Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 2521-2540 of 2,634

Analytics

Fadia Puja Ainun; Heni Setya Mawarni; Ratna Sari Dewi

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan karakter merupakan sesuatu yang sedang ramai mendapat perhatian di era society 5.0 ini. Yang mana di era society 5.0 sekarang ini banyak terjadi perilaku menyimpang yang disebabkan oleh pesatnya kemajuan dari teknologi, sehingga pendidikan karakter sangat dibutuhkan untuk meminimalisir terjadinya perilaku penyimpangan. Pendidikan karakter dilakukan sebagai upaya untuk menginternalisasikan nilai-nilai karakter kedalam setiap individu manusia. Dengan demikian, maka terdapat proses perubahan perilaku dan sikap dari yang awalnya tidak baik menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui serta melihat bagaimana idealnya peran pendidik dalam menciptakan dan mengelola ruang kelas yang berkarakter, sehingga ruang kelas tersebut dapat menjadi lingkungan yang ideal bagi peserta didik untuk mengembangkan diri, serta potensi yang dimiliki. Selain itu juga membahas mengenai bagaimana kondisi pengelolaan kelas yang banyak terjadi pada saat ini, tantangan penerapan ruang kelas berkarakter, dan peran masyarakat serta lingkungan keluarga dalam mewujudkan ruang kelas berkarakter. Maka dalam analisis ini, disertakan berbagai alasan yang melatarbelakangi mengapa pendidik dijadikan poros dan membentuk ruang kelas berkarakter, serta bagaimana peran peserta didik dalam prosesnya.

Fitria Husna; Ja’far Assagaf

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

One of the basic needs of every human being is to find happiness and be able to express it. One alternative that is often used by individuals in expressing happiness is social media. Happiness is also basically relative, depending on which perspective the expression of happiness is valued. This paper will search to describe various expressions of individual happiness on social media. The general concept of happiness from the perspective of the study of moral philosophy, in this case, hedonism and eudaimonism, is used in this paper as an analytical knife for this phenomenon. In addition, as a comparison, Islamic values are also presented in this theme. This type of study is library research with the main data sources being national journals, books, and other reading materials. The results of this study found that expressions of happiness on social media are quite diverse including shared reality, self-portraits (selfies), obtaining rewards, exploring and obtaining various entertainment from social media, and charity activities. Besides that, there are also expressions of happiness that are capable of harming others, including bullying and sharing hoaxes. These various activities have positive and negative positions from the point of view of moral philosophy and then the concept of Islam was born to complement and give birth to signs of obtaining happiness on social media.

Prayogi, Arditya; Luri Kuraesin; Syamsul Arifin; Dimas Prasetya

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

The existence of the Al-Qura'an Education Park or TPQ is a necessity that is felt to be important to be held in a community environment. This is because TPQ can carry out various important roles, especially in the process of informal education for children in the community. This service activity then aims to assist the formation of TPQ in the Citra-De Afta residential area of Pekalongan Regency as well as institutional strengthening. Community service activities use the PAR method which is carried out in various stages. From the community service activities, the result was the formation of TPQ as a place for religious activities for the children of the housing complex and the emergence of awareness and citizen participation in the existence of the TPQ.

