Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 201-220 of 232

Analytics

Omirais Lawolo; Beriman Agape Waruwu; Kalva Fernando Pelawi; Boboy Gusri Saragih

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, dengan kondisi tanah dan musim yang cocok untuk sektor pertanian. Indonesia juga dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar mata pencaharian masyarakat Indonesia berasal dari sektor pertanian yang memegang peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Sektor pertanian berkontribusi besar bagi perekonomian indonesia. Hal ini dilihat dari pertumbuhan domestik bruto (PDB), pertanian merupakan tiga besar penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang tumbuh bersama industri dan pertambangan yaitu sebesar 12,98 persen dengan pertumbuhannya sebesar 1,37 persen. Penentuan daerah penelitian ini dilakukan secara sengaja (Purposive Method) yakni di Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara. Adapun pengambilan sampelnya adalah petani sebanyak 30 responden yang berada di Kecamatan Somolo-molo dari populasi seluruh petani yang berada di Kabupaten Nias. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa Kabupaten Nias memiliki potensi besar dibidang pertanian yaitu dibidang SDA, iklim, luas lahan pertanian dan Sumber daya manusia (SDM) yang mayoritas bekerja sebagai petani. Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pertanian di Kabupaten Nias adalah ketersediaan bibit, pupuk, dan pestisida, rendahnya pengetahuan petani akan teknologi, teknik budidaya yang masih konvensional, kurangnya perhatian pemerintah, pertanian dipandang sebelah mata, rendahnya minat regenerasi muda untuk terjun ke dunia pertanian dan rantai niaga yang merugikan petani. Strategi yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan pertanian di Kabupaten Nias adalah pengembangan bibit unggul dari tanaman sendiri, pertanian berbasis teknologi, digitalisasi informasi dan pemasaran produk pertanian, pembangunan infrastruktur pendukung pertanian, kebijakan pemerintah yang pro dengan petani dan pertanian.    

Ramat Joko Nugroho; Johar Latifah Mustikasari; Rennanti Lunaahdliah

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

In recent years, Indonesia's export value which is quite high is the horticulture sector. According to data from the Central Statistics Agency, several types of vegetables have increased every year. One of them is cabbage. However, the high demand for cabbage both domestically and abroad is not compatible with high productivity. One of the efforts that can be done to increase productivity is not only growing cabbage in the highlands. Recently, many new varieties have been found that can be planted in lowland areas with the right dose of fertilizer and treatment. This study aims to determine the effect of fertilizer dose on the growth and yield of the Sehati variety, which is a lowland variety. The research was conducted on land owned by farmers in Kebumen Regency. The research was carried out using RAK with one factor, namely the dose of fertilizer. The results of the observational data obtained were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and then further tested with the LSD method at = 5% to determine the difference between the treatments tested. The results showed that P1 (Treatment 1) with a dose of fertilizer (50 kg/ha Urea, 75 kg/ha SP36, 50 kg/ha ZA, 75 kg/ha KCL) had better adaptation in the Surotrunan area. Key words : Brassica Oleracea L., lowland cabbage, fertilizer dose 75 kg/ha SP36, 50 kg/ha ZA, 75 kg/ha KCL) have better adaptations in the Surotrunan area. Key words : Brassica Oleracea L., lowland cabbage, fertilizer dose 75 kg/ha SP36, 50 kg/ha ZA, 75 kg/ha KCL) have better adaptations around teak agroforestry.lands    

