Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 201-220 of 228

Analytics

Handri Geradus; Andreas Andreas

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Di masa Pandemi setelah pemerintah mengumumkan PSBB semua sektor kegiatan dibatasi secara ketat, tidak hanya kantor-kantor, rumah makan dan toko yang tutup, namun juga tempat ibadah, terutama gereja. Semua umat Kristen di Indonesia mengikuti peraturan itu dengan beribadah  di rumah saja ataupun melalui Daring. Gereja-gereja tampak lengang, bahkan sepi pada hari Minggu, hari untuk beribadah bagi umat Kristiani. Apalagi  ketika itu sudah memasuki Tri Hari Suci yang mengenang kesengsaraan  Tuhan Yesus yang didera, disalibkan dan wafat di kayu salib, sebelum akhirnya dipercaya bangkit dan dirayakan pada hari Paskah. Pada masa pandemi, sebagian gereja  memang  masih ada yang tetap dibuka untuk para jemaatnya terutama gereja yang anggota jemaat tidak lebih dari 30-40 orang, dengan protokol yang sangat ketat, yaitu  sebelum memasuki gereja di cek suhu tubuh, kemudian mencuci tangan dengan sabun dan handsanitizer, harus memakai masker, tidak bersalam-salaman, duduk berjarak kurang lebih 1 sampai 1.5 meter, dan ibadah dipersingkat hanya satu jam dan paling lama satu setengah  jam yang biasanya beribadah selama dua jam. Pada Pandemi di gereja POUK melaksanakan ibadah memanfaatkan kecanggihan teknologi yaitu ibadah secara daring yaitu dengan Live Streaming. Disinilah akan kelihatan apakah jemaat masih memiliki kesetiaan kepada Tuhan ketika ibadah dilaksanakan secara daring atau Live Streaming atau sebaliknya semakin jauh dari Tuhan.                                

Yustinus Hendro; Romanus Romas; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

The study aims to describe the sacrament of reconciliation as the renewal of the life of faith for the people in  the Stasi of St. Peter Majundre Parish of St.  Paul Buntok. Through this study, people are expected to realize and live the sacrament of reconciliation as a renewal of life in the life of the faithful. The type of research used is qualitative research with data collection techniques using interviews, and documentation. The data processed by 10 informants divided into two parts, namely eight people consisting of people in the Stasi St. Peter Majundre, one person working as the head of the parish in Stasi St. Peter Majundre and also one person working as Parish Priest in St. Paul Buntok Parish. Data analysis techniques use Miles and Huberman's theory which is divided into three stages, namely data reduction, data presentation, and inference.

Pritiani Pritiani; Silvester Adinuhgra; Romanus Romas; Titi Christiana

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

This study aims to find out how the people’s participation  in following the deepening of Scriptures in the Parish of Saints Peter and Paul Ampah.   This research is based on the phenomenon that occurs in the field that the deepening activities of Scripture are still less desirable to the people. The involvement of people in participating in the deepening activities of Scripture in Santo Petrus and Paulus Ampah Parish is still lacking, both before the Covid-19 pandemic and during the current Covid-19 pandemic. The  type  of  research  used  in  this  research  is  descriptive  qualitative research. This research was conducted on May at the parish of Saints Peter and Paul Ampah in particular in four neighborhoods: the neighborhood of Saint Sicily, the neighborhood  of Santa  Maria,  the  neighborhood  of Saint  Joseph  and  the neighborhood of Saint Francis. The informants are 14 people consisting of   1 Parish Priest, 3 Catechists, 4 environmental chairmen and 6 parishioners. Data Collection techniques through observation, interviews and documentation. The data analysis techniques used  is the model of Miles and Huberman wich consist of three stages, data reduction, data presentation and conclusion drawing.

