Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 261-280 of 2,117

Analytics

Rinia Dewi, Iva; Nur cahyani, Arinda; Rahayu, Feri Kanti; Cahyani, Cici

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

The community in Cibangkong Village, Pekuncen District, Banyumas Regency, still widely uses jamu (traditional herbal medicine) as part of their daily healthcare practices, often in combination with modern medical drugs. Limited understanding of the potential interactions between herbal and pharmaceutical medicines may pose health risks. This community service activity aimed to improve public knowledge and awareness regarding the dangers of drug–herb interactions through educational and interactive approaches. The implementation methods included health education sessions and group discussions. Participants of the activity were members of Muslimat NU 1 Pekuncen. The results showed a 60% improvement in community understanding, based on simple pre-test and post-test evaluations. The community also became more cautious and motivated to consult healthcare professionals before consuming jamu together with prescription medicines. This activity successfully increased public awareness about the safe and responsible use of both modern and traditional medicines.

Ni’matuzzakiyah, Evi

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan pendidikan, khususnya bagi santri di pondok pesantren yang menghadapi jadwal padat dan tuntutan akademik tinggi. Kajian ini mengusung tema “Belajar Mantap, Hidup Hebat” untuk menekankan bahwa pembelajaran yang konsisten dan berorientasi spiritual dapat mendorong keberhasilan baik dalam dimensi duniawi maupun ukhrawi. Motivasi dipahami melalui tiga ranah, yaitu intrinsik, ekstrinsik, dan religius, dengan dorongan agar santri mampu mengintegrasikan ketiganya sehingga motivasi belajar tidak hanya bersumber dari insentif eksternal, tetapi juga dari kesadaran diri dan niat yang tulus karena Allah SWT. Tantangan umum—seperti manajemen waktu, adaptasi dengan kehidupan kolektif, godaan teknologi, tekanan prestasi, serta masalah kesehatan fisik dan mental—dibahas bersama solusi praktis, termasuk penggunaan teknik Pomodoro sebagai strategi manajemen waktu yang efektif. Kajian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara usaha, doa, dan istiqamah dalam menuntut ilmu, dengan tujuan memberdayakan santri agar mampu mempertahankan motivasi, mengatasi hambatan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Miranti, Indira Pipit; Indriyani, Nastiti Nur; Sari, Sindy kartika

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, merupakan salah satu wilayah prioritas intervensi stunting. Permasalahan stunting masih berkaitan erat dengan praktik pemberian ASI dan MPASI yang belum optimal, terutama rendahnya pengetahuan ibu mengenai kandungan gizi dan zat bioaktif ASI, teknik penyimpanan ASI yang benar, serta pemberian MPASI sesuai usia dan kebutuhan gizi anak. ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan berperan penting dalam pencegahan stunting karena mengandung nutrisi lengkap dan faktor imunologis. Penyimpanan ASI yang tidak tepat dapat menurunkan kualitas gizi dan bioaktivitasnya, khususnya pada ibu bekerja. Setelah usia enam bulan, pemberian MPASI yang tidak memenuhi prinsip gizi seimbang, tekstur, dan kebersihan berpotensi menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu terkait kandungan gizi dan zat bioaktif ASI, teknik penyimpanan ASI yang tepat, serta praktik pemberian MPASI yang benar. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan demonstrasi praktis. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pola asuh gizi keluarga dan berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting di Desa Gununglurah.

Rosyi Prabowo, Fatika Puteri; Suningdyastiningrum , Arin Oktaviani; Ferry Erwana , Agam

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Karies gigi termasuk penyakit infeksi kronis yang biasanya terjadi akibat bakteri kariogenik yang menempel pada gigi yang akan memetabolisme gula sehingga menghasilkan asam, yang seiring dengan waktu akan mendemineralisasi struktur gigi. Anak-anak usia sekolah sangat menyukai makanan dan minuman manis dengan kandungan glukosa tinggi, dan sering kali kurang memahami teknik menggosok gigi yang benar, serta jarang memeriksakan gigi mereka ke fasilitas kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar serta pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 8 Oktober 2025 mulai pukul 08.00 WIB di SD Negeri Bakalan 01, Kecamatan Polokarto dengan peserta sebanyak 25 siswa. Siswa diberikan soal pre-test dan post-test untuk mengetahui pengetahuannya terhadap kesehatan gigi dan rongga mulut sebelum dan setelah diberikan edukasi, serta dilakukan demonstrasi cara menggosok gigi yang benar. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang kesehatan gigi dan mulut.

