Publication Search

80,260 articles from 776 journals · 2,111 citations tracked

Showing 241-260 of 286

Analytics

Immanuel Frizth R; Achmad Hidir

Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Pekanbaru is one of the rapidly growing urban areas in the modernization era. The shift in lifestyle in the modernization era does not only affect women but also men's lifestyles. Some of the lifestyles of men that have changed in the current era of modernization are the way they look fashionable, smell good, clean, which is usually only owned by women. Men with this lifestyle are known as Metrosexuals. This research was conducted at a beauty clinic in Pekanbaru. The purpose of this research is to find out the metrosexual lifestyle from the frontstage and backstage sides. There were 5 subjects in this study, namely men who did facial treatments. The author uses accidental sampling method. Data instruments are observation, in-depth interviews and documentation. From the results of this study it can be concluded that the lifestyle of metrosexuals varies according to their preferences in using time and their preferences.

Occi Mardila Purwanti; Sujianto Sujianto

Jurnal Relasi Publik 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This research is motivated by the delay in fund disbursement, the lack of performance of the implementers and socialization to the community is still not optimal. This research aims to find out the implementation of livable house rehabilitation activities in Pekanbaru City. This research uses a descriptive qualitative method, with data collection techniques of observation, interviews and documentation. This research uses the theory of Charles O. Jones in Siti Erna (2009) with three indicators, namely: organization, interpretation and application. Based on the results of the research, it can be concluded that the implementation of livable house rehabilitation activities has not run optimally. This is because there are still misunderstandings between parties due to lack of coordination, the performance of the implementers is still not optimal, lack of socialization and delays in disbursement of funds, and development exceeds the target time. Suggestions from this study are to improve coordination and cooperation between parties and carry out their duties properly, need to hold socialization again, additional funds and construction can be completed on time.  

Fitri Nabila; Anggi Rozma Yusmita; Aisyah Aulia Fajhriany; Febrina Dafit

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

The purpose of this observation activity is to see the development and application of basic literacy in elementary schools. In compiling this article, a pedescriptive type of research was carried out using a qualitative approach, to obtain an overview of the implementation of basic literacy in elementary schools. Based on the results of interviews conducted by group 6 with school principals, teachers and students at SDN 138 and SDN 190 Pekanbaru, regarding how the implementation of basic literacy is implemented in elementary schools and how programs are implemented to improve basic literacy in two schools, namely Public Elementary School 138 and Public Elementary School 193 Pekanbaru, found similarities and differences in the implementation of basic literacy in these two schools. As for the explanation of the stages of the school literacy movement, the first is the habituation stage. At this stage it can be done by getting used to reading for approximately 15 minutes before learning. To support this activity, of course, schools are expected to be able to provide books other than textbooks and other reading materials so that students are interested in reading. Second, is the development stage, which is the next stage after reading habits begin to form, the development of students' literacy skills can be carried out through various literacy activities.

Annisa Rahma Aulia; Anzelina Putri; Nila Alfiatunnikmah; Tenesya Dara Saski; Febrina Dafit

Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Referring to the Big Indonesian Dictionary (KBBI), Literacy is the ability to write and read. And based on the Regulation of the Minister of Education and Culture number 23 of 2015, the School Literacy Movement (GLS) strengthens the moral development movement. The School Literacy Movement (GLS), which has been launched by the government, aims to increase interest in reading and familiarize students with reading routines. This research was conducted by the author in order to find out how the process and implementation of literacy programs in several elementary schools in Pekanbaru City and Kampar Regency. Regarding the elementary schools that were used as research objects, namely SDN 024 Tarai Bangun, SDN 037 Karya Indah, SDN 017 Pandau Jaya, and SDIT Az-zuhra. Which of the literacy implementation programs that we observed included Reading-Writing Literacy, Numeracy. Science Literacy, Cultural and Citizenship Literacy, Financial Literacy, and Digital Literacy. By conducting interviews and observations as the method used. The results of this study are intended to add insight regarding the successful implementation of literacy programs, challenges and suggestions.  

Lili Masrima Yanti Daulay; Indah Gustina; Helena Okti Marito Hutasoit; Nita Safitri Br Sitorus; Febrina Dafit

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model penerapan pendidikan karakter gemar membaca melalui program literasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, dan guru. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan karakter gemar membaca melalui Program Literasi Sekolah di SDN 89 Pekanbaru, SDN 135 Pekanbaru, SDN 17 Pekanbaru, SDN 035 Taraibangun dilaksanakan melalui: 1) Fase pembiasaan yang meliputi pembiasaan membaca selama 10-15 menit dan kegiatan lain yang dapat membangun budaya literasi serta pengondisian lingkungan fisik ramah literasi; 2) Fase pengembangan yang meliputi pengembangan kemampuan literasi melalui berbagai kegiatan non akademis serta pengupayaan lingkungan sosial dan afektif sebagai model komunikasi dan interaksi literat; 3) Fase pembelajaran yang meliputi pelaksanaan pembelajaran menggunakan beragam strategi literasi dan pengupayaan sekolah sebagai lingkungan akademis yang literat melalui pengembangan keprofesian.