Kartono, Giri; Andraini, Fitika

DINAMIKA HUKUM 2022 Universitas Stikubank

Pengadaan tanah adalah kegiatan memperoleh tanah dengan cara memberikan kompensasi kepada mereka yang telah melepaskan atau meninggalkan tanah, bangunan, tanaman, atau barang- barang yang berhubungan dengan tanah. Kajian yang berjudul Pemberian Penggantian Kerugian Untuk Pembangunan Jalan Tol Kulon progo Solo-Yogyakarta Berdasarkan Peraturan Presiden 71 Tahun 2012, ini menjelaskan bagaimana cara pemberian ganti rugi atas pembangunan Jalan Tol Kulon progo Solo-Yogyakarta dan Bagaimana proses penyelesaian terhadap masyarakat yang tidak setuju terhadap pembebasan lahan dalam pembangunan Jalan Tol Kulon progo Solo- Yogyakarta berdasarkan Peraturan Presiden 71 Tahun 2012.Jenis penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologishukum. Jenis dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai metode pengumpulan data. Metode analisis data menggunakan sifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian skripsi ini adalah sebagai berikut 1. Dalam expositions pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Tol Kulon Progo Solo-Yogyakarta telah melalui beberapa tahapan yakni, Perencanaan, Penetapan lokasi, Penyuluhan/ Sosialisasi, Identifikasi dan Inventarisasi, Penilaian, Musyawarah, Pembayaran Ganti Rugi dan Pelepasan Hak. 2. Penyelesaian ganti rugi pengadaan tanah untuk kepentingan umum apabila pemilik tanah tidak sepakat dengan besamya ganti rugi yang telah ditetapkan, menurut pasal 87 Undang-undang Nomor 71 Tahun 2012 bahwa Dalam hal pihak yang berhak menolak bentuk dan/ atau besamya ganli rugi dan tidak mengajukan keberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 86 ayat (3) huruf a, ganti kerugian dapat diambil dalam waktu yang dikehendaki oleh pihak yang berhak dengan surat pengantar dari ketua pelaksana pengadaan tanah, dan menurut pasal 88 Undang-undang Nomor 71 Tahun 2012 bahwa Dalam hal pihak yang berhak menolak bentuk dan/ atau besamya ganti kerugian berdasarkan keputusan pengadilan negeri/ mahkamah agung yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap sebagaimana dimaksud dalam pasal 86 ayat (3) huruf b, ganti kerugian dapat diambil oleh pihak yang berhak setiap tetapi membawa surat pengantar dari ketua pelaksana pengadaan tanah.   Kata Kunci : Ganti Rugi, Pengadaan Tanah, Kepentingan Umum

Riki Pradana; Bernice Shalsabelia Zahratu Farkan; Auresti Annisa Fikarima; Sandy Tri Wijaya; Nurul Farida

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Lahan merupakan salah satu sumber daya utama dalam melakukan usaha pertanian. Pertanian merupakan sektor yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan analisis situasi bahwa sebagian besar ibu-ibu di desa Kerjen berprofesi sebagai ibu rumah tangga sehingga memiliki waktu luang yang cukup untuk menambah penghasilan sendiri. Dengan sasaran wanita PKK, pembudidayaan hidroponik cocok bagi ibu rumah tangga selain menambah penghasilan, perawatan hidroponik juga sangat mudah. Program pengabdian kuliah kerja nyata tentang Pelatihan pembudidayaan hidroponik bertujuan untuk  meningkatkan pengetahuan ibu-ibu desa Kerjen terhadap tanaman hidroponik, memberdayakan ibu-ibu desa Kerjen dengan memberikan pelatihan pembudidayaan hidroponik, menambah penghasilan ibu-ibu desa Kerjen di sektor pertanian. Kelebihan dari hidroponik dibanding bertanam menggunakan tanah antara lain, kondisi tempat yang cenderung bersih sehingga lebih mudah diterapkan, tanaman terlindung dari curahan hujan langsung dan penggunaan media tanam yang bersih, meminimalisir penyakit dan hama yang menyerang tanaman sehingga tanaman lebih berkualitas sehat dan awet, tanaman memiliki produktivitas tinggi serta harga jual yang tinggi. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan empat tahap terdiri dari : (1) tahap persiapan, (2) tahap pelatihan, (3) tahan pendampingan, dan (4) tahap evaluasi. Hasil dari pelatihan pembudidayaan hidroponik yang di tempatkan di balai desa Kerjen dikelola bersama-sama oleh wanita PKK yang nantinya akan di bagikan masing-masing untuk di optimalkan secara maksimal.

