Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 261-271 of 271

Analytics

Anggun Yuli Asih; Rini Novi Ambarwati; Eni Heni Hermaliani; Tuti Haryanti; Windu Gata

Jurnal Elektronika dan Komputer 2021 STEKOM PRESS

Indonesia terkenal sebagai negara agraris karena memiliki sumber daya alam melimpah yang didukung dengan tanah subur sehingga masyarakatnya mayoritas bermatapencaharian sebagai petani. Salah satu hasil pertanian yang berkontribusi terhadap kemiskinan di Indonesia yaitu beras. Beras dengan mudah dapat ditemukan di pasar baik pasar tradisional maupun pasar modern, namun ditengah pandemi virus corona (COVID-19) sekarang ini membuat orang merasa takut untuk pergi ke pasar karena pasar merupakan salah satu klaster terbesar penularan covid-19. Salah satu inovasi teknologi yang telah banyak digunakan dalam dunia perniagaan yaitu vending machine (VM). VM merupakan sebuah mesin penjualan otomatis yang biasanya terdapat di tempat ramai dan strategis. Hal ini yang mendasari untuk pembuatan simulasi VM beras dan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pemutus penyebaran dan penularan covid-19. Simulasi VM beras ini dapat melakukan penjualan otomatis beras dengan masukkan berupa uang kertas atau dengan e-money dan keluarannya berupa struk bukti pembelian beras dan 5 jenis beras. Metode yang digunakan yaitu Finite State Automata (FSA) jenis Non-deterministic Finite State Automata (NFA) yang didefinisikan lima tupel, dengan rumus: M = (Q, Σ, δ, S, F). NFA dipilih karena dapat menjelaskan konsep kerja secara rinci sehingga mudah dipahami dan hasil dari FSA dapat dibuat konsep logika sederhana untuk implementasi.

Sugeng Wahyudi; Suharnomo; Hersugondo; Rio Dhani Laksana; Sri Supriyati +2 more

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Kabupaten Kendal merupakan salah satu sentra penghasil bandeng dan produk olahannya yaitu bandeng presto, otak-otak bandeng, bandeng tanpa duri dan produk olahan lainnya. Meskipun telah menjadi produk unggulan di Kabupaten Kendal, produk bandeng dan olahannya kerap mengalami permasalahan terkait kontinuitas produksi, kualitas serta pemasaran hasil budidayanya. Tujuan umum program adalah untuk menghimpun informasi terkait kondisi terkini teknologi pangan berbasis bandeng (bandeng presto, otak-otak bandeng dan bandeng tanpa duri), manajemen wirausaha terpadu dan terintegrasi (manajemen produksi, sumber daya manusia, keuangan, pemasaran), analisis usaha bagi industri mitra, pengembangan konsep wilayah sebagai sentra wisata edukasi dan kuliner bandeng; 3) Penyediaan peralatan pengolahan produk bagi industri mitra dan instrument untuk pengembangan budidaya bandeng bagi petani bandeng 4) Penerapan teknologi, pelatihan, dan pendampingan usaha produksi pangan berbasis bandeng bagi industri mitra dan pengembangan budidaya bagi petani  bandeng serta pengembangan wisata edukasi dan kuliner bandeng; 5) pengembangan inkubator bisnis olahan pangan berbasis bandeng serta wisata edukasi dan kuliner bandeng.

Padmaningrum, Dwiningtyas

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Temanggung robusta coffee has flavors and raw material components that reflect the regional characteristics. To assure the quality and increase the competitiveness, coffe harvesting and post-harvest processing must be carried out according to the geographical indication standart (IG). The application standar of IG practically still has several problems such as a low motivation of harvest and post-harvest processing aspects as well as farmer’s group management. By cooperating with two farmers’ group in Muncar and Ngadisepi village, Gemawang sub-district, Temanggung Regency, Universitas Sebelas Maret has implemented community partnership program. This aim at increasing motivations and skills of farmers in managing coffee processing based on IG standart. Methods used in this programs include: (1) training, (2) introduction of a pulper device, and (3) supervision. This program has: (1) increased motivation, knowledge, skills of farmers’ group in coffee post-harvest processing based on IG standart, (2) increased motivation for strengthening management of farmers’ group institutions, (3) provided applied technology, and (4) increased the economic of coffee value added.

