Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 241-255 of 255

Analytics

Pritiani Pritiani; Silvester Adinuhgra; Romanus Romas; Titi Christiana

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

This study aims to find out how the people’s participation  in following the deepening of Scriptures in the Parish of Saints Peter and Paul Ampah.   This research is based on the phenomenon that occurs in the field that the deepening activities of Scripture are still less desirable to the people. The involvement of people in participating in the deepening activities of Scripture in Santo Petrus and Paulus Ampah Parish is still lacking, both before the Covid-19 pandemic and during the current Covid-19 pandemic. The  type  of  research  used  in  this  research  is  descriptive  qualitative research. This research was conducted on May at the parish of Saints Peter and Paul Ampah in particular in four neighborhoods: the neighborhood of Saint Sicily, the neighborhood  of Santa  Maria,  the  neighborhood  of Saint  Joseph  and  the neighborhood of Saint Francis. The informants are 14 people consisting of   1 Parish Priest, 3 Catechists, 4 environmental chairmen and 6 parishioners. Data Collection techniques through observation, interviews and documentation. The data analysis techniques used  is the model of Miles and Huberman wich consist of three stages, data reduction, data presentation and conclusion drawing.

Mikha Arya Dhana; Timotius Tote Jelahu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi  ini  memiliki  tujuan  untuk  menjelaskan  tanggung  jawab  Gereja sebagai   organisasi   cinta   kasih   dalam   mengentaskan   kemiskinan.   Kemiskinan perlu  dituntaskan  sebab  kemiskinan  memiliki  dampak  negatif  terhadap  kualitas hidup  dan  perkembangan  sumber  daya  umat.  Jika  kemiskinan  dituntaskan  maka akan  sangat   membantu   masyarakat   miskin   yang  terkait.  Namun,  kemiskinan sulit   untuk   diselesaikan.   Karena   itu,   Gereja   perlu   membantu   menyelesaikan masalah  kemiskinan  masyarakat,  sekalian  juga  mewartakan  kerajaan  Allah. Penelitian  ini  menggunakan  studi  Pustaka.   Penelitian  ini  dilaksanakan dengan  mengumpulkan  sumber-sumber  yang  berkatian  dengan  tanggung  jawab Gereja  dan  masalah  kesejahteraan,  serta  mengumpulkan  beberapa  teori   yang relevan untuk penelitian ini. Setiap teori yang dipilih adalah relevan dan dapat menjawab   persoalan-persoalan   berkaitan   dengan   tanggung   jawab   Gereja   dan masalah   kesejahteraan.   Dari   semua   teori   yang   dikumpulkan   lalu   penulis mengambil  simpulan. Gereja memang memiliki dasar-dasar tanggung jawab untuk membantu mengentaskan  kemiskinan  tanpa  memandang  etnis  ataupun  agama.  Dasar-dasar untuk  membantu  mengentaskan  kemiskinan  dapat  ditemukan  baik  dalam  Kitab Suci,     Dokumen     Gereja     maupun     Katekismus     Gereja     Katolik.     Gereja mengentaskan  masalah  kemiskinan  agar  masyarakat  memiliki  hidup  yang  lebih baik.   Jika   masyarakat   sejahtera,   maka   sumber   daya   manusia   yang   dimiliki masyarakat  akan  turut  meningkat,  menyebabkan  daya  saing  ekonomi  maysarakat juga   turut   meningkat.   Selain   pengentasan   kemiskinan   ini   menguntungkan masyarakat  yang  dibantu,  juga  menguntungkan  Gereja  selaku  organisasi  cinta kasih   yang  ingin  menghadirkan  kerajaan  Allah  dan  mewartakan  cinta  kasih Allah  di  tengah  dunia.

Arief Fahmi Lubis

Jurnal Media Administrasi 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Additional criminal threats added on top of the main criminal sanctions aim to prevent military members from committing violations. The aim of this research shows that to maintain discipline, the application of additional punishment must remain based on the principles of law and justice. Qualitative research uses a descriptive approach to collect data systematically, factually, and quickly according to the description at the time of the research. The results of this research show that this additional penalty is expected to provide a stronger incentive for military members to comply with established ethics and regulations, maintain military integrity and efficiency, and improve the public's image and trust in military institutions.

