Publication Search

70,860 articles from 625 journals · 2,111 citations tracked

Showing 221-240 of 245

Analytics

Rahmad Purwanto Widiyastomo

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima dalam kaitannya dengan pemberdayaan pedagang kecil yang menjadi dalah satu daya Tarik dalam memperdagangkan hasil-hasil produksi lokal, seperti batik dan tenun serta produk kerajinan. Pengaturan, pembinaan  dan  pemberdaaan pedagang  kaki  lima  di  Kota  Pekalongan telah  diatur dengan  dengan mengacu kebijakan dari Pusat dan kebijakan daerah dalam rangka legalitas usaha, pemberdayaaan pedagang kaki lima dan ketertiban umum serta peningkatan kesejahteraan pelaku usaha.

Edi Suwasana; Ega Mawarni Putri; Aisyah Dewi Sri Annisa; Gabriella Krisnugtya Putri

Garina 2021 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

The times have demanded new innovations, including in the fields of culture and art. In accordance with this research, the process of making batik with motif inspiration from the form of the Covid-19 virus with natural dyes from dragon fruit skin and spinach is expected to be a new innovation in the art of batik. This study aims to determine how the process of making the covid-19 virus motif batik with natural dyes that have been determined. The method used in this research is the R&D method or in Indonesian it is called the research and development method. This experiment was carried out starting from December 1, 2020 at the AKS Ibu Kartini Batik laboratory, Semarang, which is located at Jl. Kawi  No. 40 Kos Mas Gilang, Semarang city. In the experiment, the skin of dragon fruit was used as much as 500 gr and 300 ml of water, while spinach was 800 gr and 700 ml of water but the total for the dragon fruit was 7 kg and 4 liters of water & 2 kg of parrot with 1 liter of water, and the first and second immersion was carried out through several locks. The result of this research indicate that the design motifs designed are very suitable for tall thin people, the pink color produced from the dragon fruit skin and the brownish green color of the spinach are very suitable for prismatic cloth. While the locking which is suitable for the coloring of dragon fruit peel is locking alum and the dye from spinach is suitable for locking the gazebo.

Sulistiyowati, Liliek Nur; Wardoyo Putro, Prima Utama

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

UMKM Batik Ngangkrik merupakan salah satu produsen batik khas Kabupaten Madiun yang didirikan pada tahun 2013. Pengrajin Batik Ngangkrik memfokuskan pembuatan batiknya pada teknik tulis. Pengrajin Batik Ngangkrik meproduksi berbagai macam motif batik seperti Kenongo, Porang, Serat Jati, dan Gabah Sinawur. Meskipun Batik Ngangkrik ini sudah berdiri enam tahun silam, akan tetapi para pengrajin masih mengabaikan aspek kemasan batik yang menarik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para pengrajin batik tentang pentingnya kemasan produk untuk meningkatkan pemasaran produk batiknya. Selain itu juga dilakukan pelatihan bagaimana cara membuat kemasan produk yang menarik. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, diskusi, dan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran pengrajin batik akan pentingnya kemasan produk serta menambah keahlian pengajin batik dalam membuat kemasan produk guna meningkatkan penjualan produk batik mereka.

Haryono, Tulus; Margana, Margana; Sugiarti, Rara

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The Community Partnership Program (PKM) on creative art innovation "LUBA" was carried out in collaboration with UKM Rukun Makmur located in Klaten Central Java. There are centers of batik as well as lurik in the area but they arey have not been optimized. Therefore, this PKM activity focuses on new product innovation by combining lurik and batik crafts into innovative handicrafts called lurik batik (LUBA) which at the same time can act as a unique and iconic Klaten souvenir to support regional tourism development.There are several problems faced by UKM Rukun Makmur as partner. Based on these problems, this program aims to find solutions to all these problems by using several methods including counseling, discussing, training, and mentoring. The results of this PKM activities show that UKM Rukun Makmur has been able to increase their creativity to create designs, motifs, and varied color of lurik batik (LUBA) handicraft products.