Muhammad Fikri Setiawan; Bambang Irawan; Bambang Irawan

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Polusi udara partikulat halus (PM2,5) merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Faktor penyumbang utamanya adalah emisi kendaraan di jalur Pantura, aktivitas industri perikanan, serta konsentrasi tinggi selama musim kemarau (Juni–November). Tidak adanya model peramalan sub-jam yang akurat menghambat pengembangan sistem peringatan dini yang efektif. Penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi model deep learning berbasis Transformer untuk memprediksi konsentrasi PM2,5 dengan resolusi waktu 15 menit. Data yang digunakan berasal dari NASA GEOS-CF (band PM25_RH35_GCC) yang diakses melalui Google Earth Engine menggunakan API Python. Dataset mencakup periode 1 Januari hingga 22 November 2025, menghasilkan 7.813 observasi per jam, yang kemudian diinterpolasi linear menjadi 31.249 titik data dengan resolusi 15 menit. Arsitektur Transformer terdiri dari 3 lapis enkoder, 4 kepala perhatian multi-head, dimensi embedding 128, dimensi feed-forward 256, panjang sekuen 60 timestep, dan augmentasi fitur menggunakan rerata bergulir (*rolling mean*, jendela = 3) dan beda pertama (*first difference*). Pelatihan dilakukan dengan TensorFlow-Keras, pengoptimal Adam, penjadwal peluruhan kosinus (*cosine decay scheduler*), dan fungsi kerugian Huber. Pembagian data dilakukan secara kronologis: 70% pelatihan, 30% validasi. Evaluasi pada set uji independen (16 Agustus–21 November 2025, 9.357 observasi atau 97 hari 11 jam 15 menit) menghasilkan MAE 0,7691 µg/m³, RMSE 1,2052 µg/m³, R² 0,9945, dan *Explained Variance Score* 0,9948. Model ini mampu menggambarkan variasi diurnal dan anomali musiman secara akurat, jauh melampaui model LSTM dan GTWR konvensional. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan di bidang Teknologi Informasi melalui kerangka kerja pengolahan *big data* satelit untuk aplikasi lingkungan.

Rahman

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

The work behavior of health workers is a key factor in determining the quality of service and patient safety in hospitals. In healthcare organizations with high work demands, feedback and rewards are important instruments of human resource management to form positive work behaviors. However, empirical evidence on the role of rewards as a mediating variable in the relationship between feedback and work behavior of health workers, particularly in Indonesian regional hospitals, is limited. This study aims to analyze the influence of feedback on work behavior through the role of reward mediation in health workers at Konawe Hospital, Southeast Sulawesi Province, Indonesia. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. Data was collected through a survey using a structured questionnaire based on the Likert scale of 170 health workers with ASN status at Konawe Hospital. The sampling technique used a combination of purposive and accidental sampling. Data analysis was carried out with Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) using SmartPLS software version 4.0. The results showed that rewards had a positive and significant effect on work behavior (β = 0.579; t = 10.308; p = 0.000), and feedback had a positive and significant effect on rewards (β = 0.805; t = 25.851; p = 0.000). In addition, feedback also had a positive and significant effect on work behavior through rewards (β = 0.466; t = 8.362; p = 0.000), which confirms the mediating role of rewards. There is an influence of appraisal on work behavior and feedback on awards and awards has been shown to significantly mediate the influence of feedback on the work behavior of health workers. These findings emphasize the importance of effective feedback management and an integrated reward system as a managerial strategy to encourage positive work behavior and improve the quality of health services in regional hospitals.

