Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,760 citations tracked

Showing 2701-2716 of 2,716

Analytics

Hartoyo Soehari

Jurnal Visi Manajemen 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Motivasi dan moral individu kayawan sangat memengaruhi kualitas perilakunya. Dalam kehidupan organisasi, perilaku individu tersebut berperan dalam membentuk perilaku kelompok dan perilaku organisasi dalam upaya mencapai tujuan. Untuk mengambil langkah perbaikan organisasi, pimpinan perlu mengetahui tingkat kualitas moral dan motivasi kerja karyawannya. Untuk keperluan ini, Herzberg telah membuat alat ukurnya berupa  76 pernyataan sederhana yang mudah dijawab oleh pendapat karyawan, yaitu setuju atau tidak setuju pada semua pernyataan itu. Ke 76 pernyataan itu dibagi ke dalam 2 grup, 27 pernyataan terkait moral, dan 49 sisanya untuk motivasi. Hasil jawaban  diolah menjadi nilai angka prosentase, yang kemudian dialihan menjadi bentuk skala kualitas motivasi, yaitu sangat baik, baik, cukup, kuraang, dan tidak baik. Kualifikasi ini menjadi dasar bagi pimpinan untuk mengambil langkah perbaikan organisasi dalam mencapai sukses untuk kesejahteraan karyawan.

W, Vela Tiara; Trisiana, Anita; U, Bagus Khotibul; A, Salsa Rizka; Dwi S, Intan +1 more

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAKNasionalisme adalah suatu ajaran untuk mewujudkan dan juga mempertahankan  negara. Dengan cara menciptakan suatu gagasan nama bangsa untuk kelompok warga yang memiliki tujuan dan masa depan yang sama untuk menciptakan kepentingan negara, dan nasionalisme juga dapat di artikan sebagai ajaran untuk mencintai bangsa dan negaranya sendiri.Coronavirus atau sering di sebut Covid-19 termasuk spesies jenis virus yang mengakibatkan penyakit yang menyerang makhluk hidup yaitu manusia dan hewan. Corona virus ini menyerang manusia dan menimbulkan sakit yang menyerang pada pernapasan, dimuali dari pilek hingga penyakit yang parah, Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) adalah contoh penyakit. Dalam penelitian, Corona bisa ditemui di feses, akan tetapi tetapi sampai bulan Maret 2020 belum  diketahui jika penularannya melalui feses, dan dampaknya diperkirakan cukup rendah. Covid-19 jenis baru ini ditemukan  manusia dalam kejadian luar biasa yang berasal dari Wuhan China, pada bulan Desember 2019, dan kemudian dinamai Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS- COV2), dan mngakibatkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). COVID-19 yang memiliki ukuran dengan diameter 60- 140 nm. Corona secara genetic ini berbeda dari virus SARS-CoV dan MERS-CoV.Ketahanan Nasional merupakan cara yang digunakan untuk mengarahkan seluruh sumber daya nasional yang berisi kegigihan dimana kegigihan terdapat kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, guna menyambut dan mengutik semua rintangan, resiko, kendala, dan provokasi baik  internal maupun dari eksternal, langsung dan tidak langsung yang dapat mengubah moralitas, jati diri, dan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara dan kerja keras untuk menjejaki tujuan dari perjuangan nasional di Indonesia. Kata Kunci : Nasionalisme, Covid-19, Ketahanan Nasional NegaraÂ