Marselus Kristian Prinando; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria. E.W; Widya Ariyani

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

This study aims to describe the awareness and involvement of the people in church life at Santa Theresia Km.26 Patas 1 station. This research was based on phenomena or what happened in the field, that awareness and involvement of people in church activities is still not actively involved. This type of research is descriptive qualitative. Data obtained by using interviews and documentation. The research was conducted in June at Santa Theresia Km.26 Patas 1 station. There were 8 informants in this study consisting of parish priests, community leaders, and people at Santa Theresia Km.26 Patas 1 station. Data analysis techniques used the Miles and Miles model. Huberman which consists of 3 stages, namely reduction, data presentation, and drawing conclusions.

Deriana Kasan; Romanus Romas; Paulina Maria. E.W; Greget Widhiati

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

This study aims to determine the people‟s understanding of the Eucharist, the involvement of the people in the celebration of the Eucharist and to incerease the people‟s understanding of the Eucharist through catechesis at the Santa Maria Assupta Rungun Parish Ave Maria Tanjung Station. Through catechesis, people are expected to understand the Eucharist as the source and peak of Christian life. This type of research is descriptive qualitative. Data obtained by using interviews and documentation. The research was conducted in May at the Santa Maria Asumta Rungun station. There were 10 informants in this study consisting of 1 parish priest, head  of the congregation and 8 people. The data analysis technique uses Miles and Huberman which consists of 3 stages, namely reduction, data presentation, and drawing conclusions.

Eka Resti; Romanus Romas; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

This study aims to determine how important catechesis is in improving the understanding of Catholics, especially the Catechism of the Sacrament  of Penance.  Catechism  as  a  way to  give  understanding  to  the  people  about  the teachings that exist in the Catholic Church. Through this study, it is hoped that Catholics can understand what the Sacrament of Penance is so that the faith of the people will grow and develop. This  type  of  research  is  a  qualitative  research  with  a  descriptive approach. Data obtained by using interviews and documentation. The research was carried out in May 2021 at the St. Petrus Paulus Panaen Station, Santa Maria De La Salette Muara Teweh Parish. There were 7 informants consisting of 1 fellow Pastor, and  6  people.  The data analysis  technique uses the Miles and Huberman model which consists of 3 stages, namely reduction, data presentation, and drawing conclusions.

Tantani binti Longkiad

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Salah satu kebutuhan paling mendasar dalam perkembangan hidup rohani seseorang adalah bebas dari ikatan dosa aktual dan habitual. Sarana yang paling efektif untuk membebaskan manusia dari ikatan ini adalah Sakramen Rekonsiliasi. Kristus, melalui Gereja-Nya, menyediakan sarana istimewa ini untuk membantu umat beriman agar hidup dalam kemerdekaan anak-anak Allah, bebas dari dosa aktual dan habitual, sehingga mereka berkembang dalam hidup rohaninya, dan hidup dalam persekutuan dengan Allah. Sakramen Rekonsiliasi diberikan sebagai sarana penebusan yang efektif setiap kali manusia jatuh dalam dosa, terutama sekali jika seseorang jatuh dalam dosa berat. Sakramen ini memiliki kekuatan rahmat adikodrati yang berasal dari kuasa Roh Kudus untuk mengampuni, menguduskan, membersihkan, menyucikan dan menyelamatkan, melalui kuasa doa dalam rumus absolusi yang diberikan lewat imam, sebagai  alter Christi. Persoalannya, mengapa banyak umat beriman tidak berminat untuk pergi mengaku dosa secara sakramental lewat seorang imam? Bagaimana menanggapi persoalan ini?

