sosial dalam cerpen dengan baik dan bijak, yang menjadikan pesan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerpen tersebut. cerpen dapat tersampaikan kepada seseorang yang membaca cerpen “Dzikir-Dzikir Daun”.  

M. Zaki Alfriandi; Fitria Dwi Astuti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan simbol romantisisme pada salah satu puisi karya Heri Isnaini yang berjudul “Aku Membawa Angin”. Konsep romantisisme ini dilatarbelakangi oleh salah satu tokoh romantik dari Belanda yaitu Williem Kloos sebagai aliran filosofi atau konsep kesenian yang mengunggulkan perasaan, intuisi, dan imajinasi yang cenderung pada fenomena dan reaksi alam. Sumber data dalam penelitian ini adalah pada buku “Montase Sepilihan Sajak”. Dalam metodologi penelitiannya menggunakan metode deskriptif analisis dan bersifat kualitatif. Adapun prosedur langkah-langkah yang digunakan untuk pengumpulan data (1) membaca puisi tersebut, (2) mengidentifikasi nilai romantisme dalam puisi, (3) mencatat dan mendeskripsikan nilai romantisme puisi berdasarkan interpretasi dengan pendekatan semiotik yang digagas oleh Charles Sanders Peirce dan terakhir (4) menyusun hasil analisis. Hasil analisis puisi secara tekstual, simbol diksi angin dapat diartikan sebagai media pengirim pesan/perasaan yang diciptakan oleh Tuhan untuk membawa jiwa atau ingatan orang yang sedang kita pikirkan. Jika dikorelaskan dengan salah satu ciri romantisisme berkaitan dengan prinsip kembali ke alam sebagai ekspresi untuk mengemukakan perasaan romantik melalui lanskap imajinasi yang mengerucut pada reaksi-reaksi alam.  

Anggi Febrianti; Silva Caesarani Destiana; Moch Ichsan Nugraha

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini mendeskripsikan tentang majas dan citraan dalam puisi “Bawa Saja Aku” karya Heri Isnaini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stalistika, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka, teknik pustaka ini merupakan teknik cara memahami isi dari puisi “Bawa Saja Aku” karya Heri Isnaini, mencatat berbagai kata, frasa, dan kalimat yang mengandung majas dan juga citraan kedalam bentuk tulis lalu membaca puisi tersebut dengan teliti dan dipilih bagian puisi yang relevan untuk data yang akan dikaji. Sumber data berasal dari buku kumpulan puisi Montase Sepilihan Sajak karya Heri Isnaini. Pengolahan data dilakukan dengan mencari majas dan citraan yang terdapat dalam puisi puisi “Bawa Saja Aku” karya Heri Isnaini. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari segi bahasanya, puisi ini memiliki kata-kata yang menggunakan makna denotasi dan makna konotasi dalam setiap lariknya. Selain itu, didalam puisi ini juga terdapat majas personifikasi. Citraan yang terdapat dalam puisi ini yaitu citraan visual(mata), citraan gerak, citraan meraba, citraan perasaan dan citraan pendengaran.

Nabillah Vebiyani; Elsa Novianti; Neng Tuti Novianty

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini membahas kajian stalistika dan pesan moral pada puisi “Sajak Putih” karya Sapardi Djoko Damono. Fokus pembahasan artikel ini memiliki ciri khas tersendiri yang diuraikan dalam diksi, citraan, majas dan pesan moral. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Sajak Putih”, yang terbit perdana pada tahun 1967. Data yang diteliti di dalam puisi ini berupa kata, kalimat, dan wacana yang nantinya akan diteliti dari baris per baris, guna untuk mengetahui penggunaan diksi, citraan, majas dan pesan moral. Hasil pembahasan artikel ini menunjukan bahwa puisi Sapardi Djoko Damono menggunakan diksi yang sederhana yang mudah dipahami dan komunikatif, tetapi mengandung makna yang sangat mendalam dan tidak menghilangkan nilai – nilai estetika pada puisi tersebut. Penggunaan citraan membangkitkan imajinasi pembaca melalui ungkapan yang tidak langsung. Pesan yang disampaikan pada puisi tersebut berkaitan dengan hubungan pelajaran kehidupan manusia dan lingkungannya.