Maria Marlina Dewi; Paulina Maria Ekasari Wahyuningrum; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  peran  Pendidikan  Agama  Katolik dalam membentuk kepribadian peserta didik di SMA Negeri 1 Parenggean. Kepribadian yang buruk tidak hanya pada orang dewasa akan tetapi telah menjalar pada generasi muda. tingkat kematangan dan pengaruh lingkungan yang dialami serta merosotnya nilai- nilai moral dalam kehidupan masyarakat seperti tindak kekerasan, meningkatnya perilaku merusak diri, rendahnya rasa hormat kepada orang tua, rendahnya rasa tanggung jawab individu,  ketidakjujuran,  rasa  ketidakpedulian,   kurang  bersyukur,   dan   kebenciaan terhadap sesama juga marak terjadi di sekolah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan  mengunakan  teknik  wawancara  dan  dokumentasi  dengan  9  informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman yaitu Data Reduction (Reduksi Data), Data display (penyajian data), dan Conclusion/Verification (penarikan kesimpulan). Hasil peneititan ini menunjukkan bahwa peran Pendidikan Agama Katolik dalam membentuk kepribadian peserta didik di SMA Negeri 1 Parenggean sudah cukup baik. Dengan adanya pembelajaran Pendidikikan Agama Katolik membimbing dan membantu memperbaiki kepribadian peserta didik menjadi lebih baik. Pendidikan Agama Katolik menjadi pedoman dan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian peserta didik dan mengembangkan kepribadian peserta didik dengan menanamkan nilai kedisiplinan, kejujuran dan tanggung jawab, peduli, saling menghormati, dan saling menghargai satu sama lain.

Nanggala, Agil

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk menegaskan relevannya peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam menginternalisasikan nilai-nilai anti korupsi kepada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Analisis data meliputi reduksi data, display data, verifikasi serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh, yaitu: 1) sebagai Pendidikan Karakter, Pendidikan Kewarganegaraan sangat berkompeten dalam menginternalisasikan nilai-nilai anti korupsi kepada peserta didik, karena struktur keilmuannya serta posisinya dalam kurikulum nasional Indonesia sangat mendukung, 2) sebagai Pendidikan Keadilan, Pendidikan Kewarganegaraan memiliki tujuan dalam membentuk individu yang memiliki semangat keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai moralitas untuk menjauhi perilaku koruptif, serta berpartisipasi dalam membantu negara untuk mewujudkan keadilan sosial, 3) tujuan Pendidikan Kewarganegaraan dalam menginternalisasikan nilai-nilai anti korupsi kepada peserta didik, tentu akan lebih efektif dan menyenangkan apabila menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual, yang berfokus pada analisis kasus korupsi, sehingga peserta didik mampu mengetahui dan merefleksikan bahayanya praktik korupsi bagi keberlangsungan hidup bangsa Indonesia.

Saputra, Arikha

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

The polemics of pornography legislation passed by the legislature are still centered on the lack of clarity in the definition of "porno" or "pornography". This has led to various conflicts or contradictions between various circles, especially the culture or culture of certain regions, which have an impact on the great potential for disintegration among regions in Indonesia, only because of the unclear and uncertainty of the establishment of the Pornography Act and its application which is inconsistent with Community culture. This evokes the author discusses the discovery of law for the enforcement of the Pornography Act against the diversity of the culture of Indonesian society. The purpose of research is to suppress and reduce the impact and distribution of pornographic material then one of the solutions is through the norms that exist in the community formed by the habits of society, so that at least can be obeyed and carried out in accordance with the norms in the community Because, these norms are a reflection of the habits of behavior (culture) of society in everyday life. Thus the definition of pornography, perception of pornography and application of pornography is different for every region in Indonesia, let alone a diverse culture. The pornography law that has been enacted should be able to ward off a crime or action to make the culprit a culprit, and of course also must meet the sense of community justice. The community's sense of justice here against the Pornography Act is how to balance the customary norms contained within the society which are to provide the moral guidance and moral education of the community.