Wahyu Saputra, Pipit Fahri

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Masyarkat Menco Kecamatan Wedung Kabupaten Demak yang sebagian besar berprofesi sebagai petani tambak dan nelayan tradisional yang masih menggantungkan hasil tangkapan dialam yang berupa kepiting untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.Oleh karena itu penulis membahas mengenai Tinjaun Hukum Lingkungan Terhadap Penangkapan Kepiting Bertelur di Dusun Menco Kecamatan Wedung Kabupaten Demak.Adapun yang menjadi permasalahan menurut penulis dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana dampak penangkapan kepiting bertelur dalam lingkungan hidup  masyarakat Desa Menco? (2)Bagaimana tinjauan hukum lingkungan terhadap penangkapan kepiting bertelur?. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dampak dari penangkapan kepiting bertelur dalam lingkungan hidup masyarakat Menco dan untuk menjelaskan mengenai tinjauan hukum lingkungan terhadap penangkapan kepiting bertelur Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian yuridis sosiologis.Spesifikasi penelitian dalam penulisan ini bersifat deskriptif analitis.Analisis yang dipergunakan dalam penulisan skripsi ini adalah deskriptif analisis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai eksistensi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Pelarangan Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan dalam lingkup hidup masyarakat Menco Kecamatan Wedung Kabupaten Demak dapat menjawab permasalahan yang ada bahwa penangkapan kepiting yang dilakukan oleh masyarakat Menco tidak sesuai dengan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah melalui Peratutan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Pelarangan Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan. Dampak yang ditimbulkan dari penangkapan kepiting yang dilakukan oleh masyarakat Menco beragam dari ekonomi sampai populasi dari kepiting yang berada dialam bebas.Dapat disimpulkan bahwa kegiatan penangkapan kepiting yang dilakukan oleh masyarakat Menco baik nelayan maupun pemilik tambak tergolong melanggar peraturan yang ada dan merugikan mayarakat itu sendiri terutama masyarakat Menco.

Yannie Asrie Widanti, Dobby Rohmadianto, Nanik Suhartatik &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Zea mays L. sacharata adalah nama latin dari tanaman jagung yang banyak dibudidayakan oleh petanidi Indonesia. Bagian yang sering dimanfaatkan adalah bagian buah, sedangkan rambut jagung masih banyakdibuang atau menjadi limbah. Rambut jagung mempunyai kandungan vitamin B (niasin, riboflavin dantiamin) dan kaya akan mineral (abu, alumunium, krom, kobalt, zat besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium,selenium, natrium, saponin, tanin, dan flavonoid). Selain itu rambut jagung dapat digunakan sebagai obattradisional sebagai peluruh air seni, penurun tekanan darah tinggi dengan senyawa yang diduga berperanadalah saponin.Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kombinasi perlakuan konsentrasi rambut jagung-roseladan lama pengeringan yang mempunyai aktivitas antioksidan tinggi dan disukai konsumen. Penelitiandilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktorpertama dengan konsentrasi rambut jagung dan rosela (85:15, 70:30, 55:45) sedangkan faktor yang kedua lamapengeringan (1,5; 2; 2,5 jam). Hasil penelitian menunjukan kombinasi perlakuan konsentrasi rambut jagungdan rosela 55:45 dengan lama pengeringan 2,5 jam adalah yang paling optimal, karena kandungan aktivitasantioksidan yang tinggi dan disukai berdasarkan uji organoleptik. Pada perlakuan ini dihasilkan kadar air1,72%, aktivitas antioksidan DPPH 90,63%, aktivitas antioksidan FRAP 97,35%, total fenol 24,24 mg asamgalat/100ml, vitamin C 0,50 mg/100g, pH 2,00 serta uji organoleptik terhadap kesukaan keseluruhan yaitu3,67 (suka). Lama pengeringan berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan DPPH, FRAP, vitamin Cdan pH, sedangkan pada kadar air dan total fenol lama pengeringan tidak berpengaruh.Kata kunci: Antioksidan, teh, rambut jagung, rosela, pengeringan.

Sukur, Muji; Jananto, Arief; Khristianto, Teguh

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Pengelolaan jamur tiram memang masih memiliki komoditas andalan bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Namun beragam kendala telah menghadapkan petani pembudidaya dengan berbagai upaya penerapan teknologi kekinian. Salah satunya adalah pengendalian dan pengelolaan area kumbung jamur dengan pengaturan teknologi elektronik. Perlunya penerapan standar operasional dan prosedur guna mendukung penerapan teknologi ini sebagai salah satu upaya pendekatan kondisi alamiah diharapkan akan memberikan dampak yang signifikan terhadap produktifitas budidaya yang berkelanjutan dan tidak mengenal musim. Beberapa standar yang diterapkan adalah penggunaan perangkat elektronik dengan merek “UNOUMI” telah terimplementasi dan mampu mendukung pembudiaya di berbagai lokasi seperti Pati, Malang, Semarang, Tegal dan Ambarawa.

