This study describes the analysis of the controversy over the meaning of nasikh and mansukh in the verses of the Qur'an according to the scholars and the analysis of the meaning of Surah Al-Imran verse: 93 according to two interpretations, Tafsir Jalalain and Tafsir Ibnu Katsir as a comparison. The type of research method used in this research is literature research or literature review to collect relevant information about the meaning of nasikh wal mansukh. The results of the research show that (1) In essence there is no disagreement among the scholars about the possibility of making changes to the law, they intend and agree that changes to the law are produced by their own ijtihad or changes made by Allah for those who argues that there are texts in the Koran, (2) From the two Tafsirs used as references in this study that Surah Al-Imran: 93, that some types of food that were forbidden to the Children of Israel were not forbidden to followers of the Shari'a of the Prophet Abraham and other prophets before the Torah lowered. This is also stated in the Torah, their own book.
STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH
PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO
DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR
Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id
ABSTRAK
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
ABSTRACT
In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.
PENDAHULUAN
Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ
(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah [2]:83
Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab.
Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan.
Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan.
Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991).
Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan. Pendekatan bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata).
Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002)
Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif.
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini.
Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam.
Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal.
Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia.
Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat.
Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023.
Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis.
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada.
Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung.
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)?
Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara.
Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain.
Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo.
Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri, serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur
Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri.
Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar.
Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini.
Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.
Sumber : foto dari panitia
Sumber: foto dari panitia
Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023)
Metode Dakwah Bil Hal
Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah".
Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016).
Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya.
Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan.
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.
Kesimpulan
Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah.
Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.
Daftar Pustaka
Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.
Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).
Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.
A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5
Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).
Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.
Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).
Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.
Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press
Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.
Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5 No 2
Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.
Rahap is a prostitute who lives in the city of Jericho, the name "Rahab" appears the first time in the Bible, namely in the Book of Joshua, especially in chapter 2. She comes from Canaan whose life is not right before God. but Rahap and his family got salvation when he rescued and hid the two spies from Israel by deceiving the king of Jericho's envoys. while lying is an act that is not right before God because it can harm others and himself. .hsl this is the problem where many people think that it is permissible to lie as long as it is for the good even if we see in our daily lives more people commit lies than other crimes. in this study using qualitative and exege methods.The purpose of writing this article is to get answers and a correct understanding of why Rahap's lie is considered the truth and to serve as a guide so that believers don't lie anymore but instead become honest people
The purpose of this study is to: 1. (Al Isro:110. 2. Determine the relevance of ethics education in worship. 3. To clarify the background of the concept of ethics education in contemporary worship."This study is a descriptive study, which means that questionnaires or literature searches were used to collect data. both primary and secondary data were used to gather study material. The Qur'an Karim and some of our commentary serve as the primary sources of knowledge. Books, newspapers, journals, internet media, and other materials that are relevant to the thesis subject serve as secondary data sources. The Al-Quran, the Tafsir, and other significant texts are employed as documents as part of the documentation data collecting approach. Textual information is analyzed using both content analysis and discourse analysis. The goal of content analysis is to make the book's contents clear. Discourse analysis, a different approach owing to the constraints of content analysis, studies the meaning of communications with an emphasis on covert (latent) meanings.The following conclusions may be drawn from the author's research findings: (1) Moral instruction in worship is regarded as one of the most crucial aspects of human existence, according to the interpretation of QS. Al-Isra verse 110.(2) The idea of character education in worship refers to human customs or conduct based on the course of action or rules established by Allah SWT.(3) Setting the idea of education at the forefront of growth or the contemporary morals or ethics of the millennial generation,
This study aims to see the effect of disclosure of corporate social responsibility based on Islamic law on financial performance. This study uses a quantitative approach with a sample size of 8 out of 11 Islamic Commercial Banks in Indonesia taken using a purposive sample. The data collection process is carried out by downloading the annual financial statements of Islamic commercial banks from the annual financial statements, information on corporate social responsibility disclosures based on the Islamic Social Reporting (ISR) consists of 38 items, the zakat variable is measured by 2.5% of the profit before taxes, while the financial performance is seen from the value of Return on Assets (ROA) and Return On Equity (ROE) of each company. Path analysis is used to see the direct and indirect relationship of the disclosure of corporate social responsibility based on Islamic Social Reporting to financial performance, where zakat is a mediation. Path analysis shows that the disclosure of corporate social responsibility using ISR has a direct effect on financial performance (P < 0.001; R2 = 0.33), zakat on financial performance also affects financial performance (P < 0.001; R2 = 0.24). So it can be concluded that the disclosure of social responsibility using Islamic Social Reporting and the implementation of zakat in Islamic commercial banks in Indonesia can be used as steps to improve the company's financial performance.