Wenny Nugrahati Carsita; Kusumawati, Mira Wahyu; Basir, Muhammad Ichsan

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2025 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar Belakang: Kesehatan mental merupakan komponen fundamental dalam menunjang kesejahteraan individu, khususnya pada masa remaja yang merupakan fase rentan terhadap berbagai tekanan kehidupan serta dinamika perkembangan emosional. Masalah kesehatan mental yang dialami pada masa remaja dapat memberikan dampak jangka panjang hingga masa dewasa. Kegagalan dalam menangani kondisi kesehatan mental berpotensi menimbulkan konsekuensi negatif terhadap kesehatan fisik maupun psikologis. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang upaya pencegahan kesehatan mental. Metode: Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan menggunakan metode ceramah dan sesi tanya jawab. Prosedur kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test menggunakan kuesioner, dilanjutkan dengan pemberian pendidikan kesehatan dan diakhiri dengan post-test. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas XI-1 berjumlah 30 orang. Hasil: Diketahui adanya peningkatan rata-rata skor dari 85 pada pre-test menjadi 93 pada post-test setelah pelaksanaan kegiatan. Simpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan pada remaja setelah diberikan pendidikan kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam menekan risiko gangguan kesehatan mental pada remaja.

Malinda, Risnati; Irawan, Dedi; Thahura, Farahdiba; Febriyana, Dinda; Syuhada, Amelia

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2025 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Introduction: Conditions in Indonesia based on data from the 2019 Nutrition Status Study of Toddlers in Indonesia (SSGBI) are still relatively high, where the prevalence of stunting is 27.67%. The GADHIES model aims to clarify and facilitate work steps in carrying out health promotion and can complement the shortcomings of each of these models. The purpose of this service is to improve the competence of village midwives in health promotion by empowering the community to use local ingredients in making healthy and nutritious food as an effort to prevent stunting, as well as increase public awareness of the dangers of stunting in children. Method: The implementation of this activity goes through three stages of activities, namely planning, implementation and monitoring evaluation. During the planning, a Focus Group Discussion (FGD) began first between the PKM team, the Puskesmas and village midwives. The implementation of the gadhies model health promotion model training for stunting prevention was carried out for 2 days which was attended by 15 village midwives, with 3 resource persons, lecture methods and interactive discussions using power point media, gadhies model posters, gadhies health promotion pocket books, and also the Gadhies Model Training Module. After carrying out this training activity, the team conducted monitoring and evaluation to see the improvement of midwives' competence on the gadhies model health promotion method. Results: There was a significant increase in midwife's competence in health promotion from 2 (13.3%) during the pretest to 14 (93.3%) during the posttest. There was a significant increase in maternal satisfaction with health promotion services by midwives from 4 (26.7%) to 15 (100%) after midwives received health promotion training on the Gadhies model.

Firda Febriyanti; Nida Handayani

Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

The National Health Insurance Program (Jaminan Kesehatan Nasional or JKN) is a government initiative aimed at ensuring equitable, accessible, and affordable healthcare services for all Indonesian citizens. Since its implementation in 2014, the program has covered more than 90% of the population; however, several challenges remain, particularly concerning the quality of services at primary healthcare facilities such as community health centers (puskesmas). This study aims to analyze the quality of JKN services at the Cengkareng Public Health Center, West Jakarta, using the five dimensions of service quality proposed by Parasuraman: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The research employed a descriptive qualitative method through in-depth interviews, direct observations, and document analysis involving healthcare workers and JKN patients. The findings indicate that the overall service quality at Puskesmas Cengkareng remains suboptimal. The tangibles and assurance dimensions are relatively good, while reliability, responsiveness, and empathy are still lacking. Major complaints include long waiting times, poor doctor–patient communication, and unfriendly staff attitudes. These findings highlight the need for improving human resource professionalism, strengthening service management systems, and conducting periodic evaluations to enhance the overall quality and patient satisfaction among JKN participants.  

Syakira Faidila Andri; Dinda Rizky Rahmatilla; Elly Nielwaty

Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This study examines the implementation of digital health services via the Mobile JKN application at the Payung Sekaki Community Health Center in Pekanbaru City and explores factors affecting service effectiveness, especially complaints about long waiting times. Using a descriptive qualitative approach based on the Mobile Health Acceptance Model by Handayani et al. (2021), the study focuses on five constructs: ease of use, system availability, system responsiveness, health workers’ digital skills, and user trust. The results show that Mobile JKN has significantly simplified administrative processes, accelerated registration, and improved service efficiency at the health center. Effectiveness is supported by factors such as the application’s general ease of use, faster queue data processing, and adequate digital skills among staff. Users also show a high level of trust, though queue time estimation still needs improvement. Despite these benefits, complaints about long waits persist due to patients who register online but still queue manually and misunderstandings between Mobile JKN and e-Puskesmas queue numbers. Late patient arrivals also contribute to delays. Overall, Mobile JKN proves effective in enhancing digital health services, but further optimization is needed through better socialization of service procedures, accurate queue information, and improved system integration to maximize the advantages of digitalization.

