Publication Search

80,260 articles from 776 journals · 2,111 citations tracked

Showing 241-260 of 296

Analytics

Amalina Farhana; Ahmad Saifudin Mutaqi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Pembangunan desa adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar, mengembangkan sarana dan prasarana desa, mengembangkan potensi ekonomi desa, dan mengentaskan kemiskinan dengan memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara berkelanjutan. Desa Wukirsari merupakan desa yang terletak di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Fokus Pemerintah Desa Wukirsari, di mana strategi pembangunan lebih diarahkan pada infrastruktur dan pembangunan ekonomi di sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dan UMKM untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Metode penelitian menggunakan metode studi literatur untuk mencari hasil penelitian terdahulu melalui jurnal padamedia elektronik. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan dan menganalisis sektor-sektor ekonomi potensial sebagai dan penunjang pertumbuhan ekonomi Desa Wukirsari. Peningkatan ekonomi di desa wukirsari tidak terlapas dari peran pemerintah daerah, pendirian koperasi dan promosi menjadi prioritas utama guna meningkatkan perekonomian masyarakat di desa wukirsari yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Untuk sektor pertanian, peternakan dan perikanan dibutuhkan pemasaran yang luas guna meningkatkan harga jual komoditas. Untuk sektor wisata, desa wukirsari memiliki wisata alam yang cukup baik sehingga dibutuhkan peran pemerintah berupa pengenalan dan pemasaran ke daerah-daerah lain.

Tika Riyanto; Dadang Mashur

Jurnal Media Administrasi 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Salah satu upaya pemanfaatan sumber daya lokal yang ada di Desa Rantau Langsat yang optimal adalah dengan mengembangkan pariwisata dengan konsep ekowisata dalam hal ini wisata yang dilakukan memiliki bagian yang tidak terpisa kan dengan upaya – upaya konservasi, pemberdayaan ekonomi local dan mendorong rasa peduli yang lebih tinggi terhadap kultur atau budaya. Hal tersebut yang mendasari perbedaan antara konsep ekowisata dengan model wisata konvensional yang telah ada sebelumnya. Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana strategi pengembangan yang dilakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Indargiri Hulu dalam mengembangkan ekowisata di Desa Rantau Langsat dan factor – factor apa saja yang mempengaruhi strategi pengembangan yang dilakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Indargiri Hulu dalam mengembangkan ekowisata di Desa Rantau Langsat. Penelitian ini berlokasi di Desa Rantau Langsat dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data nya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu membuktikan bahwa dalam mengembangan ekowisata di Desa Rantau Langsat masih memiliki banyak kendala, serta factor penghambat dalam mengembangkan ekowisata yaitu sumber daya (anggaran), sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta partisipasi masyarakat.  

V. Nonot Yuliantoro; Juliana; Indriany Sartjie Tanakotta; Jennifer Aurelia Tanuwihardja; Rut Susanto

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Pelatihan pembuatan dessert untuk masyarakat Desa Curug Wetan dilandasi oleh motivasi pengembangan kewirausahaan masyarakat desa. Dessert merupakan sesuatu yang terbilang baru sehingga dapat membuka peluang yang baru pula untuk dipasarkan. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk membantu masyarakat dan pemerintah desa menyambut rencana perealisasian kawasan wisata di desa itu dengan membekali keterampilan kuliner. Metode yang sedianya akan digunakan dalam penelitian sekaligus pelatihan ini adalah metode ceramah, dialog interaktif atau tanya jawab. Selain tanya jawab para fasilitator pelatihan mendemonstrasikan secara langsung bahan yang akan dibuat. Metode lain yang dapat diterapkan dalam pelatihan adalah pembentukan kelompok dalam forum pelatihan. Hasil dari pelatihan dan penelitian ini adalah 1) peserta merasa proses pembuatan menu dessert yang diajarkan dalam pelatihan mudah untuk dikuasai. Hal ini menujukkan bahwa materi pelatihan dapat diterima dengan baik oleh peserta; 2) peserta memiliki ketertarikan terhadap ciri khas menu dan proses pembuatannya; 3) peserta telah menemukan sesuatu yang baru proses pelatihan yang didapatnya. merasakan manfaat dari proses pelatihan yang dilakukan oleh tim pelaksana; 4) materi yang diajarkan menarik dan mudah untuk dibuat bagi peserta; 5) peserta merasa tertarik untuk menjadikan menu dessert sebagai salah satu menu unggulan dalam bisnis kulinernya, peserta merasa tertarik untuk menjadikan menu dessert sebagai salah satu menu unggulan dalam bisnis kulinernya.