Leonarda Berkasa; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Judul skripsi ini diangkat untuk mendeskripsikan pelaksanaan pastoral kunjungan keluarga sebagai upaya pembinaan iman umat dalam keluarga Katolik. Melalui studi ini, diharapkan model pastoral kunjungan keluarga menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan iman umat serta dapat membantu umat dalam mengatasi masalah hidup. Berdasarkan pengamatan penulis, keluarga Katolik mengalami sikap tanggungjawab yang semakin memudar terhadap nilai-nilai hidup kolektif dan kepentingan bersama. Individualisme juga telah membentuk pribadi mereka menjadi semakin tertutup bagi kepentingan sesama, serta semakin minimnya sikap solider. Disamping itu, keluarga Katolik juga menghadapi banyak tantangan berkenaan   dengan   kemajuan   teknologi   dan   arus   globalisasi   yang   telah melunturkan nilai-nilai luhur tradisional. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, dengan mengumpulkan informasi melalui buku-buku, ensiklopedia, jurnal, artikel, dokumen, serta penelitian-penelitian yang relevan dengan judul ini. Hasil  dari  penelitian  ini,  disimpulkan  bahwa  perlunya     pastoral  kunjungan keluarga untuk pembinaan iman umat dalam keluarga Katolik dewasa ini. Melalui pastoral   kunjungan   keluarga   ini,   keluarga-keluarga   Katolik   disapa   dan diperhatikan oleh Gereja. Dengan demikian, keluarga-keluarga Katolik dapat merasakan kasih dan perhatian Allah melalui orang yang mengujungi mereka, sehingga iman mereka semakin diteguhkan.

Agustinus Jimi Baga; Fransiskus Janu Hamu; Timotius Tote Jelahu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa penting peran para katekis dalam berkatekese tentang ibadat sabda di Paroki Ampah, sebagai sarana yang dapat membantu  umat  untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang agama Katolik di Paroki Santo  Petrus  dan  Paulus  Ampah.  Melalui studi  ini  diharapkan  agar  para ketekis semakin semangat dan aktif dalam membantu umat untuk mengembangkan pengetahuan iman mereka. Hasil yang didapat melalui penelitian yang telah dilaksanakan oleh penulis, ditemukan bahwa  Katekis  yang berada  di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah, memberikan   katekese   tentang ibadat sabda kepada umat. Melalui penelitian ini, penulis juga melihat bahwa  katekis yang berada di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah menggunakan menggunakan metode.

Kris Sandra Dewi Uba; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria; Titi Christiana

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana proses pelaksanaan katekese katekumenat sebagai media bagi pembinaan iman calon baptis di paroki Santo Fransiskus Asisi Parenggean. Permasalahannya adalah sebagian umat yang telah dibaptis namun jarang ke Gereja. Kebiasaan umat Katolik di paroki Santo Fransiskus Asisi Parenggean pergi ke Gereja hanya pada saat hari raya besar seperti Natal dan Paskah, sedangkan pada hari Minggu Biasa mereka jarang ke Gereja. Dalam  penelitian  ini,  peneliti  menggunakan  jenis kualitatif. Data yang diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yaitu menyajikan data dan menarik kesimpulan. Tempat pelaksanaan di paroki Santo Fransiskus Asisi Parenggean. Dengan informan yang berjumlah 8 orang yang dikelompokkan menjadi dua yaitu katekumen dan petugas pastoral yaitu pastor paroki, 1 katekis dan 1 pembina sebagai simpatisan yang membantu katekis serta 5 orang katekumen yang telah menerima sakramen baptis.