The art of Reog Ponorogo is one that has quite long values and history in the process of Islamization of the people of the land of Java, particularly in East Java. This is particularly true for East Java. In Islamizing people in East Java, the values contained in Reog Ponorogo include traditional, religious, cultural, social, political, and historical values. These values are all interrelated in some way. Since Islam was introduced to Java, the traditional art of Reog has been transformed into a form of propaganda that is utilized to disseminate Islamic principles. The purpose of this study is to shed light on the ways in which Reog is utilized as a tool for Islamization in Java. There are a number of symbols connected to the religion of Islam that can be found in Reog. One example of this is the depiction of a horse, which represents the Mi'raj Isra journey that the Prophet Muhammad undertook. Ulrich Beck's theory of the risk society faces is utilized in the method of analysis. Ulrich Beck investigates the ways in which contemporary dangers mold and transform society, as well as the difficulties inherent in mitigating these dangers in a way that is both equitable and environmentally responsible. In the context of the Islamization of Reog culture, through the lens of Ulrich Beck's point of view, it is possible to interpret that the culture of Reog Ponorogo is the result of a modernization process and also a response to increasingly complex changes in both the global and local contexts.
The existence of organizations such as Islamic financial institutions that help improve the welfare of society according to their function, namely saving money and providing loan assistance for business capital and comsumtions. There are various types of LKM, one of which is cooperatives. This study aims to determine the..influence of social factors and./personal factors on people’s decisions to use the services of KSU Surya Muhammadiyah, either partially or simultaneously. This Study used a quantitative method using 50 samples taken by purposive sampling method from the KSU Surya Muhammadiyah customer population. Data collection technique were interviews, observation, questionnaires, and documentations. Then, the questionnaires were tested with validity and reliability tests to ensure the accuracy of the questionnaires. Furthermore, classical asumption tests and hypothesis tests were carried out including multiple,,linearregression tests, the coefficient of determination (R2), t-tes, .and F-test. The results of this study are as.follows: (1) social factors have effect on people’s decitions to use services of KSU Surya Muhammadiyah, with a t .count of 2,254 while .t table of 2,012 or t count < t table..and a significance level of 0,026 > 0,05. (2) personal factors influence people’s decitions to use the services of KSU Surya Muhammadiyah, with a t count of 3,093 while t table is 2,012 or tcount > t table and asignificance level of 0,003 < 0,05. (3) social and personal factors simultaneously influence the community’s decition to use the services of KSU Surya Muhammadiyah. Where the sigvalue is 0,000 < 0,005 and F count is 79,385 > F table 3,20. It can be concluded fromthe test results, namely: (1) H1 is accepted,,and H0 is rejected, (2) H2 is a accepted and H0 isrejected, (3) H3 is accepted and H0 is rejected. If the number of customers decreases, it is necessary topay attention tothese factors anything that can influence customer interest in choosing at KSU Surya Muhammadiyah Pematang Kolim Village
Patients with Sectio Caesarea in some cases have worsened so they have to be rushed to the ICU to get intensive care. This case study aims to obtain an overview of the application of progressive mobilization to improve functional status and muscle strength in post-sectio patients with eclampsia in the ICU. This case study uses a descriptive design. The application of progressive mobilization performed on patients has been successfully implemented up to level 3. The results of this case study found that progressive mobilization can increase muscle strength from 0 to 56 and functional status from 0 to 65, and can reduce the risk of ICU-AW, speed up the length of release ventilator. Progressive mobilization is effective in increasing muscle strength, and functional status, and can improve the improvement of hemodynamic status and oxygenation status, and prevent the occurrence of ICU-AW. Progressive mobilization can be implemented immediately to shorten the length of stay in the ICU.