Suprapto, Rhisa Aidilla; Salsabila, Rona Rafidah

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Kawasan wisata pantai Pasir Putih merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Gresik, destinasi yang terletak di Desa Dalegan Kecamatan Panceng Kota Gresik ini memiliki lokasi yang strategis yaitu dekat dengan banyak destinasi wisata. Berdasarkan kondisi yang ada, Destinasi ini memiliki banyak potensi diantaranya memiliki panorama laut yang indah, jenis pasir putih dan lembut, serta ombak yang tenang sehingga cocok untuk mengembangkan objek wisata yang menarik wisatawan untuk berkunjung, serta keunggulan utama berupa sumber daya alam yang melimpah dan mendukung. Selain itu, terdapat beberapa permasalahan di lokasi yang memerlukan penataan ulang antara lain penataan parkir dan kemacetan yang disebabkan oleh pariwisata, infrastruktur yang kurang memadai, massa bangunan dan pemandangan di kawasan wisata yang kurang tertata dan tidak memiliki konsep. Zonasi yang berantakan dan beberapa area tidak memiliki fungsi khusus. Dengan potensi dan permasalahan yang ada, penerapan pendekatan Pariwisata Berkelanjutan diharapkan mampu menjawab permasalahan yang ada dan menjadi wadah bagi segala rencana kegiatan yang fokus pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Dalegan, sosial budaya, dan lingkungan di kawasan wisata dan sekitarnya.

Yuni Fitriyani

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

Tujuan penelitian ini dirancang untuk mengetahui asal usul berasalnya curug cijalu yang berada di Desa Cipancar Kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat. Tatar pasundan memang pantas dianggap tanah parahyangan, estetika yang dimilikinya memang pantas menjadikannya tempat tinggal   para yang kuasa (parahyangan). Kepingan estetika itu bisa dinikmati dicurug cijalu, subang. Curug cijalu ialah wisata yang memiliki dua curug yaitu curug putri serta curug cilemper. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif yang menyebutkan bagaimana keadaan atau aktivitas. Curug cijalu memiliki estetika dan  keasrian sebab pepohonannya  yang amat sangat rimbun serta hamparan kebun teh yang luas menjadikan curug cijalu semakin indah serta mampu membawa suasana wisatawan sangat ingin berlama-lama di curug cijalu. Akibat penelitian ini menunjukan bahwa curug cijalu dapat membuat daya tarik tersendiri untuk para wisatawan dikarenakan menurut sesepuh kampung wilayah Desa Cipancar banyak mengandung mitos – mitos yang ada di curug cijalu kota subang ini. Oleh karena itu curug cijalu banyak sekali dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah. Menikmati sensasi menginap ditengah hutan ditemani gemuruh suara aliran air curug cijalu yang menghantam bebantuan. Kawasan curug cijalu dibuka semenjak 1 september 1984, menurut penduduk sekitar kurang lebih dahulu poly rakyat tionghoa yang berkunjung kesini untuk berdoa mereka berpikir curug cijalu ini artinya daerah mandinya para bidadari.