Faozi, Safik

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Penyalahgunaan narkotika telah lama berlangsung di masyarakat Indonesia.Penyebarannya sungguh sangat mengkhawatirkan. Hal yang wajar, pemerintah menyebut bahwa tahun 2015 merupakan darurat narkoba. Keadaan ini menunjukkan bahwa upaya penanggulangan dinilai kurang efektif dari kajian politik criminal. Permasalahannya bagaimana angka penyebaran narkotika dalam statistikkriminal Badan Narkotika Nasional? Bagaimana analisis kriminologi terhadap penanggulangan narkotika oleh Badan Narkotika Nasional? Hasil penelitian mengungkapkan bahwa angka penyebarannya meningkat dari tahun 2010-2013. Baik pada bahan narkotika, jenis tersangka yang terbagi atas jenis pekerjaan, jenis kelamin, kelompok umur. Wilayah penyebarannya melalui bandara, pelabuhan, perbatasan, dan jalur sungai. Penanggulangannya melalui jalur pidana dengan menerapkan sanksi pidana yang berat ringannya bervariasi. Adanya pidana yang tinggi seperti pidana mati tidak dilaksanakan secara konsisten. Jalur non penal dilakukan dengan memanfaatkan media massa, dan pencegahan tanpa pemidanaan seperti koordinasi instansional nasional dan internasional, pelatihan dan ketrampilan, penanaman nilai-nilai moral dan agama. Jalur penal dan non penal ini dilakukan dalam system masyarakat yang liberal yang rawan berpotensi melahirkan kejahatan narkotika juga.

Wahyudi, Amin

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Yayasan Li Ulil Albab is one of the foundations in Karanganyar Regency that keep growing and contribute in educating the nation's life as well as building the character of the next generation of intelligent, religious by managing. To be able to carry out this noble task, it is necessary to continuously improve the work ethic of teachers and employees as an important element in improving the quality and achievement of school. Based on these considerations, lectures, counseling and various activities for coaching in order to improve the work ethic of teachers and employees is important to do. This event is attended by 46 Teachers and School Workers under Yayasan Li Ulil Albab Karanganyar. The purpose of this activity is that the work ethic of teachers and employees of schools under Yayasan Li Ulil Albab Karanganyar can be improved, and maintained, so that teachers and employees will be motivated in working, discipline, always positively to the task and work and able to build good cooperation with fellow teachers and employees to realize the process of learning and teaching is good and able to produce graduates qualified and character. This activity is expected to provide benefits to various stakeholders of the school under Yayasan Li Ulil Albab Karanganyar, namely: First, for teachers and employees, this activity is useful to provide enlightenment and motivation so that it will increase the work ethic in carrying out its duties. Second, for the students, this activity will provide indirect benefits to the students, because with the work ethic of teachers and employees of high students will get a better service of teaching and learning process. Third, for the Yayasan Li Ulil Albab Karanganyar, this activity will provide indirect benefits on improving the quality of the institution because it is supported by teachers and employees who have a good work ethic. The result of this coaching activity is the increasing work ethic of teachers and school employees under Yayasan Li Ulil Albab Karanganyar with an indicator of increasing morale, and discipline of teachers and employees in teaching and providing services to students that impact on student's learning achievement.Keywords: work ethic, teacher discipline, service to students