Dian Roshanti; Roudlotun Nurul Laili; Badrul Munif; Biji Bintang Habibitasari

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Abstrak. Perubahan tata guna lahan, pertambahan jumlah penduduk serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan DAS, menjadi masalah yang mengakibatkan tergannggunya kualitas air di Daerah Aliran Sungai. Masih adanya lahan pertanian yang mengakibatkan limbah pestisida pada aliran sungai, pemukiman penduduk yang kian padat, limbah industri disekitar aliran sungai juga turut menyumbang pencemaran aliran sungai di Kabupaten Banyuwangi. Dalam jangka pendek kerusakan DAS dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor atau kekeringan, sedangkan dalam jangka panjang bisa menimbulkan konflik sosial akibat masalah ketersediaan sumberdaya air. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran aktor dalam formulasi kebijakan program SEKARDADU (Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai di Banyuwangi).  Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data dengan wawancara dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini adalah adanya aktor yang terlibat dalam proses formulasi kebijakan tersebut dibagi menjadi 2 unsur yaitu Inside Goverment terdiri dari 10 instansi pemerintahan dengan peran untuk berkoordinasi dan 12 instansi pemerintahan sebagai pelaksana. Sedangkan Outside Goverment terdiri dari 9 pihak Perguruan Tinggi yang membantu dalam kegiatan formulasi kebijakan. Pembuatan kebijakan telah memberikan kesan bahwa peran elit lebih dominan sehingga partisipasi swasta dan ellite kurang terlihat.

Wanda Rahmadani; Gracia Gabrienda; Mira Yanuarti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Tani Kopi Robusta Petik Merah di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang, bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pendapatan usaha tani kopi robusta petik merah di Kecamatan Kabawetan dan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan usaha tani kopi robusta petik merah di Kecamatan Kabawetan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2022 di Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang dengan kelompok tani yang terdapat di Kecamatan Kabawetan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Biaya Usaha tani, Penerimaan, Pendapatan, Uji Asumsi Klasik, Regresi Linier Berganda, Uji Kelayakan Model dan Uji Hipotesis. Rata – rata total biaya keseluruhan usahatani kopi robusta petik merah sebesar Rp. 5.573.217,90/Ut/tahun. Penerimaan sebesar Rp. 35.325.081,97/Ut/tahun dan pendapatan sebesar Rp. 29.751.864,07/Ut/tahun. Berdasarkan hasil dari uji F diketahui nilai Fhitung sebesar 1938.559 > Ftabel 2,77 dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 pada bentuk tingkat signifikasi yang digunakan < 0,05 sehingga dapat disimpulkan secara bersama – sama variabel luas lahan, harga dan produktivitas berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan. Sedangkan berdasarkan uji T variabel harga mempunyai nilai Thitung sebesar 0,702 dan nilai Ttabel sebesar 1,672 dengan tingkat signifikasi sebesar 0,486 > 0,05 dengan taraf siginifikasi yang digunakan < 0,05 yang berarti secara parsial variabel harga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan.  

Harris Yulian Firdaus

Jurnal Akta Notaris 2022 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Dewasa ini pemerintah Indonesia mempercepat pertumbuhan investasi pada Indonesia guna mewujudkan penciptaan lapangan kerja baru serta peningkatan pendapatan per kapita di seluruh masyarakat Indonesia. Namun kebijakan itu memiliki resiko pada lingkungan karena peningkatan aktivitas industrial yang menimbulkan pencemaran. Pembangunan berkelanjutan merupakan tahapan dari pembangunan (lahan, kota, bisnis, dan masyarakat) yang berpedoman atas pemenuhan kebutuhan saat ini dengan tidak mengorbankan pemenuhan kebutuhan dari generasi yang akan datang. Syarat dalam perizinan pada bagian hukum lingkungan yaitu jika aktivitas usaha itu wajib mempunyai AMDAL. Dokumen tersebut tertuang pada Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 Pasal 1 angka 35 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2012 Pasal 1 angka 1 tentang Izin Lingkungan. Metode yang digunakan ialah Metode Pustaka, merupakan metode pembelajaran dari berbagai macam bacaan referensi serta hasil dari gubahan sebelumnya yang sama dan berguna untuk mendapatkan landasan teori pada studi kasus yang akan dikaji dalam penulisan saat ini.