Mikha Arya Dhana; Timotius Tote Jelahu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi  ini  memiliki  tujuan  untuk  menjelaskan  tanggung  jawab  Gereja sebagai   organisasi   cinta   kasih   dalam   mengentaskan   kemiskinan.   Kemiskinan perlu  dituntaskan  sebab  kemiskinan  memiliki  dampak  negatif  terhadap  kualitas hidup  dan  perkembangan  sumber  daya  umat.  Jika  kemiskinan  dituntaskan  maka akan  sangat   membantu   masyarakat   miskin   yang  terkait.  Namun,  kemiskinan sulit   untuk   diselesaikan.   Karena   itu,   Gereja   perlu   membantu   menyelesaikan masalah  kemiskinan  masyarakat,  sekalian  juga  mewartakan  kerajaan  Allah. Penelitian  ini  menggunakan  studi  Pustaka.   Penelitian  ini  dilaksanakan dengan  mengumpulkan  sumber-sumber  yang  berkatian  dengan  tanggung  jawab Gereja  dan  masalah  kesejahteraan,  serta  mengumpulkan  beberapa  teori   yang relevan untuk penelitian ini. Setiap teori yang dipilih adalah relevan dan dapat menjawab   persoalan-persoalan   berkaitan   dengan   tanggung   jawab   Gereja   dan masalah   kesejahteraan.   Dari   semua   teori   yang   dikumpulkan   lalu   penulis mengambil  simpulan. Gereja memang memiliki dasar-dasar tanggung jawab untuk membantu mengentaskan  kemiskinan  tanpa  memandang  etnis  ataupun  agama.  Dasar-dasar untuk  membantu  mengentaskan  kemiskinan  dapat  ditemukan  baik  dalam  Kitab Suci,     Dokumen     Gereja     maupun     Katekismus     Gereja     Katolik.     Gereja mengentaskan  masalah  kemiskinan  agar  masyarakat  memiliki  hidup  yang  lebih baik.   Jika   masyarakat   sejahtera,   maka   sumber   daya   manusia   yang   dimiliki masyarakat  akan  turut  meningkat,  menyebabkan  daya  saing  ekonomi  maysarakat juga   turut   meningkat.   Selain   pengentasan   kemiskinan   ini   menguntungkan masyarakat  yang  dibantu,  juga  menguntungkan  Gereja  selaku  organisasi  cinta kasih   yang  ingin  menghadirkan  kerajaan  Allah  dan  mewartakan  cinta  kasih Allah  di  tengah  dunia.

Mulyadi, Mulyadi; Nurhidayati, Nurhidayati; Alimin, Nurhayatu Nufut; Faizin, Ahmad

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Bangunan masjid adalah aset yang berharga bagi umat Islam. Segala fungsi dan manfaat ada pada bangunan masjid mulai dari aspek propan hingga yang bersifat transenden. Namun saat ini keberadaannya masih banyak yang kurang diperhatikan oleh para pengguna atau pengelolanya baik eksterior bangunan maupun interior beserta perabot yang ada di dalamnya. Tulisan ini disusun dalam rangka memberikan rambu-rambu dalam tata kelola interior masjid. Riset dilakukan dengan metode analisis konten dari berbagai sumber tertulis dan media online. Pembahasan disusun dengan cara mendekatkan permasalahan berbagai teori dan rumusan praktis dalam desain interior khususnya dalam hal pengelolaan bangunan publik.

Wijaya, Reza Henning

Abstract Zakat is one of obligation of muslim also in social side and have strategic function. Purpose of this research is to explain and goves konkrit stategy to zakat organization in Indonesia to optimalize productive zakat moreover in social function. Method of this research is qualitative with library literature. Result of this research are zakat organization could be sinergy with sociey especially muslim society and government to create well elaboration to optimalize economy ummah. With new formula in their focus programs that is wish amilin can contribute as well to reach zakat potency in Indonesia.   Keywords: Zakat, Zakat Organization, Strategys.   Abstrak Zakat merupakan suatu bentuk ibadah wajib dan sosial yang memiliki fungsi strategis. Tujuan dari penelitian ini ialah memberikan strategi konkrit kepada amil zakat di Indonesia dalam mengoptimalkan zakat produktif dalam fungsi strategisnya. Metode penelitianini ialah kualitatif dengan studi literatur. Hasil dari penelitian ini ialah amil zakat harus terus mengoptimalkan perannya sebagai lembaga zakat dengan bersinergi dengan masyarakat khususnya umat Islam dan pemerintah sehingga akan menciptakan singergisitas yang baik dalam mengoptimalkan zakat sebagai rencana strategis pembangunan ekonomi umat. Dengan merumuskan dan memformulasikan program-program yang terfokus diharapkan amilin dapat berkontribusi lebih jauh dalam pencapaian potensi zakat di Indonesia.   Kata Kunci: Zakat, Amil Zakat,Strategis.