Mega Tunjung Hapsari; Farhan Reza Fadholi; Azmi Fahrurrizal Amrulloh; M. Krisnanda Saputra; Trisna Sayekti Wijayanti +3 more

Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Karangtalun Village, located in Kalidawir District, Tulungagung Regency, East Java, has significant potential for developing Family Medicinal Plants (TOGA) to support community-based health practices. However, the utilization of TOGA in daily health care remains limited due to a lack of knowledge and practical skills among residents. At the same time, the community faces a growing social challenge—digital exposure among young children, which negatively affects their physical, psychological, and social well-being. To address these issues, a capacity-building program was implemented for women involved in the Integrated Guidance Post (Posbindu) through training on TOGA cultivation and digital literacy education using the Community-Based Participatory Research (CBPR) approach. This participatory model actively engaged community members in the planning, implementation, and evaluation stages. The program results showed an increase in participants’ understanding of TOGA as an alternative for self-care and traditional medicine, greater awareness of the adverse effects of excessive gadget use among children, and positive behavioral changes in parenting, such as setting screen-time limits and replacing gadget use with creative family activities. These findings demonstrate that integrating local wisdom–based education with digital literacy can effectively strengthen family resilience and promote sustainable well-being in the digital era.

Mega Tunjung Hapsari; Farhan Reza Fadholi; Azmi Fahrurrizal Amrulloh; M. Krisnanda Saputra; Trisna Sayekti Wijayanti +3 more

Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Karangtalun Village, located in Kalidawir District, Tulungagung Regency, East Java, has significant potential for developing Family Medicinal Plants (TOGA) to support community-based health practices. However, the utilization of TOGA in daily health care remains limited due to a lack of knowledge and practical skills among residents. At the same time, the community faces a growing social challenge—digital exposure among young children, which negatively affects their physical, psychological, and social well-being. To address these issues, a capacity-building program was implemented for women involved in the Integrated Guidance Post (Posbindu) through training on TOGA cultivation and digital literacy education using the Community-Based Participatory Research (CBPR) approach. This participatory model actively engaged community members in the planning, implementation, and evaluation stages. The program results showed an increase in participants’ understanding of TOGA as an alternative for self-care and traditional medicine, greater awareness of the adverse effects of excessive gadget use among children, and positive behavioral changes in parenting, such as setting screen-time limits and replacing gadget use with creative family activities. These findings demonstrate that integrating local wisdom–based education with digital literacy can effectively strengthen family resilience and promote sustainable well-being in the digital era.

Yuniar Affandy; Muhammad Atha’ Iqbal; Masbullah Masbullah; Moh. Juhad

Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Human resource development is the process of preparing individuals to take on higher or different responsibilities within an organization, including enhancing intellectual abilities to support efficient task performance. This study aims to determine the extent to which human resource development contributes to improved employee performance at the East Lombok Regency Health Office. The qualitative, descriptive approach involved eight informants, consisting of officials familiar with the implementation of human resource development and staff who had participated in the program. The results indicate that education and training conducted by the East Lombok Regency Health Office have supported improved employee performance, as evidenced by more structured task implementation, public health monitoring surveys, and a decrease in maternal and infant mortality rates. However, in terms of human resource management, there are still shortcomings, with an average of 28 health workers per health facility, both civil servants and non-civil servants, reflecting an imbalance in workforce needs. Furthermore, the implementation of human resource development is supported by leadership commitment, inter-agency collaboration, and budget support from the provincial and central governments. However, it is hampered by limited qualified personnel, frequent policy changes, and the impact of natural disasters.

