Publication Search

72,841 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 2641-2660 of 2,816

Analytics

Carolus Aditya Nouvanto; Sugiyana Sugiyana; Anselmus Joko Prayitno

Masa transisi pandemi covid-19 mendorong penggunaan sistem pembelajaran hybrid menggantikan sistem daring dimana siswa sekarang dibagi dalam dua tempat belajar yaitu dari rumah dan juga ada yang berada di kelas. SMA Tarakanita Magelang merupakan salah satu sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran hybrid pada masa transisi. Kemampuan guru dalam memberikan metode yang efektif dalam masa pembelajaran hybrid akan menunjukkan kompetensi dari guru tersebut. Dalam memaksimalkan pembelajaran hybrid, guru ditawarkan metode Problem Based Learning berbantuan ThinkLink yang diasumsikan bahwa metode tersebut akan efektif bagi prestasi belajar siswa selama pembelajaran hybrid. Hasil Penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa rataan prestasi belajar kelas eksperimen mendapat 80,15 sedangkan kelas kontrol 73,45. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penerapan metode pembelajaran yang digunakan masih memiliki beberapa hambatan meskipun sudah efektif bagi prestasi belajar yang menunjukkan rataan kelas eksperimen lebih baik dan mendapatkan respon yang positif dari siswa di kelas, sehingga diharapkan metode Problem Based Learninng dapat diterapkan dan semakin dikembangkan oleh para tenaga pendidikan.

Carolus Aditya Nouvanto; Sugiyana Sugiyana; Anselmus Joko Prayitno

Masa transisi pandemi covid-19 mendorong penggunaan sistem pembelajaran hybrid menggantikan sistem daring dimana siswa sekarang dibagi dalam dua tempat belajar yaitu dari rumah dan juga ada yang berada di kelas. SMA Tarakanita Magelang merupakan salah satu sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran hybrid pada masa transisi. Kemampuan guru dalam memberikan metode yang efektif dalam masa pembelajaran hybrid akan menunjukkan kompetensi dari guru tersebut. Dalam memaksimalkan pembelajaran hybrid, guru ditawarkan metode Problem Based Learning berbantuan ThinkLink yang diasumsikan bahwa metode tersebut akan efektif bagi prestasi belajar siswa selama pembelajaran hybrid. Hasil Penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa rataan prestasi belajar kelas eksperimen mendapat 80,15 sedangkan kelas kontrol 73,45. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penerapan metode pembelajaran yang digunakan masih memiliki beberapa hambatan meskipun sudah efektif bagi prestasi belajar yang menunjukkan rataan kelas eksperimen lebih baik dan mendapatkan respon yang positif dari siswa di kelas, sehingga diharapkan metode Problem Based Learninng dapat diterapkan dan semakin dikembangkan oleh para tenaga pendidikan.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

F.X. Sugiyana

Penelitian ini menelaah pandemi Covid-19 yang menjadi peristiwa dari kehidupan umat manusia di dunia dalam tiga tahun ini. Pemerintah meminta para kepala daerah kabupaten dan kota untuk membuat langkah-langkah strategis mengurangi penyebaran Covid-19. Pembatasan gerak dan mobilitas segera dibuat. Kebijakan untuk bekerja, belajar dan beribadat dari rumah telah dikeluarkan. Seluruh aktivitas keagamaan yang menimbulkan kerumunan segerak ditutup. Gereja yang semula identik dengan persekutuan umat mendadak hilang dan tidak tampak. Gereja sepi dengan aktivitas, termasuk perayaan ekaristi. Situasi itu menimbulkan macam-macam perasaan, tanggapan dan refleksi umat atas kondisi yang terjadi. Kecemasan dan kekuatiran terjadi. Dalam kegiatan keagamaan, imam dan umat juga mengalami kemandegan dalam berkegiatan. Tiba-tiba muncullah tradisi perayaan Ekaristi secara online, suatu perayaan yang diadakan dari gereja dan kemudian dihubungkan dengan chanel youtube, sehingga umat dari tempatnya masing-masing bisa mengikuti perayaan ekaristi tersebut secara online. Ada pergulatan sendiri untuk memaknai pengalaman iman mereka. Apakah Tuhan sungguh hadir dalam perayaan yang diselenggarakan secara online? Gambaran Tuhan yang seperti apa yang terbangun dalam diri umat beriman di masa pandemi ini? Apakah kecemasan di masa pandemi ini melulu pengalaman psikologis seseorang atau juga pengalaman spiritual? Melalui pendekatan survey, studi ini menunjukkan bahwa kecemasan dan ketakutan yang muncul di masa pandemi Covid 19 sungguh merupakan pengalaman eksistensial sebagian besar umat beriman. Pandemi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyatakan seluruh keberadaan hidup mereka di hadapan Tuhan. Tuhan dirasakan hadir sebagai yang tetap mengasihi dan melindungi. Pengalaman doa menjadi kekuatan umat untuk menjalani hidup di masa pandemi. Perayaan Ekaristi online walaupun menyimpan kekurangan tetapi tetap memberi kekuatan dan bekal rohani dalam kehidupan umat. Mereka tetap merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan. Oleh karena itu beriman di tengah pandemi menjadi suatu pengalaman unik bagi setiap orang beriman.