Silvana Oktanisa; Fransisca Ully Marshinta

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Keefektifan serta peran media menjadikan media sebagai bagian penting dalam membentukkepribadian, perilaku dan pengalaman kesadaran masyarakat. Namun, persoalan yang terjadi pada media khususnya diIndonesia saat ini membawa pesandan pemberitaan yang seringkali lepas kendali dan tidak meperhitungkan nilai-nilai etis. Berbagai pelanggaran terjadi seperti pelanggaran media jurnalistik,pelanggaran hak cipta, pelanggaran media internet dan media sosial. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan deskriptif analitis.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisa data diolah dengandata relevan, disajikan sistematik dengan kalimat sederhana disertai dengan kesimpulan. Penelitian ini berbasis pustaka oeh karena itu data yang digunakan adalah data kualitatif.Hasil temuan yang diperoleh adalah pengguna media massa baik kelompok maupun perorangan harus meletakkan nilai-nilaimoral Pancsila dan etika Pancasila serta mematuhi hukum media pada saat menggunakan dan memanfaatkan media massa.Kajian moral dan etika terhadap pelaksanaan hukum media adalah 3 obyek yang saling beririsan. Etika dengan moral menjadi berbeda ketika etika dijadikan refleksi kritis terkait nilai moral lalu berbeda dengan hukum media ketika hukum media berupa peraturan yang disah-kan oleh pemerintah untuk mengatur penggunaan media. Etika sama dengan moral ketika etika dijadikan pegangan untuk mengatur tingkah laku manusia sehingga jelas terkait dengan bagaimana hukum media dilaksanakan dan dipatuhi.

Rahmat Lutfi Guefara; Ali Mu’tafi; Robingun Suyud El Syam

Currently, Islamic education is crucial for developing knowledge based on faith and piety. It creates behavioral patterns that reflect a balance between physical and spiritual aspects, resulting in morally upright individuals. The decline in moral behavior among Muslims is a serious issue that requires significant attention. Islamic education contributes to the enhancement of faith and piety, which in turn shapes morally upright individuals, especially amidst the era of globalization that alters various aspects of life, including mindset. This study aims to understand the process of Islamic education as a means to actualize religious teachings, thereby strengthening the moral character of Muslims in the face of globalization. The research employs a qualitative method with a library research approach. The findings indicate that to address moral and ethical deviations in the era of globalization, it is necessary to revitalize Islamic education to strengthen the moral character of Muslims. The necessary steps include: 1) implementing a holistic and morality-based learning model, 2) revitalizing moral education, 3) revitalizing social education, and 4) revitalizing the role of technology.

Della Tri Utami; Fadhilla Yusri

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Latar belakang dari penelitian ini yaitu bagaimana orang tua asuh membina disiplin dan moral anak-anak di panti asuhan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembinaan disiplin dan moral anak panti asuhan dengan peran orang tua asuh di dalam panti asuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan pembinaan disiplin dan moral anak dengan memberikan kasih sayang kepada anak panti, memberikan nasehat kepada anak untuk selalu menghormati dan menyayangi sesama, anak diajarkan untuk bertanggung jawab dengan tugasnya di dalam panti asuhan Aisyiyah putri daerah Kota Payakumbuh. Orang tua asuh juga menyekolahkan anak-anak asuh dari tingkat sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA). Upaya memberikan motivasi kepada anak, memberikan pendidikan keagamaan di dalam panti agar anak bisa bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menuntun anak untuk rajin belajar baik baik di sekolah maupun di dalam panti asuhan. Dengan adanya pembinaan yang dilakukan oleh orang tua asuh di dalam panti asuhan Aisyiyah putri daerah Kota Payakumbuh dapat memberikan dampak yang baik untuk anak-anak asuh panti asuhan karena mereka sebagai pendorong yang  menuntun anak kepada hal-hal yang baik serta orang tua asuh harus mampu memberi contoh dan perilaku yang baik, agar anak-anak panti asuhan dapat meniru kebaikan ari orang tua asuh.

Divani Khaira Anggistya; Alisya Afifah Maulidina Putri Abdillah

Jurnal Hukum dan Sosial Politik 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The Pancasila Law of Indonesia is a unique and distinct legal concept for the Indonesian nation. The Pancasila Law is the result of Indonesia's long struggle for independence from colonization and the building of a free, democratic, sovereign, just, and prosperous nation. The Pancasila Law is not only based on constitutional documents or laws, but also has a strong philosophical and moral foundation that originates from Pancasila as the foundation of the Indonesian state. The concept of Pancasila Law in the three-dimensional prism, also known as the three aspects of trias politica, consists of functions, structure, and system. These three aspects are interconnected and cannot be separated from each other in carrying out their tasks and functions as the basis of the state law. Thus, the conclusion of the concept of Pancasila law is that it is a unique, complex, and holistic legal system that encompasses the values and principles of Pancasila as the foundation of the Indonesian state. Pancasila law combines legal, philosophical, and moral aspects while accommodating the cultural and religious diversity of Indonesia, and encourages societal participation in policy-making. Pancasila law is the result of the long struggle of the Indonesian people for independence and the building of a sovereign, democratic, just, and prosperous nation.