Fitria Fitria; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria Ekasari Wahyuningrum

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis yang melihat bahwa masih banyak umat Katolik yang belum memahami dan menerapkan tata gerak liturgi dengan tepat. Hal ini nampak ketika umat masih ada yang tidak tahu kapan harus berdiri, duduk, membungkuk, berlutut. Penyebab ketidaktahuan dan ketidakpahaman  ini  berkaitan  dengan  kurangnya  katekese  tentang  tata  gerak liturgi. Maka, dengan tulisan ini, pemahaman umat Katolik mengenai tata gerak liturgi semakin meningkat. Skripsi ini ditulis dengan menggunakan metode kepustakaan. Penulis mengkaji  tema  ini  dengan  bersumber  pada  buku-buku,  jurnal,  skripsi  dan dokumen-dokumen resmi Gereja. Sebagai hasil kajian penulis, dapat disimpulkan bahwa salah satu bagian liturgi  yang perlu  diperhatikan  adalah  tata  gerak  liturgi.  Maka dari  itu,  umat diharapkan agar mampu memahami dan menerapkannya dengan baik dalam berliturgi. Salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman umat mengenai tata gerak  liturgi,  penulis  mengusulkan  penggunaan  model  katekese praktis  dalam penulisan  skripsi  ini.  selain  itu  penulis  juga  mengusulkan  tema  dan  program khusus untuk melaksanakan katekese tentang tata gerak liturgi. Melalui program dan tema model katekese praktis ini, umat diajak untuk memahami dan menerapkan tata gerak liturgi dengan baik dan tepat sebagaimana mestinya. Selain itu, model katekese bentuk praktis ini sangat cocok diterapkan bagi umat di stasi- stasi, mengingat bahwa pelaksanaan katekese praktis ini tidak memakan waktu yang  lama,  dan  langsung  mengajak  umat  tidak  hanya  terbatas  pada  teori melainkan pada tindakan. Dengan demikian, umat dapat memahami dan menerapkan tata gerak liturgi dengan mudah.

Ardi Anggara; Paulina Maria; Timotius Jelahu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dominasi pola asuh, kendala yang dihadapi, dan cara yang dilakukan oleh orang tua dalam mengembangkan iman anak di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah. Permasalahan yang terjadi pada anak yang diduga karena lemahnya pola asuh orang tua. Hal-hal kecil tentang agama yang tidak secara benar ditanamkan oleh orang tua melalui pola asuh dapat menimbulkan permasalahan yang besar di kemudian hari. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tempat pelaksanaan penelitian dilaksanakan di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah.   dengan jumlah informan ada 13 orang yang terdiri dari pastor Paroki, Katekis, guru sekami, orang tua dan anak. Penelitian ini mengunakan teknik analisis data menggunakan model interaktif analisis data kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil  penelitian  ini  menyimpulkan  bahwa  di  Paroki  St.  Petrus  dan     Ampah Khususnya di Stasi Wuran, Kalamus dan Tampa lebih banyak umat yang menerapkan pola asuh permisif. Kendala yang dihadapi oleh umat di Paroki St. Petrus dan  Ampah tua  untuk mengembangkan  iman  anak  yaitu  kurangnya  daya  tarik  anak  terhadap kegiatan  iman,  pengetahuan  iman  orang tua  yang masih  kurang,  orang tua  yang kurang   aktif   dalam   kegiatan   iman   dan   pekerjaan   orang   tua.   Faktor-faktor permasalahan tersebut diatasi dengan memperbanyak kegiatan yang berhubungan dengan gereja, memberikan pemahaman dan pengetahuan agama Katolik pada orang tua dan memperbanyak kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas orang tua dan anak. Kontribusi pola asuh orang tua yang permissive membuka peluang bagi para pekerja   pastoral   dan   gereja   untuk   memberikan   cara-cara   yang   baik   bagi perkembangan iman anak-anak ditengah minimnya pengetahuan, kesibukan dan kurangnya dukungan orang tua.