Jihan Alvaranty; Deasy Widyastomo; Riano M. Rumbiak

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Kebutuhan akan lahan perumahan dan kelayakan kondisi sarana prasarana perumahan di Kelurahan Koya Barat perlu diperhatikan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui kelayakan dari sarana prasarana yang tersedia serta mengetahui ketersediaan lahan untuk memenuhi kebutuhan akan lahan perumahan di lokasi penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan komperatif dan pendekatan kuantitatif. Bahwa kondisi kelayakan sarana prasarana perumahan telah tersedia hanya yang perlu diperhatikan dari prasarana di lokasi penelitian ialah ketesediaan penyaluran air bersih dari pemerintahan (PDAM) serta belum tersedia sarana pendidikan SMP dan SMU/SMK. Sedangkan dari pendekatan kuantitatif dihasilkan bahwa kebutuhan luas lahan 5 tahun mendatang sebesar 7.860 m2 atau setara 0,78 Ha. Dapat dipenuhi dengan ketersediaan lahan peruntukan perumahan sebesar 207.4 Ha. Sehingga dari tersedianya lahan tersebut dapat didukung dengan ketersediaan yang memadai. Sehingga dalam pengembangan lingkungan perumahan kedepannya dalam aman, nyaman serta memiliki sarana prasarana yang memadai sesuai ketentuan berlaku.

Martha A. Patoding; Irja Tobawan Simbiak; Monita Yessy Beatrick

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Ketahanan kota (resilient city) adalah konsep yang erat kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan, yaitu konsep yang dibangun diatas tiga dimensi mitigasi, adaptasi, dan respons. Konsep tersebut sebagai bentuk kapasitas individu, masyarakat, dan sistem dari sebuah kota untuk bisa bertahan, beradaptasi, serta mengurangi dampak, dan dapat tumbuh terhadap tekanan dan guncangan besar yang dihadapi. Guncangan yang dihadapi pada Kota Jayapura yaitu bencana banjir, dimana bencana banjir sendiri merupakan siklus tahunan. Kota Jayapura merupakan ibu kota Provinsi Papua, dalam hal ini diperlukan sebuah konsep perencanaan kota yang dapat memiliki ketahanan terhadap bencana yang dihadapi. Upaya dalam menurunkan risiko terhadap bencana banjir dengan menggunakan konsep ketahanan kota (resilient city). Metode penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif, yang digunakan untuk penyimpulan pendapat mengenai aspek dan indikator yang berkaitan dalam ketahanan Kota Jayapura terhadap bencana banjir. Metode kedua yaitu analisis Delphi yang digunakan untuk menganalisis kriteria indeks ketahanan kota yang diperlukan untuk Kota Jayapura menjadi tangguh terhadap bencana banjir. Hasil yang di dapat adalah Aspek Kesehatan, Aspek Sosial Demografi, Aspek Infrastruktur, Aspek Budaya Masyarakat (kebiasaan) dan aspek strategi. Hasil dari analisis Delphi dan kualitatif juga mendapatkan konsep ketahanan kota berdasarkan pendapat partisipan (key informants). Ketahanan Kota sendiri yaitu bagaimana merencanakan aspek mitigasi dan adaptasi dengan strategi yang dibutuhkan ialah pengendalian pemanfaatan ruang dalam hal pembangunan, yang disesuaikan dengan fungsi penggunaan lahan menurut Perda No 1 Tahun 2014. Visi dan strategi kota dalam ketahanan menghadapi bencana banjir  adalah dengan menerapkan  mitigasi seperti tanggul, pintu air, sumur resapan, biopori dan mengembangkan ruang terbuka hijau. sebagai pengendalian banjir serta memperhitungkan kapasitas pasca bencana. Dengan belajar dari bencana-bencana terdahulu yang sudah pernah terjadi di Kota Jayapura dan mengatur strategi yang terstruktur, terencana dan terpadu untuk Kota Jayapura dalam menghadapi bencana banjir.  