M Hery Yuli Setiawan, Feri Faila Sufa &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini dilaksanakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan orang tua dalam memberikan stimulasi anak untuk mengembangkan potensi anak sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila SufadanM Hery Y.S (2017) menunjukan peran parenting ternyata dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Lembaga PAUD. Adanya kegiatan parenting yang terencana dengan baik sangat direkomendasikan untuk dilaksanakan oleh Lembaga PAUD.Pada Pengabdian ini akan melakukan optimalisasi parenting dalam menggali potensi anak. Guru dan orangtua perlu memiliki kemampuan menggali potensi anak sejak dini. Pada lembaga lembaga PAUD seperti TK, KB, SPS, aspek pengembangan moral agama, pengembangan bahasa, pengembangan kognitif, pengembangan sosial emosi , pengembangan fisik motorik, dan pengembangan seni menjadi struktur kurikulum yang selalu distimulasi oleh pendidik dalam prose pembelajaran PAUD. Diharapkan apa yang telah dilakukan pendidik dapat dilanjutkan oleh orang tua, sehingga perkembangan anak lebih optimal, karena waktu anak bersama orang tua dan keluarga lebih panjang daripada di sekolah. Karena setiap anak mempunyai potensi kecerdasan yang berbeda, diharapkan setelah orang tua dan guru dapat mengenali dan mengidentifikasi berbagai minat dan potensi kecerdasan anak, dan memberikan stimulasi yang tepat agar perkembangan anak lebih optimal. . Untuk mencapai tujuan pengabdian maka dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, masih banyak dari orang tua siswa yang belum faham tentang hakikat pendidikan anak usia dini, penting PAUD bagi anak-anak. Para orang tua membawa anak ke lembaga PAUD agar tidak saja bermain di rumah, dan sebagian besar tidak faham akan tujuan PAUD secar umum. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa orang tua yang dan guru yang bersama-sama.menjalin komunikasi yang baik dapat mengenali potensi anak nya sehingga stimulasi dapat dilakukan sejak dini dan anak lebih berkembang . Berdasarkan kegiatan pengabdian diatas dapat disimpulkan bahwa orang tua perlu mengenali potensi yang ada pada diri anak, kemudian peran orang tua dan pendidik dalam memberikan stimulasi yang tepat pada anak sangat pentin untuk mengembangkan potensi anak sejak dini.Kata Kunci: Peran orang tua, Potensi anak,

Nugrahanti, Yeterina Widi

Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan 2017 Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

Capitalism is believed to bring profit to the owners of capital and encourage economic growth, but the bad impact it generates for the wider community is also more so that capitalism creates a seemingly endless snare. Accounting as part of the economy also can not be separated from capitalism. This article aims to explain the traps of capitalism inherent in the adoption of the International Financial Reporting Standard (IFRS). The traps of capitalism inherent in the adoption of IFRS include (a) increasing opportunities for foreign investors to exploit the natural resources and human resources in Indonesia, (b) the opening of opportunities for the capitalist economic system to replace the family economy system mandated by the Constitution 1945, (c) fair value accounting in IFRS provides an instrument for profit accumulation greed, (d) IFRS adoption encourages Indonesia to engage in global markets so as to facilitate 'flow of things capitalism', which affects the accumulation of money (profit) as the sole Goals and other "value" waivers, including moral values. Efforts to compensate for the trap of capitalism in IFRS adoption can be an increase in the ethics of accountants' learning adapted to the ideology of Indonesia and the value of the Godhead, the development of business processes and accounting practices based on religious values, and the development of critical accounting discourse as a means of awareness of the adverse effects of capitalism. Keywords: trap of capitalism, accounting, adoption of IFRS

Ahmadi, Khairul

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Seorang guru wajib memiliki kualifikasi akademik yang diperoleh melaluipendidikan tinggi program sarjana (S1), Peningkatkan profesionalisme guruberhak mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) atau dengan mengikutiPendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Profesionalitas guru seringdikaitkan dengan tiga faktor yang cukup penting, yaitu kompetensi guru,sertifikasi guru, dan tunjangan profesi guru. Menurut UU RI No. 14 Tahun 2005,kompetensi guru tersebut mencakup empat jenis, yaitu: kompetensi pedagogik,kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Modelpengembangan untuk guru meliputi pengembangan guru yang dipandu secaraindividu, observasi atau penilaian, keterlibatan dalam suatu prosespengembangan/peningkatan, pelatihan, dan pemeriksaan. Budaya dan karakterbangsa perlu dimiliki secara utuh oleh setiap guru yang mengampu mata pelajaranPendidikan Kewarganegaraan. Ini merupakan tantangan bagi seorang guru dalammenanamkan nilai-nilai moral pancasila kepada para siswa-siswinya.Kata Kunci: Tenaga Pengajar, Profesionalisme

Sarjita, Sarjita

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2017 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

This study examines the effect of motivation, organizational cultureand compensation on employee performance. The results of motivationresearch on employee performance showed no significant, There is asignificant influence between organizational culture on employeeperformance. And there is a significant influence between the provision ofcompensation on employee performance, employee compensation programsdesigned to motivate (high morale) in their work achievement achievements.