Sandra Maleachi; Gracia Kilisya Tasmalia; Madeline , Madeline; Nadya Valerie; Holly Felisa +1 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Laporan Penelitian ini bertujuan menjelaskan dan melaporkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa Pelatihan Pembuatan Keripik, Kefir dan Sherbet Dengan Bahan Dasar Biji Nangka Pada Ibu-Ibu PKK Di Desa Wisata Bantaragung Majalengka. Permasalahan yang dihadapi  pada daerah PKM  yakni:  pertama,  minimnya pengetahuan anggota PKK terhadap manfaat biji Nangka karena  selama ini anggota PKK tidak pernah mengolahnya dan dianggap limbah. Kedua,   minimnya kemampuan peserta PKK dalam pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana sosial media. Laporan PKM ini menjelaskan solusi atas minimnya keterampilan dalam pemanfaatan biji Nangka sebagai diversifikasi pangan, pemberian materi pemanfaatan biji nangka untuk ide bekal usaha, memberikan pelatihan pembuatan produk untuk memanfaatkan biji nangka, dan membantu mempromosikan destinasi wisata melalui media sosial. Persiapan yang dilakukan adalah melakukan perjanjian dengan Kepala Desa Wisata Bantaragung, mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan, membuat kartu resep, mempersiapkan alat dan bahan, dan mempersiapkan buah tangan untuk peserta. Jalannya kegiatan PkM sangat baik dan lancar sehingga membuahkan hasil yang memuaskan.

Suwarti, Suwarti; Solichoel, Solichoel; Octafian, Ray

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Pengembangan Pariwisata merupakan andalan bagi masyarakat dalam mengelola usaha pariwisata yaitu agrobisnis pariwisata. Desa wisata wonolopo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, merupakan Desa Wisata rintisan dan sudah berkembang yang sangat berpotensi dan memiliki hasil bumi yang tidak dimiliki seperti daerah lain dan mempunyai keunikan tersendiri baik masyarakatnya maupun destinasinya. Dalam pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan model atau konsep On Site dan Off site menggunakan modul pelatihan dan Workshop dalam penyusunan agenda kegiatan. Pengabadian pada masyarakat ini merupakan suatu kegiatan yang berbentuk pelatihan dengan melakukan suveilan terhadap pengembangan pembuatan mengemas Paket Wisata dan pemasaran atau promosi secara Digital, dikaswasan desa wisata Wonolopo oleh masyarakat dan sekitarnya. Kegiatan pengabdain masyrakat ini diharapkan dapat berkelanjutan oleh para pelaku wisata, atau pengusaha pariwisata di Daerah Desa Wisata Wonolopo dan sekitarnya, dalam rangka memperluas kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang di selenggarakan

Rosmawati, Ery; Pertiwi, Wike

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Salah satu Desa di Selatan karawang ternyata menyimpan begitu besar potensi alam yang terletak di kaki gunung sanggabuana. Selain daerah wisata salah satu potensi alam nya adalah perkebunan kopi, dimana hasil Kopi dari Desa Mekar Buana ini memiliki kualitas yang sangat bagus, bahkan Kopi jenis Robusta yang diproduksi menempati peringkat kedua di tingkat Provinsi Jawa barat. Oleh karena itu tema pengabdian kepada masyarakat adalah  membangun kampung kopi berbasis ekowisata , yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan Potensi desa dengan meningkatnya pendapatan masyarakat . Meningkatnya pendapatan masyarakat salah satunya adalah dengan adanya modal kerja yang dimiliki oleh  masyarakat tersebut. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan masyarakat Desa Mekarbuana sebagai pelaku usaha sebagian besar mendapatkan pinjaman modal dari tengkulak ataupun dari rentenir yang dikenal dengan istilah Bank Emok. Selain itu salah satu kendala yang terbesar  saat ini belum dilakukannya  pencatatan keuangan atas kegiatan usahanya dengan baik dan benar oleh masyarakat. Masyarakat masih beranggapan bahwa pengajuan modal melalui institusi keuangan itu sulit, membutukan banyak dokumen dan proses yang lama. Modal kerja akan dengan mudah didapatkan apabila masyarakat memiliki pencatatan keuangan sebagai penilaian kelayakan usaha tersebut. Sehingga pelaksanaan pengabdian ini dilakukan  dengan cara melakukan sosialisasi dan pelatihan serta pendampingan kepada masyarakat pelaku UMKM untuk melakukan pencatatan keuangan secara sederhana .