Kurniadi, Edi; Margana, Margana; Supriyadi, Slamet; Kurniawati, Estetika Mutiaranisa

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Surakarta is one of the cities in Central Java which is known as the city of batik and a tourist destination area which is supported by tourist attractions in the form of various historical sites that have integrated with the culture of the local community. The arrival of tourists to various tourist destinations in Surakarta in addition to enjoying existing tourist objects is also to get souvenirs that have local uniqueness. Apart from hunting batik for souvenirs, many also hunt for distinctive T-shirts, especially for young tourists, because they are inspired like traveling to Bali and Jogja. To provide a new alternative in the form of t-shirts with designs that have local uniqueness, it is planned to partner with CV. Asta Saka Semesta which produces t-shirts, convection, and merchandising. Service methods in the form of training and assistance in making innovative designs for tourist souvenirs; lectures to increase knowledge about survival strategies in business; expansion of marketing through participation in exhibitions; documentation of product samples and procurement of shelves for product documentation that has been produced. The results are 5 innovative designs, namely the design of a tourist attraction patterned t-shirt combined with classic batik motifs, as well as the production process for tourist souvenirs, 2 t-shirt designers have increased their knowledge and skills in making designs to meet the needs of tourists.

Nugraeni, Nugraeni; Susilawati, Indah; Paramitalaksmi, Ratri

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kelompok Dasa Wisma adalah kelompok ibu-ibu yang ada di lingkungan Rukun Tetangga (RT) yang juga bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia terutama menyangkut kegiatan sosial dan ekonomi. Demikian juga ibu-ibu dasawisma di dusun Kunden, kelurahan Jogotirto, kecamatan Berbah, kabupaten Sleman. Pemilihan pedukuhan Kunden dikarenakan di pedukuhan ini terdapat banyak obyek wisata edukasi kelompok masyarakat seperti peternakan, pertanian, bank sampah dan pembuatan batik jumputan yang memiliki potensi usaha untuk dikembangkan lebih lanjut. Diantara beberapa wisata edukasi yang ada di pedukuhan Kunden, kami memilih satu kelompok masyarakat yang akan menjadi fokus kami dalam pelaksanaan pengabdian pada masyarakat, yakni kelompok masyarakat Dasa wisma Mawar Jaya yang fokus dalam pembuatan batik jumputan. Saat ini program sudah melakukan pelatihan tentang pembukuan dan promosi online bagi pengelola Dasa Wisma Mawar Jaya, juga melakukan pendampingan untuk kedua kegiatan tersebut.

Sugiarti, Rara; Margana, Margana; Setiyoko, Nanang

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

UKM Batik Anisa encounters several problems including limited creativity and innovation to create new designs and iconic motifs that can represent regional characteristics, limited variations in batik color, limited market network, marketing strategies, and promotional media for batik products, limited knowledge about tourism and the important role of souvenir, and limited tools and materials that are relevant for initiating the development of new batik motif called pithecanthropus erectus (PE). This is innovative motif that has the potential to become iconic batik product of Ngawi. This activity aims to overcome problem faced by UKM Batik Anisa. Methods include counseling, discussing, training, and assisting. Results of the activity include innovations of new batik design and motifs (pithecanthropus erectus), variation of batik color through diverse combination of color, website to expand market networks, knowledge improvement concerning tourism and opportunities to create iconic souvenirs, and new tools to increase productivity of UKM Batik Anisa. Keywords: batik; design; iconic; pithecanthropus erectus.

Maria Rio Rita

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Kebutuhan dana merupakan salah satu input yang diperlukan untuk menunjang keberlangsungan usaha, tidak terkecuali bagi UKM. Tujuan penelitian ini adalah mengeksporasi dan menggambarkan pola pendanaan UKM yang dikaitkan dengan siklus hidup usahanya. Obyek penelitiannya adalah UKM batik yang berlokasi di Pekalongan, Jawa Tengah. Sampel ditentukan berdasarkan kriteria yang ditetapkan peneliti (purposive sampling method), dan terpilih 50 pengusaha sebagai responden. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan pola pendanaan UKM pada masing-masing siklus hidupnya. Penelitian ini menemukan adanya variasi pola pendanaan antar (cross section) pada setiap fase usaha. Setiap fase usaha memiliki kondisi yang berbeda-beda, sehingga menuntut kebutuhan modal (sumber dan jumlah) yang berbeda pula. Implikasi dari riset ini adalah menunjukkan bahwa pengusaha perlu menyesuaikan keputusan pendanaannya sesuai dengan perubahan fase hidup perusahaan. agar usaha dapat terus berkelanjutan.

