Publication Search

67,356 articles from 564 journals · 1,699 citations tracked

Showing 2641-2660 of 2,676

Analytics

M Irvan Maulana S; Penulis Rovi Muhajjili; Hilmi Ilham S

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keterpaduan antara unsur intrinsik cerpen “Dzikir-Dzikir Daun” karya Badrul Munir dengan menggunakan metode analisis struktural yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, (2) mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerpen, (a). Nilai-nilai sosial yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, (b). Nilai-nilai sosial yang mencerminkan hubungan antara manusia dengan sesama manusia, (c). Nilai Sosial yang Mencerminkan Hubungan Manusia dengan Alam, (d). Nilai Moral Mencerminkan Hubungan Manusia dengan Diri. Cerpen “Dzikir-Dzikir Daun” diteliti melalui langkah-langkah pengumpulan data; (1) membaca cerpen “Dzikir-Dzikir Daun” secara intensif, (2) menganalisis keterpaduan unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen dengan mendeskripsikannya, kemudian (3) menganalisis unsur sosial yang ingin disampaikan pengarang dalam cerita pendek dan mendeskripsikannya. Setelah melalui proses penelitian analisis struktural dan nilai-nilai sosial, berikut menunjukkan upaya Badrul Munir untuk mengkolaborasikan nilai-nilai intrinsik, ekstrinsik dan sosial dalam cerpen dengan baik dan bijak, yang menjadikan pesan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerpen tersebut. cerpen dapat tersampaikan kepada seseorang yang membaca cerpen “Dzikir-Dzikir Daun”.  

Ginstyar Alfajri; Irfanda Siti Amaliya; Lula Mulyani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Puisi pendosa dan Indonesia adalah satu contoh sastra  yang menggambarkan perilaku manusia terhadap sebuah sifat yang memperlihatkan berbagai persoalandi dalamnya.Puisi ini penting dikaji mengingat terbatasnya kajian dan karya sastra berperspektif tentang sosial. Kajian ini sebagai bentuk pemanfaatan karya sastra dan langka untuk mengingatkan sifat manusia melalui pembentukan moral dan mengubah pola pikir manusia.  Puisi “ Pendosa ” merupakan sebuah puisi yang memiliki arti begitu dalam jika ditafsirkan pada krena didalamnya mengandung tentang amanat bahwa sebagai manusia jangan pernah melakukan hal yang keji dan terlarang . Heri Isnaini merupakan seorang sastrawan terkenal dengan karya-karya sastranya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Nilai religi dan Tingkah manusia pada buku Montase karya Heri Isnaini. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian . Selain itu, pembahasan sajak ini akan memperhatikan relasi (hubungan-hubungan) di antara tanda-tanda yang muncul sehingga dapat menunjukkan tanda. Permasalahan dalam dosa bisa mengakibatkan tingkah laku pada manusia contoh pada lingkungan menjadi hal yang penting untuk dibicarakan. Jika berbicara tentang tingkah laku berarti berbicara tentang manusia karena tingkah laku yang menopang dan menjadi sifat pada kehidupan manusia.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Rozikin