Jumakil

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Background: The millennial generation, born between 1981 and 1996, is the demographic group most adaptable to digital technology. As digital natives, this generation tends to be more open and familiar with the use of technology in various daily life activities, including accessing health services. Method: This type of research is quantitative research, and is an explanatory research. Sampling uses accidental sampling techniques. The number of samples is 300 millennials. Result: a positive and significant influence of System Quality on satisfaction in digital health service consultations with an original sample value of 0.599 and a p-value of 0.000 <0.05. Information Quality on satisfaction in digital health service consultations with an original sample value of 0.226 and a p-value of 0.001 <0.05. and Service Quality on satisfaction in digital health service consultations with an original sample value of 0.160 and a p-value of 0.003 <0.05. Conclusion: Millennials' satisfaction with digital health services is determined by system quality, service quality, and information quality.

Lolitasari, Alia; Widodo, Eko; Wahyudi, M. Adi Trisna

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2025 FEB Universitas Maritim Semarang

This study aims to analyze and evaluate the health level of PT Bank Mega Tbk during the 2016–2023 period using the Risk-Based Bank Rating (RGEC) method. This research employs a quantitative descriptive approach with an evaluative design. The data used are secondary data obtained from audited annual financial statements published by PT Bank Mega Tbk and the Indonesia Stock Exchange. The analytical method refers to regulatory provisions by Bank Indonesia and the Financial Services Authority, covering four assessment factors: Risk Profile (measured by Non-Performing Loan and Loan to Deposit Ratio), Good Corporate Governance (based on self-assessment reports), Earnings (measured by Return on Assets, Return on Equity, BOPO, and Net Interest Margin), and Capital (measured by Capital Adequacy Ratio). Each indicator is assessed according to regulatory criteria and integrated to determine the Composite Rating (PK). The results show that PT Bank Mega Tbk consistently achieved Composite Rating 1 (PK-1), categorized as “Very Healthy,” throughout the observation period. The Risk Profile, Capital, and most Earnings indicators demonstrate strong and stable performance, while Good Corporate Governance remains consistently in the “Healthy” category. However, the Return on Equity indicator shows relatively lower performance compared to other profitability ratios, indicating the need for more optimal utilization of equity. Overall, the findings confirm the bank’s strong financial resilience while highlighting managerial implications related to capital efficiency.

Ahmad Khusairi; Sedarmayanti Sedarmayanti; Ulul Albab; Nowshin Tabassum Taheri

International Journal of Social Science and Humanity 2025 Asosiasi Penelitian dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This study analyses the challenges of digitalising registration services at Primary Healthcare Facilities (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, FKTP) in East Java, including limitations in human resources, technological infrastructure, and public digital literacy, all of which affect the satisfaction of National Health Insurance (Jaminan Kesehatan Nasional, JKN) patients. Utilising the Systematic Literature Review (SLR) methodology with the PRISMA approach, the study reviews literature from 2024–2025 sourced from databases such as Google Scholar, using keywords related to digitalisation, FKTP, and patient satisfaction. The analysis is based on the ADO (Antecedent, Decision, Outcome) framework. The findings identify three key factors: (1) Antecedents (human resource competence, infrastructure, digital literacy); (2) Decisions (human resource training, facility modernisation, public outreach); and (3) Outcomes (increased patient satisfaction through time efficiency and ease of access). The study emphasises the need to strengthen human resources, provide adequate infrastructure, and educate the public to ensure the sustainability of digital healthcare services at FKTPs in East Java.

Rani Cahya; Sah Marianta Ginting; Melisa Anggryani Sitorus; Debora Keresya Pane; Hikmah Mia Syahira

Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Adolescent reproductive health is a crucial issue often overlooked in primary education, especially for young girls. The lack of accurate and age-appropriate information causes confusion among students when experiencing puberty, including menarche. This community service project aims to increase the knowledge and awareness of female students at MIS AL-KAUTSAR regarding reproductive organ health through an educational and participatory approach. The method used is Participatory Action Research (PAR), consisting of needs identification, program planning, educational implementation, and evaluation stages. The results indicate a significant increase in students' understanding of reproductive anatomy and hygiene, as well as behavioral changes such as greater openness to discussing menstruation and the emergence of local leaders among students. The program also led to the creation of new social structures in the school, such as a youth information corner and the involvement of female teachers as mentors. This initiative proves effective as an educational intervention model that can be replicated in other primary schools.