Chaerul Huda; Loekman Mohammadi; Hetyorini

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Di beberapa kota besar Indonesia, sudah banyak beberapa bangunan sekolah maupun universitas yang berbasis keagamaan, termasuk beberapa wilayah yang memiliki sebuah bahkan beberapa bangunan pesantren. Kabupaten Pekalongan yang memiliki total penduduk berjumlah 880.092 jiwa dengan kepadatan mencapai 1.053 jiwa per kilo meter persegi yang mayoritas penduduknya beragama islam. Hal itu terbukti dengan adanya slogan bahwa Pekalongan adalah Kota Santri. Mengingat betapa pentingya pembangunan sebuah pesantren di Pekalongan dengan berbagai keterampilan yang ada di Pekalongan, sudah seharusnya jika Pekalongan memiliki sebuah pesantren modern yang tidak hanya berbasis keagamaan, namun juga keterampilan membatik. Bangunan Pondok Pesantren Modern Berbasis Ketrampilan Membatik di Kabupaten Pekalongan merupakan sebuah bangunan fasilitas pendidikan yang dirancang untuk mewadahi kegiatan edukasi (pendidikan) yang tidak hanya berkaitan dengan ilmu sosial dan agama namun juga edukasi mengenai ketrampilan membatik. Konsep perancangan dari bangunan ini adalah menciptakan bangunan yang representatif sebagai tempat untuk belajar dan mendapat pengetahuan akan ilmu sosial dan agama serta bekal ketrampilan membatik. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Seliari, Tutun

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Paguyuban Batik Tulis Langensari (PBTLS) is a community of batik artisans in the area around Embung Langensari, Yogyakarta. Determining the target of enthusiast of handmade batik from PBTLS crafters requires a strategy so that batik results can be right on target. The strategy that will be carried out requires an agreement that becomes a joint agreement in the community, given the current fashion trends that are developing very fast. Along with the development of the main trends in life, namely go green that returns to nature, fashion trends are also following. Today's global fashion trends are shifting from fast fashion to slow fashion. The target of the PBTLS is to determine the meeting point between products that have been produced as supply and market needs/demand. The method used in determining PBTLS targets is carried out through 4 stages. The first stage identifies the range of products that have been produced by PBTLS. The second stage determines the target users of PBTLS products. The third stage determines the direction of product development. Then the fourth step determines the uniqueness of PBTLS products. In carrying out these four steps, a crafter's poll was conducted through a "mentimeter application" conducted on 17 PBTLS artisans and focus group discussions (FGD). Through the application of the "mentimeter" the results of the PBTLS artisans poll can be immediately known to be discussed and formulated together through the FGD. The results obtained by the main target of PBTLS are middle-aged mothers consumers. Uniform fashion / formal batik fashion becomes the main target for the direction of PBTLS product development by developing the unique PBTLS products namely motifs and colors of handmade batik.

Riani, Asri Laksmi; Kurniadi, Edi; Cholil, Mohammad; Susan Dwi Cahyaningrum, Atmaji,

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Program pengabdian dilakukan pada sentra UKM Batik di desa Pilang Kabupaten Sragen. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk pengembangan UKM dalam peningkatan pangsa pasar melalui aspek pemasaran online. UKM Batik desa Pilang memiliki masalah pada jumlah permintaan yang stagnan, padahal kapasitas produksi masih belum beroperasi dengan maksimal. Dari hasil diskusi antara tim pengabdian dan masyarakat dapat diindikasikan bahwa UKM masih belum memaksimalkan media promosi dan periklanan.Metode pengabdian yang dilakukan melalui pelatihan peningkatan pengetahuan dan praktik pemasaran multichanel dengan menggunakan sosial media. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah: 1. Meningkatnya pemahaman dan kreatifitas UKM Batik dalam pemanfaatan sosial media sebagai media promosi, 2. UKM Batik mampu mengelola berbagai media promosi berbasis online.