Fitra Adi Kusuma; Haviz Dazaqy; Rifal Martin; Robi Santika; Febrina Dafit

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Pembentukan Literasi Sekolah merupakan program penting yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memahami informasi dengan baik dan benar, menulis dengan baik dan benar, berpikir kritis, dan berbicara dengan baik dan benar. Khususnya di SD MIN 3 Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pentingnya keterampilan literasi bagi siswa dan juga membantu sekolah dalam membuat program literasi. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif melalui pengamatan terhadap sumber data berupa hasil lisan atau tulisan. Data penelitian ini langsung di dapatkan langsung untuk mengetahui bagaimana membentuk literasi seluruh siswa dengan membentuk program literasi Di SD MIN 3 Pekanbaru Provinsi Riau. Data penelitian ini melibatkan guru/walikelas dan seluruh tingkatan kelas. Pembentukan literasi di SD juga dapat membantu anak-anak dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Oleh karena itu, pembentukan literasi di SD harus dilakukan dengan langkah-langkah yang sistematis dan terencana. Menyediakan bahan bacaan yang berkualitas, melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran, menjalin kerjasama dengan perpustakaan, menggunakan metode pembelajaran yang menarik, dan mengadakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan literasi adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam pembentukan literasi di SD. Dengan pembentukan literasi yang baik, anak-anak dapat memahami informasi dengan baik dan benar, menulis dengan baik dan benar, berpikir kritis, dan berbicara dengan baik dan benar.  

Muhammad Iqroq Kabari; Reka Miftahul Hayati; Sri Wahyu Ningsih; Zidan Dika Dafara; Febrina Dafit

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Palan

The development of cultural literacy and citizenship is an important aspect of primary education. This study aims to analyze different approaches to developing cultural literacy and citizenship in four elementary schools located in Pekanbaru. The four schools included in this research are SDN 182, SDN 195, SDN 21, and SDN 180. This research utilizes a qualitative descriptive approach by analyzing data from field observations, interviews with teachers and students, and documentary studies. The findings of the study indicate that these four schools have different approaches to developing cultural literacy and citizenship. SDN 182 adopts a habituation approach by teaching students to sing the national anthem before starting Civic Education lessons and involving them in community service activities. SDN 195 implements a developmental approach by requiring students to serve as flag ceremony officials, memorize the UUD 1945 (Constitution of the Republic of Indonesia), and understand Pancasila (the foundational philosophy of Indonesia). SDN 21 employs a developmental approach to literacy through extracurricular programs held on Saturdays, introducing Indonesian cultures to students. SDN 180 encompasses various aspects, including flag ceremonies, cultural introductions, and organizing dance extracurricular activities. This research provides a deeper understanding of the diverse approaches that can be employed to develop cultural literacy and citizenship in elementary schools. The findings serve as a foundation for schools and relevant stakeholders in designing effective and student-centered learning programs. Additionally, this study offers inspiration for the development of cultural literacy and citizenship at higher levels of education.

Lilis Guswantina; Ritiya Ventari; Siti Sopia Nasution; Siti Yasmida; Febrina Dafit5

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Pelaksanaan Program Literasi di Sekolah Dasar Negeri 74 Pekanbaru. Maraknya Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang digalakkan pemerintah saat ini bisa diperuntukan dapat menarik minat untuk melakukan penelitian tentang pelaksanaan program literasi di Sekolah Dasar Negeri 74 Pekanbaru pada tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proses pengembangan program literasi yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 74 Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa program literasi yang diterapkan di Sekolah Dasar Negeri 74 Pekanbaru berdasarkan waktu pelaksanaannya yaitu dilakukan hari senin sampai dengan hari kamis yang dilakukan oleh peserta didik dan kegiatan ini berlangsung dengan membaca senyap selama 15 menit sebelum melakukan pembelajaran. Febrina Dafit, S.Pd.,M.Pd

Patmawati Patmawati; Ririza Maulina; Riska Aktaviana; Sandika Wena; Febrina Dafit