Budiafosma, Savira Nanda; Budiafosma, Savira Nanda; Daniar, Aninditya; Masnuna, Masnuna

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2025 UNIVERSITAS STEKOM

Tingginya konsumsi makanan instan di kalangan anak-anak sekolah dasar telah menjadi perhatian penting karena potensi risiko kesehatan jangka panjangnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang karakter buku cerita bergambar interaktif sebagai media edukasi bagi anak-anak usia 9–12 tahun untuk memahami bahaya makanan instan dan mengembangkan kebiasaan makan yang sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran yang dikombinasikan dengan metodologi desain, termasuk tinjauan pustaka, wawancara dengan guru, ahli gizi, dan ilustrator, dan kuesioner yang disebarkan kepada 114 responden untuk mengidentifikasi kebutuhan pendidikan anak-anak dan preferensi visual. Proses desain melibatkan identifikasi masalah, pengembangan konsep, pembuatan prototipe, dan validasi melalui jajak pendapat audiens. Desain ini menampilkan karakter utama Lala, Lita, Ibu, dan Maskot Perut, dengan ilustrasi kartun digital berwarna cerah. Hasil validasi menunjukkan bahwa karakter dan desain visual selaras dengan minat dan kebutuhan audiens target, menjadikan media ini efektif dalam menyampaikan pesan edukasi dengan cara yang menarik sekaligus memotivasi anak-anak untuk memahami risiko makanan instan.

Septianingtyas, Maya; Jona, Resa Nirmala; Sulistyaningrum, Danny Putri; Juwariyah, Siti; Noer’aini, I’ien +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berdampak pada meningkatnya angka kesakitan dan kematian, terutama pada kelompok lansia. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dan gaya hidup sehat menjadi faktor yang memperburuk kondisi ini. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengendalian tekanan darah melalui Program SEHATI (Sehat Bersama Hipertensi Terkendali). Metode: Kegiatan dilaksanakan di Posbindu lansia dengan melibatkan 45 peserta. Metode kegiatan meliputi skrining tekanan darah dan status kesehatan, edukasi tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi, serta pelatihan senam hipertensi. Evaluasi dilakukan melalui pre dan post-test pengetahuan serta observasi partisipasi senam. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang hipertensi sebesar 35%, partisipasi aktif dalam senam mencapai 90%, dan sebagian besar peserta menunjukkan penurunan tekanan darah setelah mengikuti kegiatan. Kesimpulan: Program SEHATI efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku sehat masyarakat dalam pengendalian tekanan darah, serta dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis promotif dan preventif di komunitas lansia.

Nusantara, Ana Fitria; Achmad Kusyairi

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Diabetes mellitus adalah penyakit gangguan metabolisme yang disebabkan oleh defisiensi sekresi insulin, kerusakan sel Beta pankreas, atau resistensi insulin sebagai akibat insulin yang tidak digunakan. DM secara progresif menyebabkan terjadinya komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler, dan neuropatik kronis yang mengancam jiwa. Selain berdampak pada masalah kesehatan, DM juga memiliki konsekuensi ekonomi yang besar. Biaya pengobatan meningkat khususnya apabila terjadi komplikasi jangka panjang dan pilihan pengobatan modern. Perubahan gaya hidup dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup sehingga penderita tidak mengalami komplikasi. Modifikasi gaya hidup dilakukan dengan mengurangi asupan energi, meningkatkan aktivitas fisik sebagai terapi utama untuk pasien DM yang obesitas. Penurunan berat badan dikombinasikan dengan peningkatan aktivitas dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol glikemik serta mencegah perkembangan DM tipe 2 terhadap risiko tinggi gangguan toleransi glukosa. Target pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan, dan kemampuan penderita diabetes mellitus tipe 2 dalam melakukan modifikasi gaya hidup guna mencegah komplikasi diabetes. Kegiatan  ini dilakukan di layanan kesehatan praktik mandiri bidan (LKPMB) dengan melibatkan mitra dari lahan yaitu bidan dan tim kesehatan terkait dalam bentuk pemberian edukasi dan pelatihan keterampilan mengenai cara melakukan menejemen gaya hidup. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman peserta menjadi lebih baik tentang modifikasi gaya hidup dan memiliki motivasi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari