Publication Search

67,429 articles from 574 journals · 1,699 citations tracked

Showing 261-280 of 360

Analytics

Mita Bagou; Rona Febriona; Haslinda Damasyah

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Lansia akan mengalami kemunduran secara fisik dan psikis. Masalah yang sering ditemukan biasanya pada masalah kognitf. Gangguan kognitif menyebabkan ketidakmampuan dalam fungsi sehari-hari dan cenderung terjadi gangguan keseimbangan., Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Hubungan Kemampuan Kognitif Dengan Keseimbangan Tubuh Lansia Di Desa Tenggela. penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Kuantitatif, jenis penelitian ini adalah penelitian surveri analitik. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia yang berada di desa tenggela. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil uji analisis Chi-Square diperoleh nilai p value 0.009 lebih kecil dari nilai 0,05 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima atau ada hubungan antara Kemampuan Kognitif Dengan Keseimbangan Tubuh pada lansia di Desa Tenggela. Disarankan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam proses kegiatan belajar mengajar serta referensi dan bahan perbandingan bagi peneliti selanjutnya mengenai hubungan kemampuan kognitif dengan keseimbangan tubuh pada lansia di Desa Tenggela.    

Zaitun Qamariah; Hesty Widiastuty; Akhmad Ali Mirza

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Kompetensi menulis karya ilmiah tidak bisa dipungkiri sangat penting saat ini, karena guru diharapkan mampu menulis dan menerbitkan karya ilmiah selain mampu mengajar. Beberapa lokakarya telah diselenggarakan untuk guru sekolah negeri, tetapi jarang menawarkan kesempatan yang sama kepada guru sekolah swasta. Dengan demikian, workshop karya tulis ilmiah ini berpotensi mendukung pengembangan kompetensi guru sekolah swasta khususnya di lingkungan Madrasah. Oleh karena itu, penyelenggaraan workshop bagi para guru ini dianggap penting. Melalui pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan para guru dapat mengembangkan keahlian menulis karya ilmiah dengan lebih baik. Pengabdian kepada masyarakat ini telah menghasilkan kegiatan yang memberikan informasi dan latihan bagi para guru dalam menulis karya ilmiah,

Irfan Hamonangan Tarihoran; Dirgahayu Pratiwi; Iwan Jazadi

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Tujuan dari program ini adalah untuk melatih keterampilan anak-anak dalam bahasa Inggris, untuk meminimalkan kesenjangan pendidikan di daerah pedesaan dan perkotaan, serta untuk melatih dan mengembangkan keterampilan para calon guru dalam mengajar. Terdapat enam tahapan dalam pelaksanaan program pengabdian ini secara umum yaitu tahap pemilihan tutor, tahap pembekalan tutor, tahap observasi dan pemilihan sekolah sasaran, tahap penyiapan bahan atau bahan ajar, tahap pendampingan, penyusunan laporan panggung. Proses pendampingan tutor menggunakan empat metode pengajaran yaitu Grammar Translation Method (GTM), Metode Lisan, Metode Tanya Jawab, dan Metode Percakapan. Penggunaan metode disesuaikan dengan kebutuhan materi atau bahan ajar pada setiap pertemuan. Selama kegiatan pendampingan, ada lima materi yang diajarkan tutor kepada peserta program. Materinya adalah pengenalan diri, salam, mengenal angka, nama anggota keluarga, dan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar. Salah satu kesimpulan penting adalah penggunaan bahasa daerah sebagai media pengajaran bagi anak merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat pemahaman anak terhadap materi.