Ferdinand Sitinjak; Tonahati Tonahati; Nathan Houn

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2020 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Masalah lingkungan hidup merupakan masalah yang dihadapi oleh dunia saat ini, apakah itu pencemaran air, sampah ataupun udara, semuanya itu sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Ketika Allah menciptakan langit, bumi dan manusia serta segala isinya, Ia berkata, “sungguh amat baik.” Kemudian Allah berhenti pada hari yang ke-tujuh dan memberkati hari perhentian-Nya tetapi belum ada semak apapun di bumi, sebab Allah belum menurunkan hujan dan belum ada manusia untuk mengusahakan tanah itu. Selanjutnya Allah membuat taman Eden dan menempatkan manusia yaitu Adam yang dibentuk-Nya dari tanah. Kepada Adam Dia memberi perintah untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Dalam perjalanan kehidupan Adam, Allah memberikan kepadanya Hawa, yang diciptakan-Nya untuk menjadi  penolong yang sepadan bagi  Adam dalam tugas memelihara dan mengusahakan taman itu. Tetapi oleh karena dosa, mereka mengabaikan perintah Tuhan ini bahkan mengksplorasi untuk  mengambil manfaat dari bumi diatas maupun isi yang didalamnya untuk perkembangan kehidupan dan kreasi pikiran manusia. Dituliskan didalam kitab Kejadian 4:21-22 tentang keturunan Adam yang mulai mengeksplorasi bumi untuk mengambil mineral dari dalamnya, “Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling. Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi.”  Dosa telah membuat hati manusia mengeras sehingga muncul sifat egoistik untuk memuaskan dirinya sendiri dengan menjarah bumi dengan segala isinya. Sehingga benar apa yang dituliskan dalam kitab Yesaya 24:4-6 .. “Bumi berkabung dan layu, ya, dunia merana dan layu, langit dan bumi merana bersama. Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, merubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi. Sebab itu sumpah serapah akan memakan bumi dan penduduknya akan mendapat hukuman; sebab itu penduduk bumi akan hangus lenyap

Harry Stefanus; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria Ekasari Wahyuningrum

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi  ini  bertujuan  untuk  melihat  pentingnya  pendampingan  pastoral bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, dan mengetahui model pendampingan pastoral yang perlu diterapkan. Hal ini didasarkan pada sulitnya penerimaan oleh orang tua terhadap hadirnya Anak Berkebutuhan Khusus dalam rumah tangga mereka. Tulisan ini dikaji dengan menggunakan metode kepustakaan. Dengan bersumber pada buku, jurnal, kitab suci, dan dokumen Gereja, data siswa yang diambil dari salah satu sekolah luar biasa dan sumber lainnya yang mendukung penulisan ini. Berdasarkan hasil kajian penulis, disimpulkan bahwa peranan pendampingan pastoral terhadap orangtua anak berkebutuhan khusus sangat besar. Dengan pelayanan pastoral para orang tua mampu untuk menerima Anak Berkebutuhan Khusus dalam rumah tangga mereka. Pendampingan pastoral untuk orang tua dari Anak Berkebutuhan Khusus diharapkan menjadi tanggung jawab Gereja karena salah satu dari seluruh anggota Gereja ialah keluarga yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus. Pendampingan pastoral ini diharapkan mampu memberi   penguatan   kepada   orang   tua   serta   keluarga   dalam   merawat, membimbing, menuntun serta memenuhi keperluan Anak Berkebutuhan Khusus

Rikardus Jehaut

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Artikel ini bertujuan untuk membedah disiplin Gereja menyangkut larangan untuk menerima komuni kudus bagi yang bercerai dan menikah lagi dalam terang Kitab Hukum Kanonik dan beberapa penegasan Magisterium. Dengan menggunakan analisis kritis atas berbagai dokumen resmi Gereja, ditemukan bahwa larangan tersebut didasarkan atas pertimbangan bahwa menikah lagi selagi masih terdapat ikatan yang valid dipandang sebagai sebuah dosa berat. Terdapat kontradiksi objektif antara sakramen persekutuan Kristus Sang Mempelai dengan Gereja, yang terpenuhi dalam Ekaristi, dan ketidaksetiaan orang yang bercerai yang hidup bersama yang lain kendati sadar akan ikatan perkawinan sebelumnya. Harus dicatat bahwa norma ini sama sekali bukan sebuah hukuman atau diskriminasi terhadap yang bercerai dan menikah lagi, namun lebih mengekspresikan situasi objektif yang dalam dirinya sendiri menghalanginya untuk menerima komuni kudus. Di lain pihak, mengingat bahwa mereka yang bercerai dan menikah lagi tidak dipisahkan dari Gereja melainkan tetap menjadi anggota Gereja, para gembala harus memperhatikan kebutuhan pastoral mereka dengan menerapkan berbagai solusi pastoral yang sesuai yang disediakan oleh Hukum Gereja dan praksis yang diakui oleh Gereja untuk forum internal.

Arta Veronika Naibaho; Fati Invokavit Telaumbanua

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2020 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Kebudayaan merupakan sistem yang tidak terlepas dari kehidupan manusia. Keberadaannya menentukan sikap yang harus diambil oleh individu dan komunitas dalam berelasi dan berinteraksi. Kitab Suci Alkitab menjelaskan bahwa, kebudayaan manusia mulai terbentuk sejak penciptaan. Penciptaan dimulai tentang apa yang Allah karyakan sedangkan kebudayaan adalah tentang apa yang manusia mulai karyakan. Namun, Alkitab juga secara jujur menjelaskan bahwa sifat dari kebudayaan manusia itu telah menjadi rusak akibat dosa, sejak kejatuhan manusia pertama Adam dan Hawa yang memilih untuk tidak taat kepada Allah. Allah menjadikan manusia berakal budi dan istimewa dari segala ciptaan yang ada, dengan maksud untuk memuliakan Dia, namun yang terjadi justru sebaliknya, akal budi menjadi tercemar oleh dosa, sehingga secara tidak sadar segala hasil asah dan karyanya telah berorientasi pada pengagungan dan pemuliaan diri manusia itu sendiri. Dalam konteks memahami kebudayaan honor and shame yang tumbuh dan hidup di tengah-tengah kehidupan orang percaya, maka dirasa perlu tindakan meninjau secara benar dan tepat berdasarkan pandangan Alkitab dalam menyikapi kebudayaan ini. dengan memahami tipologi budaya honor and shame, maka dapat membantu melihat peluang yang tepat agar umat Allah memahami dengan baik dan benar bagaimana budaya dan worldview semestinya dibentuk melalui perspektif dan pemahaman akan Firman Tuhan.

Ferry Hartono

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Masalah makanan haram dan halal merupakan perkara besar dalam Kitab Suci, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Tokoh-tokoh dalam Kitab Makabe seperti Eleazar serta seorang ibu dengan anak-anaknya lebih rela mati daripada harus makan makanan haram. Meskipun secara mengejutkan tidak banyak dibahas dalam Perjanjian Baru, tema haram dan halal ini pun disinggung dalam situasi yang serius dan dengan pernyataan- pernyataan yang mutlak, baik dari Yesus sendiri maupun dari para rasul. Injil Markus secara spesifik juga membahas soal ini dalam pasal 7. Pembahasan Markus ini, selain mencatat salah satu pernyataan doktriner Yesus yang paling mutlak, menyumbangkan pula alasan-alasan teologis dan praktis yang matang. Haram dan halal menurut Yesus dalam Injil Markus dikembalikan kepada maksud dan tujuannya yang hakiki, yang tidak pernah hanya soal fisik, melainkan memiliki nilai teologis yang intrinsik. Kutipan dari Kitab Yesaya dalam perikop ini menjadi kunci utama untuk memahami dimensi teologis yang mendasari ajaran Yesus mengenai haram dan halal. Rupanya nilai terhakiki dari dimensi teologis ajaran Yesus tentang kemurnian itu terletak pada universalitasnya. Untuk pembahasan kali ini, saya tetap memilih metode analisis naratif dengan fokus pada analisis karakter berdasarkan interaksi mereka dalam percakapan.

Ferry Hartono

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2019 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Upaya menemukan teologi biblis yang relevan dengan zaman ini sangat penting. Studi tentang karakter-karakter dalam Mrk 4:35–8:30 ini merupakan salah satu upaya tersebut. Analisis naratif dalam studi Kitab Suci, dengan fokus pada analisis karakter, tidak sulit untuk diarahkan pada refleksi teologis yang relevan. Proses identifikasi pembaca dengan tokoh- tokoh dalam Kitab Suci pada umumnya dapat dilakukan dengan lancar, seperti yang ditunjukkan dalam artikel ini. Metode analisis karakter dengan kategorisasi berdasarkan jenis dan  sifat  dalam artikel  ini,  selain  memperjelas posisi  para  karakter,  juga  mempertegas pengenalan akan karakter utama dalam Injil Markus, yakni Yesus. Interaksi mereka dengan Yesus, baik secara langsung maupun tidak langsung, pada akhirnya menuntun para pembaca untuk menentukan sikap dalam interaksi pribadi dengan Yesus.

