Publication Search

80,260 articles from 776 journals · 2,111 citations tracked

Showing 241-260 of 265

Analytics

Y. Setyohadi Pratomo; Wahyu Wirasati

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembangunan desa wisata berbasis   unggulan   lokal dan   potensi sosial budaya di   Jawa Tengah   menjadi pilihan kebijakan strategis dalam   percepatan pembangunan desa dan mengatasi  masalahan  desa, terutama penanggulangan kemiskinan, kapasitas pelaku usaha dan  pengelola desa wisata. Penelitian  ini  bertujuan  menggambarkan tentang  potensi  dan masalah serta peluang pengembangan Desa Widarapayung Wetan di Kecamatan Binangun memiliki potensi beragam menjadi desa wisata, baik potensi bahari, seni budaya, kuliner desa dan pembelajaran bagi desa tangguh bencana. Perlunya ditingkatkan promosi dan kerjasama dengan pemangku kepentingan agar pengembangannya semakin menarik.

Suwarti; Dyah Palupiningtyas

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Development of Village Potential in tourism in Patemon Village, Gunungpati District, Semarang, as well as the implementation of community service by several lecturers who have knowledge and skills about tourism. This activity was in the form of socialization about the Potential of Tourism Village based on Ekowista and Guide. The main objective of this activity is to help the people of Patemon Village, Gunungpati District, Semarang City, in order to develop the potential of their village for tourism activities. As well as providing benefits in the form of Training and Skills related to the Tourism Sector based on the Tourism Law Number 10 of 2009 in Chapter I article 1. The method used is Participatory Action Research (PAR) Analyzing the potential of Tourism Villages, in collaboration with UPRRID KKN Students, village potential based on maps, thus the principle of developing village potential as a tourist destination location through FGD of Village potential for the development of Leading Ecotourism. With the principle of making tour packages by practicing Guide training, this is the concept of Tourism Promotion and its marketing

Alwi Sofyan; Fitrian Prila Wardani; Wina Agustina

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Desa Patimuan sebenarnya memiliki banyak potensi yang belum banyak diekspos oleh media secara maksimal. Salah satu potensi ekonomi yang ada di desa Patimuan dan menjadi andalan karena sudah dikenal oleh kalangan luas adalah pertanian jeruk. Kebun jeruk yang ada di di desa tersebut seluas 250 hektar. Potensi lain yang sebenarnya belum terekspos secara efektif adalah kebun sayur organik dan tanaman hias. Hal ini memang belum banyak mendapatkan perhatian dari kalangan umum. Selain itu, masih ada beberapa potensi desa yang lain yang seyogyanya dapat lebih ditingkatkan dengan adanya program pemberdayaan masyarakat. Menurut kepala desa Patimuan, Muttaqin. S.Pd.I, masyarakat di desa Patimuan masih harus meningkatkan kemampuannya dalam memaksimalkan potensi di desa ini. Sayangnya, masyarakat yang potensial tersebut masih ketinggalan dalam penguasaan dan pemanfaatan smartphone untuk online marketing. Setelah kami mengetahui kurangnya pengetahuan di bidang teknologi ini, maka kami menawarkan proposal PKM-M yang berjudul "Pengenalan online marketing melalui media smartphone di desa Patimuan, Kecamatan Patimuan Kabupaten Cilacap". Menurut kepala desa Patimuan, Muttaqin. S.Pd.I, masyarakat di desa Patimuan masih harus meningkatkan kemampuannya dalam memaksimalkan potensi di desa ini. Dengan terealisasinya proposal ini kami berharap besar akan adanya perubahan signifikan terhadap masyarakat Desa Patimuan dalam hal pengetahuan teknologi dan penggunaannya. Hal tersebut yang akan menjadikan Desa Patimuan dikenal sebagai desa model di kabupaten Cilacap yang berkecimpung dalam marketing online. Dan bukan hal yang mustahil, jika prosposal yang kami tawarkan ini bergerak maju sesuai yang diharapkan, nantinya Desa Patimuan akan menjadi desa percotohan dan teladan bagi desa lainnya.