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program literasi yang dilakukan di empat sekolah dasar di Riau. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen terkait program literasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi di keempat sekolah tersebut memberikan dampak positif pada perkembangan literasi siswa. Guru-guru terlibat aktif dalam mengembangkan keterampilan membaca, menulis, dan berbicara siswa. Mereka menggunakan metode pengajaran yang beragam, termasuk pembacaan bersama, diskusi kelompok, dan proyek kolaboratif untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa. Dalam hal literasi digital, sekolah-sekolah memanfaatkan teknologi dengan bijak sebagai alat pembelajaran. Siswa diberi kesempatan untuk menggunakan perangkat digital dan akses ke sumber daya online yang relevan untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman mereka.Dalam rangkaian kegiatan literasi yang dilakukan, siswa juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kepercayaan diri. Mereka diajak untuk berpikir secara mendalam tentang isi bacaan, mengajukan pertanyaan, mengemukakan pendapat, dan menghasilkan karya-karya kreatif.Kesimpulannya, program literasi di keempat SD yang diteliti berhasil memberikan manfaat kepada siswa dalam berbagai aspek literasi, seperti literasi baca-tulis, numerasi, sains, digital, budaya-kewargaan dan finansial. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh sekolah membantu meningkatkan keterampilan dan pemahaman siswa dalam bidang-bidang tersebut. Kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan pihak terkait lainnya merupakan faktor penting dalam keberhasilan program literasi.  

Fiko Fernando; Khairul Amri

Jurnal Relasi Publik 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The background of this research is that some micro business actors have been out of business due to the pandemic, and only a small number of micro business actors have been empowered by the Pekanbaru City Cooperatives (diskop) and UMKM Office. This study aims to: (1) find out how the empowerment of micro-enterprises by Diskop and UMKM in Pekanbaru City; and (2) knowing the factors that influence the empowerment of micro business actors by Pekanbaru's Diskop and UMKM. This type of research is qualitative research. There were six informants in this study, and one key informant. The results of this study are: (1) the empowerment of micro-entrepreneurs by the Diskop and UMKM in Pekanbaru City has fulfilled the aspects of good empowerment, because there are already aspects of enabling, empowering, and protecting. The enabling aspect is known from the efforts to collect data on the potential of micro-entrepreneurs. Then the empowering aspect is known from the activities of forming business partnerships, empowering business institutions, coordinating and synchronizing micro business actors with regional stakeholders. Meanwhile, the aspect of protecting is protecting micro-enterprises from adverse events resulting from medium and large business actors through legal protection and advocacy assistance; (2) the empowerment of micro business actors by the Diskop and UMKM in Pekanbaru City is known from two factors, namely internal factors and external factors. Internal factors are factors originating from the Pekanbaru City Diskop and UMKM, such as the limited budget for empowering micro-entrepreneurs. External factors are related to micro business actors, such as the desire to be empowered but not empowered by the Office. In addition, there are some micro business actors who do not support empowerment activities carried out by the office, because they are considered to be less needed by micro business actors. The research suggestions are: (1) micro-entrepreneurs should be given socialization regarding the importance of participating in various empowerment programs by the Pekanbaru City Diskop and UMKM; (2) the importance of increasing the implementation budget for various micro business empowerment activities so that many micro business units can be empowered.

Fatmawati Fatmawati; Hilda Andini Mandasari; Junia Amalia; Syarah Rama Syahfitri; Febrina Dafit

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Gerakan Literasi sekolah (GLS) yang sedang dijalankan oleh pemerintah dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan minat baca dan membiasakan siswa untuk membaca buku walau hanya selembar. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana implementasi program-program literasi di beberapa SD yang berada di kota Pekanbaru dan kabupaten Kampar. Adapun SD yang dijadikan sebagai objek penelitian yaitu SDN 42 Pekanbaru, SDN 21 Pekanbaru, sdn 024 Tarai Bangun, dan SDN 017 Pandau Jaya yang meliputi beberapa literasi seperti literasi baca-tulis, literasi sains, numerasi, literasi finansial, literasi digital, dan literasi budaya-kewargaan. Metode yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini berguna untuk menambah wawasan mengenai keberhasilan pelaksanaan program literasi, tantangan yang dihadapi maupun saran demi pelaksanaan yang baik.