Gemilang Syauki Satriani; Muhammad Khoirul Anwar

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Perkembangan teknologi dapat dijadikan solusi untuk berinovasi dalam bidang pembelajaran, akan tetapi peserta didik masih belum maksimal penggunaan teknologi dan keterbatasan waktu untuk pelajaran teknologi dan informasi tanpa melakukan praktik secara langsung kepada peserta didik hal ini tak terlepas dari masa New normal pasca pandemi Covid-19. Maka mahasiswa dalam program kampus mengajar mengadakan kegiatan bengkel belajar sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian pada peserta didik untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran yang kreatif kepada peserta didik di SMPN 24 Depok. Dalam kegiatan tersebut dilakukan dengan praktik secara langsung kepada peserta didik dengan materi Pengetahuan komputer, PowerPoint dan Microsoft Word yang dimanah minat peserta didik yang mengikuti dominan adalah kelas 7 dan dukungan sekolah dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam pengenalan teknologi sejak masa SMP dalam pembelajaran yang dimanah peserta didik menjadi lebih kreatif dalam penggunaan teknologi untuk jenjang selanjutnya.

Rani Dewi Mawarni; Nurmisda Ramayani

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kegiatan belajar dan mengajar bidang studi Al-Qur’an Hadits di MTs Negeri 2 Langkat belum menerapkan metode Haflah Qur’an. Melainkan kegiatan belajar berlangsung hanya sebatas dalam kegiatan belajar di kelas dengan dibimbing oleh guru bidang studi. Tidak terlaksananya program Tahfiz qur’an di MTs Negeri 2 Langkat, sehingga membuat guru bidang studi Al-Qur’an Hadits hanya dapat melangsungkan pembelajaran Al-Qur’an sesuai dengan alokasi pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang diterapkan di Madrasah. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini yaitu penerapan metode Haflah dalam meningkatkan kemampuan memahami Al-Qur’an di MTs Negeri 2 Langkat Besitang yaitu memberikan pengajaran menggunakan metode Haflah dengan memanfaatkan media belajar yang inovatif yaitu guru membentuk kelompok belajar siswa dengan membentuk lingkaran kemudian melakukan tes membaca, mendengarkan, guru membaca murid menirukan, guru membaca bersama-sama murid, dan juga tehnik baca simak dan juga di dukung peran guru yang lain sehingga kemampuan memahami siswa yang sebelumnya kurang menjadi meningkat lebih baik dari sebelumnya.    

Yulifah Salistia Budi; Elita Endah Mawarni; Roudlotun Nurul Laili; Muhammad Nashir

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Tiga komponen utama yang saling berpengaruh dalam pembelajaran yaitu kondisi, metode, dan hasil pembelajaran. Oleh sebab itu guru harus mengupayakan supaya kegiatan belajar mengajar bisa berjalan sesuai harapan, dan dapat mencapai hasil yang optimal. Beradsarkan hasil wawancara para guru masih mengalami kesulitan mengembangan model pembelajaran bagi peserta didik yang menyebabkan siswa bosan dan cenderung kurang tertarik mengikuti pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan potensi guru melalui metode Quantum learning model SHINE (Spiritual, Humanis, Intelligence, Nasionalis, dan Emosional). Sasaran program ini adalah para guru TPQ, SD/MI, dan SMP/Mts se kabupaten Banyuwangi sejumlah 150 orang. Kegiatan workshop Smart Teaching ini menambah wawasan dan referensi bagi para guru untuk membuat model pembelajaran lebih bervariasi sehingga para siswa tidak bosan dan lebih tertarik mengikuti proses pembelajaran.    