Agung Pangarso

Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang 2020 Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Semarang

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor peningkatan nilai tambah desa wisata dalam usaha pengembangan ekonomi lokal di wilayah perdesaan. Studi dilakukan pada dua desa wisata di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yaitu Desa Lerep dan Tegalwaton. Kajian dilakukan terhadap empat strategi peningkatan nilai tambah dengan mengkaji praktek eksisting pada desa wisata dan mengidentifikasi potensi yang perlu didorong menuju terwujudnya peningkatan nilai tambah produk dan jasa. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara mendalam semi terstruktur dengan pelaku dan pemangku kepentingan. Hasil studi menunjukkan bahwa Desa Lerep telah melakukan praktek-praktek yang lebih baik dalam meningkatkan nilai tambah desa wisata dibandingkan Tegalwaton, terutama dalam meningkatkan akses pasar, struktur tata kelola, dan kemitraan. Kapasitas individu, komunitas, dan kelompok usaha maupun pemerintah desa yang lebih baik berpeluang besar meningkatkan nilai tambah. Temuan studi menunjukkan bahwa kemitraan atau kerjasama menjadi elemen kunci sebagai prasyarat peningkatan nilai tambah produk dan jasa. Kemitraan menjadi landasan untuk kerjasama bisnis maupun transfer pengetahuan sehingga komunitas dapat mendapatkan manfaat pengembangan ekonomi lokal.

Siti Rochmaedah

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Pemilihan jenis kontrasepsi pada wanita usia subur tergantung pada status kesehatan, efek samping potensial, konsekuensi kegagalan atau kehamilan yang tidak diinginkan (Darmawati, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pengetahuan dan sosial ekonomi dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang di Puskesmas Air Besar Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode accidental sampling dengan besar sampel 68 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan 0,05 dan diperoleh hasil penelitian yaitu ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (p= 0,000) dan ada hubungan sosial ekonomi dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (p= 0,000). Dari hasil tersebut dapat disarankan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan edukasi bagi calon maupun akseptor KB sehingga memperoleh informasi yang lebih menyeluruh tentang alat kontrasepsi khususnya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang.

Hakim, Luqman Al; Handayani, Sri; Santika, Ria; Melati, Nimas Ayu

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Perkembangan desa Plesungan dalam hal kepariwisataan, seni, dan budaya mendorong peningkatan sarana prasarana, pemberdayaan sumber daya manusia, dan explorasi sumber daya alam. Bidang kepariwisataan berupa sendang plesungan berkembang dengan baik seiring dengan peningkatan jumlah pengunjung sehingga meningkatkan income bagi desa plesungan. Dalam bidang seni dan budaya, beragamnya pertunjukan seni, berupa festifal sendang plesungan, padepokan lemah putih, reog, dan studio plesungan merupakan bentuk pelestarian dan pengembangan seni dan budaya lokal dan wujud regenerasi bagi generasi muda setempat. Peningkatan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan, seni dan budaya desa Plesungan bermanfaat untuk melestarikan eksistensi potensi lokal dan meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan meluas ke wisatawan mancanegara. Eksplorasi sumber daya alam untuk memperluas area kepariwisataan merupakan hal yang penting untuk mengembangkan potensi desa yang bermuara pada pemanfaatan secara optimal sumber daya alam untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa Plesungan.Peranan sumber daya manusia dalam pengembangan potensi desa Plesungan tidak terlepas dari kegiatan yang bersifat kreatif, inovatif, dan memiliki nilai promotif. Penggunaan bahasa yang santun, sopan, dan menggunakan tata nilai yang baik merupakan aktifitas yang bernilai promotif untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung di desa Plesungan. Kecakapan berbahasa daerah dan bahasa Indonesia menunjukkan sikap cinta tanah air dan melestarikan budaya lokal, namun ketrampilan berbahasa mancanegara, khususnya bahasa Inggris juga merupakan hal yang perlu diwujudkan untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Mewujudkan sumber daya manusia yang cakap dan terampil dalam berbahasa Inggris memerlukan langkah-langkah konkret, diantaranya adalah analisa kebutuhan bahasa Inggris untuk mengidentifikasi ragam bahasa Inggris yang diperlukan untuk menunjang kepariwisataan desa Plesungan. Respon positif dari masyarakat tentang kebutuhan bahasa Inggris wisatawan mancanegara perlu ditingkatkan sebagai upaya memfasilitasi kunjungan mereka.Hasil pengabdian ini adalah (1) diperolehnya ragam bahasa Inggris yang diperlukan bagi pelaku usaha wisata desa Plesungan, yaitu Pengenalan diri (Introducing myself); bertanya dan memberikan informasi (asking and giving information); menawarkan produk/cinderamata khas desa (offering local souvenirs), memberikan saran (giving suggestion); dan mengundang (invitation); (2) profil warga Plesungan bahwa 75% warga termasuk kategori usia produktif sehingga diharapkan dapat mengembangkan potensi kepariwisataan dan seni budaya lokal; dan (3) optimalisasi promosi desa berbasis digital melalui media sosial diperlukan baik dalam bentuk bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Sugiyarti, Sri Riris; wijayati, hasna