Bernadeta Wahyu Astri Pratita

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sekolah Menengah Kejuruan Putra Indonesia Malang (SMK PIM) berlokasi di Jl. Barito No. 5, Bunulrejo. Sekolah ini memiliki 2 program keahlian yaitu Kimia Industri dan Farmasi Industri. Visi yang dimiliki oleh SMK ini adalah “Menjadi lembaga pendidikan vokasi yang berstandar nasional yang bersinergi dengan dunia industri dan dunia usaha sehingga mampu meluluskan insan berakhlak mulia, cerdas, unggul dalam prestasi, dan berjiwa entrepreneur”. Salah satu cara untuk membentuk jiwa entrepreneur adalah dengan belajar membuat rancangan bisnis/business plan. Teknis/mekanisme awal pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan secara luring, namun karena adanya pandemi covid-19 hal tersebut menjadi tidak mungkin dilakukan, sehingga pengabdian dilakukan secara daring (tatap muka dengan google meet). Selain dengan menggunakan google meet juga menggunakan google classroom sebagai wadah untuk konsultasi. Pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai tipe-tipe wirausaha, karakteristik kewirausahaan, faktor-faktor penentu keberhasilan wirausaha dan dilanjut dengan pemaparan materi membuat proposal business plan/rancangan bisnis. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) kegiatan berupa pelatihan membuat business plan dapat berjalan dengan baik, (2) motivasi peserta cukup tinggi karena semua ingin mengikuti pelatihan tetapi terkendala dengan adanya program PKL (total jumlah 134 orang siswa, yang dapat mengikuti pelatihan hanya 70 orang siswa), (3) pelatihan membuat business plan mendukung tugas pembelajaran yang diberikan sekolah kepada peserta, (4) template/format business plan yang diberikan bagi peserta dapat digunakan sebagai alat bantu untuk membuat proposal bisnis, (5)  meningkatkan ketrampilan dan kemampuan peserta dalam membuat proposal business plan.

Farah Qalbia; M. Reza Saputra

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Ethics in the banking industry plays a crucial role in maintaining integrity and public trust. This study aims to explore the role of ethics in preventing violations that could damage the stability of the financial system and the reputation of banks. Using a qualitative approach, this research employs case studies and literature reviews to analyze various cases of ethical violations in the Indonesian banking industry. The findings reveal that strong professional ethics can reduce the risk of fraud and moral hazard among bankers. However, challenges such as weak oversight and profit pressures remain significant factors influencing ethical breaches. Implementing sound corporate governance principles, enhancing ethics education, and tighter regulatory oversight are considered essential to strengthening banking ethics. This study concludes that by reinforcing commitment to ethics, the banking industry can increase public trust and support sustainable economic growth.

Lucky Antonio; Tri Subekti

This article investigates the ways in which religious education can integrate values of tolerance and moderation in an attempt to develop students into moderate and tolerant members of society. This study uses a comprehensive research process to investigate teaching strategies such as value-based learning, contextual, collaborative, dialogue, and simulation techniques. Based on the results of the analysis, applying these principles discourages extremism while fostering tolerance and respect for one another's differences. By encouraging values of diversity and balance, Islamic religious education contributes to the development of moral character and social harmony.  