F.X. Sugiyana

Penelitian ini menelaah pandemi Covid-19 yang menjadi peristiwa dari kehidupan umat manusia di dunia dalam tiga tahun ini. Pemerintah meminta para kepala daerah kabupaten dan kota untuk membuat langkah-langkah strategis mengurangi penyebaran Covid-19. Pembatasan gerak dan mobilitas segera dibuat. Kebijakan untuk bekerja, belajar dan beribadat dari rumah telah dikeluarkan. Seluruh aktivitas keagamaan yang menimbulkan kerumunan segerak ditutup. Gereja yang semula identik dengan persekutuan umat mendadak hilang dan tidak tampak. Gereja sepi dengan aktivitas, termasuk perayaan ekaristi. Situasi itu menimbulkan macam-macam perasaan, tanggapan dan refleksi umat atas kondisi yang terjadi. Kecemasan dan kekuatiran terjadi. Dalam kegiatan keagamaan, imam dan umat juga mengalami kemandegan dalam berkegiatan. Tiba-tiba muncullah tradisi perayaan Ekaristi secara online, suatu perayaan yang diadakan dari gereja dan kemudian dihubungkan dengan chanel youtube, sehingga umat dari tempatnya masing-masing bisa mengikuti perayaan ekaristi tersebut secara online. Ada pergulatan sendiri untuk memaknai pengalaman iman mereka. Apakah Tuhan sungguh hadir dalam perayaan yang diselenggarakan secara online? Gambaran Tuhan yang seperti apa yang terbangun dalam diri umat beriman di masa pandemi ini? Apakah kecemasan di masa pandemi ini melulu pengalaman psikologis seseorang atau juga pengalaman spiritual? Melalui pendekatan survey, studi ini menunjukkan bahwa kecemasan dan ketakutan yang muncul di masa pandemi Covid 19 sungguh merupakan pengalaman eksistensial sebagian besar umat beriman. Pandemi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyatakan seluruh keberadaan hidup mereka di hadapan Tuhan. Tuhan dirasakan hadir sebagai yang tetap mengasihi dan melindungi. Pengalaman doa menjadi kekuatan umat untuk menjalani hidup di masa pandemi. Perayaan Ekaristi online walaupun menyimpan kekurangan tetapi tetap memberi kekuatan dan bekal rohani dalam kehidupan umat. Mereka tetap merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan. Oleh karena itu beriman di tengah pandemi menjadi suatu pengalaman unik bagi setiap orang beriman.