Damayanti, Christy; Murdani, Andika Drajat

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The e-commerce market trend is taking place around the world. This trend encourages international trade be more intense. This can be an opportunity for Indonesia to be able to develop its exports rate using e-commerce. Based on this background, this program purposes to provide indeep information to industry and trade players about how to increase their potential and expand the market through international e-commerce. This international e-commerce should be a solution to improve its economic welfare. The method of this program is carried out through assessment and socialization at the location of service, as Kampung Batik Laweyan Solo. Exploration activities were to obtain detailed information about program targets, which are held in August and September 2018. Furthermore, a one-day socialization event is held on 28 October 2018. The results of this program are (1) business actors can obtain information about the potential export by utilizing international e-commerce; (2) for the region, can develop regional potential, regional promotion, and regional economic development; (3) for universities, as a fulfillment of the Tri Dharma elements of Higher Education.Keywords : export, international e-commerce, Kampung Batik LaweyanI. PENDAHULUAN

rakhmawati, desty

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Sokaraja is one of the sub-districts included in the Banyumas Regency, led by a Regent named Ir. Achmad Husein and his deputy named Dr. Budhi Setiawan. Sokaraja aside from being a center for learning for students centered on the Kauman Mosque in Central Sokaraja, Sokaraja is also the birthplace of fighters such as R.Separdjo Roestam, Gatot Soebroto, and other high-ranking officials in Indonesia. Sokaraja is very famous for Soto Sokaraja, Batik Sokaraja and Getuk goreng, so most of the residents of Sokaraja Village are sellers of soto, batik makers and getuk goreng products. In addition to earning a living as a seller of soto, batik maker and getuk goring production, but many also earn a living as producers of tofu. Tofu is a food product made from the clumping of soy protein. Tofu production is still not widely known by the wider community, compared to the production of fried getuk, batik and soto sokaraja which are already very well known to the wider community.

Suliantoro, Adi; Andraini, Fitika; UN, RR Dewi Handayani; Pratama, Alif Candra

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Intellectual Property Rights for Batik Semarang still not as expected. Though the existence of Batik Semarang has existed since the Dutch colonial era around the 19th century and the motive is not inferior to other batik. Supposedly IPR can be applied to protect Batik Semarang, especially is The Copyright. The issue is What is the Copyright can be used to protect and preserve Batik Semarang? If ok what is the problem of it that can not apply its IPR, especially for  Copyright. The conclusions is: Copyright can be applied to art / motive. The obstacles are the traditional motif is already a Public Domain, shall have the novelty of novation, Batik Semarang is not widely known and less desirable both from employers and community batik Semarang. Suggested communities often use Batik Semarang by requiring students to use Batik Semarang.

Wahyudi, Eko Nur; Utomo, Agus Prasetyo; Mariana, Novita

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah merupakan kota pusat perdagangan dan industri dengan sektor unggulan di bidang manufaktur, agrikultur dan pariwisata. Dari sisi laju pertumbuhan ekonomi (LPE), kota Semarang mengalami peningkatan cukup signifikan yaitu 5,7 di tahun 2015 menjadi 5,8 di tahun 2016. Artinya laju pertumbuhan ekonomi masyarakatnya sangat tinggi, khususnya di sektor pariwisata. Banyak industri kecil tumbuh yang menopang laju pertumbuhan ekonomi menjadi meningkat, seperti di bidang makanan dan minuman olahan dan kerajinan. Beberapa wilayah dikhususkan dalam pengembangan industri tersebut, namun demikian tidak semua dapat menjadi sentra dari setiap bidang industri tetapi bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, seperti contoh dalam usaha kerajinan batik ada di beberapa lokasi demikian juga dengan industri olahan pangan.Pola pertumbuhan industri mikro, kecil dan menengah tersebut agar dapat dimonitordan dikembangkan sesuai dengan potensi masing-masing wilayah industri dengan metode KMeans untuk bisa memetakan pembinaan dan pendampingan pengembangan yang tepatsesuai dengan bidang usaha para pelaku industri mikro, kecil menengah dan potensi wilayahkecamatan.