Dara Fitrah Dwi; Sujarwo Sujarwo

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Mengajar disekolah maupun diperguruan tinggi merupakan usaha nyata dalam menyebarluaskan pengetahuan hasil dari proses berfikir yang dilakukan selama melaksanakan proses pembelajaran. Proses berfikir sangat ditekankan bagi peserta didik dari mulai masuk kelas hingga keluar kelas melalui informasi yang diterima. Karena, dari proses berfikir inilah akan menunjukkan apakah peserta didik berhasil memiliki pengetahuan atau belum. Proses berfikir yang diharapkan adalah proses berfikir dari mengingat, memahami, melakukan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Proses inilah yang menunjukkan peserta didik melakukan proses berfikir yang berdampak pada pencapaian pengetahuan baik pengetahuan fakta, konsep, prosedural maupun metakognitif. Keterkaitan proses berfikir dengan pengetahuan dinamakan dengan tabel taksonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan disain penilaian proses kognitif dan pengetahuan menggunakan tabel taksonomi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan mendisain penilaian proses berfikir dan pengetahuan dengan tahapan dari model Dick dan Carey dalam Pramita, dkk. (2016) yang terdiri dari: (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) melaksanakan analisis pembelajaran, (3) mendesain penilaian penilaian proses berfikir dan pengetahuan dengan beberapa tahapan tambahan yaitu menyusun dan mengevaluasi RPS. Disain penilaian proses kognitif dan pengetahuan dibangun dalam bentuk tabel yang memiliki empat (4) kolom induk dan sebelas (11) kolom rincian. Empat (4) kolom induk terdiri dari kolom nomor dengan inisial A, kolom kompetensi yang diharapkan dengan inisial B, kolom pengetahuan dengan inisial E dan kolom proses kognitif dengan inisial F. Disain penilaian proses kognitif dan pengetahuan digunakan untuk menilai proses kognitif dan pengetahuan, menilai proses kognitif dan pengetahuan didasarkan pada kompetensi yang diharapkan pada perangkat pembelajaran.    

Dwi Putriana Naibaho

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu strategi pembelajaran yang berorientasi kepada kebutuhan belajar peserta didik. Arti dari diferensiasi adalah proses belajar mengajar untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik dalam memahami materi pembelajaran berdasarkan karakteristik, kemampuan, minat, gaya belajar, dan kekuatan mereka sehingga sukses dalam proses pembelajarannya. Guru diharapkan mampu menanggapi atau merespon kebutuhan belajar tiap peserta didik, menciptakan lingkungan belajar, manajemen kelas yang efektif, dan penilaian berkelanjutan sesuai dengan profil belajar mereka. Dalam pembelajaran berdiferensiasi terdapat empat aspek yang dapat dikendalikan oleh guru yaitu konten, proses, produk, dan lingkungan atau iklim pembelajaran di kelas. Guru dapat mengkategorikan kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan tiga aspek yaitu kesiapan belajar, minat, dan profil belajar peserta didik. Peserta didik akan menunjukkan kinerja yang lebih baik apabila penugasan yang diberikan guru sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya dan memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri mereka serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja dengan cara yang mereka sukai.

Arju Arju; Abad Jaya Zega

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Pendidikan anak adalah merupakan tanggungjawab penuh dari orang tua sejak anak tersebut terbentuk dalam kandungan ibunya.  Tanggung jawab ini merupakan tugasnya kepada Tuhan secara khusus maupun kepada masyarakat secara umum.  Demikian juga dalam Alkitab yang mengajarkan tugas dan tanggungjawab orangtua dalam mendidik anak-anak mereka dengan tujuan agar anak-anak mereka menjadi anak yang takut dan hormat kepada Tuhan.  Prinsip pendidikan kepada anak dalam perspektif iman Kristen dapat dilakukan dalam segala situasi dan kondisi sebagaimana tertulis dalam Firman Tuhan.  Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang tanggungjawab orangtua dalam mendidik anak berdasarkan Alkitab.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini, adalah pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data-data dari berbagai sumber literatur sebagai referensi untuk mewujudkan tujuan tersebut di atas.  Berdasarkan penelitian ini maka diperoleh hasil bahwa orang tua memiliki tanggungjawab untuk mendidik anak-anak mereka, sebagai pengajar, pembimbing, teladan, dan pelindung. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa orangtua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak-anak mereka supaya menjadi anak yang takut dan hormat kepada Tuhan.  Sebagai saran bagi orangtua agar bertindak sebagai pengajar, pembimbing, teladan, dan  pelindung bagi anak-anak mereka.

