Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 2101-2120 of 2,291

Analytics

Wiyani, Ni Putu; Sukarja, I Made; Krisnayani, Wina Ni Made; Daryaswanti, Putu Intan

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Chronic Kidney Failure is one of the important health problems in Indonesia and the world community. In Indonesia, according to data from Penetri (Persatuan Nefrologi Indonesia) the number of patients with kidney failure is estimated at 4500 people, but those detected suffering from terminal stage chronic kidney failure from those undergoing dialysis (hemodialysis) are only around 4 thousand - 5 thousand people. Cases of kidney failure in Indonesia are still relatively high every year, because there are still many Indonesian people not maintaining their diet and health. This means that chronic kidney failure ranks as one of the highest rates of disease causing death. The purpose of this study was to describe the level of adherence to patients with chronic kidney failure in undergoing a hemodialysis program in the hemodialysis room at Sanjiwani Hospital in Gianyar. Methods: This research is a descriptive observational type. This study uses a sampling technique that is purposive sampling with a total sample of 30 people. Results: In this study the results of the rate of compliance of CRF patients with hemodialysis were 27 respondents (90%) who were obedient and non-adherent as many as 3 respondents (10%). Thus most patients with chronic renal failure adhere to undergoing hemodialysis in the hemodialysis room of Sanjiwani Hospital in Gianyar. Conclusions: The conclusion of this study is that patients with chronic renal failure are expected to seek treatment regularly in accordance with the rules set by health workers. Delay of dialysis causes pulmonary complications, seizures, decreased consciousness, severe electrolyte disturbances, heart failure, which can cause death.Keywords : Chronic Kidney Failure; Hemodialysis, Compliance

Luh Kadek Suteri Bawantari; Kadek Agus Dwija Putra; I Made Sukma Wijaya; Desak Made Srinadi

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Tuberculosis is a major public health problem and Indonesia's future threat. The World Health Organization (WHO) states that Asia is one of the regions with the highest spread of TB in the world. And Indonesia is the third largest contributor in the world with 539,000 cases and 101,000 deaths per year. This study aims to describe the level of knowledge of tuberculosis patients about preventing tuberculosis transmission. Methods: This study uses descriptive analytical design with Cross Sectional approach. The sample in this study were patients who underwent tuberculosis examination and treatment at the Blahbatuh Health Center II in Gianyar Regency, amounting to 30 people, using the Nonprobability sampling sampling technique namely Total sampling. Data collection was carried out by interview using questionnaire guidelines which included prevention of tuberculosis transmission. The data obtained then carried out descriptive statistical analysis using the SPSS program. Results: Based on the analysis of the characteristics of respondents obtained that of the 30 respondents studied, as many as 12 people (40%) respondents aged 41-50 years, 15 people (50%) respondents attended education up to high school (SMA), and as many as 11 people (37%) respondents work in the private sector. Descriptive analysis on the level of knowledge about prevention of tuberculosis transmission found that, as many as 16 people (54%) had a good level of knowledge, 10 people (33%) respondents had sufficient level of knowledge, and 4 people (13%) had less knowledge. Conclusion: Most respondents (54%) had a good level of knowledge, 33% had sufficient level of knowledge and only 13% of respondents had insufficient knowledge about preventing tuberculosis transmission. It is expected that the related parties will be more aggressive in promoting tuberculosis, especially for sufferers and their family members.Keywords: Level of Knowledge; Tuberculosis; Prevention of Transmission   ABSTRAKLatar belakang: Penyakit tuberkulosis merupakan masalah utama kesehatan masyarakat dan ancaman masa depan Indonesia. World Health Organization (WHO), menyatakan Asia termasuk kawasan dengan penyebaran TBC tertinggi di dunia. Dan Indonesia merupakan penyumbang terbesar ke-3 di dunia dengan 539.000 kasus dan 101.000 kematian pertahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien tuberkulosis tentang pencegahan penularan tuberculosis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pasien yang menjalani pemeriksaan dan pengobatan TBC di Puskesmas II Blahbatuh Kabupaten Gianyar yang berjumlah 30 orang, dengan menggunakan teknik sampling Nonprobability sampling yaitu Total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan pedoman kuesioner yang meliputi tentang pencegahan penularan tuberkulosis. Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis statistic deskriptif menggunakan program spss. Hasil: Berdasarkan analisis pada karakteristik responden diperoleh bahwa dari 30 responden yang diteliti, sebanyak 12 orang (40%) responden berumur 41-50 tahun, 15 orang (50%) responden mengenyam pendidikan hingga sekolah menengah atas (SMA), dan sebanyak 11 orang (37%) responden bekerja di bidang swasta. Analisis deskriptif pada tingkat pengetahuan tentang pencegahan penularan tuberculosis diperoleh bahwa, sebanyak 16 orang (54%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 10 orang (33%) responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 4 orang (13%) memiliki pengetahuan kurang. Simpulan: Sebagian besar responden (54%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 33% memiliki tingkat pengetahuan cukup dan hanya 13% responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang pencegahan penularan tuberkulosis. Diharapkan pihak terkait lebih gencar dalam mempromosikan tentang penyakit tuberculosis khususnya pada penderita dan anggota keluarganya.Kata kunci: Tingkat Pengetahuan; Tuberkulosis; Pencegahan Penularan