Rozikin

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dengan adanya kemajuan tehnologi sekarang ini banyak kejadian yang menimpa anak anak kita sebagai contoh banyak  Tindak Pidana Kekerasan atau ancaman kekerasan ,tipu muslihat, serangkaian kata bohong , memaksa atau membujuk anak dibawah umur untuk melakukan persetubuhan dan atau pencabulan, ini sering terjadi di daerah daerah ,hampir di seluruh wilayah Indonesia  Hal ini karena kurangnya pemahaman hukum terhadap anak anak terutama hukum pidana dan Hukum perlindungan anak ,Anak anak kita tidak berfikir dengan meniru dan bergaya seperti yang ada di internet ,anak anak tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan tersebut sebenarnya melanggar hukum,,maka dengan adanya kejadian tersebut kita selaku orang tua harus waspada dan selalu memperhatikan anak anak kita dalam kehidupan sehari hari,Demikian karena dengan adanya kemajuan tehnologi, sebagaimana hubungan antara anak yang satu dengan yang lainnya sangat mudah dan cepat,apalagi dalam masa pandemi ini mereka anak anak kita tidak sekolah secara off line tetapi sekolahnya secara on line,dan banyak kesempatan untuk bermain hp dalam setiap harinya ,Kalau kita selaku orang tua tidak memperhatikan anak anaknya ,mereka bisa berhubungan dengan sembarang anak ,yang mengakibatkan moral dan etika anak anak kita rusak.Contohnya banyak kejadian yang orang tuanya bekerja di luar negeri ,anak anak mereka jadi tidak karuan dalam kelakuan dan moralnya ,banyak banyak anak anak yang dibawah umur dengan bebasnya melakukan hubungan intim layaknya suami istri,mereka mulai dini atau kecil sudah di tinggal orang tuanya ,bekerja di luar negeri ,sehingga pengawasan anak anak tersebut terlalu bebas dan kurangnya perhatian.Ini terjadi karena kemajuan Tehnologi yang sangat pesat ,apa yang ada di seluruh dunia ini bisa kita ketahui baik itu yang sifatnya mendidik maupun yang merusak moral anak kita ,contoh yang merusak moral banyak disajikan film film porno di dalam akun hp ini, kalau yang sifatnya mendidik tidak menjadi masalah contohnya anak anak mengetahui kejadian dan berita berita di luar sana ,ini bisa menambah pengetahuan dan pengalaman anak.Sehingga banyak kejadian kejadian yang menimpa anak anak kita , Karena kurangnya pengawasan , banyak juga anak anak kita terlibat narkoba ,maupun mengkonsumsi pil pil koplo, demikian juga minum minuman keras , mereka semua ini meniru gaya hidup di internet internet yang serba gelamor ,mereka belum berfikir kalau semua itu sebenarnya merusak masa depan diri mereka sendiri .Itulah kita selaku orang tua harus benar benar memperhatikan tingkah laku anak anak kita , agar jangan sampai anak anak kita terjerumus ke dalam lembah hitam yang salah ,sehingga melanggar Undang undang perlindungan anak dan juga undang undang KUHP Karena Pandemi covid 19 yang tidak kunjung selesai sehingga anak anak kita belajar secara on line di rumah yang bisa mengakibatkan terlalu banyak waktu senggang untuk anak anak kita bermain HP ,sehingga pemikiran anak anak kita tersebut cenderung pengin mempraktekkan nseperti apa yang di lihat di HP ,yang mana apabila yang ndi lihat di HP tersebut mungkin yang mendidik ,anak kita akan menjadi lebih baik tetapi apabila yang dilihat di HP tersebut gambar gambar pornograpi maka akan membuat pelajaran kepada anak anak kita dan kelakuan yang pantas dilakukan oleh seorang anak yang usianya masih dibawah umur ,sehingga ini bisa merusak masa depan anak anak bangsa kita ,maka dalam hal ini kita selaku orang tua harus benar benar mengawasi dan betul betul memperhatikan anak anak kita biar jangan sampai melakukan hal hal yang tidak senonoh dan tidak anak anak kita melakukannya , sebagai contoh kejadian yang dilaporkan di unit PPA ( Pelayanan Perempuan dan Anak ) di Sat Reskrim Polres Kendal, Polda Jawa Tengah     Seorang Anak sampai melakukan perbuatan seperti itu karena disebabkan kurangnya pengawasan dari orang tua ,orang tua membiarkan anaknya bermain tanpa pengawasan yang ketat dari orang tua ,sehingga setelah kejadian tersebut baru orang tuanya kaget dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian,Sebelum hal ini terjadi harus betul betul kita selaku orang tua kontrol kepada anak anak kita .lebih baik kita cerewet dari pada anak anak kita kebablasan.Karena Tehnologi sekarang ini sudah sangat maju apapun bisa dilihat dan dengar dari youtobe maupun instagram dan lainnya