Mutia Amanda; Vina Yunita; Violandari Violandari; Yulianti Yulianti; Febrina Dafit

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to analyse the implementation of literacy programs in three primary schools, namely SDN 8 Bandar Laksamana, SDN 14 Teluk Mesjid and SDN 92 Pekanbaru. The research method used was observation and document analysis of literacy activities conducted by these schools. The results show that the three schools have implemented various types of literacy, such as literacy in reading and writing, digital literacy, science literacy, financial literacy, numeracy literacy and cultural-civic literacy. Through habituation, development and learning, students are given the opportunity to develop literacy skills holistically. Keywords relevant to this study are literacy, literacy program, primary school, observation, document analysis. This study shows that the successful implementation of literacy programs is supported by the commitment and efforts of schools in providing varied literacy experiences and actively involving students. The literacy programs help students improve their skills in reading, writing, using digital technology, understanding science, managing finances, understanding mathematics, and appreciating culture and citizenship. The findings provide important insights for educators and policy makers in improving the quality of basic education and students' literacy development.

Desri Elvia Yani; Faridatul Hamdiah; Wanda Asizah; Zaki Triadi Putra; Febrina Dafit

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Pogram literasi yang dilaksanakan oleh sekolah mampu untuk meningkatkan minat literasi belajar siswa. Terutama di Kelas IV SDN 020 Pekanbaru, Riau. Sekolah menetapkan program – program literasi yang harus dilaksanakan oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan meningkatnya minat belajar siswa dari dilaksanakannya program – program yang telah ditetapkan oleh sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan Guru Wali Kelas IV. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitan menunjukkan program yang sudah dilaksanakan mampu meningkatkan minat literasi siswa karena guru wali kelas menggunakan cara – cara yang unik dan sederhana. Upaya untuk mengoptimalisasikan program literasi ini melibatkan orang tua untuk menyokong dan memfasilitasi program literasi ini. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang meningkatkan literasi siswa melalui program yang ditetapkan oleh sekolah dan menjadikan evaluasi bagi sekolah untuk memaksimalkan kekurangan yang terjadi pada program tersebut

Rezha Marlina; Rani Oktaviani; Septia Kamala; Seri Winda Ningsih; Febrina Dafit

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hal yang paling mendasar dalam praktik literasi adalah kegiatan membaca. Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari berbagai hal lainnya. Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik. Melalui membaca peserta didik dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi dunia yang bermanfaat bagi kehidupannya. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Islam Terpadu Abu Bakar Ash-Shiddiq. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bertujuan untuk Menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah, Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat. Pelaksanaan GLS berupa tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran.  

Wina Monalisa; Budi Prabowo

Jurnal Akuntan Publik 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

In the era of the development of science and technology and the high level of competition in the business world is a challenge that must be faced by all parties, especially in Micro, Small and medium enterprises (MSMEs). Tampan District is one of the sub-districts in Pekanbaru City, Riau Province which is located about 10 kilometers from the center of Pekanbaru City. Many micro, small and medium enterprises (MSMEs) in Tampan, Pekanbaru have adopted technology such as the implementation of a digital cashier system to assist in managing sales transactions. The purpose of this study is to find out what digital cashier applications are predominantly used by MSME players and how influential they are for optimizing financial records. MSME players and how influential it is for optimizing financial records. The method used in this study is a qualitative method, with observational data collection techniques on MSMEs in Handsome District, Pekanbaru.

Wina Monalisa; Budi Prabowo

Jurnal Kendali Akuntansi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

In the era of the development of science and technology and the high level of competition in the business world is a challenge that must be faced by all parties, especially in Micro, Small and medium enterprises (MSMEs). Tampan District is one of the sub-districts in Pekanbaru City, Riau Province which is located about 10 kilometers from the center of Pekanbaru City. Many micro, small and medium enterprises (MSMEs) in Tampan, Pekanbaru have adopted technology such as the implementation of a digital cashier system to assist in managing sales transactions. The purpose of this study is to find out what digital cashier applications are predominantly used by MSME players and how influential they are for optimizing financial records. MSME players and how influential it is for optimizing financial records. The method used in this study is a qualitative method, with observational data collection techniques on MSMEs in Handsome District, Pekanbaru.

Ermayanti Ermayanti; Achmad Hidir

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

This research was conducted on fruit traders at Ms. Puan’s Morning Market, Pekanbaru citywith the aim of knowing how the social capital of fruit traders at Ms. Puan’s Morning Market, Pekanbaru city.This research was conducted on fruit traders at the Ms. Puan morning market in Pekanbaru City with the aim of knowing how the social capital of fruit traders is.this study uses a descriptive qualitative research method. Research subjects in this study amounted to 5 (five) informants. The technique of determining informants, namely by using purposive sampling technique is to take subjects by specifying special characteristics with the aim of research that is expected to be able to answer research problems. In collecting data researchers used observation techniques, interviews, and documentation. The theory is the theory of social capital put forward by Jhon Field which consists of social networks, beliefs, and norms. The results of this study are that social capital is very important in running a business and the smooth running of fruit business at Ms. Puan morning market pekanbaru city, such as a network that can help or facilitate the smooth running of their business. Trust that makkes it easier for them to sell fruit, with social capital such as a network of trust and norms, fruit sellers can maintain fruit and make their business easier because managing a business is carried out jointly and sense of trust is established. Social norms that are intertwined becomen a benchmark and make them more focused