Eka Tripustikasari, Desty Rakhmawati &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Sokaraja merupakan salah satu Kecamatan yang termasuk dalam Kabupaten Banyumas, yang dipimpin seorang Bupati yang bernama Ir. Achmad Husein dan wakil nya yang bernama dr. Budhi Setiawan. Sokaraja selain sebagai pusat menimba ilmu bagi para santri yang berpusat di Masjid Kauman Sokaraja Tengah, tetapi Sokaraja juga sebagai tempat kelahiran pejuang seperti R.Separdjo Roestam, Gatot Soebroto, dan para petinggi lain di Indonesia. Sokaraja sangat terkenal dengan Soto Sokaraja, Batik Sokaraja dan Getuk gorengnya, sehingga kebanyakan mata pencaharian warga Desa Sokaraja sebagai penjual soto, pembuat batik dan produksi getuk goreng. Selain bermata pencaharian sebagai penjual soto, pembuat batik dan produksi getuk goring, tetapi banyak juga yang bermata pencaharian sebagai produsen tahu. Tahu adalah suatu produk makanan yang dibuat dari hasil penggumpalan protein kedelai. Produksi tahu masih belum dikenal banyak oleh masyarakat luas, dibandingkan dengan produksi getuk goreng, batik dan soto sokaraja yang sudah sangat dikenal masyarakat luas. Kurang dikenalnya produksi tahu di Sokaraja, bisa disebabkan kerena para produsen tahu hanya mampu membuat atau memproduksi tahu tanpa mengetahui bahwa nilai tambah dari produksi tahu itu sangatlah banyak.Seperti penambahan nilai tahu dengan membuat olahan makanan seperti kerupuk, nugget dan yang lainnya, yang nanti bisa dipasarkan.Kurang dikenalnya produksi tahu di Sokaraja, menyebabkan keuntungan dari produksi tahu masih tergolong minim.Karena berdasarkan hasil wawancara dengan produsen tahu, bahwa satu hari keuntungan yang didapat berkisar 100 ribu. Dengan adanya IbM ini diharapkan bisa menambah nilai tambah dari tahu atau ampas tahu dan menambah keuntungan bagi produsen tahu di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Karena rencana kerja dalam program IbM adalah dengan memberikan ketrampilan atau pelatihan bagi para produsen tahu di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas tentang bagaimana caranya agar tahu atau ampas tahu mempunyai nilai tambah yaitu dengan memproduksi tahu atau ampas tahu menjadi kerupuk yang dikemas dengan adanya izin dari Kementerian Kesehatan yang siap untuk didistribusikan atau dipasarkan. Selain itu juga akan dibuatkan aplikasi website atau media sosial via on-line untuk membantu memasarkan produk. Selain itu juga dalam pendistribusian krupuk tahu atau krupuk ampas tahu akan didistribusikan ke warung atau toko sekitar.Kata kunci: Desa Sokaraja Tengah, Produksi Tahu, Produksi Krupuk Tahu dan Produksi Krupuk Ampas Tahu.

Halifa Haqqi, GPH. Dipokusumo &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Cultural and Creative Industries (CCIs) shows a significant increase, both globally and locally. The market for creative industries in Europe is also wide open. For Indonesia, the creative industry sector is also a leading sector. Unfortunately, many creative industry players do not understand the potential of this. Therefore, it is important to provide information about creative industry’s export potential to Europe. The method used in this program is through socialization and disccusion. The program has been held with participants in creative industries, located in Kampung Batik Laweyan Surakarta. The socialization program was held on Sunday, October 28, 2018 located in Batik Laweyan Village. Through this program, it can be useful for: (1) creative industry players, to get an overview of the potential of the creative industry in the European market; (2) for the region, can develop regional potential, regional promotion, and regional economic development; (3) for universities, as a fulfillment of the Tri Dharma elements of Higher Education. The output of this program are that the participants can understand and encouraged to export their creative industries product to the European market.Keywords: creative industry, Europe market, export, Kampung Batik Laweyan