Pranoto; Abdul Charis; Ahmad Zidane Alwi; Wilda Wufqi Nur H

Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang 2022 Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Semarang

Dengan ditetapkannya Desa Branjang sebagai Desa Wisata, dalam surat Keputusan Bupati Semarang Nomor 556/ 0518/ 2021 tanggal 31 Desember 2021, diharapkan dapat memberikan peluang pada masyarakat untuk memanfaatkan potensi-potensi yang ada untuk mendukung keberlangsungan kegiatan pariwisata. Salah satu potensi yang ada di Desa Branjang adalah pohon Durian, Desa Branjang saat ini dalam pengembangan agrowisata Durian, yang nantinya dengan adanya agrowisata Durian ini di harapkan dapat mengembangkan objek wisata dan menumbuhkan ekonomi Desa Branjang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data pohon Durian beserta pemiliknya dan tingkat produktivitas pohon Durian. Metode yang digunakan adalah dengan wawancara, pengambilan sampel di lapangan atau inventarisasi dan identifikasi jumlah populasi pohon Durian di Desa Branjang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan  di Desa Branjang terdapat 480 pohon Durian, yang terdiri dari 419 pohon Durian masih produktif, 45 pohon belum produktif, dan 16 pohon tidak produktif, pohon-pohon Durian tersebut dimiliki oleh 46 warga Desa Branjang.

Dini Yani; Dexi Triadinda; Indriyani Indriyani; Muhsin Efendi; Muhammad Sawir

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Kabupaten Karawang yang terkenal dengan Kota Industri ternyata menyimpan banyak potensi alam yang tidak diketahui oleh masyarakat luas, bahkan warga masyarakat asli karawang sekalipun. Salah satu Desa di Selatan karawang ternyata menyimpan begitu besar potensi alam yang terletak di kaki gunung sanggabuana. Selain daerah wisata salah satu potensi alam nya adalah perkebunan kopi, dimana hasil Kopi dari Desa Mekar Buana ini memiliki kualitas yang sangat Bagus, bahkan Kopi jenis Robusta yang diproduksi menempati peringkat kedua di tingkat Provinsi Jawa barat. Penyelenggaraan pengabdian ini bertujuan untuk membangun sebuah Ekowisata yang diawali dengan mendirikan Kampung Kopi di Desa Mekarbuana Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan Potensi desa. Untuk mendukung tingkat pendapatan masyarakat. Salah satunya adalah melalui pengenalan promosi digital, dimana salah satu kendala yang terbesar saat ini belum dilakukannya promosi digital dengan baik dan benar oleh masyarakat sehingga perlu diadakan sosialisasi Pengenalan promosi digital. Metode awal dalam pengabdian ini berupa sosialisasi dan persamaan persepsi dengan pihak BUMDES dan Masyarakat Desa Mekar Buana. Tahap kegiatan yang akan dilakukan berupa studi observasi dan penggalian informasi. Hasil yang diharapkan dalam pengabdian awal ini berupa tergalinya informasi tentang peta kebutuhan Desa Mekarbuana dalam membangung Kampung Kopi Berbasis Ekowisata      

Astrid Eka Wahyu Cahya Megananda; Hasan Ismail

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak dari merebaknya pandemi Covid-19. Kondisi ini terjadi di seluruh dunia dalam berbagai ukuran dan dimensi. Adanya Sapta Pesona, tujuh syarat yang harus diterapkan dan disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing pariwisata. Hal ini mengacu pada dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam menciptakan lingkungan dan suasana yang dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata melalui perwujudan ketujuh unsur tersebut. Desa Kebaron merupakan salah satu desa di Sidoarjo dengan lokasi wisata kebun jambu biji dan sangat kaya akan produk jambu biji. Di desa Kebaron di Sidoarjo ditanam berbagai varietas jambu biji di lahan seluas 5,5 hektar, ada sekitar 1.200 jambu biji. Salah satu kendala wisata petik jambu di desa Kebaroni adalah berkurangnya pengunjung pasca pandemi Covid-19 yang dimulai pada awal tahun 2020. Oleh karena itu, perlu dilakukan penambahan dan renovasi areal kebun dengan menambah infrastruktur penunjang. Berdasarkan analisis dengan mitra, ada beberapa persoalan yang perlu segera dibenahi.