Wiendy RerefDianty; Dea Puspitasari; Astry Meirantic

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini membahas tentang kajian makna yang terkandung dalam puisi yang berjudul “ilusi” karya heri isnaini. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui makna yang terkandung disetiap kata pada puisi “ilusi”. Penelitian ini, merupakan penelitian deskriptif dengan metode analisis isi. Penelitian ini mendeskripsikan kajian makna yang terkandung dalam puisi “ilusi”. Metode analisis isi, yaitu dengan menggunakan pendekatan semiotika. Pendekatan semiotika digunakan untuk mengetahui bagaimana makna yang terkandung didalam puisi “ilusi” tersebut. Pendekatan semiotika merupakan pendekatan yang berhubungan dengan lapangan tanda yaitu pengertian suatu tanda. Dalam pengertian tanda ada dua yang difokuskan yaitu bentuk tanda biasa disebut dengan penanda, dengan prangko penandanya atau yang ditandai berdasarkan pemaparan terdahulu. Teknik pengumpilam data yang digunakan adalah teknik baca catat dan teknik analisis data. Setelah dilakukan analisis data diperoleh  Kesatu kumpulan puisi “ilusi” secara umum memuat Hasil penelitian semiotika pada puisi “Ilusi” dapat dilihat puisi tersebut menyatakan bahwa mata diibaratkan dengan ilusi diibaratkan dengan benda mati yang hidup. Makna yang terkandung dalam larik-larik tersebut didefinisikan sebagai yang kita lihat tidak sepenuhnya pasti, dalam tanah yang terlihat kosong saja mungkin terdapat suatu hal yang tidak kita tahu. Dan sepi tidak sama dengan kosong karena sepi adalah perasaan tersendiri yang muncul dalam jiwa seseorang, sedangkan kosong, ia adalah ilusi itu sendiri, tidak ada apa-apa, hanya ada udara yang jika bergerak kencang bisa berubah menjadi angin. Dari puisi “ilusi” dapat disimpulkan bahwa yang kita lihat belum tentu pasti.  

Yuni Asri Raharto; Siti Jenab Humayyah; Dini Alviani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini membahas mengenai nilai yang  terdapat pada beberapa puisi dari buku antologi puisi yang berjudul Montase: Serpilihan Sajak karya Dr. Heri Isnaini, M.Hum. Pemilihan topik ini disebabkan ditemukannya nilai-nilai tersebut yang menarik untuk dibahas. Sebab nilai-nilai tersebut begitu penting untuk diingat sebagai pengingat pada kehidupan saat ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka serta dokumen. Data-data yang digunakan adalah enam puisi dalam Antologi Puisi Montase berjudul “Sajak Ziarah 1”, “Sajak Ziarah 2”, “Laki-Laki yang Mencintai Tulang Rusuknya”, “Kepada Tuhan”, “Aku Tidak Akan Berhenti Mencari Mu”, dan “Warna”. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa keenam puisi tersebut memiliki kesamaan mengenai religiusitas. Jika disambungkan, maknanya akan saling berkaitan antara satu puisi dengan puisi lainnya.

Zahrah Delia Permana; Muhammad Aji Syaputa; Jericho Setiawanc

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Kajian strukturalisme puisi merupakan pengkajian puisi yang lebih menekankan telaah terhadap unsur pembangun puisi itu sendiri. Dalam hal ini, sebuah puisi dianggap sebagai sebuah kesatuan yang utuh. Oleh karena itu, pengkajian puisi dengan teori strukturalisme merupakan pengkajian yang tidak melibatkan latar belakang penyair serta faktor lain yang turut memengaruhi penciptaan puisi tersebut. Pada pengkajian puisi “Aku Dan Senja”, aspek-aspek yang dibahas meliputi struktur lahir dan struktur batin dengan menggunakan pendekatan pragmatik, yaitu pendekatan yang memandang karya sastra sebagai sarana untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca. Kedua struktur tersebut merupakan sebuah kesatuan yang harus seimbang. Hubungan antar keduanya begitu penting dalam penciptaan makna dan keindahan puisi “aku dan senja” dalam buku montase karya Heri Isnaini. Struktur lahir yang dikaji meliputi diksi, kata konkret, citraan, majas, versifikasi, dan tipografi, sedangkan struktur batinnya meliputi tema, rasa, nada, dan amanat. Puisi tersebut cenderung disajikan dengan sederhana, namun memiliki keindahan dan makna yang mendalam.  