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Industri gitar di Desa Mancasan, Baki, Kabupaten Sukoharjo adalah salah satu sektor ekonomi yang memiliki potensi besar. Mayoritas pelaku industri adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Namun, produksinya telah menembus pasar ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana memberdayakan komunitas pengrajin gitar di Desa Mancasan, Baki, Kabupaten Sukoharjo menuju pasar global. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan objek penelitian adalah UMKM pengrajin gitar di Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo. Sumber data primer dan sekunder dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi dan analisis dokumen. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif untuk mendapatkan jawaban dari perumusan masalah. Hasil penelitian dipetakan ke dalam empat aspek, berupa : bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan, dan dilengkapi dengan strategi ekspor. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah memiliki peran dalam mengelola keempat aspek ini, walaupun belum maksimal. Peran terbesar pemerintah dalam pengembangan manusia terletak pada bimbingan teknis, sedangkan dalam aspek bina usaha dalam hal mendirikan badan usaha yang legal. Dalam strategi ekspor, hanya beberapa bisnis yang dapat menembus pasar ekspor. Sementara mayoritas UKM telah mencoba memperluas pasar ekspor tetapi masih dalam proses.

Roudlotun Ni’mah; Vesti Dwi Cahyaningrum; Farida Isroani

Jurnal DIKMAS 2020 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Gagasan dan realisasi kemandirian ekonomi nasional sampai kini masih jauh dari apa yang diharapkan. Indonesia sendiri terdiri atas kurang lebih 63 ribuan desa dengan sumber daya alam yang berlimpah dan beraneka ragam seperti pertambangan, pariwisata, kehutanan, pertanian, perkebunan dan sebagainya. Indonesia juga memiliki banyak sekali sumber daya manusia produktif yang tersebar di berbagai pelosok nusantara. Dari ribuan desa tersebut, tidak semua sumber daya yang ada terkelola dengan baik. Sedangkan untuk mencapai kemandirian ekonomi nasioal, harus dimulai dari peningkatan pembangunan ekonomi dan penguatan kemandirian ekonomi desa. Faktor yang mempengaruhi keterlambatan pembangunan ekonomi desa antara lain masyarakat kurang peka dalam menemukan potensi lokal dan masih lemahnya kemampuan pemberdayaan potensi lokal pendudukan khususnya di pedesaan. Sehingga, pendapatan warga yang minim menjadikan perekonominya bergantung pada bantuan dari pemerintah atau bantuan lainnya. Berangkat dari permasalahan di atas, maka diadakan program pelatihan dan pendampingan pembuatan kerajianan tas dari bahan plastik bekas, seperti bungkus kopi, bungkus sabun, bungkus snack, dan lainnya. Program ini diaksanakan sebagai upaya untuk menjawab permasalah terkait. Kegiatannya dimulai dari sosialisasi pada ibu-ibu tentang pengadaan kegiatan pelatihan kerajinan tas. Setelah dilaksanan pelatihan, diadakan lomba kerajinan sebagai tindak lanjut agar ketrampilan yang telah diperoleh diasah kembali oleh warga yang mengikuti pelatihan. Selanjutnya dibentuk kelompok usaha agar ketrampilan tersebut dapat terakomodasi dengan baik dan dapat meningkatkan kreativitas bersama. Adanya kegiatan tersebut, kedepannya diharapkan ketrampilan yang telah warga pelajari dapat ditularkan ke warga lainnya serta akan ada peningkatan kemandirian ekonomi desa.