Gilang Prayo Setya; Afrinaldi Afrinaldi; Salmi Wati; Wedra Aprison

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This writing is motivated by the phenomenon from the observations in Nagari Mungo that tend to lead to the negative, such as dating behavior that has been done by many students even though they are still at school, fighting behavior that often occurs to solve problems between individuals that should be resolved in a good way and can be  reconcile well.  This is not in accordance with the concept of a spiritual attitude which shows one's thoughts, words, and actions that are always carried out based on divine values ​​or religious teachings.  This study uses a descriptive qualitative approach.  Collecting data in this writing the writer obtained through interviews, observation and documentation.  The data source for this writing uses the key informants of the Akidah Akhlak teacher, and the supporting informants are students.  Data analysis techniques that the authors do are data reduction, data presentation, and conclusions.  Then the data validity technique uses Source Triagulation.  Based on the results of the study, it can be understood that the role of aqidah moral teachers in developing the spiritual attitude of students at the Al Munawwarah Li Binail Ummah Nagari Mungo Foundation, Luak District, 50 Kota District has an important role in developing students' spiritual attitudes, namely as role models, teachers, mentors, and motivators.

Usman Usman

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

This study uses a qualitative method. Data collection techniques were carried out by in-depth interviews, participant observation and documentation. Data were analyzed using an interactive model consisting of collecting data (data collection), reducing data (data reduction), presenting data (data display), and concluding (conclusion). Checking the validity of the data is done by testing the credibility, transferability, dependability, and confirmability. This study also aims to find: (1) the role of PAI teachers (aqidah morals) in fostering student morals, (2) What are the driving factors in fostering student morals at MTs N 1 Central Buton, (3) What are the inhibiting factors in fostering student morals in MTs N 1 Central Buton. The results of this study indicate that: (1) the role of PAI teachers (aqidah morals) in fostering student morals at MTs N 1 Buton Tengah has shown a good attitude in accordance with Islamic teachings and applies what they get from the explanations given by the teacher at class during the learning process. (2) The driving factors in fostering student morals at MTs N 1 Central Buton are; parental factors and exemplary factors, (3) while the inhibiting factors in fostering student morals at MTs N 1 Central Buton namely; different family factors and friend factors.

Tini Mogea

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The purpose of the study is to find out the character of Ralph in William Golding’s Lord of the Flies. This is qualitative research since the data collected is in the form of words rather than numbers. Data are taken from a primary source, which is the novel itself, and secondary sources, which are other books and relevant references, to support the analysis. In analyzing the data, the writer applies an objective approach.The results show that Ralph, as the major character in the Lord of the Flies novel, shows how a good leader should be. He displayed specific characteristics that define a good leader. By possessing the ability to show initiative, responsibility, courage, and determination on the island, he becomes the remarkable leader he is. The character of Ralph also showed his morality. He does not forget that he is a human being. He kept fighting so he could survive with his friends. He knows that he has to be responsible for his friend and never turn his back on him. His character in this novel reminds us that we should have a good sense of responsibility for ourselves, especially for others.

Rahmat Lutfi Guefara

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This research aims to describe how the moral attitudes taught in the science of Sufism can serve as a foundation for multicultural education. The research method used is qualitative phenomenology, with an approach that includes in-depth interviews, direct field observations, and general observation. The result of this research is a design for multicultural education based on Sufi ethics. This study explores the collaboration between the concept of multicultural education and Sufi behavior in Sufism teachings. Both elements have developed significantly and have influenced various aspects of life. However, this research offers an integration of these two elements into a Sufi-oriented multicultural education system. This new model is expected to create serenity and peace for the Indonesian nation.    

Budi Rahman Hakim; Fajrur Rahman

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study examines the genealogical transformation of the Neosufi order in Indonesia, focusing on the shift from a private-ritual institution to an active and open social movement in the public space. Through a qualitative approach based on literature study and hermeneutic analysis, this paper highlights how the Qadiriyah Naqsyabandiyah Order (TQN) Suryalaya represents a new form of Sufism that combines spiritual depth with collective social action. This transformation is seen in various fields, ranging from drug rehabilitation, Islamic boarding school education, to spirituality-based economic empowerment. The order is no longer just a space for contemplation, but also plays a role in the process of social reconciliation, moral advocacy, and expansion into the public space through digital media. However, this dynamic also raises genealogical problems in the form of spiritual symbolization by the state, co-optation of power, and ambiguity in the interpretation of modernity. Indonesian Neosufism is a contextual response to spiritual and social crises, as well as a field of negotiation between the legacy of tradition, the demands of modernity, and the structure of state power. This study is a development of the author's dissertation and academic book manuscript that is being prepared for publication, thus presenting theoretical and practical contributions to the study of Sufism and social development.  