Michael Narwastu Arunglangi; Lazarus Ramandei

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya rencana relokasi Pasar Induk Regional Youtefa lama ke Pasar Induk Regional Youtefa Baru, yang merupakan himbauan dari pemerintah Kota Jayapura. Karena pemerintah Kota Jayapura melihat bahwa Pasar Youtefa lama memiliki berbagai permasalahan, seperti terjadinya ahli fungsi lahan pada saat pembangunan Pasar Youtefa, dimana sebelumnya Pasar Youtefa merupakan hutan sagu dan daerah resapan air, adapun permasalahan lain akibat dari terjadinya ahli fungsi lahan adalah; banjir, sarana-prasarana tidak berfungsi baik. Akibat dari himbauan pemerintah untuk merelokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Youtefa baru timbul berbagai macam persepsi dari berbagai macam masyarakat yaitu; pedagang dan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Persepsi masyarakat terkait rencana relokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Youtefa baru (2) Faktor apa saja yang mempengaruhi relokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Induk Regional Youtefa baru (3) Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meyakinkan pedagang dan konsumen terkait rencana relokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Yooutefa baru. Dari berbagai macam tujuan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata persepsi masyarakat mengenai pemindahan Pasar Youtefa lama yaitu tidak setuju yang di dominas mayoritas adalah pedagang dan konsumen lama yang sudah berjualan lebih dari 5 tahun sedangankan rata-rata yang setuju di dominasi oleh pedagang baru dan kosumen baru yang baru berjualan dan berbelanja di Pasar Youtefa kurang dari  1 tahun.

Ulfa Ulfa; Rahmat Irsyada; Nurul Hafidhin

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Independent Upbringing of Family Medicinal Plants (Asmantoga) is a plant cultivated by the surrounding community and cadres of Bojonegoro sources of corn which has medicinal properties and can be used for health. Besides that, Asmantoga plants are natural medicines and do not contain chemicals. Under these circumstances, the servants made an innovation in the Asmantoga Park to turn the medicinal plant area of the Sumberagung village family from Bojonegoro into an Asmantoga Educational Park. And also conduct independent care as an effort to change the paradigm of curative medicine, to become promotive and preventive, which is beneficial for efficiency and effectiveness for the surrounding community and Sumberagung cadres.This service aims to find out the development of family medicinal plants in the village of Sumberagung, Dander Bojonegoro sub-district, to find out how to increase community knowledge about the benefits of self-care for family medicinal plants in Sumberagung Village, Dander Bojonegoro District.The community service partners here are Village Officials, and Asmantoga Cadres of Sumberagung Village, Dander Bojonegoro District.The methodology used in community service in Sumberagung village is the ABCD (Asset Based Community Development) method.The results of the Asmantoga land use activities have made the residents a little more concerned with the Asmantoga land use. Pengabdi also held a health seminar with the theme "keep your health with family medicinal plants" with Sumberagung village health workers in order to introduce to the community how important it is to preserve family medicinal plants.  

