Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 2761-2780 of 2,821

Analytics

Mufti Fahrizal Harahap

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2022 FEB Universitas Maritim Semarang

Fokus masalah dalam tulisan ialah menelusuri Paralelisme Prinsip Tauhid dengan Manajemen Kinerja Pegawai pada Perkebunan Kelapa Sawit Kab. Asahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang digolongkan kepada penelitian lapangan (field research), yang menghasilkan data deskriptif yaitu metode yang berusaha mencari dan menyajikan data-data dari objek yang akan diteliti. Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumen. Hasil penelitian yang diperoleh ialah; Pertama, pengaruh prinsip Tauhid dalam kehidupan pegawai tampak dalam sikap dan tingkah lakunya yang dilandaskan pada suatu keyakinan yaitu memiliki jiwa kepemimpinan, moral yang bersih, menghargai waktu, bertanggung jawab dan berorientasi pada produktivitas. Kedua, Prinsip Tauhid penting dalam meningkatkan manajemen kinerja pegawai PTPN IV Ashan, terdapat beberapa faktor yang mempe-ngaruhi semnagat kerja di antaranya,  agama, motivasi, penilaian prestasi dan pembinaan. Prinsip Tauhid selalu mengambil posisi dan memainkan peranan positif, dinamis, dan kreatif dalam memajukan kinerja pegawai.  

Kadek Damayanti; Sri Yuwanti

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Seiring dengan perkembangan zaman serta kemajuan teknologi, mesatua di Bali (mendongeng cerita rakyat Bali) kian ditinggalkan. Hal ini dapat menimbulkan hilangnya budaya tradisional yang mengandung nilai-nilai budaya bagi anak-anak, padahal mesatua dapat membantu menyampaikan pesan moral kepada anak-anak, sekaligus membentuk karakter anak. Namun, dengan adanya upaya pelestarian budaya tradisonal, mesatua mulai dihidupkan kembali seiring dengan berkembangnya media digital. Mesatua yang semula lisan, diceritakan langsung oleh orang tua kepada anak telah berkembang dalam karya sastra tulisan berupa buku (tulisan), dan kini berkembang menjadi visual yang marak di media digital dengan cerita bergambar yang menarik untuk anak-anak. Untuk memenuhi kebutuhan penggunaan data sebagai bahan penelitian, digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif  untuk menggambarkan fenomena perubahan yang terjadi dari pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, dokumen dan studi dokumen. Kebudayaan Mesatua Bali dalam proses pelestariannya telah mengalami fenomena perubahan dalam 3 periode, yaitu; periode lisan, periode menulis, dan periode visual.

Echi Amianu; Agnes Angi Dian Winei; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Kalimantan merupakan wilayah multikultur dengan integrasi alam, sehingga selalu berkoneksi dengan kosmos secara natural. Dengan naluri sebagai homo-religio , masyarakat Kalimantan menjadikan alam sebagai mediasi untuk menghadirkan suatu transenden secara khusus pada unsur metakosmis lokal yang secara peyoratif disebut Animisme. Salah satu Sample dari animisme ini ialah Keramat Abeh Desa Dayu dalam ritual miwit Abeh, dimana masyarakat dayak ma’anyan orisinal desa Dayu meyakini adikuasa dari leluhur ini secara historik maupun empirik. Namun kehadiran soteria kristiani juga menjamah Penduduk , sehingga banyak generasi yang lahir dengan budaya dan dibesarkan oleh agama. Kerap kali generasi baru yang masih memiliki perspektif yang picik dan tendensius ,mengangap bahwa ritual animisme merupakan hal yang tabu, begitu pula sebaliknya mereka yang dibesarkan oleh budaya juga mengangap kristiani hanya sarana yang sama tampa keistimewaan. Dari sini terjadilah ambivalensi dan kebimbangan dalam memandang Tradisi budaya dan tidak jarang terjadi ketimpangan dalam porsi kehidupan berbudaya dan beragama karena sempitnya wawasan lokal. Penelitian ini ditujukan untuk melihat (1) Bagaimana pandangan kristianitas terhadap ritual animisme lokal dan pandangan budaya ritual animisme terhadap agama kristianitas ,(2)  Bagaimana enkulturasi Gereja dalam memahami dan membawa diri secara tepat dalam ritual animisme tampa pergesekan. Data diperoleh melalui wawancara , observasi dan studi literatur. Hasil penilitian (1) perspektif  kristiani dan kultural menunjukan tidak ada deviasi antara kedua aspek ini mereka memiliki kesamaan rupa meskipun tersusun oleh perbedaan konseptis, ( 2 ) Jalan untuk saling memahami dan belajar ialah melalui kompleksitas dialektik yang ekstensif diiringi dengan implikasi moralitas dalam tindakan itulah kemasan dalam  Enkulturasi Iman terhadap animisme.