Muzaro’ah

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Setiap guru memiliki kesulitan dan pengalaman mengajar  yang berbeda-beda. Untuk  meningkatkan pemahaman  metode belajar mengajar dan dalam mengatasi kesulitan belajar mengajar, maka dibutuhkan program yang dapat mendukung pengembangan kemampuan guru. Penelitian best practice merupakan salah satu proses pembelajaran bagi para pendidik untuk meningkatkan kualitas diri. Sebab menjadi seorang guru bukanlah akhir dari proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan, menginformasikan, meyakinkan, dan menyampaikan kepada pembaca mengenai sesuatu informasi  berbagi best practice baik berupa fakta, pendapat,  pengalaman , dan peristiwa/cerita. Sasaran pada penelitian ini adalah guru SD Gugus  Ayodya Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Kegiatan penelitian ini  menggunakan metode  deskriptif kualitatif dengan intrumen penelitian berupa angket dan wawancara. Tahapan penelitian ini meliputi: pengumpulan data, Reduksi dan kategorisasi data, Penampilan data, dan Penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisa dari instrument dihasilkan data bahwa motivasi dan keberhasilan guru dalam  kemampuan berbagi best practice sangat rendah. Jumlah  guru yang menjadi sasaran penelitian  keseluruhan berjumlah 37 orang. Guru yang pernah mengikuti pelatihan dalam  berbagi best practice di prosentasikan  hanya  5,4 % dan keberhasilan dalam menulis  karya sebagai laporan berbagi best practice berada pada angka 0 %. Kondisi ini terjadi karena   masih kurangnya  ilmu pengetahuan tentang pelaksanaan  berbagi best practice dan cara menulis laporan sebagai karya publikasi,  sarana dan prasarana yang belum memadai , waktu dan modal yang kurang mendukung. Hasil penelitian ini diharapkan berguna sebagai analisa awal kebutuhan pengembangan kompetensi guru, sehingga menciptakan guru-guru yang  kreatif , inovatif dan  dan produktif dalam  menciptakan  suasana  edukatif . dan dapat di rasakan kebermanfaatannya oleh dirinya sendiri maupun orang- orang yang ada di sekitarnya.

Mohammad Sofyan; Charly Marlinda; Satriadi Satriadi

Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 FKIP, Universitas Palangka Raya

Permasalahan yang dihadapi oleh dosen adalah belum semuanya mampu dan memahami bagaimana tahapan-tahapan dalam mengolah data penelitian yang akan di jadikan artikel untuk di publikasikan sebagai beban kerja dosen selain mengajar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi dosen dalam meningkatkan kualitas penelitian dan meningkatkan kemampuan dosen dalam mengolah data serta menghasilkan publikasi. Pelaksanaan Training of Trainer yang diikuti oleh 50 dosen pembimbing dilakukan dengan pendekatan pelatihan langsung menggunakan komputer yang telah diinstall Aplikasi Eviews Versi 12 dan JASP versi 0.16.3. Pelaksanaan Training of Trainer dengan menggunakan aplikasi Eviews dan JASP dapat disimpulkan bahwa pada prinsipnya peserta cukup semangat dan antusias mengikuti pelatihan tersebut, dengan adanya pelatihan seperti ini mereka dapat menambah pengetahuan tentang manfaat penggunaan aplikasi Eviews dan JASP. Aplikasi ini berguna untuk mengolah data yang dperlukan serta juga dapat diimplimentasikan untuk keperluan karya tulis ilmiah dan membimbing tugas akhir.