God sent Jonah to warn the people of Nineveh. Nineveh will be overthrown by God because of the great sin they have committed. However, Nineveh had repented to God, so God did not overturn the city and God loved Nineveh. From this incident, the prophet Jonah was angry with God because God loves Nineveh, and Jonah wanted the salvation that God gave only for the Israelites. In the present context, there are also Christians who have the same thoughts as the prophet Jonah, who think that religions other than Christianity are not religions that are loved by God. The purpose of this research is to show that God's love is universal and He forgives the mistakes of all those who repent and to guide the prophet Jonah and Christians who think that God's salvation or love is only for the nation of Israel and Christians is wrong thinking. The research method used is a qualitative research method and a critical historical approach in the text of Jonah 4:1-11 with the steps of literal translation, comparison of literal translations and the Indonesian Bible Institute (LAI). The results of this research are that God has proven that He loves all nations who have returned to their ways and also that God guided the prophet Jonah about his erroneous thoughts, namely through castor trees and caterpillars.
Kepemimpinan Kristen merupakan sebuah kepemimpinan yang perlu diterpakan dengan baik dan sesuai berlandaskan Alkitabiah. Seorang pemimpin Kristen yang tidak sesuai dengan landasannya yaitu Alkitab maka tidak disebut sebagai kepemimpinan Kristen. Salah satu upaya untuk menjadikan kepemimpinan Kristen ini sebagai pemimpin Kristen yang baik dan benar adalah seorang pemimpin Kristen harus memimpin dengan berpedoman kepada para pemimpin terdahulu yang telah dituliskan di dalam Alkitab. Ada banyak para pemimpin yang baik dan disenangi oleh orang-orang yang mereka pimpin yang diceritakan di dalam Alkitab, salah satunya adalah Daud. Daud memimpin bangsa Israel pada masanya dengan baik, karena ia adalah pemimpin yang taat serta tunduk kepada Tuhan yang telah mengutus dia. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah membandingkan bentuk kepemimpinan Kristen masa kini yang cenderung tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin Kristen. Oleh sebab itu, melalui tulisan ini, pemimpin di harapkan dapat menjadi pemimpin yang dapat berguna bagi manusia dan juga bagi Tuhan. Dengan mempedomani bentuk kepemimpinan seperti Daud ini, maka akan dapat menghasilkan kepemimpinan yang baik dan menciptakan kesejahteraan di tegah umat Tuhan.
Abstract. The aims of this research to find out relevant cost information that influencesmanagement's decision to reject or accept orders. The tools used in this method isrelevant costs. From the results of the research that has been carried out, milal.food'scriteria for special orders have been fulfilled, namely the existence of idle capacity andthe separation between normal sales and special order sales. So the decision taken bymilal.food to decide to accept special orders is correct because the costs incurred toproduce special orders are lower than the selling price of the order.
Keywords: MSMEs, Relevant Price, Special Orders.
The pattern of Israelite education found in the Torah has values that can be applied in the context of education today. The pattern is a holistic approach to education, which includes moral and ethical education, respect for authority, and character development. Thus, the application of Israel's education pattern found in the Torah can help build a young generation with integrity and quality. Thus, in this study, the author or researcher uses or qualitative method approach involving in data collection and analyzing the data obtained. Overall, the Israeli education pattern is an educational system that includes the development of technical skills, the formation of student character and morals, the teaching of Jewish religion and culture, inclusive education, and the development of technological skills, all of which are designed to create competent and globally minded human resources. In conclusion, the application of Israel's pattern of education according to the Torah has also proven successful in Israel and can serve as an example for other countries in developing an effective education system. Nonetheless, it should be kept in mind that the Israeli education pattern cannot always be applied directly in other countries, due to different cultural differences and social contexts.