Alsabarni AMD; Jeriah Jeriah; Rahmat Rahmat; Erfina Maharani; Elika Putri +1 more

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

     Pendidikan karakter dalam institusi pendidikan baik formal maupun non-formal diharapkan menjadi solusi dekadensi moral anak bangsa. Taman Pendidikan Al-Qur’an merupakan Lembaga yang dijadikan oleh kelompok yang berasal dari unsur masyarakat yang menjalankan pendidikan non-formal berbasis keagamaan Islam. Permasalahan yang diamati adalah bagaimana dampingan terhadap pembentukan karakter anak sejak dini, dan problematika dalam proses pengelolaan TPA/TPQ di kampung Sadong Juru Mudi. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah penguatan peran TPQ dalam Pendidikan karakter religius dan internalisasi pendidikan karakter religius. Metode yang digunakan adalah metode ABCD (aset-based comunnity development) yaitu sebuah paradigma dalam pengabdian masyarakat. Setelah diadakannya penyuluhan dari bapak kadis DBD, PP/PA mengenai dampingan dalam membentuk karakter anak sejak dini menuju bina keluarga balita menyampaikan kepada ustadzah TPA Istiqomah untuk terus menjalankan pengajian di TPA/TPQ Istiqomah dalam membangun generasi Islami pada anak desa Sadong Juru Mudi.

Ismail, Syarof Nursyah; Milhaq, M.; Qosim, Ahmad

Jurnal Faidatuna 2022 STAI Denpasar Bali

In every educational institution, management is needed that prioritizes student character education, this management can be carried out outside school hours. Similarly, at Bina Madina Denpasar Vocational School, practicing Islamic arts curricular management extracts which aim to strengthen students' character values. The aim of this research is to find out: 1) The implementation of strengthening students' character values ​​through Islamic arts extracurricular management at Bina Madina Denpasar Vocational School for the 2019/2020 academic year, 2) What are the supporting and inhibiting factors for the implementation of strengthening students' character values ​​through extracurricular management Islamic art at Bina Madina Denpasar Vocational School for the 2019/2020 academic year. This research uses a descriptive qualitative approach. The resource persons in this research were the school principal, head of curriculum, head of student affairs, religious teachers, and students. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Data analysis was carried out interactively, starting from data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results found: 1) The implementation of strengthening students' character values ​​was carried out by practicing recitation, discussions among members, advice/advice. Conceptualized in three pillars; The Moral of Knowing, the Moral of Loving, and the Moral of Doing. 2) Supporting factors for strengthening students' character values ​​are the active role of educators and support from the school principal, as well as adequate infrastructure. 2) The inhibiting factors are that students are not consistent in implementing noble morals, students' abilities are limited, time is not right, and the distance between the school and the students' home is quite far.

Wijaya, Wijaya; Annur, Saipul; Ibrahim, Ibrahim

Jurnal Faidatuna 2022 STAI Denpasar Bali

This article discusses the Internalization of Islamic Values ​​in Youth at the Nurul Falah Mosque Block Kana Palembang. It is important to instill Islamic values ​​in Muslims, including mosque youth, as the next generation of the nation. The type of research used is qualitative with a descriptive approach. The method of collecting data is through interviews, observation and documentation. The data analysis technique begins with data reduction, then data presentation and finally data verification. Meanwhile, the technique for examining data integrity is through triangulation which consists of triangulation of time, sources and methods. The results obtained are Islamic Values ​​in Youth at the Nurul Falah Mosque Block Kana Palembang which have been well implemented, through the field of mosque worship. Some of the activities carried out are related to the cultivation of Islamic values ​​for mosque youth, namely the values ​​of faith, shari'ah values ​​and moral values. To internalize these Islamic values, several activities are carried out, namely Islamic studies which are held every Saturday night, then study of classic books on the first Sunday morning of every month, Islamic studies on national holidays, as well as routine activities every Friday night.