Rahmat Hidayat; Asrindah Nasution; M.amri Nasution

Jurnal Nusantara Berbakti 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Saat ini, banyak orang memperhatikan peningkatan jumlah orang terpelajar yang mempelajari siswa dan mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif. Seiring kemajuan teknologi, orang lebih cenderung menggunakan smartphone daripada belajar dan membaca buku. Karena buku adalah kumpulan ilmu. Hal inilah yang dialami oleh Sekolah Mitra Tim Pengusul. Selain meningkatkan motivasi belajar siswa, terdapat strategi pengajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu mata pelajaran, khususnya bahasa Inggris. Hal ini berdasarkan temuan observasi awal yang dilakukan oleh tim pengusul. Permasalahan mitra yaitu perpustakaan sekolah tersebut dapat dikatakan masih sangat jauh dari kata layak, baik dari kuantitas siswa atau kualitas pemebelajarannya.             Sistem pembelajaran yang menggunakan metode kolot membuat siswa kurang semangat untuk mempermainkan dan menerima pembelajaran seolah-olah. Oleh karena itu, tim tutor ingin menerapkan metode paper-hanging untuk meningkatkan kosa kata dan tata bahasa, serta menulis dan belajar bahasa Inggris. Selain pengembangan strategi pembelajaran yang lebih baik, permasalahan mitra yang terlihat di lorong adalah minimnya perlengkapan sekolah. Hal ini terlihat saat guru mengamati kelas untuk pertama kalinya. Guru memperhatikan bahwa guru tidak menggunakan papan tulis selama pelajaran. Guru menggunakan media untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan efektif. Dengan penambahan media pembelajaran, kemampuan belajar siswa meningkat, meskipun pembelajaran hanya dilakukan secara terbatas. Tidaklah sulit bagi seorang guru untuk menciptakan sebuah media yang dapat menginspirasi siswa agar lebih tertarik untuk belajar. Guru harus mencermati media yang digunakan saat mengajar siswa. Diharapkan inisiatif Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dapat memberikan solusi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerjanya dengan memperbolehkan guru menggunakan teknologi pendidikan sekaligus memperbolehkan siswa menggunakan teknologi pendidikan selama di sekolah.      

Muhammad Rifki Mustofa; Lu’luil Maknun; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Berbagai studi nasional maupun internasional menunjukkan bahwa Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran (learning crisis) yang sangat cukup lama. Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa banyak dari anak-anak Indonesia yang sangat tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Temuan itu juga juga memperlihatkan kesenjangan pendidikan yang curam di antarwilayah dan sekelompok sosial di Indonesia. Kurikulum menentukan materi yang digunakan untuk diajarkan di kelas. Kurikulum juga sangat mempengaruhi terhadap kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Untuk itulah Kemendikbudristek mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama kita alami. Penelitian ini menggunakan metode wawancara kepada guru yang mengajar kurikulum merdeka di SMP N 1 Tambakromo dan metode observasi secara langsung saat kegiatan pembelajaran menggunakan kurikulum merdeka. Kurikulum sendiri perlu berbubah agar relevan dengan perkembangan zaman saat ini dan dapat memenuhi kebutuhan belajar murid agar tercipta generasi mendatang yang cemerlang

Ani Daniyati; Ismy Bulqis Saputri; Ricken Wijaya; Siti Aqila Septiyani; Usep Setiawan

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh dua pihak yaitu guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai pembelajaran perantara untuk menyampaikan pesan berupa kognitif, afektif dan psikomotorik. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kepustakaan Penelitian ini mempelajari dan mengkaji berbagai macam literatul kepustakaan mengenai referensi-referensi. Baik itu dalam bentuk buku, artikel, jurnal, dan informasi lainnya yang berhubungan dengan pembahasan pada jurnal ini. media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan pesan melalui berbagai saluran, seperti merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar yang efektif untuk menambah informasi baru pada diri siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Dalam hal membantu murid atau peserta didik mendapatkan kemudahan dalam memperoleh informasi dalam belajarnya, ada banyak unsur yang harus diperhatikan Jika proses pembelajaran berhasil bila guru dapat memanfaatkan media pembelajaran secara maksimal. Guru bertanggung jawab atas suksesnya kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi guru dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman. Masih banyak guru yang enggan untuk mengubah pemikirannya demi keberhasilan proses belajar mengajar.