Nursalim Nursalim; Slamet Riyono

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Kebijakan pemerintah membebaskan lahan warga desa untuk penambangan batu andesit di Desa Wadas telah memunculkan perlawanan kaum perempuan menolak  kebijakan tersebut. Peristiwa dari perlawanan perempuan itu klimaks saat terjadi tindakan represif oleh aparat keamanan ketika dilakukan pengukuran lahan untuk lokasi penambangan. Warga desa laki-laki dan perempuan diintimidasi, ditangkap, dipaksa, diseret, dan dipukul oleh aparat keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk  menghasilkan informasi tentang terjadinya perlawanan perempuan dan faktor-faktor penyebabnya serta strategi penyelesaian konflik agrarian tersebut. Jenis penelitian dokumentasi dipilih dengan pendekatan riset kualitatif dan  teknik analisis desktiptif kualitatif. Sumber data primer berupa pernyataan dan hasil investigasi aparat pemerintah dan non pemerintah yang dipublikasikan lewat media online dan media maintrream. Sumber data sekunder berupa data yang dipublikasikan institusi pemda. Hasil temuan yaitu munculnya perlawanan perempuan dipicu oleh adanya konflik kepentingan yang bersifat tertutup dan terbuka antara masyarakat dengan pemerintah terkait dengan penambangan batu andesit. Dalam konflik sosial ini telah terjadi tindakan represif yang dilakukan aparat keamanan terhadap masyarakat yang menolak proyek penambangan batu andesit. Penyelesaian konflik sosial yang tehadap perlawan perempuan tersebut dapat dilakukan dengan gaya manajemen konflik kompromi dan pengakomodasian.

Madyar Dewi, Untari Narulita; Widhiyoga, Ganjar; Wijayati, Hasna

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Indonesia menjadi negara terbesar keenam di dunia sebagai produsen kakao dunia, setelah Côte d'Ivoire, Ghana, Ecuador, Cameroon, dan Nigeria. Sektor pertanian kakao Indonesia menjadi salah satu komoditi ekspor unggulan. Besarnya jumlah produksi kakao di Indonesia, tidak berbanding lurus dengan peran dan kontribusi generasi muda Indonesia untuk menekuni sektor pertanian kakao ini. Data memperlihatkan petani kakao dengan lahan kecil masih didominasi oleh petani yang berusia di atas 40 tahun. Metode pelaksanaan pengabdian berupa pemberian edukasi dan sosialisasi kepada generasi Y dan generasi Z tentang pentingnya kontribusi dan keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian kakao. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan minat generasi muda Indonesia dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian kakao dan dapat mewujudkan tercapainya salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals.

Widodo, Bambang; Widoanidyawati, Vemi

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Bangunan gedung  SDN  Tanjung Priok 01 yang berlokasi di Jalan Edam 2, Jakarta Utara. terletak di tepi sungai Sunter. Tanah dasar pada lokasi rencana  tersebut termasuk sangat jelek, berupa silt lemupung sangat lunak. Maksud kajian teknik ini adalah memberikan rekomendasi yang dianggap baik dan tepat sehubungan dengan adanya kendala pelaksanaan di lapangan yang berkaitan dengan jumlah lantai bangunan SD yang direncanakan terhadap kondisi tanah serta lingkungan disekitar lahan SD tersebut. Kajian disusun berdasarkan kelayakan teknis struktur bawah dengan jenis pondasi dangkal berkaitan dengan tanah dasar sangat lunak, lahan bagian belakang berbatasan dengan lereng sungai, dan samping kanan kiri lahan berbatasan langsung dengan rumah penduduk. Metodologi yang digunakan adalah mengetahui data tanah dasar, menganalisis konstruksi dengan beban hidup sebagai fungsi sekolah, selanjutanya menganalisi kestabilan tanah yang mendukung pondasi dengan bantuan progrtam palxis2D. Hasil kajian ini memberikan rekomendasi tingkat lantai bangunan SD adalah dua lantai, dan jarak bangunan terhadap lereng atas sungai 15 meter.