Teguh Iman Santoso; Muhammad Rozali; Riri Hanifa

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The Tri Dharma of Higher Education requires lecturers to carry out research, teaching and community service. Therefore as a form of lecturer's moral responsibility to the community to improve knowledge through formal and non-formal education. Our team of lecturers will carry out community service in the form of making training on the internet in the form of webminars that are very suitable to reach audiences during this pandemic. The coaching material that will be delivered by the lecturer team includes the use of SEM-GSCA and the GSCA-PRO application for research for students and lecturers (S1, S2, S3). The purpose of this training is to introduce SEM (Structural Equation Modeling) Applications Generalized Structure Component Analyst and how to use and process data through the GSCA-PRO application. So far, students and lecturers are still patterned with a regression analysis, by studying SEM students and lecturers will have the freedom in making the research model. The benefit that can be taken from training on the use of SEM-GSCA and the GSCA-PRO Application for research for students and lecturers is that there are other options offered to students and lecturers in terms of doing research.

Novia Dea Puspita; Siti Suryani

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Ratih kumala merupakan seorang wanita kelahiran 4 Juni 1980, Jakarta. Ia menjadi seorang penulis cerpen dan novel  dan mengeyam pendidikan di Fakultas Sastra Inggris, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Meskipun namanya asing didengar tetapi Ratih Kumala pernah mewakili Indonesia pada acara Beijing International Book Fair (BIBF) 2019 yang merupakan pameran buku terbesar di Asia. Selain itu Ratih Kumala juga merupakan penulis skenario, dan salah satu judul film nya yaitu Remember The Favorit. Peneliti memilih cerpen berjudul "Wanita Berwajah penyok" hasil karya Ratih Kumala yang sangat menarik untuk di bahas, karena isi dan cerpen tersebut sering terjadi pada khalayak masyarakat khususnya di jaman sekarang. Berbagai aspek kehidupan yang banyak menjadikan anak sebagai korban dan perbuatan dosa kedua orang tuanya, tentang seorang wanita yang dikucilkan oleh masyarakat dan lidak diinginkan oleh kedua orang tuanya, hidup sebatang kara disebuah gubuk kecil dengan keadaan tangan dan kaki yang di pasung, menjalani hari-hari dengan rasa kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur intrinsik dan nilai moral pada cerpen "Wanita Berwajah Penyok" karya Ratih Kumala, adapun unsur intrinsik tersebut yaitu, tema, latar, alur, penokohan, sudut pandang, gaya bahasa dan amanat. Nilai moral yang terkandung pada cerpen tersebut diantaranya, jangan melakukan hal yang dilarang oleh agama, berhati-hatilah dalam bertindak, jangan mengolok-olok dan membeda-bedakan manusia, sabar, dan ikhlas. Analisis penelilian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitalif. Langkah mengumpulkan data dalam Cerpen "Wanita Berwajah Penyok" Karya Ratih Kumala dengan cara (1) membaca cerpen secara intensif, lalu (2) menganalisis unsur intrinsik beserta deskripsinya dan (3) menyajikan data.