Sartono J.S, Sutoyo &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kabupaten Wonogiri merupakan daerah yang didominasi oleh kawasan pertanian. Praktik pertanian yang ramah lingkungan dengan pencemaran yang minimal atau dikenal dengan istilah pertanian organik, dalam kurun waktu sepuluh tahun belakangan menjadi perhatian tersendiri. Faktanya, praktik pertanian organik dilapang masih banyak menemukan kendala, antara lain mahalnya harga pupuk organik sehingga petani masih enggan beralih dari pupuk kimia. Adapun tujuan dari pengabdian masyarakat ini ialah pemberian pemahaman serta pelatihan pembuatan pupuk organik yang berasal dari bahan baku yang mudah didapatkan yaitu limbah sayuran. Bahan baku limbah sayuran yang didapatkan dari pasar Manyaran diolah dan difermentasi menjadi pupuk. Hasil dari kegiatan pengabdian ini ialah para anggota kelompok tani Sidorukun Desa Batusari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri dapat memproduksi pupuk organik cair secara mandiri, dan menggunakan produk tersebut dalam budidaya tanaman pertanian. Pengenalan teknologi pembuatan pupuk cair organik ini dapat mendorong semangat para petani dalam menerapkan sistem pertanian organik yang dimuali dari input budidaya tanaman yaitu pupuk.Kata kunci: Pupuk cair, limbah sayuran, pertanian organik.

JM. Sri Hardiatmi, Endang Sri Sudalmi &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar terletak di utara Kota Solo. Merupakan daerah berkembang, dengan struktur penghasilan warga yang beragam. Masih banyak lahan pekarangan penduduk yang relatif masih cukup luas atau sebagian besar masih tersisa jika diusahakan berbagai macam tanaman hortikultura. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi, merasa perlu menyumbangkan informasi pengetahuan, tentang peranan pekarangan dalam meningkatkan pendapatan petani. Pekarangan juga dapat menghasilkan bahan makanan tambahan sehingga gizi keluarga dapat terpenuhi dan lingkungan hidup dapat terjamin kelestariannya.Kata Kunci: Pekarangan, Tanaman Hortikultura, Lingkungan Hidup

Sukur, Muji

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Teknologi mobile digunakan untuk inovasi pertanian bertujuan untuk memberikan peluang bagi petani dalam mengakses informasi tentang komoditas pertanian. Layanan informasi berbasis mobile diperlukan pada saat petani membutuhkan informasi pertanian yang cepat sehingga tidak perlu menunggu begitu lama untuk mendapatkan informasi terutama informasi tentang komoditas pertanian seperti harga dan ketersediaan pupuk, harga komoditas di pasar, luas tanaman komoditas, perkiraan masa panen dan sarana untuk mengumpulkan kelompok tani. Metode yang sesuai untuk mendapatkan informasi secara cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan perangkat mobile sesuai dengan kebutuhan petani memerlukan beberapa strategi dalam bentuk model agar pemanfaatannya bisa optimal.   Kata kunci : model inovasi pertanian, teknologi mobile

Wibowo, Jati Sasongko; Razaq, Jefri Alfa; Murti, Hari

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Di Jawa Tengah jumlah penyuluh pertanian baru mencapai 6.434 orang dengan perincian 2.550 penyuluh pertanian, 113 perikanan, 759 kehutanan dan 3.012 tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian (THL-TBPP) serta terdapat 53.736 kelompok kelembagaan petani di Jawa Tengah yang terdiri dari 29.522 kelompok tani, 7.903 Gapoktan, 2.010 lembaga masyarakat Desa Hutan, 1.618 kelompok hutan rakyat 1.902 kelompok usaha budidaya perikanan. (solopos, 2010). Dengan banyaknya penyuluh dan petani ini di lingkungan bakorluh, hak penyuluh dan petani untuk memperoleh atau mengakses informasi layanan publik belum dapat dilakukan secara optimal karena masih dilakukan secara konvensional. Begitu juga dengan hak penyuluh dan petani untuk memberikan masukan, saran, kritik terhadap layanan pemerintah kepada masyarakat juga belum terdapat wadah yang memadai. Dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang pesat serta potensi pemanfaatannya yang luas, maka dibangun suatu Sistem SMS Gateway agar penyuluh dan petani dapat lebih mudah mendapat informasi mengenai layanan yang seperti layanan berita, peraturan, program-program penyuluh an dan perundang-undangan, pemberian saran, keluhan, kritik dan sebagainya berbasis SMS di lingkungan setbakorluh jateng. Kata kunci : SMS Gateway, Penyuluh, Bakorluh

Suryanto, HP., Eddy

Wacana Hukum 2012 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK  : Arah kebijakan pembangunan hutan rakyat diarahkan pada wilayah-wilayah prioritas yang mempunyai potensi tinggi untuk pengembangan hutan rakyat dan dengan sentra-sentra industri pengolahan kayu disamping lahan milik masyarakat, lahan terlantar dan kawasan hutan. Untuk menggali potensi hutan rakyat diperlukan suatu perencanaan dan strategi pembangunan pengelolaan hutan rakyat guna mendorong dan mewujudkan unit-unit usaha perhutanan rakyat di lingkungan petani.   Kata Kunci : Pengelolaan, Hutan Rakyat, Otonomi.