Katrini Endah Pamungkas; Nina Mistriani; Sri Mulyani

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pati menjadi trend wisata saat ini yaitu wisata alam di Hutan Pinus Pangonan. Hutan Pinus ini merupakan wisata Alam yang berada di pegunungan Muria, lebih tepatnya di Desa Pangonan, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Hutan pinus Pangonan merupakan lahan milik Perhutani yang sangat potensial. Pengelolaannya di bawah Bumdes Gunungsari Pangonan. Dari kajian melakukan penelitian mengenai Hutan Pinus Pangonan untuk dijadikan sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Pati. Masyarakat dan Pemerintah daerah ikut terlibat dalam pengelolaan daya tarik Hutan Pinus Pangonan. Daya tarik wisata Hutan Pinus Pangonan ini masih belum maksimal untuk anggaran yang dikeluarkan, sehingga membutuhkan suatu kerjasama yang maksimal antara pengelola dengan pemerintah daerah Kabupaten Pati. Perkembangan pariwisata dengan trend global back to nature terus mengalami peningkatan. Sebab pada umumnya pengembangan pariwisata di daerah tentu memiliki motivasi pada kemanfaatan ekonomi yaitu devisa bagi daerah, negara, serta peningkatan pendapatan masyarakat dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menyatakan, bahwa fasilitas yang sudah memadai menjadi faktor pendukung untuk dikembangkannya menjadi sebuah destinasi unggulan dengan konsep ekowisata. Pengembangan atraksi di Hutan Pinus Pangonan harus menjadi fokus utama dalam pengelolaannya.

Sari Pulungan, Dina Delda; Jumari, Jumari; Muhayat, Imam

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya informasi yang lengkap, baik dari buku-buku maupun naskah-naskah kajian keagamaan tentang permasalahan dan perkembangan organisasi penyelenggara lembaga pendidikan Islam khususnya di Bali. Juga, keunikan-keunikan di Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar yang ditemukan dari studi pendahuluan. Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana perkembangan organisasi penyelenggara lembaga pendidikan Islam Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar tahun 2004–2020?; dan 2) Apa kendala yang dihadapi dan solusi yang dilakukan Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar khususnya pada masa awal pendiriannya?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Bagaimana perkembangan organisasi penyelenggara lembaga pendidikan Islam Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar tahun 2004–2020; dan 2) Apa kendala yang dihadapi dan solusi yang dilakukan Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar khususnya pada masa awal pendiriannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan; 1) Dari deskripsi lokasi penelitian membuktikan adanya kesigapan, kepatuhan, dan kecermatan yayasan terhadap kondisi internal dan eksternal yayasan. Selain mengalami evolusi yang demikian pesat, Yayasan Al-Ma’ruf Denpasar juga mengalami stagnasi dan involusi pada beberapa aktivitasnya, dan 2) Kendala terbesar yang dihadapi yayasan, yakni; penyediaan lahan dan bangunan, persetujuan ijin dari lingkungan, serta kesiapan SDM yang profesional, qualified, dan kompeten. Solusi yang dilakukan yayasan, yakni; dengan sewa kontrak lahan, topangan dana dari usaha yayasan, pendekatan persuasif kepada masyarakat sekitar maupun pejabat terkait, dan meminta bantuan tenaga ahli termasuk guru dan staf dari Jawa.

Alfi Muklis Kurniawan; Fitrian Prila Warndani; Widji Dias Astuti

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, cara penanamannya dapat memanfaatkan pupuk kandang, pupuk hijau, endapan minyak, bahan-bahan organg belum tercemar baik didalam maupun diluar lahan, dan kompos yang terdiri dari mineral yang kaya nutrisi. Hal tersebut bertujuan untuk memperbaiki kesuburan tanah dan memenuhi nutrisi yang diperlukan oleh tanaman. Kerusakan tanah bisa dihindari melalu pemeliharaan tanah, kualitas sumber air dan lingkungan lahan pertaniah, serta perlindungan kontinuitas produksi lahan. Sedangkan hasil yang berkualitas, aman dan sehat bisa dilakukan dengan upaya pengendalian pada saat penanaman, pengendalian secara fisik, serta pengendalian secara alamiah baik pada hama maupun gulma yang merugikan.Secara singkat, pertanian organik tidak hanya untuk mempertahankan keseimbangan kondisi alamiah lingkungan dan menghasilkan sayuran yang sehat dan aman, tapi juga untuk mempertahankan kontinuitas penggunaan lahan pertanian.