Yasinta Lilin Suryani Tia; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendampingan petugas pastoral sebagai animator bina iman anak di Stasi Santo Fransiskus Asisi Paroki Santa Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing. Melalui studi ini diharapkan para petugas pastoral dapat mendampingi anak-anak dengan penuh kreatifitas sehingga dapat membangkitkan  minat anak-anak untuk mengikuti  kegiatan bina iman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah penelitian meliputi wawancara dengan informan, profil informan, penentuan tema, refleksi, implikasi, sintesis, prospek atau kemungkinan yang akan terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas pastoral sebagai animator di stasi st. Fransiskus Asisi sudah berperan aktif dalam kegiatan bina iman anak yaitu mengajarkan anak-anak bernyayi, baca Kitab Suci, berdoa, dan pengenalan liturgi praktis. Namun karena banyaknya tenaga pastoral sukarelawan dan tidak mendapatkan pembinaan khusus, mengakibatkan mereka kurang kreatif dalam pendampingan bina iman anak. Simpulan dari penelitian ini adalah sangat dibutuhkan pendampingan dari petugas pastoral dalam bina iman anak agar mereka dapat bertumbuh dewasa dan melibatkan diri dalam hidu menggereja.

Rusmayani, Rusmayani; Qosim, Achmad; Kadir, Romadhon Azizi

Kitab kuning sebagai rujukan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Thailand Selatan umumnya menggunakan bahasa Arab dan Melayu yang di tulis dengan tulisan jawi. Hal ini bertolak belakang dengan bahasa yang digunakan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Mereka setiap harinya berbahasa melayu yang berbeda dengan buku-buku agama yang dipelajari Bahasa melayu mereka telah sedikit tercampur dengan bahasa Thailand. Pada pendidikan formal dari jenjang sekolah dasar semua pelajaran akademik menggunakan bahasa resmi kerajaan Thailand disatu sisi mereka harus mempelajari buku agama yang berbahasa berbeda. Bahasa inilah yang menjadi kendala mereka dalam mempelajari kitab kuning. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Upaya guru bahasa Arab dalam dalam menumbuhkan pemahaman isi kitab kuning bagi pelajar Ahmadi Wittaya Foundation School, 2) Faktor-faktor penyebab kurang fahamnya pelajar dalam mempelajari kitab kuning dan cara guru mengajar kitab kuning di Ahmadi Wittaya Foundation School. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penilitian yang digunakan yaitu jenis penelitian naturalistik. teknik pengumpulan data mengunakan tekknik Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Dalam teknik analisis data menggunakan Reduksi, Penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa 1) upaya yang dilakukan oleh guru bahasa Arab cukup maksimal, adapun metode yang digunakan, Tazwidul Mufrodat, Muthola’ah, Muhaddatsah dan Imla’ telah sesuai dengan kebutuhan dalam membelajarkan pelajar Ahmadi Wittaya Foundation School dalam membantu menumbuhkan pemahaman isi kitab kuning, 2). Penyebab kurang fahamnya Pelajar dalam mempelajari kitab kuning antara lain karena banyaknya bahasa yang dipelajari, kurangnya minat belajar padapelajar, kurangnya fasilitas media pembelajaran di sekolah, dan metode pembelajaran kitab kuning yang terlalu monoton. Cara guru  mengajar kitab kuning dengan menggunakan metode ceramah dan presentasi disetiap dan diakhir pembelajaran bab.

Kusjuniati, Kusjuniati

Penanganan wanprestasi nasabah perbankan syariah dapat dilakukan dengan cara menghindari wanprestasi nasabah pembiayaan melalui prudential banking dengan penerapan character, collateral, capacity, capital dan condition serta penerapan asas akad dalam Islam yaitu asas ilahiyah , asas al-hurriyah, asas al-musawah, asas al-‘adalah, al-ridha, ash-shidq dan al-kitabah. Sedangkan cara mengatasi wanprestasi  nasabah pembiayaan adalah dengan cara melakukan restrukturisasi melalui rescheduling, reconditioning dan restructuring serta fatwa Dewan Syariah Nasional- Majelis Ulama Indonesia.