Elmi Masfufah; Erna Sari; Asshofarul Munafi’ah; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Efektivitas proses pembelajaran akan dipengaruhi oleh peran guru dalam pengelolaan kelas. Hal ini menantang bagi guru untuk mengelola kursus, keragaman kepribadian siswa, kebutuhan, dan gaya belajar. Dalam pencapaian pembelajaran yang efektif dan efisien, sebuah kelas harus dikelola. Pengajar berusaha untuk menggunakan potensi kelas, memperhatikan siswa secara dekat, dan mengenal mereka satu per satu dalam mencegah munculnya perilaku siswa yang mengganggu kelancaran proses belajar dan mengajar. Pembelajaran sebagai proses memiliki strategi dengan pengelolaan kelas dalam upaya mengefektifkan pembelajaran. Pengajar berupaya menciptakan dan memelihara lingkungan dan kondisi pembelajaran yang t, ideal, dan membahagiakan guna menjamin proses pembelajaran yang efisien dan pembelajaran yang tujuan berhasil dipenuhi. Tujuan studi ini adalah untuk mendeskripsikan teknik pengelolaan kelas yang meningkatkan hasil dan proses pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dari perpustakaan dan bersifat deskriptif kualitatif. Menurut sejumlah penelitian yang telah efektif dalam mengevaluasi, tantangan utama pengajaran adalah mengelola persiapan, demonstrasi, dan pengelolaan proses dan hasil akhir untuk evaluasi diri. Namun, penting untuk ditekankan bahwa instruktur harus memahami model pembelajaran berbasis masalah untuk menerapkan teknik diskusi, presentasi, dan diskusi kelompok yang efisien di kelas.

Zainal Arifin

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sudah bukan rahasia lagi dan seolah-olah sudah menajadi asumsi umum bahwa hasil pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah dari sekolah dasar sampai sekolah dasar kurang memuaskan.” Masalah yang dimaksud adalah dilihat dari hasil ujian sebagai salah satu barometer keberhasilan pengajaran bahasa Indonesia. Kenyataan tersebut juga pernah penulis jumpai dalam beberapa kali pengalaman mengoreksi hasi ujian cerita rakyat bahasa Indonesia pada siswa. Dari hasil karangan para siswa tersebut banyak sekali penulis jumpai kelemahan-kelemahan siswa dalam penguasaan unsur-unsur pembentuk karangan itu sendiri. Terlepas dari faktor-faktor lain dari kenyataan tersebut, kita dapat berasumsi bahwa pembelajaran bahasa Indonesia khususnya cerita rakyat masih perlu mendapatkan perhatian lebih serius dari para guru bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa SDN 15 Pulau Kumbang. Data yang diperoleh berupa hasil tes tanya jawab, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (70,73%), siklus II (80,50%), siklus III (90,24%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah merode pembelajaran imajinatif dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa SDN 15 Pulau Kumbang, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran cerita rakyat bahasa Indonesia.    

Sukatiah, Sukatiah

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

. Kita memahami bahwa media pembelajaran saat ini telah berkembang dengan pesat, namunkarena keterbatasan yang dimiliki SDN 22 Penjalaan maka guru kelas yang ada di sekolah tersebut harus pandai-pandai memanfaatkan sarana yang ada di sekitar sekolah untuk membuat pembelajaran lebih menarik. Namun belum semua guru mampu memanfaatkan sarana ynag ada disekitar sekolah untuk proses belajar mengajara bahkan cenderung tidak pernah digunakan dalam pembelajaran di kelas. Penulis merasakan dalam proses pembelajaran dengan mencoba beberapa metode yang ada. Pembelajaran kurang antusias dalam pembelajaran, ada yang ngobrol, melamun dan diam saja. Dari tes formatif yang dilakukan penulis pada akhir pembelajaran terlihat perolehan hasilnya. Sebagian besar (70%) siswa mendapatkan nilai dibawah KKM yang ditetapkan yaitu 70. Peneliti menawarkan alternatif pemencahan masalah dengan menerapkan pembelajaran mengguakan media lingkungan sekitar sekolah. Diharapkan dengan tidak selalu berada dikelas dan melihat lingkungan sekitar siswa jadi tidak merasa bosan dan jenuh akan media yang dipakai selama ini. Setelah melalui penelitian yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus tindakan kelas terjadi peningkatan perhatian belajar mengikuti perbaikan pembelajaran dengan mengunakan media lingkungan sekitar pada Mata Pelajaran IPA materi ciri-ciri dan kebutuhan mahluk hidup sebesar 42.5% yaitu sebelum penelitian sebanyak 50% dan sesudah siklus II Terjadi penelitian prestasi belajar setelah mengikuti penelitian tindakan perbaikan pembelajaran dengan mengunakan media lingkungan sekitar pada Mata Pelajaran IPA materi ciri-ciri dan kebutuhan mahluk hidup sebesar 67%. Sebelum penelitian sebanak 4 siswa (20% yang memperoleh nilai 65 dan setelah penelitian meningkatkan menjadi 19 siswa 95%)   Kata kunci: ,.