Vadilla Fitri Nesa; Winda Siti Nabila

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini mengkhususkan pada menganalisis cerpen Bangkit karya Alfred Pandie menggunakan pendekatan objektif untuk mendapatkan struktur dalam cerpen berupa unsur intrinsik yakni tema, sudut pandang, alur, latar, tokoh, penokohan, gaya bahasa, dan amanat dalam cerpen tersebut dan untuk mendapatkan nilai-nilai moral berupa tentang kehidupan yang ada dalam cerpen tersebut. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Adapun deskriptif kualitatif adalah sebuah penelitian yang dikhususkan untuk meneliti secara menyeluruh, luas, dan mendalam. Yang hasilnya ada pada kualitas kata, kalimat dan maknanya tanpa membandingkan hasil penelitian ini dengan hasil penelitian yang lain. Sumber data yang diperoleh yakni dengan membaca secara teliti, kritis cerpen Bangkit karya Alfred Pandie. Berdasarkan hasil tema yang digunakan dalam cerpen yakni tentang kehidupan, bahwasanya dalam kehidupan kita tidak boleh untuk menyerah dan putus asa. Itu selaras dengan tokoh dalam cerpen yakni (Aku) yang mempunyai watak mudah putus asa, kurang bersyukur dan sering mengeluh.

Zahrah Delia Permana

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Dalam setiap peradaban dan kebudayaan manusia terdapat karya sastra hasil dari ejawantah nilai-nilai dalam masyarakat yang berfungsi sebagai pedoman untuk berperilaku, berdasarka moral ataupun nilai positif. Sebagai bagian dari seni, sastra memiliki keindahan di dalam bahasa yang menjadi bahan bakunya. Salah satu genre sastra yaitu puisi, puisi ialah perasaan penyair yang diungkapkan dalam pilihan kata yang cermat, serta mengandung rima dan irama. Berdasarkan pemaparan terdahulu, penulis tertarik untuk melakukan pengkajian yaitu menganalisis majas dan citraan pada puisi karya saini km yang berjudul “Priangan” dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Majas yang terdapat dalam puisi “priangan” karya saini km adalah majas alegori, metafora, dan aliterasi. Citraan yang terdapat dalam puisi “priangan” karya saini km adalah citraan penglihatan, pendegaran, dan perasa.

Misnawati Misnawati; Petrus Poerwadi; Alifiah Nurachmana; Alifiah Nurachmana; Syarah Veniaty +6 more

International Journal of Education and Literature 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to: (1) describe the sense of ekopuitika theory; (2) describe the working mechanism of ekopuitika theory; and (3) describe the application of the ekopuitika theory in the oral literature. The theory used in this research is  ekopuitika theory, ecology theory, and poetics theory. The data collecting technique or data collection process utilized in this research are as follows: (1) recording technique, either audio or audiovisual, (2) notes, (3) rooted interview, (4) literature study and documentation analysis. The finding of the research is (1) the meaning ekopuitika theory is literary theory/knowledge of poetry which is associated with the environment. (2) the working mechanism is started from analyzing the poetics theory which consists of: 1. Sound that includes: a) rima; (b) assonance; (c) alliteration; (d) anaphora; (e) efoni; (f) kakafoni; and (g) onomatopoeic. 2. Rime (metrum and rhythm) 3. Word includes: (a) vocabulary; (b) diction; (c) figurative language; (d) imagery; and (e) linguistic factors. 4. Phrase that includes: (a) nominal phrases; (b) verbal phrase; (c) the numeral phrase; (d) the adverb phrase; and (e) the prepositional phrase. 5. Sentence/array includes: (a) declarative sentences; (b) interrogative sentences; (c) the imperative sentence; and (d) the exclamatory sentence. 6. The discourse that includes: (a) cohesion and (b) coherence. The next how it works, is further analyzed once more with the ecology theory that includes: (a) the representation of nature: plant, animal, mountain, water, sea, land, air, sun, and sky; (b) the manifestation of the representation of behavior: traditional event (ritual), religion, knowledge, cosmology, language, myth, art, moral, and housing. After the ekopuitika theory applied in the oral literature there was a result that evidently for the representation of nature related to the plant and animal, while for the representation of the behavior associated with the traditional event (ritual) and language.