Dewi, Septiana Novita; Haryanto, Aris Tri; Wariati, Ambar

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini merupakan pengabdian lanjutan dari proses pengabdian sebelumnyam bahwa di Kelurahan Desa Gebang memiliki potensi untuk ditingkatkan UMKM makanan ringan.  Dengan adanya peningkatan UMKM di Kelurahan Gebang, akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungannya. Akan tetapi dalam pemasaran produk UMKM masyarakat di Kelurahan Gebang belum diimbangi dengan adanya pemanfaatan alat tekhnologi, sehingga proses pemasaran belum optimal. Hal ini disebabkan karena rata-rata pelaku UMKM memiliki usia yang tidak muda lagi, sehingga perlu pendampingan yang lebih ekstra. Pada saat era milineal ini, semua disajikan secara praktis dan efisien yaitu dengan memanfaatkan tekhnologi informasi. Seperti pemasaran melalui akun facebook, Instagram, website, twitter dan lain-lain. Hal ini bertujuan bahwa dengan menggunakan tekhnologi informasi, semua informasi produk dapat tersampaikan secara luas, baik tingkat nasional maupun internasional. Permasalahan yang utama ketika UMKM tidak memanfaatkan tekhnologi informasi dengan baik adalah mereka hanya bisa menjual produknya secara lokal dan jenis-jenis produk yang dijual tidak tersampaikan secara luas. Dalam mensiatasi kompetensi bisnis di era digital diharapkan seluruh UMKM memahami dan menggunakan digital marketing dengan baik, agar mereka mampu bersaing dengan baik hingga mencapai keunggulan k;ompetitif lebih maksimal. Materi yang diberikan kepada UMKM di Kelurahan Desa Gebang adalah tujuh konsep pemasran ampuh dengan metode digital, diantaranya adalah Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), Pembuatan Konten, Mobile Marketing, Email Marketing, Affiliate Marketing, Pemasaran Media SosialUMKM, Digital Marketing, Kelurahan Gebang

Yuningsih, Neneng Yani; Saefulrahman, Iyep

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

In village development, the availability of accurate village profile data has an impact on its consistency policy direction.  However, there are some problems that are encountered to be able to update it including the quality of human resources, finance and infrastructure. Therefore, Community Service Program (PKM) activity is intended to provide knowledge about the importance of updating data in planning village development and helping the government update profile data and potential of their villages. The method used is training in updating basic data based on family data which is carried out by providing material and its implementation in the field. Community Service Program can be carried out according to the planned schedule, especially in the provision of training materials. Meanwhile, implementation of material in the training could not be carried out because it was constrained because lack of information technology. However, in general the Community Service Program in Neglasari Village was going well, marked by an increasing participant knowledge and an acceleration of online data updating assisted by students who were doing Community Service Program. Indirectly, this achievement at the same time show that the obstacles faced by Neglasari Village were not only on its human resources but rather on aspects of financial support and infrastructure. The actual presence from the government is needed to support the updating of the profile and potential data of this village because it is not only the village institution that requires it, but rather the central and regional governments.

Setiono, Dedi Nugraha; Fazri, Maulana; Koesparmadi, Koesparmadi

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2020 Institut Teknologi Indonesia

Obyek Kawasan Danau Cigaru merupakan tempat wisata yang berpotensi menjadi wisata unggulan di Kabupaten Tangerang.Namun keterbatasan modal yang dimiliki masyarakat lokal sebagai pengelolamenjadi salah satu faktor penghambat dalam mengembangkan obyek wisata tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuipotensi pengembangan objek wisata ini, mengetahui dampak perkembangan Obyek Wisata Danau Cigaru terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kampung Cigaru Desa Cisoka Kabupaten Tangerang, serta melakukan identifikasi kelayakan investasi agar dapat melibatkan swasta dan pemerintah untuk mengembangkan Objek Wisata Danau Cigaru Kabupaten Tangerang.Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan metode analisis skala likert, dan studi kelayakan investasi objek wisata tersebut.Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi lapangan.Hasil penelitian ini adalah Objek Wisata Danau Cigaru mempunyai potensi dari segi keindahan alamnya dan tempat-tempat untuk berfoto yang menarik bagi para pengunjung.Analisis kelayakan investasi menunjukkan dari 18 skenario hanya 4 skenario yang tidak layak untuk di investasikan yaitu pada skenario pesimis dengan nilai rendah dan sedang untuk jangka waktu investasi 12 dan 15 tahun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Objek Wisata Danau Cigaru berpotensi menjadi wisata unggulan di Kabupaten Tangerang dan objek wisata tersebut layak untuk ditingkatkan investasinyauntuk lebih meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan di Obyek Wisata Danau Cigaru agar menarik lebih banyak pengunjung. Kata Kunci : Objek Wisata, Deskriptif Kuantitatif, Skala Linkert, Kelayakan Investasi.