Mukhtar, Mukhtar

Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan membaca dini pada anak usia 5-6 tahun  melalui media gambar di RA Al Manshuriah tahun pelajaran 2022/2023, adapun pertanyaan penelitian sehingga rumusan masalah dari penelitian ini adalah 1) Bagaimana cara meningkatkan kemampuan membaca dini anak usia 5-6 melalui media gambar di RA Al Manshuriah 2) Apa saja hambatan Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Usia 5-6 Tahun dengan menggunakan media gambar di RA Al Manshuriah tahun pelajaran 2022/2023. Untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut peneliti merancang penelitian dengan menggunakan jenis dan metode kualitatif, dari penelitian ini usia anak 5-6 tahun pada RA Al Manshuriah tahun pelajaran 2022/2023, untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan tekhnik observasi, wawancara, dokumentasi, selanjutnya menggunakan analisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kemampuan membaca dini dengan menggunakan media gambar pada RA Al Manshuriah tahun pelajaran 2022/2023 sudah tepat yaitu dengan metode belajar sambil bermain, hal ini dibuktikan dengan hasil skor anak pada observasi ke dua yaitu Dari hasil observasi kedua menunjukan bahwa anak yang tingkat kemampuan membaca terdapat 9 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH) 62,5%. 5 orang anak mulai berkembang (MB) 31,25%, dan 1 orang anak yang belum berkembang (BB) 6,25% . sesuai dengan factor-faktor pendukung yaitu metode yang menantang dan merangsang serta kepedulian seorang guru terhadap anak, adapun hambatan-hambatan yang dihadapi yaitu  rasa ketertarikan anak terhadap guru masih kurang, tidak ada sinergi guru dengan sekolah, kerjasama antara guru dengan orang tua anak masih belum maksimal, sebagai alternative dari hambatan-hambatan tersebut adalah guru menghadirkan  model-model pembelajaran yang menantang peduli terhadap nuansa dalam pembelajaran, menunjukkan kepribadian yang positif dengan menanamkan nilai-nilai agama.

Sofhie Suhartini

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya media pembelajaran yang dinilai kurang aktif, kreatif dan inovatif untuk menunjang proses belajar siswa. Terutama dalam hal menulis puisi. Manfaat dari animasi Powtoon ini di antaranya adalah media pembelajaran yang melibatkan audio visual. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Model yang digunakan merupakan turunan dari model ADDIE namun dalam penelitian ini peneliti hanya menggunakan tahap awal yaitu tahap (analysis) analisis dan (Design) desain. Berdasarkan hasil analisis kurikulum, peneliti merancang desain pembelajaran menulis teks puisi berbasis animasi Powtoon. Pertama, peneliti menggunakan Microsoft Word untuk membuat kerangka desain, kemudian menggunakan aplikasi Powtoon untuk mendesain pembelajaran. Peneliti membahas proses pembuatan desain media pendidikan. Perbaikan yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam perancangan media pembelajaran. Diharapkan hasil rancangan pembelajaran menulis teks puisi untuk kelas X  SMA yang dikembangkan peneliti dapat bermanfaat bagi siswa. Artinya, siswa secara mandiri dapat mencapai tingkat kemahiran dan meningkatkan kreativitas menulis khususnya dalam  teks puisi.    