Elia Katarina; Silvester Adinuhgra; P. Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi budaya Dayak Siang manugal dalam hidup menggereja. Manugal merupakan salah satu tradisi kebudayaan masyarakat Suku Dayak Siang yang sampai sekarang masih tetap dilaksanakan tanpa terkecuali termasuk yang beragama Katolik dan umat Katolik di stasi Santo Petrus Cangkang lebih tertarik mengikuti kegiatan manugal jika dibandingkan dengan hidup menggereja. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkaji tema skripsi relevansi budaya Dayak Siang manugal dalam kehidupan menggereja. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data model Miles dan Huberman yang terbagi atas 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian membuktikan bahwa adanya relevansi nilai-nilai positif budaya  manugal  dalam  kehidupan  menggereja,  yang  pertama  nilai  teologis terdapat dalam bentuk doa, yang kedua nilai sosiologis terdapat dalam kebersamaan, yang ketiga nilai estetika terdapat dalam bentuk barisan dan kangkurung. Melalui studi ini di harapkan adanya keseimbangan antara kegiatan manugal dengan hidup menggereja.

Armiati, Armiati; Kusjuniati, Kusjuniati; Kurniawati, Kurniawati

Jurnal Maisyatuna 2020 STAI Denpasar Bali

Dalam pengelolaan zakat profesi mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terutama dalam menghimpun dan menyalurkan zakat profesi tentu yang menjadi tujuan utama adalah terciptanya pemerataan dan kemaslahatan umat. Meningkatkan kepuasan serta komitmen muzakki dapat mempertahankan kepercayaan dan loyalitas muzakki berzakat sehingga terciptanya kesadaran untuk senantiasa menyisihkan sebagian harta untuk memberdayakan golongan tidak mampu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) Pengelolaan zakat profesi dalam meningkatkan loyalitas muzakki di Baznas Kota Denpasar. 2) Tingkat loyalitas muzakki di Baznas kota Denpasar. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan terdiri dari 12 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data yang diperoleh berdasarkan fakta dan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) Analisis pengelolaan zakat profesi Baznas Kota Denpasar dalam hal ini menggunakan langkah-langkah yaitu perencanaan, berkaitan dalam menetapkan, merumuskan, mengidentifikasi, dan mengembangkan. Pengorganisasian, dalam hal ini menggunakan persepsi dan sikap yang diharapkan dapat memaksimalkan tujuan pengelolaan. Pelaksanaan, berkaitan dengan kinerja pengelola zakat yang selama ini menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP). Pengawasan, berkaitan dengan kondisi pengelolaan zakat profesi yang masih stabil. (2) Tingkat loyalitas muzakki ditinjau dari kepuasan, komitmen, serta kesukaan produk muzakki dapat dinilai dari besarnya pernyataan rasa puas dan bentuk kepedulian muzakki terhadap sesama dalam berzakat di Baznas Kota Denpasar   ABSTRACTIn the management of professional zakat starting from planning, organizing, implementing, and supervising, especially in collecting and distributing professional zakat, of course the main goal is the creation of equality and the benefit of the people. Increasing the satisfaction and commitment of muzakki can maintain the trust and loyalty of muzakki to tithe so as to create awareness to always set aside some of the assets to empower the poor. The research objectives were to determine: 1) Management of professional zakat in increasing muzakki loyalty at Baznas Denpasar City. 2) The level of muzakki loyalty at Baznas Denpasar city. This research method uses a descriptive method with a qualitative approach. The informants consisted of 12 people who were selected using a purposive technique. Collecting data obtained based on facts and data through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results obtained: (1) Analysis of the professional zakat management of Baznas Denpasar City in this case uses the steps, namely planning, related to determining, formulating, identifying, and developing. Organizing, in this case using perceptions and attitudes which are expected to maximize management objectives. Implementation, related to the performance of zakat managers who have been using Standard Operating Procedures (SOP). Supervision, related to the condition of professional zakat management which is still stable. (2) The level of muzakki loyalty in terms of satisfaction, commitment, and liking of muzakki products can be assessed from the magnitude of the statement of satisfaction and the form of muzakki's concern for others in tithing at Baznas Denpasar City.