Idah Kusuma Dewi

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa Kwadungan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung dapat dilakukan dengan model pemberdayaan ekonomi pariwisata  berbasis masyarakat yang melibatkan kelompok wanita tani di daerah tersebut sebagai pelaku utama. Partisipasi aktif masyarakat dari kelompok wanita tani desa Kwadungan tersebut merupakan bentuk pemberdayaan sumber daya manusia lokal dalam upaya mengelola kegiatan ekonomi kepariwisataan pedesaan secara langsung. Oleh sebab itu,diperlukan informasi yang akurat untuk menjawab permasalahan pemberdayaan ekonomi pariwisata berbasis masyarakat pada kelompok wanita tani desa Kwadungan Kecamatan Ngadierjo Kabupaten Temanggung melalui Teknik FGD. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana pelaksanaan focus group discussion yang dilakukan pada kelompok wanita tani desa Kwadungan Temanggung sebagai upaya untuk mengetahui permasalahan dan mendapatkan informasi yang akurat guna mendukung pengambilan keputusan. Dari hasil FGD, keputusan disepakati bersama bahwa wujud kegiatannya berupa pelatihan membuat kue dan cemilan berbahan baku dari tanaman singkong dan ketela rambat yang dibudidayakan oleh kelompok wanita tani desa Kwadungan-Temanggung. Adanya pelatihan usaha olahan pangan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan dan ketrampilan  pada anggota  kelompok  wanita  tani  yang  signifikan  terhadap  upaya pengembangan potensi usaha ekonomi khususnya dalam rangka mendukung kepariwisataan di desa Kwadungan Kabupaten Temanggung.

Rahmad Purwanto W

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembangunan desa wisata berbasis   unggulan desa dan   talenta sosial budaya   telah ditetapkan menjadi   kebijakan strategis dalam   percepatan pembangunan desa dan mengatasi permasalahan pembangunan desa dan kawasan perdesaan. Empat desa di Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara mempunyai ungulan yang tidak terdapat di kawasan lain. Unggulan desa-desa tersebut adalah alam kepulauan, potensi wisata alam dan wisata bahari serta kekayaan laut Karimunjawa. Dari sisi tradisi dan potensi sosial budaya adalah beragam suku bangsa yang memiliki keunggulan budaya baik yang bersifat benda (bangunan rumah, lingkungan tempat tinggal) dan tak benda (mata pencaharian, tradisi, pencak silat, rebana, dongeng, tata karma, perilaku dan upacara tradisi masing-masing suku sangat kaya menjadi potensi wisayta budaya. Membangun kelembagaan BUMDEs, Pokdarwis dan sarana-prasarana pendukung bagi pengembangan lingkungan desa wisata. Hambatan dan tantangan pengembangan desa wisata diselesaikan dengan pengembangan kelembagaan menjadi komitmen dari perangkat daerah Kabupaten Jepara dapat bekerjasama dengan perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan dunia usaha.

Suksmawati, Herlina; Indriastuti, Yudiana

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Persaingan home industry produk Wingko Babat menuntut kelompok perempuan di Desa Baturono, Sukodadi, Kabupaten Lamongan mengembangkan cita rasa produk Wingko Babat dengan alternatif bahan dasar berbeda. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan dalam upaya inovasi perekonomian desa, perempuan desa Baturono menggunakan singkong sebagai bahan dasar Wingko Babat, sebagai upaya memanfaatkan komoditas desa tersebut. Disisi lain, mereka juga berani berupaya mengembangkan kreatifitas peningkatan rasa dengan variasi rasa yang dianggap akan dapat menarik konsumen segala usia, seperti halnya rasa durian, pandan, nangka dan strawberry sebagai bentuk inovasi terhadap olahan produk Wingko Babat. Selain itu, di era digital perempuan desa tidak hanya terbatas melakukan pekerjaan yang berorientasi pada produksi semata. Pelatihan pemanfaatan media online sebagai sarana promosi dan pemasaran layaknya industri produk makanan di perkotaan, diharapkan mampu mengembangkan usaha mereka dan memberikan pemasukan atau penghasilan keluarga.