Dea Rahma Damanik; Abdul Gani Jamora Nasution; Zakiyah Andiny Sihombing; Muhammad Fathoni; Tasya Fatiha +1 more

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Teori belajar adalah materi inti bagi seorang guru dalam praktik pembelajaran bagi siswa. Ini terkait dengan kemampuan profesional guru dalam melaksanakan tugas utamanya dalam mengajar. Jika dikaitkan dengan program pendidikan nasional, bahwa seorang guru harus memiliki keilmuan yang cukup dalam ilmu pedagogis, teori belajar merupakan hal yang mendasar. Oleh karena itu, makalah ini akan membahas beberapa teori tentang pengajaran dan pembelajaran yang secara luas dikenal di kalangan pakar pendidikan. Metodologi yang digunakan dalam karya ini adalah model analisis kualitatif deskriptif yang menguraikan teori secara rinci sehingga memungkinkan pembaca untuk memberikan analisis yang lebih mendalam. Oleh karena itu, isi teori mungkin sedikit sederhana, tetapi penjelasannya akan menjadi hal yang penting.

Millah Mu’allifah; Aufa Fadla A’yunina; Heny Kusmawati; Marzuqi indra maulana

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus merupakan pondok pesantren yang memiliki konsep dengan memfokuskan terhadap Tahfidzul Qur’an, hal yang menjadi permasalahan di dalam program Tahfidz Al-Qur’an tersebut adalah dalam proses pembelajaran, terlihat dari belum sesuai metode yang digunakan dalam manajemen pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui latar belakang Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil yang di capai dalam strategi pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskritif-kualitatif yang digunakan melalui teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini di peroleh kesimpulan bahwa, pondok pesantren MA Ma’ahid Kudus merupakan Boarding School yang berbasis pada program tahfidzul Qur’an. Perencanaan dilakukan dengan empat tahapan seleksi, pengorganisasian dengan menentukan tugas dan mekanisme dalam proses pembelajaran, pelaksanaan ditandai dengan adanyan proses belajar mengajar, pengawasan dengan melakukan pemantauan melihat buku setoran santri dan mengabsen santri, dan Keberhasilan yang diraih Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus dapat dilihat dari hasil prestasi dengan mengikuti perlombaan Tahfidz Al-Qur’an berbagai tingkatan dan kejuaraan.

Malikhatun Nafi’ah; Ana Naila Miftahuz Zahro; Heni kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus merupakan pondok pesantren yang memiliki konsep dengan memfokuskan terhadap Tahfidzul Qur’an, hal yang menjadi permasalahan di dalam program Tahfidz Al-Qur’an tersebut adalah dalam proses pembelajaran, terlihat dari belum sesuai metode yang digunakan dalam manajemen pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui latar belakang Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil yang di capai dalam strategi pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskritif-kualitatif yang digunakan melalui teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini di peroleh kesimpulan bahwa, pondok pesantren MA Ma’ahid Kudus merupakan Boarding School yang berbasis pada program tahfidzul Qur’an. Perencanaan dilakukan dengan empat tahapan seleksi, pengorganisasian dengan menentukan tugas dan mekanisme dalam proses pembelajaran, pelaksanaan ditandai dengan adanyan proses belajar mengajar, pengawasan dengan melakukan pemantauan melihat buku setoran santri dan mengabsen santri, dan Keberhasilan yang diraih Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus dapat dilihat dari hasil prestasi dengan mengikuti perlombaan Tahfidz Al-Qur’an berbagai tingkatan dan kejuaraan.