Setiawan, I Made Dody; Muryani, Ni Made Sri; Achjar, Komang Ayu Henny; Febianingsih, Ni Putu Eka

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Teen are transition age from childhood to adulthood, in adolescence age the individuals will experience a change in attitudes, behaviors in line with the level of physical growth. Teenagers are very easily influenced by factors that exist outside of him as family, environment, society, peers and school friends. When enter puberty, every child has personality system that established from development so far. The concept gives sense of continuity, integrity, and consistency in a person which is a physical representation of an individual, the central core of "Me" in which all perceptions and experiences organized. In assessing theirself can positively and negatively. Individuals who have positive self-concept will be optimistic, believe in yourself and always be positive about everything, also to the failure. Individuals who have negative self-concept, believes that he looked weak, helpless, unable to do anything, incompetence, failure, poor, unattractive, unpopular and loses attraction of life. The Aim of this study was to find out description of tees self-concept who experience puberty in health vocational school of Panca Atma Jaya, Klungkung regency in 2012. Method: The method has been used in this study were descriptive method with Coss sectional approach. The sampling were simple random sampling technique so that number of sample were 130 respondents it has been collected from March-May 2012. Result: The self-concept of teen who experiences puberty, of 130 respondents, there were 2 respondents (1.5%) have negative self-concept and 128 (98.5%) respondents have a positive self-concept. Conclusion: The existence of extracurricular activities at SMK Panca Atma Jaya has a positive impact on students in developing students' self-concepts.Key words: Description of Self-Concept; Teen;, Puberty   ABSTRAKLatar belakang: Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju usia dewasa, pada masa remaja individu mengalami perubahan dalam sikap, perilaku sejajar dengan tingkat pertumbuhan fisiknya. Remaja sangat mudah dipengaruhi oleh faktor yang ada diluar dirinya seperti keluarga, lingkungan, pergaulan, teman sebaya dan teman sekolah. Ketika memasuki masa pubertas, setiap anak telah mempunyai sistem kepribadian yang merupakan pembentukan dari perkembangan selama ini. Konsep diri memberikan rasa kontinuitas, keutuhan, dan konsistensi pada seseorang yang merupakan representasi fisik seorang individu, pusat inti dari “Aku” dimana semua persepsi dan pengalaman terorganisasi. Dalam menilai diri sendiri seorang individu dapat menilai dirinya positif ada pula yang menilai negatif. Individu yang memiliki konsep diri positif akan bersikap optimis, percaya diri sendiri dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, juga terhadap kegagalan yang dialami. Individu yang memiliki konsep diri negatif meyakini dan memandang bahwa dirinya lemah, tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak kompeten, gagal, malang, tidak menarik, tidak disukai dan kehilangan daya tarik terhadap hidup. Adapun tujuan dari penelitian ini, adalah untuk mengidentifikasi Gambaran Konsep Diri Remaja Yang Mengalami Masa Pubertas di SMK Kesehatan Panca Atma Jaya Kabupaten Klungkung tahun 2012. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan coss sectional. Jumlah sampling yang diambil menggunakan teknik simple random sampling yaitu sebanyak 130 responden yang dikumpulkan dari bulan Maret-Mei 2012. Hasil: Konsep diri remaja yang mengalami masa pubertas, dari 130 responden, sebanyak 2 (1,5%) responden mempunyai konsep diri negatif dan 128 (98,5%) responden memiliki konsep diri positif. Simpulan: Adanya kegiatan ekstrakulikuler di SMK Panca Atma Jaya memberikan dampak positif bagi siswa dalam membangun konsep diri siswa.Kata kunci : Gambaran Konsep Diri; Remaja; Pubertas