Nurmila Nurmila; Muhammadong Muhammadong

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Studi ini bertujuan untuk mengindetifikasi dan menganalisis yang berkaitan dengan bagaimana tantangan pendidikan Islam di Masa Covid 19 di Indonesia pada umumnya dengan permasalahan apa tantangan pendidikan Isam di Masa Covid 19 dan bagaimana solusinya. Data diperoleh melalui studi kepustakaan kemudian di analisis berdasarkan fakta aktual yang terjadi di wilayah Indonesia p bahwa ada tiga hal yang menjadi tantangan pendidikan Islam pada masa Covid 19, yaitu kemajuan teknologi, dekadensi moral, dan kejenuhan dalam mengikuti pembelajaran. Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk membentuk dan membina pribadi peserta didik  yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama Islam. Seiring dengan tujuan tersebut maka dalam praktiknya pembelajaran Pendidikan Islam menekankan pada transmisi nilai dan moralitas agama ke dalam perilaku dan tindakan peserta didik. Bukan hanya menyampaikan pengetahuan agama Islam tetapi juga menumbuhkan perilaku pada peserta didik yang didasari nilai-nilai agama Islam. Namun dengan  adanya  pandemi  virus  Covid-19  pembelajaran  tatap  muka  di sekolah tidak dapat dilaksanakan. Kebijakan pemerintah mengharuskan pembelajaran dilakukan secara daring. Pembelajaran daring menimbulkan kendala  dalam   penekanan   dan   pembiasaan   nilai-nilai   ajaran Islam kedalam perilaku peserta didik.  

Puspita Ratri, Elisa; Najicha, Fatma Ulfatun

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2022 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Globalisasi terjadi secara menyeluruh di seluruh negara tak terkecuali di Indonesia. Globalisasi tentunya membawa tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia, namun dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam segala hal, hendaknya dapat menjadi benteng dalam mempertahankan jati diri bangsa dan eksistensinya. Tujuan ditulisnya artikel ini adalah untuk membahas tentang pentingnya Pancasila dalam menanamkan jiwa nasionalisme generasi muda di era globalisasi. Apabila semangat nasionalisme sudah tertanam dalam benak dan jiwa generasi muda sejak dini, maka hal tersebut akan membuat mereka lebih tangguh terhadap berbagai dampak negatif serta pergantian moral yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang mengulas dan membahas artikel-artikel penelitian sebelumnya mengenai bagaimana pentingnya Pancasila sebagai upaya untuk membangun rasa dan sikap nasionalisme setiap warga negara, khususnya generasi muda. Berdasarkan hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemahaman dan pengimplementasian Pancasila mempunyai peran yang strategis dalam membangkitkan jiwa nasionalisme terhadap generasi muda di tengah-tengah era globalisasi. Kata Kunci: Globalisasi, Pancasila, Nasionalisme, Generasi Muda

Ardiansyah Ardiansyah; Inang Raeni; Harfiani Harfiani; Asria Asria

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Strengthening spirituality in early childhood plays a crucial role in shaping character and moral values for the future. Baubau City, with its rich cultural heritage and strong Islamic traditions, offers a strategic context for implementing spiritual guidance programs for young learners. This Community Service Program (PKM) was conducted at TK Negeri Pembina Kokalukuna in Baubau to provide spiritual guidance for early childhood students. The program employed a storytelling approach, focusing on the exemplary life of the Prophet as a model for cultivating moral values. The findings indicate an improvement in children’s basic understanding of spiritual values, particularly in recognizing the sirah of the Prophet, including his historical legacy and virtuous character. The study recommends collaborative efforts among teachers, parents, and the wider community to strengthen children’s spirituality from an early age.

Fransiskus Janu Hamu

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

This community service report reviews the concept of Jesus' Chief Executive Officer (CEO) in the context of modern management and its relevance to young Catholics. Through research and literature studies, we investigate how management principles such as leadership, decision-making, empowerment, and service reflected in the teachings and actions of Jesus can be applied in the daily lives of young Catholics. In modern management, which is often oriented towards material success, involving Jesus as the example of chief executives provides an alternative view that reinforces spiritual and ethical values in their decision-making and work. Using modern management principles inspired by the teachings of Jesus can provide guidance and inspiration for young Catholics as they build careers and serve others. In this context, Jesus' leadership, which is based on service, empowerment, and love, becomes a relevant model for young Catholics who wish to integrate the values of the Catholic faith into their professional world. This report provides new insights into how young Catholics can apply management principles that are morally and spiritually meaningful, and support their personal development as responsible public servants.