Ikhlas Alzaref; Febri Yuliani

Jurnal Media Administrasi 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

The Mobile Community Oke Service Program (LOMAK) is an innovation from the Rumbai District Head in the field of public services which aims to make it easier for people in Rumbai District to get various public services. The LOMAK program itself is a form of integrated sub-district administrative service (PATEN) which is deployed to serve administration in the middle of community settlements or can be said to be an integrated sub-district administrative service around. However, in its implementation the LOMAK Program did not run well. In 4 years the LOMAK Program was only implemented 3 times, while the LOMAK Program should have been implemented once a month. This research aims to evaluate the Mobile Community OK Service Program and the factors that hinder its implementation. The research method used is a descriptive qualitative method and uses policy evaluation theory according to William N. Dunn which consists of several indicators, namely effectiveness, efficiency, adequacy, alignment, responsiveness and accuracy. The results of this research are that the LOMAK Program is a very good program. Of the 6 indicators above, only 1 indicator was not met, namely efficiency in terms of time. The inhibiting factors in implementing the LOMAK Program are natural disasters and the managerial abilities of implementers. Researchers provide suggestions so that implementers can find a backup plan in the event of a natural disaster and increase outreach so that the LOMAK Program can reach all levels of society.

Amartya Auspicy; Chairunissa; Silvia Salsabila; Trie Khairunnisa M

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi pengembangan promosi perpustakaan Cahaya Aksara SMA N 5 Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini ialah siswa mengetahui informasi mengenai instagram perpustakaan cahaya aksara melalui guru , siswa  merasa pemenuhan informasi yang dibutuhkan sudah cukup baik.                                                  Konten instagram perpustakaan cahaya aksara membuat siswa dan siswi tertarik mengunjungi perpustakaan dan meminjam buku. Informasi yang diunggah beragam, diantaranya pelatihan penulisan, kunjungan dari berbagai sekolah dan instansi serta studi banding, MoU, kegiatan perlombaan, workshop, qhatam qur’an, serah terima mahasiswa PLP dari berbagai universitas di Pekanbaru, festival pelajar, penyerahan pemenang lomba pojok baca, pembagian buku paket, memperingati hari hari besar, pergelaran seni siswa, pengembalian buku paket, sumbangan buku oleh Tiong Ha, kegiatan pembelajaran, rapat dinas SMAN 5 Pekanbaru dan lainnya.  

Khairun Nisa; Indrawati Indrawati

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Penelitian ini dilakukan di Pasar Uka kelurahan Air Putih Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru Provinsi Riau dengan tujuan untuk mengetahui : 1) Bagaimana profil pedagang pakaian bekas, serta 2) Bagaimana strategi pedagang pakaian bekas untuk mengatasi persoalan yang dihadapi oleh usahanya. Penelitian ini menggunakan penelitian pendekatan metode kualitatif secara  deskriptif dengan mengambil 5 subjek utama 2 informan triangulasi dan 2 subjek kunci (Key informan). Serta penentuan informasi ini menggunakan teknik Purposive Sampling  dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori Strategi Bertahan Hidup Edi Suharto. Hasil analisis dari penelitian ini  yang Pertama,  aspek yang menjadi pedagang pakaian bekas adalah masih mudahnya untuk mendapatkan pakaian bekas dari kota-kota lain yang banyak pemasoknya dan Mendapatkan keuntungan  dengan  modal tidak terlalu banyak. Para peminat  pakaian bekas ini selalu ada, Pedagang selalu menjual dengan melihat merk dan  model.  Kedua, Kendala yang sering dihadapi oleh pedagang adalah izin pemerintah tentang adanya larang impor pakaian bekas dan para pedagang juga sering mendapatkan pakaian bekas yang tidak bagus. Ketiga, Strategi yang dilakukan pedagang adalah Strategi aktif dengan cara mempertahankan potensi yang seperti memanfaatkan anggota keluarga, selektif dalam berjualan dan menambah barang dagangan. Serta, strategi pasif menghemat pengeluaran ekonomi dengan cara mampu memilih harga pakaian yang tinggi untuk menciptakan pendapatan tinggi dan menabung hasil dagangan, dan strategi jaringan dengan cara harus menjalin hubungan yang baik dengan pihak agen dan pembeli untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.