Lailam, Tanto; Murti, Awang Daru; Yunita, Ani

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengembangan wisata budaya di Desa Wisata Tapak Tilas Sultan Agung dan Desa Wisata Songgo Langit ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini memfokuskan pada program Desa Mangunan Sebagai Wisata Desa Unggulan Yang Kompetitif dan Berbudaya. Tujuan program ini adalah menjadikan mitra sebagai model pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan masyarakat berkelanjutan melalui potensi desa wisata yang dipadukan dengan budaya. Program pengembangan yang dilakukan, meliputi: legalisasi perkumpulan dalam bentuk sanggar seni. Untuk melakukan legalisasi Sanggar Lestari Budaya dan Sanggar Ngesti Budoyo dibuatlah akta notaris agar dalam beraktivitas memiliki keabsahan dan dilindungi oleh Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Program lainnya adalah pelatihan inovasi pengembangan seni budaya, pemaketan wisata budaya.

Riyanto, Buddy

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh maraknya usaha wisata yang diinisiasi oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di desa Sidowayah, kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten yang memilki potensi wisata alam. Namun dalam perjalananya, upaya mempertahankan eksistensi dan pemasarannya justru menjadi beban tersendiri. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial dalam promosi wisata. Metode yang digunakan adalah melaksanakan focus group discussion yang diikuti para penggiat wisata desa dan pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi permasalahan serta menemukan alternatif solusi. Kesimpulannya adalah bahwa promosi melalui media sosial sudah dilakukan dengan baik oleh penggiat wisata, namun lebih efektif jika yang melakukan adalah para wisatawan yang puas menyebarluaskan pengalaman mereka dalam wisata di desa Sidowayah.Kata kunci: media sosial, promosi wisata, Sidowayah

Varren, Shantika Afny; Andraini, Fitika

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 ini mendasari adanya TAPMPR NO IX TAHUN 2001 pasal 5 huruf J mengakui dan menghormati hak masyarakat hukum adat dan keragaman budaya bangsa atas sumberdaya agraria dan sumber daya alam, sesuai dengan prinsip-prinsip Pembaruan agrarian dan pengelolaan sumber daya alam. Keberadaan  tanah timbul ini juga mengacu pada PP Nomor 16 tahun 2004 tentang penggunaan tanah. Melalui hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Aspek hukum Hak Penguasaan dan Pendaftaran Tanah Timbul sesuai dengan Pasal 33 ayat 3Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mendasari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Penggunaan Tanah, pada penjelasan Pasal 12, memberikan definisi Tanah timbul sebagai daratan yang terbentuk secara alami dan buatan karena proses sedimentasi sungai, danau, pantai dan atau pulau timbul, serta penguasaan tanahnya dikuasai Negara sebagai aturan yang terbaru maka hal ini pun berakibat pada kejelasan status tanah dan pendaftaran tanah timbul di BPN Kabupaten Tegal. Penguasaan Tanah timbul oleh masyarakat pesisir pada RW I RT 05 secara adat diakui oleh seluruh masyarakat desa Kramat yang lain. Disamping itu juga Pemerintah Desa mengakui tanah timbul tersebut dikuasai oleh masyarakat pesisir RW I RT 05 sesuai dengan letaknya.Penguasaan tanah timbul oleh masyarakat pesisir yang digunakan untuk pertanian melati melalui proses truka ( olah lahan ) belum optimal hal ini disebabkan keragu-raguan kejelasan  status lahan, walaupun secara hukum adat diakui, akan tetapi secara aspek hukum yang lain belum diakui baik yuridis maupun kebijakan pemerintah daerah. Maka dalam penguasaan Tanah Timbul oleh masyarakat pesisir perlu adanya pengakuan Hak penguasaan Tanah Timbul baik oleh Pemerintah desa, Pemerintah daerah maupun BPN. Faktor yang mendorong dilkukannya Pendaftaran tanah timbul oleh masyarakat pesisir yaitu dari aspek hukumnyaagar memperoleh kejelasan status lahan sehingga dalam pemanfaatannya masyarakat tidak ragu, ari aspek ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup dan dari aspek budayaagar tetap mempertahankan budaya culture cognitive (hukum adat). Agar keberadaan Tanah Timbul yang dikuasai masyarakat pesisir sesuai dengan yang diharapkan, yakni kejelasan status Tanah timbul sampai adanya Sertikat Hak Milik, maka perlu adanya kebijakan lokal dari pemerintah desa tentang penguasaan Tanah Timbul oleh masyarakat RW I RT 05 untuk pertanian melati sebagai potensi lokal dan keunggulaan komparatif kepada Pemerintah Daerah, dalam hal ini Komisi I DPRD terkait dengan bidang Hukum dan Pertanahan. Selanjutnya Pemerintah Daerah mengevaluasi tentang RTRW Pantura sebagai Kawasan Industri, terkait letak Tanah Timbul yang digunakan untuk potensi lokal sebagai keunggulan komparatif berada di wilayah Pantura. Pemerintah Daerah dalam hal ini DPRD Komisi I perlu memberikan ruang hijau dan kejelasan status lahan dengan prinsip -prinsip Reforma Agraria sesuai TAP MPR NO IX TAHUN 2001 sehingga ada keberlanjutan proses regulasi Pemerintah Daerah kepada Badan Pertanahan Nasional. Badan Pertanahan Nasional dalam menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Daerah terkait dengan RTRW dan Sertifikasi Tanah Timbul juga berpedoman pada PMA NO 14 TH 1961 Tentang Permintaan dan Pemberian Izin Pemindahan Hak atas Tanah dan PP NO. 24 TH 1997 tentangPendaftaran Tanah. Sehingga Aspek Hukum Penguasaan Tanah Timbul oleh Masyarakat pesisir untuk pertanian melati menjadi jelas sampai adanya Sertikat Hak Milik untuk pertanian bagi Masyarakat pesisir.