Setyawati, Vincentia; Tresyanto, Citra Anggraini

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian masyarakat dilakukan di lereng gunung Arjuna, Prigen, tepatnya di Kedai Hutan Cempaka yang dikelola oleh Yayasan Cempaka. Fasilitas yang dikelola Yayasan Cempaka antara lain: Kedai Hutan Cempaka, Cempaka Camping Ground dan Wisata Alam, Cempaka Farm (Kandang ayam petelur). Pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan melakukan pengabdian dalam hal manajemen pasar wisata yang ada pada pedesaan. Beberapa tahap yang dilakukan mulai dari analisis sosial, Focus Group Discussion – FGD, Pembentukan Program, Pelaksanaan Program, dan Evaluasi Program. Kegiatan ini dilakukan dari bulan Agustus sampai dengan November 2021 dengan partisipasi pengelola Yayasan Cempaka, perwakilan masyarakat desa, perwakilan pemuda pedesaan. Keberadaan Pasar Wisata dapat menjadi salah satu langkah awal pembangunan desa dengan mengutamakan produk asli dari masyarakat. Saat kami melakukan pendampingan terdapat juga toko yang menjual hasil produk yang dibuat oleh penduduk pedesaan seperti hasil karya dari kayu, printing, dan masih banyak lagi, ada pula kopi hasil alam yang telah dijadikan bubuk serta makanan ringan olahan yang dikemas cukup menarik. Dengan adanya toko dan fasilitas-fasilitas yang telah dikelola Yayasan Cempaka, maka diharpkan pengelolan dan masyarakat sekitar dapat memanfaatkan untuk memajukan ekonomi dan kehidupan masyarakat sekitar.

Imam Gozali; Honorata-Ratnawati; Asta Nugraha

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan merumuskan strategi mengembangkan citra Desa Wisata dan potensi daya dukung kegiatan ekonomi desa yang terletak di wilayah Dusun Karangjoho Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, dengan produk utamanya, Curug (air terjun). Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis participant observation dan wawancara baik terstruktur maupun terbuka, dengan menekankan pada keterlibatan masyarakat lokal. Untuk tujuan ini, peneliti melakukan kegiatan: 1) mengidentifikasi atmosfer desa wisata, 2) mengidentifikasi budaya lokal, 3) arah pelestarian lingkungan. 4) kegiatan perekonomian Desa Wisata. Adapun hasil pengabdian kepada masyarakat ini menemukan identitas geografis berupa: curug /grojogan, sungai irigasi, sawah, goa mistis, hutan taman, jembatan comblang, produk kearifan lokal nasi bledug dan wedang sinom, serta seni budaya lokal tabuh lesung yang dapat mengubah citra desa wisata khas Gondoriyo Ngaliyan. Selain itu juga adanya obyek wisata ini dapat meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat Gondoriyo dilihat dari bertumbuhnya warung-warung jajanan dan toko ritel.

Setyobudi Setyobudi

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Kaliprau adalah desa di kecamatan Ulujami, Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia. Pekerjaan utama penduduk Desa Kaliprau adalah petani dan nelayan. Hasil pertanian yang utama adalah padi dan melati. Penduduk Desa Kaliprau yang alih profesi menjadi pengusaha konveksi. Alih profesi ini didorong oleh suksesnya para pengusaha konveksi di desa tetangga terutama Desa Rowosari dan Desa Samong. Salah satu desa rintisan dan akan dijadikan desa wisata di Kabupaten Pemalang. Adapun wisata yang dikembangkan adalah wisata yang berbasis alam (perkebunan bunga melati, pantai, mangrove (bakau dan cemara laut), tambak dan persawahan), edukasi dan keluarga. Belum diterapkannya pembukuan / akuntasi  secara tertib, baik dan benar (profesional), masyarakat Desa tersebut maka akan mencerminkan pengelolaan kas yang  baik dan benar. Laporan akuntasi merupakan perwujudan yang mencerminkan kondisi badan usaha dalam keadaan sehat atau tidak tertib. Melihat potensi yang ada perlu melaksanakan pengelolaan akuntasi baik dibidang aneka ragam barang / jasa pelayanan, pemasaran dan penyediaan barang-barang kebutuhan masyarakat, menjadi alasan utama diadakan nya penyuluhan tentang “Cara – Cara Melakukan Pembukuan Pencatatan Kas / Akuntasi Sederhana”  dikarenakan pengetahuan dan ketrampilan pengurus khususnya tentang bagaimana cara melakukan pembukuna sederhana badan usaha yang baik.