Background: Diabetes mellitus is a degenerative disease caused by the pancreas being damaged in production or insulin cannot work effectively. Portulaca Oleracea Leaf Extract can help reduce levels of Malondialdehyde. The purpose of this study was to analyze the effect of Portulaca Oleracea leaf extract on malondialdehyde levels in alloxan-induced rats as a diabetes model.Methods: There were 30 rats in this study divided into 5 groups, each group consisting of 6 rats. The negative control group was only given aquadest and standard rat feed, the positive group was induced with alloxan, the treatment group 1 was induced with alloxan and Portulaca Oleracea leaf extract at a dose 60 mg/200grBW, treatment group 2 was induced with alloxan and Portulaca Oleracea leaf extract at a dose 90 mg/200grBW and treatment group 3 was induced by alloxan and Portulaca Oleracea leaf extract at a dose 110 mg/200grBW rats. Analysis of the results used the One Way Anova test followed by Post Hoc LSD analysis to see differences between groups.Results: The results of One Way Anova test on Malondialdehyde levels showed that there was an effect after intervention of Portulaca Oleracea leaf extract among the five treatment groups p = 0.000. The results of Post Hoc LSD test showed that Portulaca Oleracea leaf extract had effective inhibits the formation of malondialdehyde activity at a dose of 90 mg/200grBB p = 0.145.Conclusion: It can be concluded that Portulaca Oleracea leaf extract can reduce Malondialdehyde levels.
Dan Kejadian 12:1-9 memberikan penjelasan Panggilan Abraham adalah dasar dan penopang bangsa Israel dalam posisinya sebagai bangsa dan sebagai gereja. bersama Atas panggilan Abraham, bangsa dan gereja dapat bersatu dan seragam Artikel ini berfokus khusus pada sejarah satu orang, yaitu Abraham dan keturunannya. Tuhan tidak kehancuran ciptaannya. Tetapi Dia mulai bekerja dengan satu Umat pilihan-Nya dan umat yang Dia pilih untuk direformasi Di dalam dunia.[1] Kejadian 12:1-9 menjelaskan panggilan Abraham untuk meninggalkan tanah nenek moyangnya dan pergi ke tanah yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Di sana Tuhan melindungi dan memberkatinya. Kejadian 12:1-3 adalah berita panggilan Abraham dan janji Tuhan yang akan diterima Abraham. Kejadian 12:4-9 adalah jawaban atau respon Abraham terhadap panggilan Tuhan. Metode yang digunakan untuk menghimpun data bagi penulisan ini didasarkan pada penelitian perpustakaan dan metode deskriptif. Pada teks Kejadian 12 ini pemanggilan Allah kepada Abraham secara tiba tiba. Pemanggilan itu datang kepada Abraham tanpa petunjuk mengenai waktu, tempat, juga tidak ada keterangan lengkap tentang Abraham selain hanya silsilah singkat dan data keluarga dari ayat-ayat sebelumnya.
[1] Sandy Lane West, Handbook to the Bible (Bandung: Kalam Hidup, 2015), 144.
The vision of passing from death to life is a glorious awakening. It is something that nature completely ignores, totally contrary to how it works (une privatione ad habitum non datur regressus-no way without ownership). Interestingly, the book of Ezekiel shows an unusual hope. In a valley full of human bones, God asked, "Can these bones rise again?" " Impossible! However, Ezekiel knows that nothing is impossible in God's hands. This paper uses qualitative research methods with a literary approach to present problems as well as analyze and collect data. With this in mind, the writer wants to discuss a number of things related to the text of Ezekiel 37 :1-14 itself. The main problem being considered is how to interpret the passage Ezekiel. 37:1-14. The conclusion is that through the text of Ezekiel 37:1-14, God actually wants to convey promises and messages of hope through Ezekiel. Text it mentions that Ezekiel saw a vision of dry bones in the valley, which was interpreted as a promise to save the Israelites.