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dengan adanya kemajuan tehnologi sekarang ini banyak kejadian yang menimpa anak anak kita sebagai contoh banyak  Tindak Pidana Kekerasan atau ancaman kekerasan ,tipu muslihat, serangkaian kata bohong , memaksa atau membujuk anak dibawah umur untuk melakukan persetubuhan dan atau pencabulan, ini sering terjadi di daerah daerah ,hampir di seluruh wilayah Indonesia  Hal ini karena kurangnya pemahaman hukum terhadap anak anak terutama hukum pidana dan Hukum perlindungan anak ,Anak anak kita tidak berfikir dengan meniru dan bergaya seperti yang ada di internet ,anak anak tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan tersebut sebenarnya melanggar hukum,,maka dengan adanya kejadian tersebut kita selaku orang tua harus waspada dan selalu memperhatikan anak anak kita dalam kehidupan sehari hari,Demikian karena dengan adanya kemajuan tehnologi, sebagaimana hubungan antara anak yang satu dengan yang lainnya sangat mudah dan cepat,apalagi dalam masa pandemi ini mereka anak anak kita tidak sekolah secara off line tetapi sekolahnya secara on line,dan banyak kesempatan untuk bermain hp dalam setiap harinya ,Kalau kita selaku orang tua tidak memperhatikan anak anaknya ,mereka bisa berhubungan dengan sembarang anak ,yang mengakibatkan moral dan etika anak anak kita rusak.Contohnya banyak kejadian yang orang tuanya bekerja di luar negeri ,anak anak mereka jadi tidak karuan dalam kelakuan dan moralnya ,banyak banyak anak anak yang dibawah umur dengan bebasnya melakukan hubungan intim layaknya suami istri,mereka mulai dini atau kecil sudah di tinggal orang tuanya ,bekerja di luar negeri ,sehingga pengawasan anak anak tersebut terlalu bebas dan kurangnya perhatian.Ini terjadi karena kemajuan Tehnologi yang sangat pesat ,apa yang ada di seluruh dunia ini bisa kita ketahui baik itu yang sifatnya mendidik maupun yang merusak moral anak kita ,contoh yang merusak moral banyak disajikan film film porno di dalam akun hp ini, kalau yang sifatnya mendidik tidak menjadi masalah contohnya anak anak mengetahui kejadian dan berita berita di luar sana ,ini bisa menambah pengetahuan dan pengalaman anak.Sehingga banyak kejadian kejadian yang menimpa anak anak kita , Karena kurangnya pengawasan , banyak juga anak anak kita terlibat narkoba ,maupun mengkonsumsi pil pil koplo, demikian juga minum minuman keras , mereka semua ini meniru gaya hidup di internet internet yang serba gelamor ,mereka belum berfikir kalau semua itu sebenarnya merusak masa depan diri mereka sendiri .Itulah kita selaku orang tua harus benar benar memperhatikan tingkah laku anak anak kita , agar jangan sampai anak anak kita terjerumus ke dalam lembah hitam yang salah ,sehingga melanggar Undang undang perlindungan anak dan juga undang undang KUHP Karena Pandemi covid 19 yang tidak kunjung selesai sehingga anak anak kita belajar secara on line di rumah yang bisa mengakibatkan terlalu banyak waktu senggang untuk anak anak kita bermain HP ,sehingga pemikiran anak anak kita tersebut cenderung pengin mempraktekkan nseperti apa yang di lihat di HP ,yang mana apabila yang ndi lihat di HP tersebut mungkin yang mendidik ,anak kita akan menjadi lebih baik tetapi apabila yang dilihat di HP tersebut gambar gambar pornograpi maka akan membuat pelajaran kepada anak anak kita dan kelakuan yang pantas dilakukan oleh seorang anak yang usianya masih dibawah umur ,sehingga ini bisa merusak masa depan anak anak bangsa kita ,maka dalam hal ini kita selaku orang tua harus benar benar mengawasi dan betul betul memperhatikan anak anak kita biar jangan sampai melakukan hal hal yang tidak senonoh dan tidak anak anak kita melakukannya , sebagai contoh kejadian yang dilaporkan di unit PPA ( Pelayanan Perempuan dan Anak ) di Sat Reskrim Polres Kendal, Polda Jawa Tengah     Seorang Anak sampai melakukan perbuatan seperti itu karena disebabkan kurangnya pengawasan dari orang tua ,orang tua membiarkan anaknya bermain tanpa pengawasan yang ketat dari orang tua ,sehingga setelah kejadian tersebut baru orang tuanya kaget dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian,Sebelum hal ini terjadi harus betul betul kita selaku orang tua kontrol kepada anak anak kita .lebih baik kita cerewet dari pada anak anak kita kebablasan.Karena Tehnologi sekarang ini sudah sangat maju apapun bisa dilihat dan dengar dari youtobe maupun instagram dan lainnya