Didik Ikhwanto

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, 1) Bagaimanakah latar belakang terbentuknya desa wisata 2) Bagaimanakah bentuk-bentuk kegiatan pengelolaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan 1)Terbentuknya desa wisata di Desa Tlogoweru berawal dari gagasan pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta bantuan Program PNPM Mandiri Pariwisata, kemudian dikelola masyarakat setempat dengan tantangan dari pihak-pihak yang kurang mendukung adanya desa wisata. Justru hal tersebut menjadi tantangan bukan penghalang. Dengan kata lain, pemerintah membangunkan tidur panjang masyarakat dengan mendorong dan memfasilitasi adanya Desa Wisata Tlogoweru yang dikenal dengan ikon Penangkaran burung hantu. Pengelolaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata yang dilakukan oleh pengelola dalam hal ini Pokdarwis Tlogoweru diterapkan dalam bidang atraksi dan akomodasi wisata. Pengelolaan masyarakat dalam bidang tersebut adalah dengan menyelenggarakan, a) pertemuan, b) pendampingan, c) bantuan modal sebagai stimulan, d) pembangunan sarana prasarana, e) pembentukan klompok sadarwisata (Pokdarwis), f) kerja bakti, g) Pemasaran. Pengembangan Desa Wisata Tlogoweru berdampak pada bidang ekonomi yang meliputi peningkatan pendapatan masyarakat serta penciptaan lapangan pekerjaan baru. Desa Wisata Tlogoweru dengan ikonnya Penangkaran burung hantu yang menyimpan mitos ternyata membawa berkah kesejahteraan bagi warga sekitar setelah adanya upaya pengelolaan wisata.Pengembangan Desa Wisata Tlogoweru memiliki dampak sosial-budaya mencakup peningkatan kualitas SDM, perubahan perilaku masyarakat agraris ke masyarakat pariwisata, pelestarian kebudayaan lokal berupa pelestarian seni wayang beber yang sudah langka ditemukan di Jawa, namun di sisi lain menimbulkan konflik perebutan kepengelolaan.

Dea Ayu Larasati

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini dilakukan pada Desa Wisata Wanurejo Kabupaten Magelang yang bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan wisatawan yang mana mengalami naik turun tingkat kunjungan wisatawan dikarenakan ada beberapa sebab seperti sarana prasarana fasilitas masih tergolong kurang lengkap, serta pelayanan yang diberikan kepada wisatawan masih rendah. Data penelitian diperoleh dari kuesioner dan data dari pengelola. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 94 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak pengelola maupun minat wisatawan berkunjung. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, uji model dan uji hipotesis. Namun sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis regresi menunjukan bahwa peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan wisatawan. Maka hasil uji analisis regresi linear berganda menunjukan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi determinasi R^2 sebesar 0,255. Hal ini menunjukan bahwa semua fasilitas dan pelayanan memengaruhi secara nyata terhadap kepuasan wisatawan secara bersama-sama dengan keeratan hubungan 25,5%. Hal ini menunjukan bahwa untuk meningkatkan kepuasan wisatawan perlu adanya peningkatan fasilitas yang baik dan nyaman serta pelayanan yang baik bagi wisatawan.