Dewa Ketut Saputra; Ni Made Sri Muryani; I Made Sukarja; Ni Made Wina Krisnayani

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Stroke is a major cause of disability in adults, where four million Americans experience neurological deficits due to stroke, two-thirds of these deficits are moderate to severe. This disease has become a worldwide health problem and is increasingly important, with two-thirds of strokes now occurring in developing countries. Stroke sufferers themselves will experience a psychological response, namely anxiety because in addition to being a life threat, patients will feel anxious about their future. The purpose of this study was to determine the description of the level of anxiety in stroke patients in the Belibis Room of Wangaya Hospital Denpasar. Methode: The type of design used is descriptive design. Data collection was carried out by the researchers themselves using a standard questionnaire sheet, the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), with the number of respondents 30 people who were Stroke patients in the Belibis room of Wangaya Hospital Denpasar. Result: The results of this study indicate that the majority of stroke patients in the Belibis room of Wangaya Hospital Denpasar experienced moderate anxiety, namely as many as 17 (56.7%) respondents, mild anxiety as many as 6 (20%) respondents, severe anxiety as many as 6 (20%) respondents, panic 0%, and only 1 (3.3%) respondents who did not experience anxiety. Conclusion: Individuals who experience anxiety are mostly aged over 50 years, female sex, high school education, and have private jobs. It is expected that families can provide motivation and positive encouragement to patients.Keywords: Anxiety Level; Stroke Patients

Ni Kadek Ayu Patni Dewi; Ni Made Diah P Pendet; I Made Sukarja; Ni Made Wina Krisnayani

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Introduction :Tubercolosis (TB) diseases is one of the most public health problems in Indonesia. Indonesia known as a the third highest of TB cases in the world after India and China. In 2010, the Ministry of Health In Indonesia reported that patient with TB in worldwide about 5,8 % cases was found in Indonesia. In Indonesia, TB drugs treatments called the OAT Program. The study about the interpersonal factors who can be related to the compliance of patient with TB determined how important the role of doctors and other health professionals to do verbal and non verbal communication with patients. The aim of this study was to describe complianced of patient with TB in OAT program at Sanjiwani general hospital, Gianyar. Method : This was observational descriptive study. Data were collected through questionnaires. The total of patient with TB who participated in this research were 78 collected by consecutive sampling technique. Result :Based on the research, the complianced of patient with TB in OAT program showed that 38 respondent (48,71%) had complianced with the OAT program and 40 respondent (51,28 %) didn’t have compliance with the OAT program. Conclusion :Most of the patient with TB in Sanjiwani general hospital didn’t have compliance with OAT program.Key words: Compliance; OAT program; Tubercolosis.

Amalia Nuruul Azizah; Alwi Sofyan; Muflihatul Khofifah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan oleh pengabdi berupa pelatihan pemrograman aktivitas fisik melalui outbound dan braingym sebagai implementasi pembentukan karakter dan kedisiplinan bagi guru Sekolah Dasar di Kecamatan Patimuan. Kegiatan ini bertujuan untuk diantaranya: (1) saling memahami dan saling pengertian/peduli dengan orang lain dan belajar membangun kepercayaan diri dan mempercayai kepada yang lain, (2) belajar membangun tim kerja yang cakap dan handal dan memahami arti penting kerjasama kelompok dalam lingkungan kerja, (3) membangun individu dalam kelompok secara lebih energik dan mendorong individu dalam menghadapi tantangan kelompok yang ada, (4) memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan kreativitas dalam penyusunan pembelajaran olahraga rekreasi bagi siswa agar memiliki kompetensi yang kreatif dalam mengembangkan pembelajaran penjas di tingkat sekolah. Metode Pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi dan praktik/latihan. Metode Ceramah ceramah digunakan untuk menyampaikan informasi kepada para guru Sekolah Dasar di Kecamatan Patimuan tentang pemrograman aktivitas fisik melalui outbound dan brain gym. Metode demonstrasi sangat penting keberadaanya dalam kegiatan pelatihan ini, karena dalam pelatihan suatu proses kerja akan lebih mudah diikuti oleh peserta pelatihan manakala ketrampilan yang akan ditransformasikan bisa dieksplisitkan secara konkrit melalui demonstrasi. Metode Praktik dilakukan oleh para guru untuk mencoba menguasai gerakan braingym dan outbound yang dapat di implementasikan pada setiap pembelajaran penjas disekolah. Dalam evaluasi, Tim Pengabdi melakukan pengamatan langsung kepada para peserta dengan kriteria antusiasme, perhatian, dan kesungguhan dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Hasil Pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik sesuai dengan program yang telah dibuat. Hal ini ditunjukkan oleh animo peserta yang cukup tinggi. Pemrograman aktivitas fisik dan praktik yang terdiri dari penguasaan teknik dasar outbond training dan brain gym yang dapat membentuk karakter bagi siswa seperti: nilai-nilai kerjasama, kepercayaan, kemampuan memecahkan suatu masalah, proses pendewasaan diri, kebersamaan, leadership (kepemimpinan), kedisiplinan, kemampuan akselerasi untuk mencapai suatu tujuan, melatih mental dan keberanian serta kesenangan batiniah. Indikator keberhasilan ditandai dengan tingginya motivasi peserta dalam mengikuti kegiatan ini serta dimilikinya pengetahuan dan keterampilan baru tentang outbond dan brain gym.