Salsabila Andrina; Ranti Karlaili

Journal of Management and Social Sciences (JIMAS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aims to investigate the impact of democratic parenting style, single parent resilience, school environment, and religious education on child character development. Through an exploratory approach, the research seeks to understand the intricate interplay between these factors and their effects on shaping children's character traits. The study employs purposive sampling to gather insights from diverse perspectives, including parents, educators, and religious leaders. Data analysis involves thematic coding to identify recurring patterns and themes within the narratives. Initial findings suggest that democratic parenting fosters independence and empathy in children, while single parent resilience contributes to resilience-building. Additionally, the school environment and religious education play significant roles in instilling moral values and ethical principles. These findings underscore the multifaceted nature of child character development and highlight the importance of considering various influences in nurturing well-rounded individuals.

Muhammad Ibnu Faruk Fauzi

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Habituation in education is very much needed because psychologically, students model more behavior or figures they idolize, including their teachers. Habituation is also no less important in learning activities. This is because any knowledge or behavior gained by habituation will be very difficult to change or eliminate it so that this method is very useful in educating children. Moral development activities for students are carried out at Dharma Wanita Sumberrejo Kindergarten through the habituation method of learning Islamic Religious Education (PAI). The research method used is a service method that describes the phenomenon that occurs as it is, data sources are obtained through school leaders, teachers and parents of children. The analysis is carried out with reference to the stages of tabulation, coding and giving meaning to the data. The results of the service show that the implementation of child moral development through the habituation method already contains the main teachings of Islam, namely Akidah (faith), Sharia (Islamic) and Akhlak (Ihsan). The method of habituation given by means of getting used to the behavior or moral attitude of the child repeatedly and continuously. In addition to the habituation carried out by teachers in schools, the role of parents is actually important for children's habituation in practicing Islamic teachings that have been taught through habituation in schools, but this role will not be maximized when parental involvement is not full on the development of children's behavior and morals.

Ismail Ismail; Hasruddin Dute; Moh. Ali Mahmudi; Muhamad Thoif; Muh. Abdul Mukti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to analyze the principal’s efforts in improving the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning at SMP Hikmah Yapis Jayapura. PAI learning plays a significant role in shaping students’ faith, morals, and personality in accordance with Islamic teachings derived from the Qur'an and Hadith, as well as the exemplary conduct of the Prophet Muhammad SAW. In this context, the principal, as an educational leader, holds a strategic role in managing, guiding, and enhancing the performance of PAI teachers to ensure that the learning process is carried out effectively and contributes positively to students’ spiritual and character development.This research employs a qualitative approach with a descriptive design. The subjects of the study include the principal, PAI teachers, and students of SMP Hikmah Yapis Jayapura. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation to obtain comprehensive and contextual information regarding the implementation of PAI learning. The data analysis process was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. To ensure the validity and reliability of the findings, source and technique triangulation were applied.The results indicate that PAI learning at SMP Hikmah Yapis Jayapura is not only conducted in the classroom through the delivery of materials related to aqidah, morals, fiqh, and the Qur'an and Hadith, but is also strengthened through various religious programs integrated into the school culture. The principal’s efforts to improve learning quality include conducting regular academic supervision, involving teachers in professional development programs, providing work motivation, and consistently monitoring the learning process. Additionally, religious activities such as Qur'an memorization programs, daily Qur'an recitation before lessons, and routine dhikr and salawat activities support the internalization of Islamic values.Supporting factors include the principal’s active leadership and professional experience, while inhibiting factors consist of limited infrastructure, administrative burdens, and varying levels of teacher competence. Overall, these efforts have contributed positively to improving the quality of PAI learning and fostering students’ character development.