Fajar Suryatama; Pitaloka Dharma Ayu; Nurmiyati

Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang 2019 Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Semarang

Jumlah koperasi di Kabupaten Semarang semakin tahun semakin menurun. Kondisi tersebut disebabkan karena banyak koperasi yang tidak aktif, pada saat mendirikan koperasi cara pendirian dan perizinannya mudah, pola pikir tersebut  masih keliru, yaitu tidak berdasarkan atas kesadaran untuk berusaha tetapi hanya untuk memperoleh dana bantuan dari pemerintah dan mereka berfikir dengan menjadi anggota koperasi berarti mudah untuk mendapatkan pinjaman. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sumber data dan metode pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara observasi, pengamatan, wawancara dan FGD (focus Group Discussion). Proses pengumpulan data dan analisa data dilakukan secara bersamaan. Hasil penelitian yang paling utama adalah bagaimana merubah mindset pola pikir masyarakat tentang koperasi dari hanya untuk memperoleh dana bantuan dan kemudahan pendiriannya, menjadi mendirikan koperasi karena suatu kebutuhan untuk memperkuat dan memajukan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat desa melalui pemberdayaan masyarakat dalam memaksimalkan potensi desa wisata.

Unang Achlison

Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang 2019 Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Semarang

Setelah dilakukan penelitian pada KB dan TK Anak Cerdas di Kota Ungaran, diketahui ada kendala yang dimiliki oleh guru pengajar TK B dalam menyampaikan materi. Kendala yang dihadapi adalah anak-anak mudah jenuh dengan cara belajar konvensional yang digunakan guru ditambah belum adanya media pembelajaran di sekolah tersebut. Antisipasi kendala tersebut dengan menggunakan media pembelajaran yang mampu meningkatkan minat belajar anak dan dapat menghilangkan kejenuhan dari pembelajaran konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui cara dan manfaat dari Macromedia Director MX 2004 dalam dunia pendidikan. Metode yang dipakai metode Research and Development (penelitian dan pengembangan), diawali dari (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain media pembelajaran, (4) validasi media pembelajaran, (5) revisi media pembelajaran, (6) uji coba media pembelajaran, dan (7) penerapan. Materi pembelajaran menampilkan lima materi yang disertai lima soal dalam setiap materi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan telah layak dan memenuhi syarat untuk digunakan. Hal ini sesuai dengan validasi dari hasil uji coba terhadap 14 siswa di kelas Eagle dan Hawk, hasil menunjukkan bahwa siswa mampu memberikan jawaban 91,4% benar.

Itok Dwi Kurniawan, Yudi Ariana &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu faktor pemasukan bagi negaraterutama pemerintah daerah yang cukup potensial dan berkontribusi terhadappendapatan daerah. Objek PBB meliputi seluruh bumi dan bangunan yang berada dalamwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berdasar hal tersebut penelitian inidilakukan dengan menggunakan metode doktrinal dengan pendekatan yangdigunakanadalah Statute Approach dan Case Approach.Upaya yang dilakukan untukmeningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar PBB yakni dengan memberikanpenyuluhan kepada wajib pajak, dengan meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak,dengan memberikan penghargaan.Kata Kunci : Pajak Bumi dan Bangunan, Pembangunan, Warga Negara