Ulil Hamam

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan Strategi aktifitas guru dalam pembelajaran perubahan hasil ketrampilan siswa di SMK Negeri 1 Demak. (2) Mendeskripsikan Strategi materi ajar hasil ketrampilan siswas di SMK Negeri 1 Demak. 3) Mendeskripsikan Strategi interaksi pembelajaran ketrampilan di SMK Negeri 1 Demak.             Jenis penelitian ini kualitatif dengan desain penelitian menggunakan pendekatan etnografi. Hasil penelitian, (1). Strategi aktivitas guru dalam pembelajaran hasil ketrampilan siswa di SMK Negeri 1 Demak. Aktifitas guru dalam pembelajaran hasil ketrampilan telah berjalan sesuai peraturan yang berlaku di SMK Negeri 1 Demak. Guru-guru yang professional dan mempunyai kompetensi unggulan akan menghasilkan kulaitas lulusan yang diharapkan unggulan juga. Guru yang menguasai materi dan mempeunyai aktifitas yang memadai menjadi nilai tambah dan potensi positif bagi sekolah. Karena hasil ketrampilan tanpa ditunjang profesionalitas tenaga pengajar maka hasilnya akan kurang maksimal. Intinya guru yang kompeten di bidang hasil ketrampilan siswa relative akan menghasilkan lulusan yang kompeten pula. (2) Strategi aktivitas materi ajar dalam pembelajaran hasil ketrampilan siswa di SMK Negeri 1 Demak. Materi ajar pembelajaran hasil ketrampilan siswa di SMK Negeri 1 Demak sesuai dengan tujuanya sudah dikelola dengan standar mutu pendidikan diharapkan akan akan menghasilkan lulusan yang siap bekerja di dunia Industri, lulusan yang kompeten dan siap menghadapi persaingan dengan berbekal kemampuan hasil ketrampilan siswa. (3) Strategi interaksi pembelajaran ketrampilan siswa di SMK Negeri 1 Demak. Pembelajaran hasil ketrampilan interaksi dan hubungannya dengan pembelajaran hasil ketrampilan siswa dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar, standar kompetensi, standar kompetensi mata pelajaran, dan SKL hal ini akan menghasilkan system pembelajaran dan efiensi pembelajaran yang baik. Interaksi yang positif antara pembelajaran biasa dangan hasil ketrampilan siswa akan menghasilkan pembelajran hasil ketrampilan siswa yang lebih bermutu dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan di SMK negeri 1 Demak.

Midya Yuli Amreta; Nurul Mahruzah Yulia

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

 Berdasarkan hasil observasi, menunjukkan bahwa dalam  proses pembelajaran matematika materi pecahan masih berorientasi pada guru (teacher centered) yang menggunakan model pembelajaran konvensional dengan dominasi metode ceramah. Hal ini mengakibatkan kurang maksimalnya motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa. Tujuan yang ingin dicapai adalah, Mendeskripsikan motivasi belajar siswa, Mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa, serta Mendeskripsikan kendala yang dihadapi siswa saat berlangsungnya pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share). Metode penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan tes. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru dan siswa, angket, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif  Subjek penelitian adalah kelas IV MI Nahdlatul Ulama Unggulan Sumberrejo Bojonegoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa meningkat. Pada siklus I persentase yang diperoleh sebesar  58,25%, siklus II sebesar 74,64%, dan siklus III sebesar 87,78%. Selain itu, dari hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa.    

Andi Fatmawati

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penggunaan berbagai pendekatan pembelajaran, metode dan media dalam pembelajaran mempunyai peran yang besar terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Salah satu bidang studi yag sulit dipelajari oleh siswa di sekolah dasar yaitu IPA. Fakta di lapangan ditemukan bahwa guru dalam menyampaikan materi hanya menggunakan metode konvensional sehingga proses pembelajaran menjadi belum optimal, pembelajaran fakta dan konsep masih mengandalkan guru sebagai satu-satunya sumber belajar, siswa kurang dilibatkan secara langsung dalam proses pembelajaran, motivasi belajar IPA siswa kelas VIII masih kurang, dan siswa mudah lupa terhadap pelajaran yang telah dipelajarinya karena hanya menghafal tidak secara langsung mengamati media belajar yang nyata sesuai materi. Berdasarkan hal tersebut, mendorong peneliti untuk melakukan suatu penelitian tindakan yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan penerapan metode eksperimen upaya peningkatan motivasi belajar IPA pada Kelas VIII MTs Muhammadiyah Lempangang Kab. Gowa tahun pelajaran 2021-2022. Berdasarkan hasil tindakan yang dilakukan terjadi peningkatan daya serap kelompok pada Siklus I dan II sebesar 68,82% dan 84,49%. Sedangkan peningkatan ketuntasan kelompok pada Siklus I dan II sebesar 60,00% dan 90,00%. Dan peningkatan ketuntasan individu pada Siklus I dan II masing-masing sebanyak 12 dan 18 siswa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode eksperimen memiliki efektivitas dan dapat meningkatkan motivasi belajar IPA pada siswa Kelas VIII MTs Muhammadiyah Lempangang Kab. Gowa tahun pelajaran 2021-2022.    