Khoirun Nisa

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

 Islamic education at the Elementary School (SD) level significantly impacts the formation of character and morality in children. This research focuses on the role of the family in supporting Islamic education at the SD level, identifying parents' perceptions, the family's role in reinforcing Islamic values in children, and the challenges faced by families in supporting Islamic education in the modern era. The research method used is a qualitative-literature approach.. The conclusion of this research provides a profound understanding of the dynamics of the relationship between the family and Islamic education at the SD level. These findings can contribute to educators, parents, and policymakers in creating an educational environment that supports the holistic development of children, especially in understanding the vital role of the family in supporting Islamic education at the SD level.

Wawan Setiawan; Rosmini Madeamin; Nurcholis Nurcholis

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

The aims of this research include: (1) To find out the forms of marginalization and discrimination experienced by the character Nyai Ontosoroh in Pramoedya Ananta Toer's Romance of the Earth of Mankind. (2) To find out the form of resistance of the character Nyai Ontosoroh in Pramoedya Ananta Toer's Romance of the Earth of Mankind. This type of research is descriptive qualitative. The source of data obtained from this research is the book Earth of Mankind by Pramoedya Ananta Toer as primary data. Meanwhile, secondary data consists of information and references obtained scientifically from books, articles, the internet and mass media related to this research. The data collection technique used library, listening and note-taking techniques through critical discourse analysis developed by Sara Mills. The research results show that: (1) There are 6 data on marginalization experienced by the character Nyai Ontosoroh in the novel Earth of Mankind. In the family realm, the father's restriction/marginalization of rights and freedoms has made him a nyai or concubine (purchased slave). (2) There are 8 data on discrimination experienced by Nyai Ontosoroh. In the public sphere, she is seen by the general public as a woman who has no morals and is always looked down upon. (3) there are 11 data on the resistance of the figure Nyai Ontosoroh. Nyai Ontosoroh appears as the antithesis of the bad views about Nyai-Nyai. Nyai Ontosoroh emerged as the first Indigenous woman to fight European legal authority in defending her rights to her children and company.    

Paul Tan Istandar

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan yang holistik dan berintegritas merupakan faktor krusial dalam membentuk masyarakat yang berkarakter unggul. Pengabdian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya menyelaraskan pendidikan akademis dan moral dalam membangun masyarakat yang beretika dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, pendidikan akademis menekankan pada perkembangan intelektual individu, sementara pendidikan moral fokus pada pembentukan nilai-nilai etika dan moral yang kuat. Pengabdian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam menyelaraskan kedua aspek tersebut dan menawarkan solusi konkret untuk mengintegrasikan pendidikan akademis dan moral secara efektif.

Sungguh Ponten Pranata; Husriani Husain

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Taruna Alqolam Islamic Boarding School carries out community service by holding mural-making activities on the Islamic boarding school's walls to spread important messages to the surrounding community. The murals created by the students function as decoration and as a reminder of the importance of environmental cleanliness, local wisdom, and religious values. Through this service, the students also provide knowledge and skills to the surrounding community and strengthen ties between the Islamic boarding school and the local community. Discussion of the results of the service opens up space for in-depth reflection on the values ​​contained in the work of art and how these messages can permeate people's daily lives. Taruna Alqolam Islamic Boarding School has created an environment that promotes sound values, increases awareness of important issues, and inspires behavior under religious and moral teachings. Thus, this service benefits the surrounding community and provides valuable experience for the students in terms of contributing to society and strengthening the role of Islamic boarding schools in building a better and more sustainable society socially, environmentally, and spiritually.

Sama'un Sama'un; Ahmad Bahrudin; Ach. Ghufron

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Children are the next generation of the nation. Therefore they must receive serious attention and education from an early age. Early childhood is a child who is zero years old or from birth to approximately eight years old. At this age is a period that greatly influences the next stage. However, whether we are aware of it or not, today many parents feed their children too much on their formal education. Many are not aware of the benefits of learning spirituality as a support in forming moral character in children. Guidance that is practical to use without the need to add to the burden on children's minds, namely by getting used to starting or ending activities by reciting blessings. So that they feel peace of mind and always remember and can bring up a sense of love for the Messenger of Allah from an early age.