Angelo Luciani Moa Dosi Woda

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Patut diakui, pembahasan mengenai ajaran iman Gereja tentang Roh Kudus, masih kurang dalam Gereja Katolik. Karena itu, berdasarkan pembaruan hidup dan karya misi Gereja dalam Konsili Vatikan II, segenap umat beriman Kristiani merefleksikan kembali teologi tentang Roh Kudus. Dalam konteks ini, Joseph Kardinal Ratzinger (Paus Benediktus XVI) memberikan kontribusi penting mengenai ajaran iman Gereja universal tentang Roh Kudus. Suatu refleksi pneumatologis yang mengalir dari sumber-sumber iman Gereja sesuai dengan situasi zaman modern ini. Itu berarti karya Roh Kudus dalam sejarah keselamatan yang berpuncak pada misteri Kristus dan Gereja mengungkapkan misteri Allah Tritunggal yang Mahakudus, yaitu Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Arta Veronika Naibaho; Fati Invokavit Telaumbanua

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2020 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Kebudayaan merupakan sistem yang tidak terlepas dari kehidupan manusia. Keberadaannya menentukan sikap yang harus diambil oleh individu dan komunitas dalam berelasi dan berinteraksi. Kitab Suci Alkitab menjelaskan bahwa, kebudayaan manusia mulai terbentuk sejak penciptaan. Penciptaan dimulai tentang apa yang Allah karyakan sedangkan kebudayaan adalah tentang apa yang manusia mulai karyakan. Namun, Alkitab juga secara jujur menjelaskan bahwa sifat dari kebudayaan manusia itu telah menjadi rusak akibat dosa, sejak kejatuhan manusia pertama Adam dan Hawa yang memilih untuk tidak taat kepada Allah. Allah menjadikan manusia berakal budi dan istimewa dari segala ciptaan yang ada, dengan maksud untuk memuliakan Dia, namun yang terjadi justru sebaliknya, akal budi menjadi tercemar oleh dosa, sehingga secara tidak sadar segala hasil asah dan karyanya telah berorientasi pada pengagungan dan pemuliaan diri manusia itu sendiri. Dalam konteks memahami kebudayaan honor and shame yang tumbuh dan hidup di tengah-tengah kehidupan orang percaya, maka dirasa perlu tindakan meninjau secara benar dan tepat berdasarkan pandangan Alkitab dalam menyikapi kebudayaan ini. dengan memahami tipologi budaya honor and shame, maka dapat membantu melihat peluang yang tepat agar umat Allah memahami dengan baik dan benar bagaimana budaya dan worldview semestinya dibentuk melalui perspektif dan pemahaman akan Firman Tuhan.

Shelomita Selamat

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Edith Stein melihat salib Kristus sebagai sebuah pengorbanan cinta Tuhan kepada manusia. Salib Kristus adalah satu-satunya kekuatan dan harapan bagi umat manusia. Edith Stein percaya bahwa benih salib berkembang dalam diri para pengikut Kristus. Oleh karena itu, adalah suatu keharusan bagi para pengikut Kristus untuk memanggul salib dan menghidupinya dalam hidup keseharian. Salib dan penderitaan yang dipenuhi dengan cinta Allah yang mendalam memiliki makna besar bagi umat manusia. Melalui salib dan penderitaan, Allah memurnikan manusia untuk berkembang ke arah kesempurnaan. Melalui salib dan penderitaan, manusia juga turut berpartisipasi dalam penderitaan Kristus. Salib dan penderitaan yang disatukan dengan penderitaan Kristus memiliki nilai penebusan. Pada akhirnya, salib dan penderitaan yang sungguh-sungguh diimani akan membawa manusia pada sukacita kebangkitan.