Kasmawati Kasmawati

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Proses belajar mengajar di kelas merupakan suatu proses yang tidak terpisahkan dari proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Permasalahan yang ditemukan di lapangan bahwa guru belum dapat membuat perencanaan pembelajaran dengan baik, pembuatan perencanaan pembelajaran dilakukan setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan, dan masih banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Permasalahan tersebut mendorong peneliti sebagai Kepala Madrasah untuk melakukan penelitian tindakan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan dan keefektifan supervisi akademik Kepala Madrasah sebagai upaya peningkatan kinerja guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses belajar MTs Darul Muttaqin Bungasunggu Kab. Gowa Tahun Pelajaran 2021-2022. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah yang dilakukan dalam 3 siklus. Peningkatan kinerja guru pada siklus I, II, dan III sebesar 73,90%, 80,40%, dan 89,10%. Sedangkan ketuntasan individu pada siklus I, II, dan III sebesar 40%, 60%, 100%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan melalui penerapan supervisi akademik Kepala Madrasah dapat meningkatkan kinerja guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses belajar mengajar. Selain itu juga, kegiatan supervisi akademik ini juga efektif dalam meningkatkan kinerja guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses belajarn mengajar.    

Stefanus Rikardus Dhajo; Paulina Maria; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kompetensi profesionalisme guru agama katolik dalam kemampuan proses belajar mengajar serta meningkatkan hasil pembelajaran  yang baik. Penelitian   ini   merupakan   penelitian    yang   menggunakan   pendekatan penelitiaan  kuantitatif    dengan  metode  deskriptif.  Data  diperolah  menggunakan angket tertutup. Responden penelitian yaitu guru agama katolik yang mengajar di sekolah dasar negeri kota Palangka Raya berjumlah 5 orang. Dari  hasil  penelitian   yang  telah  dilakukan   oleh   peneliti  kepada  guru pendidikan agama katolik di Sekolah Dasar Negeri Kota Palangka Raya dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional guru pendidikan agama katolik adalah baik.  Hal  tersebut  dilihat  dari  pencapaian  masing-masing  indikator  yaitu  pada indikator 1. kemampuan membuat perencanaan dan persiapan mengajar adalah 86,6% yang  masuk  pada  kriteria  baik.  Indikator  2.  penguasaaan  materi  yang  diajarkan kepada siswa adalah 65% yang masuk pada kriteria cukup baik. Indikator 3. penguasaan  metode dan  strategi  mengajar adalah  60%  yang masuk  pada kriteria cukup baik. Indikator 4. memberikan tugas-tugas kepada siswa adalah 73,3% yang masuk pada kriteria baik. Indikator 5. kemampuan mengelola kelas adalah 75% yang masuk pada kriteria baik. Indikator 6. kemampuan melakukan penilaian dan evaluasi adalah 80% yang masuk pada kriteria baik. Dari hasil tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa kompetensi profesional guru pendidikan agama Katolik dalam proses belajar mengajar di Sekolah Dasar Kota Palangka Raya berjalan dengan baik.

Rokhmad Afif; Wasito, Wasito; Mukh Nursikin

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan sekolah dan kinerja guru PAI di SMK Ma’arif Walisongo Kajoran terhadap prestasi siswa. Penelitian menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui seberapa tingkat pengaruhnya dan penelitian survey untuk mengetahui fenomena variabel, dalam hal analisis data menggunakan regresi, dari persamaan regresi antara lingkungan sekolah dan prestasi siswa, pengaruh kinerja guru PAI terhadap prestasi siswa. Penelitian kuantitatif pengaruh lingkungan sekolah dan kinerja guru PAI di SMK Ma’arif Walisongo Kajoran terhadap prestasi siswa berdasarkan hasil uji statistik dinyatakan terdapat korelasi yang signifikan. Hal ini terbukti dari perhitungan korelasi product moment yang diambil dari responden siswanya dengan nilai positif sebesar 0,696 antara pengaruh lingkungan sekolah dan kinerja guru PAI di SMK Ma’arif Walisongo Kajoran terhadap prestasi siswa. Apakah koefisien korelasi hasil perhitungan tersebut signifikan (dapat digeneralisasikan) atau tidak, Hasil analisis regresi parsial maupun ganda menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang positif lingkungan sekolah SMK Ma’arif Walisongo Kajoran terhadap prestasi siswa sebesar 2,7% dengan persamaan regresi Y = 74,776 + 0,238 X1. Ini menunjukkan jika lingkungan sekolah meningkat 1 poin maka prestasi siswa akan meningkat sebanyak 2,7%, (2) terdapat pengaruh yang positif kinerja guru PAI SMK Ma’arif Walisongo Kajoran terhadap prestasi belajar siswa sebesar 13,7% dengan persamaan regresi Y = 51,354 + 0,773 X2. Ini menunjukkan jika kinerja guru PAI meningkat 1 poin maka prestasi belajar siswa akan meningkat sebanyak 13,7%. Dan (3) terdapat pengaruh yang positif lingkungan sekolah dan kinerja guru PAI SMK Ma’arif Walisongo Kajoran secara bersama-sama terhadap prestasi  siswa sebesar 13,7% dengan persamaan regresi Y= 51,578 - 0,014 X1 + 0,783 X2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh lingkungan sekolah dan kinerja guru PAI di SMK Ma’arif Walisongo Kajoran terhadap prestasi siswa.