Nur Intan Permatasari; Marudut Bernadtua Simanjuntak

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to determine the meaning of failure from a book entitled "Read this book when you fail: pretending to be successful is tiring" by K.L Rahayu. This book explains how to take failure and turn it into success. This book also provides knowledge of who we are, and various ways to know ourselves to achieve true success. This study uses a qualitative method, namely by deciding conclusions by outputting data and also focusing more on the morals and messages of this book. The results presented in this study, if you feel a failure, then immediately collect your spirit and throw away negative thoughts to quickly return to repairing things that have fallen apart. Failure should be considered a friend, so it will change bad things for the better and more colorful. A person's success is the product of a failure, therefore failure should never be considered the end of everything, instead, it becomes a big opportunity in the next step.

Na’imul Faizah; Lutfi Eskawati

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Character education strengthening occurs not only theoretically in the classroom but also through habituation in daily life. Using drama as a method for character education can be effective because drama is closely linked to character development. This article aims to discuss the affirmation of drama appreciation learning in relation to the importance of character education for fourth-semester students at STKIP Darussalam Cilacap. The researcher applies a literature review methodology, focusing on the use of texts and library literature as primary sources. The results indicate that regular drama appreciation learning activities have a positive impact on students' development. The findings highlight the significant contribution of drama appreciation learning to character education at STKIP Darussalam. It teaches students moral values, ethics, and responsibilities. Additionally, interaction during drama activities plays a key role in enhancing students' tolerance towards differing opinions, backgrounds, and cultures, creating a holistic educational environment. The presence of drama as an art form, both at the elementary school level and as part of higher education curricula, should impact by reflecting the reinforcement of character education in the digital era, which increasingly overlooks essential foundational aspects of life, such as efforts to build good personal and moral character. 

Marthen Timisela; Nimrod Baab

Jurnal DIKMAS 2021 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Civic education plays an important role in shaping the morals and character of the nation's children, especially in the midst of the increasingly strong current of globalization. This article aims to explore the importance of civic education in the context of Jayapura City, by emphasizing the moral and ethical aspects that need to be instilled in the younger generation. Through literature review and data analysis, this article seeks to provide insight into how civic education can be a tool for building the morals of the nation's children in the era of globalization.

suargana, lisnawati; Anggraeni Dewi, Dinie

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Bangsa Indonesia selaku negara yang tidak dapat menjauhi tantangan globalisasi, namun dengan berpegang pada Pancasila selaku panduannya, prinsip Indonesia hendaknya bisa mempertahankan jati diri serta eksistensinya. Riset ini berisi tentang apabila memelihara semangat nasionalisme dalam benak generasi muda semenjak masa anak- anak akan membuat mereka lebih tangguh terhadap pengaruh negatif serta pergantian moral yang menjadi- jadi di masa globalisasi. Jadi, dengan memantapkan moralitas serta etika lewat pembelajaran Pancasila, generasi muda Indonesia bakal lebih siap buat hadapi globalisasi serta mempertahankan fakta diri Indonesia dikala yang bersamaan. Nilai kebudayaan yang jadi ciri bangsa Indonesia, semacam gotong royong, silahturahmi, ramah tamah dalam warga jadi keistimewaan dasar yang bisa menjadikan masing- masing orang warga Indonesia untuk mencintai serta melestarikan kebudayaan bangsa sendiri. Tetapi ciri masyarakat Indonesia yang diketahui selaku masyarakat yang ramah serta sopan santun disaat ini mulai pudar semenjak masuknya budaya asing ke Indonesia yang tidak bisa dipilih dengan baik oleh warga Indonesia. Hingga, dalam Mengenai ini pemerintah mempunyai peranan berarti buat mempertahankan nilai- nilai kebudayaan Indonesia dalam kehidupan masyarakatnya. ABSTRACT Indonesia as a country that cannot resist the challenges of globalization, but by adhering to the pancasila as its guidelines, its principles should be able to defend itself and existence. The research is about keeping a nationalistic spirit in the minds of youth since childhood will make them more resilient to the negative influences and the demoralizations of globalization. So, by reinforcing morality and ethics through pancasila study, the Indonesian younger generation will be better equipped to face globalization and maintain Indonesian fact at the same time. The cultural value of the Indonesian people, such as cooperation, silahturahmi, isa basic privilege that can make indonesians love and preserve their own culture. But the Indonesian people known as a friendly and civilised society have begun to wane since the influx of foreign cultures into Indonesia that Indonesia has not been able to choose well. Until then, governments have a meaningful role to maintain Indonesian cultural values in their societies