Tuwuh Adhistyo Wijoyo; Krisnawati S.N; Aletta Dewi M

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Community service by conducting counseling carried out by the lecturer team from STIEPARI Semarang in terms of increasing local culinary innovations for Semarang City Tourism Village has succeeded in having an impact on the community in the Semarang City Tourism Village environment. Tourism village is a big potential for regional development, especially Semarang City. The tourist village in the city of Semarang has a different potential which becomes an advantage and strength. The diversity of themes and concepts of a tourist village will become a diversity that can show its existence, especially for the city of Semarang which incidentally is an urban area. The diversity of tourism villages can be drawn from one thing in common, that each tourist village has similarities in terms of culinary delights. The culinary in the tourist village has its own characteristics which are influenced by the geographical and cultural location in the tourist village as well as local products which are the advantages of each tourist village. It is felt that the culinary development in the tourist village has not changed because it has not been touched much in terms of innovations that can be done.

Pranoto; Abdul Charis; Ahmad Zidane Alwi; Lintang Ayu Arianti; Wilda Wufqi Nur Hidayat

Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang 2022 Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Semarang

Desa Branjang merupakan desa wisata yang terdapat di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Desa Branjang ditetapkan sebagai Desa wisata dalam Keputusan Bupati Semarang Nomor 556/ 0389/ 2020 tanggal 25-09-2020. Ditetapkannya Desa Branjang sebagai desa wisata ini diharapkan dapat memberikan peluang pada masyarakat untuk memanfaatkan potensi-potensi yang ada untuk mendukung keberlangsungan kegiatan pariwisata. Salah satu potensi utama di Desa Branjang adalah pohon Aren, Aren merupakan salah satu jenis tumbuhan palma yang memproduksi buah, nira dan pati atau tepung di dalam batang dan dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data Pohon Aren beserta pemiliknya dan pemanfaatan yang dilakukan masyarakat Desa Branjang untuk mengetahui potensi yang dimiliki. Metode yang digunakan adalah wawancara, pengambilan sampel di lapangan atau inventarisasi dan identifikasi jumlah populasi pohon Aren di Desa Branjang. Dalam penelitian ini menunjukan bahwa pohon Aren mempunyai banyak kemanfaatan, mulai dari buah sampai batangnya yang dimanfaatkan oleh masyarakat Branjang dengan kreatifitasnya.

Previari Umi Pramesti; Riza Susanti; Shifa Fauziah

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Provinsi Jawa Tengah memiliki beragam potensi wisata, termasuk wisata alam, wisata budaya, dan wisata religi, yang semuanya berpadu menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan wisata terpopuler di Indonesia. Desa Gogodalem merupakan sebuah desa di Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi wisata religi yang cukup besar karena peninggalan dari situs sejarah zaman Tumenggung Niti Negoro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keadaan lingkungan eksternal-internal dan mengusulkan strategi pengembangan desa wisata religi Gogodalem. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini. Pembobotan dan penilaian digunakan bersama dengan analisis SWOT sebagai metode analisis. Berdasarkan temuan investigasi, Kawasan Religi di Desa Gogodalem menuntut desain fasilitas penunjang Desa Wisata yang representatif untuk menekankan identitas religi kawasan dan memberikan manfaat seperti rute dengan aksesibilitas yang sesuai. Sehingga, desain komprehensif fasilitas penunjang ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan desa.

Ray Octafian; Dyah Palupiningtyas; Andhi Supriyadi; Heri Usodo

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Jembrak Village has very diverse potentials that can be used as capital in developing as a Tourism Village. The following are the problems encountered in Jembrak Village, such as: (1) the need to form a Community-Based Local Management Agency to manage the tourism village potential in Jembrak Village; (2) it is necessary to train and increase the ability of community human resources to become the main actors in the management of Tourism Villages in Jembrak Village; (3) it is necessary to explore the unique tourism potentials of Jembrak Village to be presented to tourists as a local tourist attraction; (4) the participation of the Jembrak Village community in the framework of environmental management for the realization of sustainable tourism. The author succeeded in realizing programs to support the development of Jembrak Village as a Tourism Village. These programs are the Establishment of Jembrak Village Tourism Village Managers, Making Tista Village Tourism Village Brochures, Making Tista Village Tourism Village Brochures, Making Trekking Routes, Producing and Packaging Local Culinary for Jembrak Village, Making Jembrak Village Tourism Profile Books, Making Local Souvenirs.