Didik Lestari

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

: Sikap kedisiplinan siswa sangat rendah, dikarenakan pergaulan anak sekarang berbeda dengan anak zaman dulu, dan di sini guru dituntut agar dapat mengembangkan sikap disiplin, dengan cara menjelaskan hal-hal yang menarik agar siswa dapat semakin terpacu untuk belajar, selain itu pola asuh orang tua yang tidak tepat dapat menyebabkan turunnya sikap disiplin siswa, sehingga diperlukan kerjasama yang baik antara guru dan orang tua. Salah satu bentuk yang dianggap paling efisien untuk meningkatkan sikap disiplin siswa adalah melalui pola asuh orang tua. Dari hasil analisis data terbukti  bahwa 1) Implementasi pola asuh orang tua dalam penerapan sikap disiplin siswa dengan jalan: siswa diberi beberapa aturan-aturan seperti harus bantu orang tua, siswa bisa membagi waktu belajar dan bermain, dan pemberian sangsi apabila siswa melanggar untuk aturan yang sudah ditentukan. 2) Faktor pendukung pola asuh orang tua dalam penerapan sikap disiplin siswa yaitu diberi pengarahan-pengarahan yang positif, adanya pengajaran dari orang tua dan guru ngaji tentang kedisiplinan, jadi anak bisa disiplin, pengawasan dari kedua orang tua dan saudara (kakak) agar memonitoring untuk disiplin,  adanya suatu aturan-aturan agar berdisiplin. Faktor penghambat pola asuh orang tua dalam penerapan sikap disiplin siswa yaitu siswa kurang memperhatikan mengenai kedisiplinan, siswa kadang kurang mendengarkan nasehat orang tua, keluarga kurang harmonis, kurang memberikan arahan yang positif dalam perkembangan anak-anaknya.  

Lita Wulantika; Putri Sesah Nirmala Sari

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to determine the effect of teacher professional competence and learning environment on learning motivation during the Covid-19 pandemic. The method used in this study is an analytical approach, namely a quantitative approach and descriptive and verification methods. The samples used in this study were all students of class XII one of the Senior High Schools in the city of Bandung, so the number of samples used in this study were 123 samples. The analytical tools used in this study are multiple linear regression analysis, classical assumption testing, namely normality test, heteroscedasticity test, autocorrelation test, multicollinearity test, coefficient of determination analysis and hypothesis testing using the SPSS v25 a The results showed that the results of the T-Test of teachers' professional competence had a significant and significant effect on learning motivation, the learning environment had a significant and significant effect on learning motivation. In accordance with the results of the F test is a significant effect on learning motivation.