Irwan Irwan

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Penderitaan adalah bagian dari hidup manusia. Manusia berusaha memahami  mengapa  ada penderitaan  dan  bagaimana harus menyikapinya. Kebijaksanaan Israel kuno berusaha memahami misteri penderitaan itu, salah satunya adalah Kitab Ayub. Melalui studi pustaka, artikel ini menyelidiki jawaban Kitab Ayub terhadap persoalan penderitaan manusia dan bagaimana manusia menjalani hidupnya (moralitas) tatkala penderitaan menimpanya.

Suliantoro, Adi; Andraini, Fitika

DINAMIKA HUKUM 2017 Universitas Stikubank

Menggunakan deposito sebagai agunan, atau jaminan kredit bank (Cash Collateral), masih jarang dilakukan. Umumnya, orang menggunakan aset berwujud sebagai barang jaminan, dan belum mengetahui bahwa deposito dan tabungan dapat dipakai sebagai jaminan kredit di Bank. Dalam perkembangannya, debitur dapat mengajukan pinjaman kredit pada bank dengan agunan deposito, namun bukan miliknya. Jadi yang diagunkan adalah deposito milik pihak ketiga apakah itu suami atau istri sendiri, maupun tidak menutup pihak ketiga lain seperti milik orang tua atau pihak lain. Dasar hukum yang digunakan terkait gadai deposito oleh pihak ketiga adalah Pasal terkait perikatan terutama Pasal 1320 KUHPer, Pasal terkait Gadai yaitu Pasal 1150 s/d 1160 KUHPer, Pasal penanggungan Utang Pasal 1820 s/d/ 1832 KUHPer,  UU No 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan UU No 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan dan UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen serta UU No 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jsa Keuangan. Secara teori Undang – Undang Perbankan, UU OJK, Undang – Undang Perlindungan Konsumen dan Kitab Undang – Undang Hukum Perdata memberikan perlindungan bagi deposan yang depositonya dijadikan agunan oleh pihak lain. Perlindungan Hukum yang diberikan menjadi tidak efektif karena pihak ketiga selaku pemilik deposito secara sadar dan tanpa paksaan bersedia untuk dilakukan pemblokiran dan pencairan deposito miliknya, apabila debitur wanprestasi, dengan membuat kuasa tidak dapat dicabut dan penandatanganan pada bagian belakang bilyet deposito miliknya. Dengan demikian deposan secara sadar telah melepaskan hak istimewanya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1832 KUHPer. Agar perjanjian (pokok dan tambahan) tidak Batal Demi Hukum karena melanggar ketentuan tentang Klausula Baku, maka pihak bank harus dapat memberikan penjelasan kepada konsumen (debitur maupun deposan) terkait resiko – resiko kredit yang dimaksud.

Sasongko, Jati; Saefurrohman, -

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Ini adalah suatu ikhtisar yang memuat semua pokok dalil hadits mengenai hukum-hukum yang terkandung dalam perundang-undangan Islam. Disusun ikhtisar ini dengan susunan yang mudah difahami, agar dapat dijadikan pedoman bagi orang yang bermaksud menghafalnya dan memeliharanya dengan tinjauan yang memusat. Agar dapat menolong para pelajar dan mahasiswa dalam mempelajari hukum-hukum Islam, dan dapat pula dijadikan pegangan bagi orang yang ingin mendalami hukum, sehingga isi tidak menyimpang dari pokok hadits yang benar. Perumusan masalahnya adalah bagaimana merancang dan membangun Kitab Bulughul Maram Digital? Kitab Bulughul Maram dari hadits karya agung Al Imam Al Hafizh Ibnu Hajar Al’Asqalani Rahimahullah. Software yang digunakan untuk merancang dan membangun kitab digital ini terdiri dari microsoft frontpage (html), microsoft compressed html help (chm), scilab, irvan view, html  kit, editpad lite dan html e-publisher. Sumber data menggunakandata primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode interview dan metode studi pustaka. Metode pengembangan sistem melalui tahap perencanaan sistem, tahap analisa sistem, tahap desain sistem, tahap pengembangan sistem, tahap implementasi sistem. Tujuan dari penelitian ini menghasilkan kitab bulughul maram digital dalam bentuk bahasa arab dengan terjemahan bahasa indonesia.