Suprayitno, Erni Widajanti &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan penyuluhan ini dilakukan bagi muda mudi Karang Taruna Desa Jati Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen.. Kegiatan ini dilaksanakan pada 7 April 2018 jam 19.00 WIB, bertempat di Balai Desa Jati, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Dengan judul: ”Penyuluhan tentang Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan pada muda mudi Karang Taruna Desa Jati Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen. Luaran dari kegiatan dari ini diharapkan dapat: 1. Meningkatkan pengetahuan muda mudi Karang Taruna Desa Jati Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen.tentang konsep-konsep kewirausahaan agar mereka memiliki pengetahuan yang benar tentang kewirausahaan, sehingga tidak ada kesalahan persepsi tentang kewirausahaan. 2. Membekali muda mudi Karang Taruna Desa Jati Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen.wawasan tentang bagaimana mengelola usaha untung mebcapai keunggulan kompetitif. Kegiatan yang akan dilakukan meliputi: 1. Pemilihan peserta pengabdian pada masyarakat, yaitu, Muda mudi Karang Taruna Desa Jati Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen. 2. Penyampaian materi penyuluhan, 3. Pelaksanaan evaluasi. Evaluasi yang akan dilakukan dengan cara: sebelum penyuluhan dilakukan tanya jawab untuk mengetahui pengetahuan awal dari peserta tentang wirausaha dan cara mengelola usaha kecil, setelah penyuluhan selesai, dilakukan tanya jawab lagi tentang materi yang sama. Dengan membandingkan hasil jawaban yang telah dilakukan, maka akan diketahui apakah ada peningkatan pengetahuan tentang wirausaha.Kata Kunci: Kewirausahaan dan keunggulan kompetitf.PENDAHULUANJati merupakan sebuah dusun di desa Pilang, kecamatan Masaran, kabupaten Sragen, provinsi Jawa Tengah, negara Indonesia. Dusun ini terletak di bagian utara desa Pilang. Merupakan wilayah yang banyak terdapat produsen batik tulis. Desa Jati Merupakan 1 (satu) dari 13 (Tiga belas) Desa di Kecamatan Masaran dan terletak di sebelah Barat ibu kota Kecamatan Masaran dengan jarak 1 (satu) km dan batas wilayah desa:o Sebelah barat : Desa Kliwonano Sebelah timur : Desa Masarano Sebelah Utara : Desa Pringanomo Sebelah Selatan : Desa KarangmalangJumlah

Alwi Suddin, Yohanes Djoko Suseno &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Masyarakat kita cenderung hudup dalam budaya bekerja yang cenderung mencari aman atau menghendaki adanya Social Harmony. Hal ini sangat bertentangan dengan budaya dari kewirausahaan yang mengandung nilai-nilai seperti pantang menyerah ,berani mengambil re4siko, krersatif dan inovatif (Debbie Liao and Philip Semen, 2004) Industri kecil perumahan seperti makanan, mainan, kerajinan batik ini suadah turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat Jejaring/ kelompok usaha kecil) di Sukowati Kabupaten Sragen.Metode pendekatan yang dilakukan untuk mengetahui permasalahan dari kelompok usaha kecil adalah dengan memberikan solusi nilai alternative meliputi: difokuskan bekal apa yang harus disiapkan peserta penyu;uhan/pendampingan tersebut benar-benar dilaksanakan, Mengadakan penyuluhan sistem pemasaran dan promosi serta solusi serta distribusi dan keuangannya.,memberikan solusi kepada peserta penyuluhan agar selalu mampu meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha yang professional. Rencana target dengan kondisi secara umum sebetulnya masih banyak potensi yang masih membutuhkan uluran tangan untuk meningkatkan keberadaan kelompok usaha kecil yang tergabung dalam kelompok menjadi pertimbangan kami supaya mampu mengelola usaha dengan baik dan menguntungkan. Capaian Target hasil dari program pengabdian pada masyarakat akan dimasukkan dalam jurnal Fakultas Ekonomi.Kata kunci: strategi pemasaran, jiwa kewirausahaan, usaha kecil.

Saefurrohman, Saefurrohman; Ningsih, Dewi Handayani Untari

Dinamik 2016 Universitas Stikubank

Desain Motif batik merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan batik, baik itu untuk batik tulis,batik cap maupun printing. Dalam melakukan desai motif batik banyak yang bisa dilakukan dengan caramengali imajinasi maupun dengan menyimbolkan dari beberapa benda yang ada yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk alur tu;ilsan di selembar kain batik.Menarik atau tidaknya suatu batik tergantung pada desain motif yang dihasilkan sehingga disukai olehpelanggan. Kepiawaian desain motif juga akan mempengaruhi nilai jual suatu batik. Motif juga bisamenggambarkan dan mencirikan asal muasal satu batik dengan ciri khas lokalnya.Batik Fraktal adalah batik yang sentuhan desainnya (corak dan ragam hiasnya) dibuat dengan rumusrumus matematika yang dikerjakan dengan teknologi komputer. Secara proses pembuatan batik fraktalmenjadi satu produk batik dibagi menjadi 2 tahap, tahap pertama adalah pembuatan desain yang dilakukanoleh tim desain fraktal, dan tahap kedua dilakukan oleh tim pembuat batik. Bentuk Fraktal mudahdimodelkan dengan metode L-System. L-System terdiri dari himpunan karakter , kumpulan aturan yangdikembangkan ke setiap karakter menjadi string karakter yang