Rifa Salsabila; Putri Mayang; Sri Silfiani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini membahas tentang analisis aspek-aspek yang terdapat pada puisi “Meditasi Waktu” karya Heri Isnaini dengan pendekatan Stilistika. Aspek yang dianalisis yaitu gaya bahasa, diksi, majas, dan citraan untuk mengetahui nilai estetis atau keindahan pada puisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika, karena bersifat mendeskripsikan. Gaya bahasa, diksi, majas, citraan karya sastra lahir dari sebuah pemikiran seseorang yang dihasilkan karena perenungan dan penghayatan terhadap sesuatu. Karya sastra memiliki nilai estetis tertentu yang membuat karya tersebut terlihat indah bagi pembaca. Dalam puisi “Meditasi Waktu” karya Heri Isnaini ini, pengarang banyak menggunakan gaya bahasa dan makna konotasi dalam sebuah puisi dengan tujuan untuk menunjukkan nilai estetis atau keindahan puisi tersebut.

Neli Aprila Yunandi; Muhamad Dadih Hidayat; Diky Nurjaman; Ahmad Muiz Rahman

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini mengkaji puisi “salahkah melangkah” karya Fiersa Besari. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kondisi dan kritik sosial yang disampaikan Fiersa Besari dalam isi puisi yang dia ciptakan. Permalasahan sosial kian menjamur setelah bebasnya berekspresi lewat media sosial.Hal ini tentunya memberikan pengaruh terhadap anak muda milenial pada saat ini, yang lebih lama menghabiskan waktunya untuk bermain di media sosial ketimbang bermain dan berinteraksi langsung dengan orang-orang di  sekitarnya. Kritik membangun sangat penting untuk diberikan pada anak muda Milenial saat ini, untuk itu Fiersa Besari hadir dengan puisinya yang berjudul "Salahkan Melangkah" dengan gayanya yang cocok dengan anak muda milenial penulis pun tertarik untuk menganalisis kritik dan makna sosial yang ada di dalamnya karena sangat cocok dengan keadaan saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu buah puisi karya fiersa besari yang berjudul "Salahkan Melangkah". kondisi dan kritik sosial dalam puisi “salahkah melangkah” karya Fiersa besari menggambarkan secara jelas dan nyata permasalahan yang terjadi pada kehidupan masyarakat. Dalam isi puisinya itu, Fiersa tidak hanya menggambarkan keadaan sosial remaja saja tetapi permasalahan yang terjadi pada hampir seluruh kalangan masyarakat. Kritik dalam isi puisi Fiersa setidaknya dapat menjadi nasehat bagi semua kalangan masyarakat agar selalu menjaga dan mengontrol sikap dan perilaku diri kita semuanya.

Syawalia Fazarizqa Nurhidayat; Sabrina Yulia Isnani; Dina Siti Patimah Dewi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

    Artikel ini membahas makna yang tersembunyi dari puisi karya Heri Isnaini. Pembahasan ini bertujuan untuk lebih memahami pembaca akan isi puisi. Teori yang digunakan dalam pembahaasan ini yaitu teori Heurmenetika Zygmunt Bauman yang memfokuskan pada kejelasan pesan dan pengertian dasar dari sebuah ucapan atau tulisan yang tidak jelas. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah metode deskriptif kualitatif dimana penelitian ini dilakukan untuk meneliti suatu objek dengan keaadan alamiah untuk mencipkatakan hasil penelitian yang faktual. Tahapan-tahapan yang dilakukan pada pembahasan ini diawali dengan menganalisis larik, menganalisis sruktur yang menyusun teks puisi, objektivikasi struktur teks, dan memaknai teks puisi. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menunjukkan makna yang tersembunyi dalam puisi “Nanti Dulu” karya Heri Isnaini sebagai bentuk ideologi yang digunakan penyair dalam merepresentasikan gagasan dalam bentuk puisi.