Syafaruddin Syafaruddin; Nurasia Natsir; Abdul Sahid; Andi Tungke Rusdi

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja tenaga kependidikan di UPT SMP Negeri 2 Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang dan untuk mengetahui Pengembangan Sumber daya manusia Tenaga kependidikan di UPT SMP Negeri 2 Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang.Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan (observation), wawancara (interview) dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan aplikasi NVIVO 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja tenaga kependidikan di UPT SMPN 2 Kulo Kabupaten Sidenrang Rappang menggunakan indikator menurut Stephen P. Robbins (2012) yaitu: kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektifitas dan kemandirian diketahui tingkat kualitas kerja, kuantitas kerja dan kemandirian kerja tenaga kependidikan sudah dapat dikatakan cukup memadai meskipun dalam pelaksanaannya masih perlu pengembangan sedangkan efektifitas kerja dan ketepatan waktu penyelesaian kerja belum dapat dikatakan memadai ini dikarenakan jumlah tenaga kependidikan yang masih minim. Pengembangan Sumber Daya Manusia tenaga kependidikan UPT SMPN 2 Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang menggunakan 2 tahapan yakni : langkah – langkah pengembangan sumber daya manusia tenaga kependidikan dan metode pengembangan sumber daya manusia tenaga kependidikan. Langkah – langkah pengembangan sumber daya manusia tenaga kependidikan meliputi: a. Menyusun program/merencanakan pengembangan, b. Penentuan sasaran, c. Penentuan kebutuhan, d. Penetapan program, e. Identifikasi prinsip belajar, f. Pelaksanakan program, dan g. Penilaian pelaksanaan program. Sedangkan metode pengembangan sumber daya manusia berupa : a. metode on the job dan b. metode off the job. Metode on the job meliputi : 1)rotasi jabatan, 2)pelatihan(training), 3)bimbingan/penyuluhan, 4)Latihan instruktur pekerjaan

Wahyuni

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Kenyataan yang terjadi pada Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Ngrayun Ponorogo yaitu siswa mengobrol bersama teman sebangkunya, siswa memainkan pensil yang diputar- putar dan sesekali menggambar di buku catatannya, maka sangatlah perlu dilakukan perubahan model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang berbasis sosial adalah model pembelajaran kooperatif Tipe TGT. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatife tipe TGT (Teams Games Tournament) dapat meningkatkan hasil belajar pada materi kedudukan warga negara dan penduduk Indonesia  di  SMA Negeri 1 Ngrayun Ponorogo ?” Rancangan penelitian yang akan dilakukan adalah menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Metode yang pengumpulan data melalui   tes, observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya adalah: setelah dilakukan tindakan dengan menerapkan  pembelajaran  kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament)  siswa Kelas X MIPA 1  SMA Negeri 1 Ngrayun Ponorogo  perubahan hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil belajarnya yang cenderung meningkat dan hasil observasi aktivitas siswa. Hal itu dapat dilihat dari hasil observasi bahwa aktivitas siswa pada siklus I sebesar 66.66%, sedangkan pada siklus II sebesar 82.5%. Dengan demikian, berarti pada siklus II hasil belajar siswa sudah meningkat dibanding dengan siklus I. Hal ini juda dibuktikan dengan perolehan hasil belajar siswa pada tes pra tindakan, siklus I dan siklus II. Nilai taraf keberhasilan mengalami perubahan yang cenderung meningkat dari 60.41 pada pra tindakan, meningkat 70.63 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 84.79 pada siklus II. Dengan demikian, penerapan  pembelajaran  kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament)  dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Matematika di  Kelas X MIPA 1  SMA Negeri 1 Ngrayun Ponorogo.

Khanifah Nurul Bahiyah; Mohammad Fatchurrohman

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan learning obstacles  siswa terkait materi bangun ruang sisi datar khususnya kubus dan balok, mendesain bahan ajar berbasis kemampuan pemahaman matematis pada materi bangun ruang sisi datar yang valid, dan untuk membuat rencana implementasi bahan ajar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII SMP. Kurangnya kemampuan pemahaman matematis siswa dilihat dari kesulitan yang dialami siswa saat mempelajari materi bangun ruang sisi datar yang disebut juga dengan hambatan belajar. Adapun salah satu cara mengatasi hambatan belajar tersebut adalah dengan menggunakan desain bahan ajar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah  39 siswa kelas VIII D SMP Negeri 2 Jamblang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan tes dan non tes. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 5 macam hambatan beajar siswa terkait kemampuan pemahaman matematis pada materi bangun ruang sisi datar. Validasi terhadap bahan ajar modul matematika dilakukan oleh lima ahli. Berdasarkan hasil validasi yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa bahan ajar modul dan rencana implementasi bahan ajar yang dibuat untuk memudahkan guru dalam mengimplementasikan bahan ajar yang didesain layak digunakan dalam proses pembelajaran.