Etza nofarita

Jurnal Elektronika dan Komputer 2021 STEKOM PRESS

Security issues of a system are factors that need to be considered in the operation of information systems, which are intended to prevent threats to the system and detect and correct any damage to the system. Distributed Denial of Services (DDOS) is a form of attack carried out by someone, individuals or groups to damage data that can be attacked through a server or malware in the form of packages that damage the network system used. Security is a mandatory thing in a network to avoid damage to the data system or loss of data from bad people or heckers. Packages sent in the form of malware that attacks, causing bandwidth hit continuously. Network security is a factor that must be maintained and considered in an information system. Ddos forms are Ping of Death, flooding, Remote controled attack, UDP flood, and Smurf Attack. The goal is to use DDOS to protect or prevent system threats and improve damaged systems. Computer network security is very important in maintaining the security of data in the form of small data or large data used by the user.

Ramlah, Ramlah

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

. Industri Financial Technologi (Fintech) merupakan salah satu metode layanan jasa keuangan yang mulai populer di era digital sekarang ini. Dan pembayaran digital menjadi salah satu sektor dalam industri Fintech yang paling berkembang di Indonesia. Khususnya Perbankan, Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana penerapan Fintech oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KCP Slamet Riyadi Makassar. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan. Analisa data yang digunakan oleh penulis adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan jika Fintech adalah sebuah sebutan yang disingkat dari kata ‘financial’ dan ‘technology’ di mana artinya adalah sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan. Fintech memiliki peranan yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, di antaranya adalah Meningkatkan inklusi keuangan nasional; Meningkatkan pemerataan tingkat kesejahteraan penduduk; Fintech dapat meminimalisir peredaran uang tunai sehingga dapat meminimalisir pula terjadinya inflasi, Pengguna layanan Fintech dapat mengetahui secara langsung data transaksinya sendiri tanpa melalui pihak ketiga; Pengguna layanan Fintech dapat memberikan saran dan kritikan secara langsung terhadap platform yang menyediakan layanan tersebut dan Layanan Fintech memberikan berbagai pilihan layanan yang memudahkan kebutuhan penggunanya   Kata kunci: penerapan, fintech, bank rakyat indonesia

jawandi, ahmad; Eko Adi Putro; Wuri Kusuma Ramadhanis

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Keluarga menjadi unit sosial terkecil yang ada dalam sebuah masyarakat. Proses sosialisasi pertama kali dilakukan dalam keluarga. Mendidik anak bermuara dari mengenal anak dan cara memperlakukan anak sesuai kebutuhannya dan perkembangannya. Oleh sebab itu keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sedini mungkin. Kendala utama yang dialami KPM PKH Wonosegoro berupa tingkat pemahaman orang tua yang belum sepenuhnya sadar akan penting nya peran keluarga dalam pembentukan karakter pada anak. Sebagian besar orang tua beranggapan bahwa yang memiliki kewajiban menanamkan pendidikan karakter hanya Sekolah, sehingga seringkali menyalahkan Sekolah jika anak nya nakal. Solusi yang digunakan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah melakukan workshop pelatihan peran keluarga dalam membentuk karakter melalui metode modeling. Modeling merupakan salah satu pendekatan yang mudah digunakan orang tua dalam membentuk karakter anak, dimana orang tua sebagai model/suri tauladan yang akan menjadi contoh bagi anak dalam mengenal dan membentuk karakternya.