Yunus, Rusyda Nazhirah; Munisa Munisa

Proceeding. of The International Conference on Business and Economics 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Based on initial observations made by researchers in Pematang Serai Village, some children had difficulty speaking because they were still used to the language used in the family environment, and it was difficult to listen to what other people were saying other than using their mother tongue. For example, some children still use their mother tongue or are carried away by the language used at home when they want to ask others for help, which is sometimes difficult to understand. Another problem faced by the people of Pematang Serai Village is moral degradation. Low levels of education and interest in reading are suspected to be the cause of the decline in the character values of the millennial generation. Data analysis was adjusted to the problem formulation questions to be investigated using a quantitative descriptive method that processes numerical data into words, then changes recorded data from interviews. There is an influence of mother tongue on the listening ability of children aged 4-5 years in Pematang Serai Village, the influence of mother tongue on the listening ability of children aged 4-5 years in Pematang Serai Village is 27.8%, and the rest is influenced by cultural factors, community environment and intensity social interaction of 72.2%.

Mohammad Rudiyanto; Ria Kasanova

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Karakter dan akhlak mahasiswa harus dikembangkan secara maksimal agar tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berkembang di bidang non-akademik untuk mempertahankan rasa identitas diri mereka dalam menghadapi globalisasi. Oleh karena itu, penanaman budi pekerti luhur pada mahasiswa Indonesia merupakan hal yang paling mendesak yang perlu segera mendapat perhatian. Melalui investigasi ini, diyakini akan ditemukan taktik atau konsep untuk meningkatkan akhlak mulia di kalangan pelajar Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tinjauan literatur, yang memerlukan pengumpulan dan penilaian sumber dan fakta dari karya-karya yang diterbitkan seperti buku, jurnal, makalah, dan tesis. Teknik membaca semantik dan simbolik digunakan untuk memperoleh data. Berdasarkan temuan penelitian, pendidikan karakter harus terus dilaksanakan di lingkungan pendidikan tinggi guna meningkatkan dan menanamkan akhlak mulia pada mahasiswa. Guru besar bertanggung jawab untuk membina moralitas dan karakter mahasiswa. Melalui keteladanan yang diberikan oleh dosen dalam lingkungan akademik, mahasiswa akan melakukan peniruan dan cenderung memandang akademisi sebagai role model.

Rahma Aulia; Rula Azmi Fath; Muhammad Difa Darusallam; Meity Suryandari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Perubahan zaman membawa dampak bagi seluruh Negara. Dengan adanya perubahan zaman, pola pikir manusiapun ikut berubah. Perubahan zaman membawa dampak positif maupun negatif. Perubahan ini terjadi karena adanya Globalisasi. Peranan keluarga dalam pembimbingan generasi muda cukup dominan. Pembentukan perilaku yang positif yang harus dimiliki oleh setiap orang warga negara yang baik, bermula dari keluarga menurut Jamaludin Ancok dikutip Hendriyati Agustiani dalam buku “Psikologi Perkembangan” menyatakan bahwa pada saat ini pembinaan terhadap kaum remaja belum menemukan format yang maksimal. Perilaku remaja yang akhir-akhir ini marak, berupa tawuran, perjudian, dan berbagai kenakalan remaja lainnya,dianggap sebagai akibat dari proses keterasingan dari kehidupan yang wajar. Perilaku-perilaku menyimpang seperti itulah masih terjadi di kampung dan di desa, bukan kota besar saja, semisal di kampung Sinar Rejo masih adanya krisis moral yang terjadi antar kaum remaja.