Supriyono, Supriyono

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Jahe merupakan salah satu jenis tanaman obat yang dikembangkan sebagai bahan obat tradisional. Namun produktivitas jahe merah mengalami penurunan. Tujuan kegiatan ini memberikan pengetahuan pesemaian jahe merah.  Kegiatan dilakukan Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan dilaksanakan dengan beberapa tahapan sebagai berikut: 1) Koordinasi dengan tokoh masyarakat dan petani mitra; 2) Sosialisasi tentang hasil penelitian tahun 2020; 3) Penyuluhan tentang pesemaian jahe merah, dan 4) Pelatihan pesemaian jahe merah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani sangat tertarik dan berminat dalam budidaya jahe merah, yang tercermin dari keaktifan dalam berdiskusi maupun dalam melaksanakan pelatihan. Hasil demplot pada pelatihan menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang dengan proporsi tanah: pupuk kandang 2:1 baik pada lahan maupun polybag meningkatkan persentase daya kemunculan tanaman dan pertumbuhan tanaman, sehingga hal ini dapat direkomendasikan pada tingkat petani jahe merah.

M. Anam Rahardyan; Loekman Mohamadi; Wawan Destiawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Telaga Mangunan merupakan telaga yang terletak kaki Pegunungan Kendeng Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar negara, selama bertahun-tahun telaga ini belum di optimalkan padahal memiliki panorama yang eksotis. Perancagan Kawasan Wisata Telaga Mangunan juga dapat mendorong terciptanya lingkungan hidup yang serasi dan harmonis karena wisatawan yang tujuan utamanya berekreasi menginginkan sesuatu, lingkungan yang menimbulkan suasana baru dari kejenuhan kehidupan sehari. Kawasan wisata telaga mangunan di Petungkriyono Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat menjadi Tempat rekreasi dan wisata untuk umum yang di dalamnya terdapat telaga wisata air dan bangunan penunjang seperti Penginapan, Restoran, Gedung serbaguna, cafe, souvenir dan oleh-oleh serta fasilitas penunjang lainnya. Memiliki fungsi dimana Kawasan yang akan di rencang merupakan Kawasan Wisata yang berada di alam dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar, maka dapat ditentukan jenis ragam arsitektur yang akan di gunakan pada perencanaan perencangan Kawasan Wisata Telaga Mangunan adaalah jenis ragam Neo Vernakular dengan di kombinasikan sedikit sentuhan arsitektur metafora untuk membentuk suatu bangunan yang sesuai dengan keberadaanya yakni Batik dan memiliki lahan berkontur yang membuat desain Kawasan ini semakin lebih menarik dan menantang. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Pahrudin, Rhegiyana

Jurnal Elektronika dan Komputer 2021 STEKOM PRESS

Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju terutama dibidang teknologi elektro atau teknologi elektronika, banyak keuntungan yang didapatkan akan berkembangnya suatu teknologi namun semakin berkembangnya teknologi makin banyak pula tindak kriminal dan semakin pintar pula pelaku kriminal terutama pada pencurian kendaran. Kita membutuhkan lahan parkir yang aman untuk menyimpan kendaraan kita, peningkatan kemaanan merupakan salah satu yang harus diperhatikan dalam membuat perancangan sistem keamanan parkir. Sistem tersebut diharapkan menurangi tingkat kriminal yang ada disekitar kita. Perancangan sistem parkir ini menggunakan teknologi fingerprint sensor dan Barcode scanner. Bukan hanya sistem keamanan yang di perkuat alat ini pun dapat memberikan informasi data diri dan informasi kendaraan yang di tampilkan pada LCD dengan menggabungkan data sidik jari pengendara. Dengan menggunakan sistem fingerprint yang berkesinambungan dengan barcode scanner diharapkan menekan resiko pencurian kendaraan yang berada pada lingkungan parkir. Metode menyatukan Fingerprint sensor dan barcode scanner yaitu menggunakan mikrokontroler Arduino Wemos D1 R1 yang terkoneksi dengan internet.      Kata Kunci: Parkir, Fingerprint Sensor, Barcode Scanner, Arduino Wemos D1 R1