Nabillah Vebiyani; Elsa Novianti; Neng Tuti Novianty

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini membahas kajian stalistika dan pesan moral pada puisi “Sajak Putih” karya Sapardi Djoko Damono. Fokus pembahasan artikel ini memiliki ciri khas tersendiri yang diuraikan dalam diksi, citraan, majas dan pesan moral. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Sajak Putih”, yang terbit perdana pada tahun 1967. Data yang diteliti di dalam puisi ini berupa kata, kalimat, dan wacana yang nantinya akan diteliti dari baris per baris, guna untuk mengetahui penggunaan diksi, citraan, majas dan pesan moral. Hasil pembahasan artikel ini menunjukan bahwa puisi Sapardi Djoko Damono menggunakan diksi yang sederhana yang mudah dipahami dan komunikatif, tetapi mengandung makna yang sangat mendalam dan tidak menghilangkan nilai – nilai estetika pada puisi tersebut. Penggunaan citraan membangkitkan imajinasi pembaca melalui ungkapan yang tidak langsung. Pesan yang disampaikan pada puisi tersebut berkaitan dengan hubungan pelajaran kehidupan manusia dan lingkungannya.

M Irvan Maulana S; Penulis Rovi Muhajjili; Hilmi Ilham S

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keterpaduan antara unsur intrinsik cerpen “Dzikir-Dzikir Daun” karya Badrul Munir dengan menggunakan metode analisis struktural yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, (2) mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerpen, (a). Nilai-nilai sosial yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, (b). Nilai-nilai sosial yang mencerminkan hubungan antara manusia dengan sesama manusia, (c). Nilai Sosial yang Mencerminkan Hubungan Manusia dengan Alam, (d). Nilai Moral Mencerminkan Hubungan Manusia dengan Diri. Cerpen “Dzikir-Dzikir Daun” diteliti melalui langkah-langkah pengumpulan data; (1) membaca cerpen “Dzikir-Dzikir Daun” secara intensif, (2) menganalisis keterpaduan unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen dengan mendeskripsikannya, kemudian (3) menganalisis unsur sosial yang ingin disampaikan pengarang dalam cerita pendek dan mendeskripsikannya. Setelah melalui proses penelitian analisis struktural dan nilai-nilai sosial, berikut menunjukkan upaya Badrul Munir untuk mengkolaborasikan nilai-nilai intrinsik, ekstrinsik dan sosial dalam cerpen dengan baik dan bijak, yang menjadikan pesan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerpen tersebut. cerpen dapat tersampaikan kepada seseorang yang membaca cerpen “Dzikir-Dzikir Daun”.  

Ginstyar Alfajri; Irfanda Siti Amaliya; Lula Mulyani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Puisi pendosa dan Indonesia adalah satu contoh sastra  yang menggambarkan perilaku manusia terhadap sebuah sifat yang memperlihatkan berbagai persoalandi dalamnya.Puisi ini penting dikaji mengingat terbatasnya kajian dan karya sastra berperspektif tentang sosial. Kajian ini sebagai bentuk pemanfaatan karya sastra dan langka untuk mengingatkan sifat manusia melalui pembentukan moral dan mengubah pola pikir manusia.  Puisi “ Pendosa ” merupakan sebuah puisi yang memiliki arti begitu dalam jika ditafsirkan pada krena didalamnya mengandung tentang amanat bahwa sebagai manusia jangan pernah melakukan hal yang keji dan terlarang . Heri Isnaini merupakan seorang sastrawan terkenal dengan karya-karya sastranya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Nilai religi dan Tingkah manusia pada buku Montase karya Heri Isnaini. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian . Selain itu, pembahasan sajak ini akan memperhatikan relasi (hubungan-hubungan) di antara tanda-tanda yang muncul sehingga dapat menunjukkan tanda. Permasalahan dalam dosa bisa mengakibatkan tingkah laku pada manusia contoh pada lingkungan menjadi hal yang penting untuk dibicarakan. Jika berbicara tentang tingkah laku berarti berbicara tentang manusia karena tingkah laku yang menopang dan menjadi sifat pada kehidupan manusia.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.