Anis Fatihatul Madaniah; Infadzah Al Shidqi; Torik Mabruri; Sahlani Sahlani; Meity Suryandari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Berpikir adalah aktivitas kebiasaan manusia yang memungkinkan manusia mengatasi keterbatasan nya sehingga manusia dapat mengarahkan dirinya dan tindakannya ke arah yang lebih baik di masa depan. metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif melalui studi pustaka, penelitian buku, majalah artikel ilmiah yang diperoleh dari media elektronik seperti internet dan google scholar. peran pendidikan karakter dalam membentuk kemampuan befikir kritis generasi muda di Indonesia sangat lah penting untuk dibahas. aspek perilaku yang mentargetkan perubahan adalah perubahan cara berpikir, berperilaku, dan bertindak lebih baik mengembangkan keterampilan inovatif generasi muda. hal ini tidak terlepas dari kesadaran setia negara akan potensi generasi mudanya. untuk meningkatkan kecerdikan dan harmoni teknologi dan industrialisasi dalam kehidupan sehari-hari. pengembangan soft skill generasi muda di setiap negara memiliki metode dan indikasi yang berbeda. “Soft skills merupakan keterampilan dan kecakapan hidup, baik untuk sendiri, berkelompok, atau bermasyarakat, serta dengan sang pencipta. dengan mempunyai soft skills membuat keberadaan seseorang akan semakin terasa di tengah masyarakat. keterampilan akan berkomunikasi, keterampilan emosional, keterampilan berbahasa, keterampilan berkelompok, memiliki etika dan moral, santun dan keterampilan spiritual”. dunia kerja tidak hanya memprioritaskan pada kemampuan akademik (hard skills) yang tinggi saja, tetapi juga memperhatikan kecakapan dalam hal nilai-nilai yang melekat pada seseorang atau sering dikenal dengan aspek soft skills. oleh karena itu, generasi milenial saat ini harus meningkatkan keterampilan mereka dan menyadari pentingnya mengembangkan soft skill agar lebih kompetitif baik di tempat kerja, di dunia akademis maupun di dunia lingkungan masyarakat nya.  

Putri Nabila; Rahmah Rihhadatul ‘Aisy; Sifa Qorita Aeni; Meity Suryandari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Karakter islami perlu dipupuk sejak dini dalam mengatasi meningkatnya kasus degradasi moral. Institusi pendidikan memiliki peran besar dalam pembinaan karakter mahasiswa terkhusus pada prodi manajemen dakwah yang berada di Institut Agama Islam Al Zaaytun Indonesia yang hadir di era milenial. kampus ini menerapkan digital dakwah dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kasus metode pembelajaran di Institut Agama Islam Al zaytun idonesia. Itu Hasil penelitian menggambarkan bahwa kampus ini memiliki manajemen pembelajaran yang unik, yaitu menerapkan dakwah digital dalam proses pembelajaran. Pada tahap perencanaan ini, dakwah digital dinilai telah direncanakan secara matang, hal ini terlihat dari kesiapan dosen dan mahasiswa dalam menerapkan program digital selama proses pembelajaran. Pada tahap implementasi, dakwah digital ini dirasakan sudah dilakukan efektif, terlihat dengan adanya aplikasi e-learning yang berkaitan dengan pembelajaran process, aplikasi mobile islami yang dapat diakses langsung dari handphonedan terkait kajian islami, serta animasi dakwah bergambar yang telah ada dibuat dan dirancang oleh mahasiswa dalam rangka penyebaran dakwah Islam. Adapun Tahap evaluasi, dakwah digital ini berdampak positif untuk dinaikkan penyadaran kepada seluruh mahasiswa akan pentingnya menyebarkan Islam dan membina keislaman nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari, dan perlu ditingkatkan lebih kreatif lagi, agar demikian selalu update, variatif dan semakin menarik.