Kualitas kepemimpinan Yosua telah teruji oleh karena Yosua pernah menjadi asisten Musa selama 40 tahun, sehingga banyak belajar dari seniornya. Walaupun Yosua banyak belajar dari Musa tetapi panggilan dan pilihan Tuhan kepada Yosua untuk menjadi seorang pemimpin sangatlah nyata. Karena itu, pemimpin masa kini layak untuk mengimitasi para pemimpin sukses dalam Alkitab termasuk tokoh Yosua. Pemilihan menjadi seorang pemimpin harus sesuai dengan kehendak Tuhan bukan melihat elok parasnya. Tujuan penulisan artikel ini, dimulai dengan menghubungkan tujuan mendasar dari kepemimpinan dengan mengimitasi kepemimpinan yang berkualitas berdasarkan kitab Yosua. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, sehingga dapat mengeksplorasi permasalahan, mengumpulkan, dan menganalisis data. Hasil penelitian ini ialah pemimpin masa kini apabila mengimitasi kepemimpinan Yosua, maka akan semakin memiliki kapabilitas dalam memimpin suatu lembaga atau organisasi yang dipimpinnya. Kesimpulan: kepemimpinan Yosua sangatla baik untuk digali ketika di bawah pimpinan Musa hingga dia diangkat menjadi pemimpin atas umat Israel.
Penyakit bronkopneumonia pada anak terus meningkat setiap tahun, peningkatan kasus penyakit ini terjadi disebabkan oleh faktor orang tua baik pengetahuan dan perilaku orang tua, pengetahuan dan perilaku orang tua yang kurang cenderung mengakibatkan anak berulang kali mengalami bronkopneumonia. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku orang tua terhadap penyakit bronkopneumonia pada anak di RSUD Tani dan Nelayan Boalemo. Desain penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi anak yang mengalami brokopeumonia sejumlah 102 orang. Sampel berjumlah 30 orang dengan teknik accidental sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Uji statistik menggunakan chi-square. Hasil yang diperoleh ada hubungan pengetahuan (p-value 0.011) dan perilaku (p-value 0.010) orang tua terhadap penyakit bronkopneumonia pada anak di RSUD Tani dan Nelayan Boalemo. Disimpulkan penyakit bronkopneumonia dapat disebabkan oleh pengetahuan dan perilaku orang tua pada anak di RSUD Tani dan Nelayan Boalemo.
Tujuan penelilian ini adalah untuk memahami dasar perjanjian Allah kepada Abraham dan apa saja yang dijanjikan Allah kepada Abraham, serta korelasinya kepada umat Allah sepanjang zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian studi literatur. Abraham adalah salah satu tokoh terpenting dalam Perjanjian Lama. Melalui Abraham, Allah membuat perjanjian dengan seluruh umat manusia. Abraham memiliki kesetiaan dan kepatuhan terhadap perintah Allah. Kesetiaan dan kepatuhan kepatuhan Abraham ditunjukkan dengan melakukan perintah Allah dalam meninggalkan negrinya dan mengorbankan anaknya. Allah mengadakan perjanjian kepada Abraham sejak dipanggil keluar dari negrinya, Allah berjanji memberikan tanah, keturunan dan penyertaan berkat. Perjanjian Allah kepada Abraham berkelanjutan bagi keturunannya dan bagi setiap umat pilihan-Nya.
Mental health problems are a matter of concern. Mental health problems in adolescents is one of them. Teenagers must be mentally healthy. In recent years, adolescent mental health has become a growing concern. There is an increasing prevalence of mental health problems in adolescents. One of the prevention efforts is prevention by educating adolescents about mental health. This activity aims to increase the knowledge of high school youth (SMA) about mental health. This activity was carried out by lecturers and students of STIKes Maranatha Kupang. Schools that become partners are schools that are willing to provide health education to their students. This activity was carried out in four senior high schools (SMA) in Kupang City. The results show that there is a good increase in students' knowledge about mental health. It is hoped that with this activity, youth will know about mental health and be able to prevent students from experiencing mental health problems
Based on the researcher's experience while teaching in Class IX.E SMP Negeri 3 Pasarkemis that some Class IX.E students did not follow the lesson well during Indonesian language lessons. The learning process is less effective due to the lack of student activity to read Indonesian language lesson material, the lack of student activity in expressing opinions during the lesson. Lack of student activity answering questions from the teacher. Lack of interest in students to take part in Indonesian language lessons. So that many students divert attention, such as chatting with their classmates, drawing, not enthusiastic when listening to the teacher explaining the lesson. This is caused by the teacher's model or way of explaining lessons that are too monotonous so that students pay less attention to the teacher during the lesson, and the learning process will not go well.