Mulyani Rizki

Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi 2021 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Service quality in the Islamic concept can be said that the overall features and characteristics of a product or service that depend on its ability to satisfy stated or implied needs and in accordance with Islamic values.21 In this concept Islam teaches that providing services in the form of goods or services. must be of quality in accordance with Islamic values, and do not give bad and not quality because it will only harm both parties. Service quality in Islam is defined as a customer's assessment of the superiority or privilege of a product or service as a whole which is of course based on Islamic principles, the quality of service in Islam provides services that basically every activity related must be based on compliance with sharia which is full of values. -moral and ethical values. Improving the quality of service in Islam is very necessary in order to determine customer decision making. However, it will not run well if it is not accompanied by quality decision making. To maintain the quality of service in Islam is not only the duty of the employees, but all the members involved. Judging from the above phenomena, the quality of Islamic services can be taken into consideration for customer decision making. The purpose of this study was to determine how the influence of Islamic service quality on customer decisions in murabahah financing. The number of samples in this study was 100 respondents, this study used a quantitative approach. The data collection technique in this study used a questionnaire, and the sampling technique used the incidental sampling method using the hair formula. The data obtained were then processed with SEM AMOS Version 20. The results of this study indicate that the CR value is 3,418 > 1.96 and the probability is 0.000 < 0.05, so it can be concluded that Islamic Service Quality has a positive and significant effect on Customer Decision Making in Murabahah Financing.

Dominggus Umbu Dingu; Prihadi Kristiyan; Yublina Tefa

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Development to achieve educational goals certainly leads to instruments that are responsible for the implementation. The teacher is the instrument, which is required to bring out all the potential possessed, both knowledge and review of self-aspects as a reflection that should be imitated. Thus, it is absolutely necessary to have a complete personality professionalism and role model points that are certainly inherent in every teacher. Teachers are required to maintain stability in speaking and acting as a reaction to the practice of integrity values that do not know place, time and situation. The personality in question does not create a chasm to limit oneself in interacting with others, but how the whole existence can be a role model. School is a place of interaction in the daily life of a teacher, here the teacher does what is his responsibility and obligation in fostering students (towards the desired goal). The implementation pattern certainly requires good performance starting from personality, discipline and how a teacher can be relied on and become a role model for students. The moral integrity of students is the expectation of a teacher, of course. In relation to this review, a teacher, especially a PAK teacher, is required and of course has a very strategic and core role in the implementation of the process of forming moral integrity as a role model for students.

Beriana Simorangkir; Meryantje Anabokay; Joni Sirenden

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Pergaulan bebas merupakan suatu tindakan yang bertolak belakang dengan tindakan moral, karakter, dan spiritual. Mengantisipasi pergaulan bebas di kalangan peserta didik di Sekolah Menengah Atas (SMA) Shalom Bengkayang sangat penting untuk dilakukan oleh guru pendidikan agama Kristen.