Sacralia Aurora Adila Ramadhana; Arma Tahsya Febriyanti; Diva Siska Amelia; Athira Khanaya Hud; Karenina Zulfa Qolby +1 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat 2016 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

 Children in orphanages represent a vulnerable group requiring special attention in emotional, social, and moral aspects. This study aims to implement students' social care values through the narasi Project (narasi aksi rasa asih dan inspirasi) at the Sunan Kalijaga Orphanage, Malang. The method employed was a social action approach integrated into the Civic Education course. The activity was conducted on March 10, 2026, involving eight foster children as the target partners. The program comprised a prophetic storytelling session as a character education medium, canvas painting and clay workshops to foster creativity, an ice-breaking session, congregational Maghrib prayers, iftar together, and symbolic cash donation handover. The results indicated that the or orphaned children responded enthusiastically to all activities, particularly the storytelling and creative sessions, reflecting improvements in self-expression, social interaction, and moral values. For the students, this project demonstrably enhanced empathy and social responsibility. Flexibility and adaptability in program implementation were identified as key success factors. In conclusion, the synergy of character education, creativity, and social action can create an inclusive and meaningful learning environment while strengthening civic values among university students.

Sacralia Aurora Adila Ramadhana; Arma Tahsya Febriyanti; Diva Siska Amelia; Athira Khanaya Hud; Karenina Zulfa Qolby +1 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat 2016 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

 Children in orphanages represent a vulnerable group requiring special attention in emotional, social, and moral aspects. This study aims to implement students' social care values through the narasi Project (narasi aksi rasa asih dan inspirasi) at the Sunan Kalijaga Orphanage, Malang. The method employed was a social action approach integrated into the Civic Education course. The activity was conducted on March 10, 2026, involving eight foster children as the target partners. The program comprised a prophetic storytelling session as a character education medium, canvas painting and clay workshops to foster creativity, an ice-breaking session, congregational Maghrib prayers, iftar together, and symbolic cash donation handover. The results indicated that the or orphaned children responded enthusiastically to all activities, particularly the storytelling and creative sessions, reflecting improvements in self-expression, social interaction, and moral values. For the students, this project demonstrably enhanced empathy and social responsibility. Flexibility and adaptability in program implementation were identified as key success factors. In conclusion, the synergy of character education, creativity, and social action can create an inclusive and meaningful learning environment while strengthening civic values among university students.

-, Supriyanta -

Wacana Hukum 2013 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

Abstract: Education should be able to transform the moral values, education also serves to'social engineering in order to build an effective social capital. Internalization thevalues of religion and anti-corruption more specifically, be able to contribute to themental and moral development of a clean and honest. Moreover anti-corruptioneducation should not just stop at the level of education but should strive to be amovement that involves various elements of society.Keywords:anti-corruption education

-, Triwanto

Wacana Hukum 2012 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

Abstrct  :  The purpose of law enforcement is often faced with the exam in its implementation, especially related regulations in it are still in debate   and proving to be deepening as well as actors who have a high resistance Key  words : Examination of law enforcement, Crime morality

Jananto, Arief

Dinamik 2003 Universitas Stikubank

Perkembangan teknologi informasi yang saat ini sangat pesat ternyata menuntut adanya kesiapan dari penggunanya. Kemajuan yang terjadi tidak hanya berpengaruh pada bidang teknologi secara umum tetapi juga menyentuh hingga tatanan kehidupan sosial. Sebagai warga masyarakat yang berkesadaran sosial, setiap aktivitas manusia akan diarahkan oleh berbagai pengaruh yang pada akhirnya diharapkan dapat melakukan segala sesuatunya dengan benar secara moral, etika dan menurut hukum yang berlaku. Etika ternyata sangat dibutuhkan dalam penggunaan komputer.