Supriyono, Supriyono

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Jahe merupakan salah satu jenis tanaman obat yang dikembangkan sebagai bahan obat tradisional. Namun produktivitas jahe merah mengalami penurunan. Tujuan kegiatan ini memberikan pengetahuan pesemaian jahe merah.  Kegiatan dilakukan Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan dilaksanakan dengan beberapa tahapan sebagai berikut: 1) Koordinasi dengan tokoh masyarakat dan petani mitra; 2) Sosialisasi tentang hasil penelitian tahun 2020; 3) Penyuluhan tentang pesemaian jahe merah, dan 4) Pelatihan pesemaian jahe merah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani sangat tertarik dan berminat dalam budidaya jahe merah, yang tercermin dari keaktifan dalam berdiskusi maupun dalam melaksanakan pelatihan. Hasil demplot pada pelatihan menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang dengan proporsi tanah: pupuk kandang 2:1 baik pada lahan maupun polybag meningkatkan persentase daya kemunculan tanaman dan pertumbuhan tanaman, sehingga hal ini dapat direkomendasikan pada tingkat petani jahe merah.

Ns. Ainnur Rahmanti; Rani Pratiwi

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Anxiety is a normal adaptive response to stress due to surgery. Anxiety caused by fear of pain, fear of physical changes and not functioning normally after surgery, one of the ways to overcome it is with relaxation and distraction techniques, namely with religious music therapy. The purpose of this case study was to describe the application of religious music therapy "Demi Masa" to decrease the anxiety level of preoperative patients with regional sub arachnoid anesthesia blocks in hospitals in the surgical room of RSUD K.R. Wongsonegoro Semarang. This study belongs to descriptive using a case study approach. Subjects in this study were appendicitis patients who would undergo surgery with sub-arachonoid block regional anesthesia, willing to be respondents aged 20-40 years, still cooperative, level of anxiety from mild 14 - 20 to moderate 21-27, like religious music, Muslim. Analysis of anxiety level was carried out descriptively and measured based on anxiety scale without rating scale for anxiety. The results of the analysis showed that there was a decrease in the level of anxiety after the intervention. In subject I moderate anxiety (score 25) became low anxiety (score 15) and low subject II anxiety (score 15) became no anxiety (score 9). In conclusion, this study recommends nurses can apply religious music therapy "Demi Masa" to reduce the patient's anxiety level preoperatively.

Ns. Erni Suprapti; Rika Desiana Lydia Sari

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Preschoolers are children aged three to six years. Covid - 19 is a pandemic that is shaking the world right now. Due to the Covid - 19 pandemic, children cannot play with friends outside the home. Limited play space for children makes it easy for them to feel bored just to stay at home, causing children to become anxious. The purpose of this case study is to apply storytelling play therapy to reduce anxiety levels in preschool-aged children at home due to the covid-19 pandemic. The method of this case study is descriptive. The result of the case study is a decrease in anxiety score in subject I from 45 to 30 and subject II from 51 to 34. The conclusion of this case study shows that storytelling therapy is effective in reducing the anxiety level of preschool children. Suggestions for this case study are expected that parents can apply storytelling to reduce anxiety levels in children at home due to the Covid-19 pandemic.

Sylvia Jene P.L.S

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Upaya memenuhi ketersediaan darah untuk kebutuhan pelayanan kesehatan selama ini telah dilakukan oleh Palang Merah Indonesia melalui Unit Transfusi Darah yang tersebar di seluruh Indonesia. Humas UDD PMI Cabang Kota Semarang telah menggunakan strategi kampanye untuk mengajak masyarakat menjadi pendonor darah sukarela sehingga diharapkan dapat menambah pengetahuan, sikap dan memberikan motivasi sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam menyumbangkan darahnya. Penelitian ini menggunakan jenis survei analitik. Populasi penelitian ini adalah seluruh pendonor darah sukarela di UDD PMI Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 70 pendonor. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan donor darah sukarela di UDD PMI Kota Semarang cukup baik yaitu 48,0%.Sebagian besar pendonor memiliki sikap yang cukup baik terhadap donor darah yaitu 35,0%.Tingkat motivasi pendonor terhadap donor darah cukup baik yaitu 33,0%. Pendonor darah sukarela di UDD PMI Kota Semarang memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan motivasi yang cukup baik mengenai donor darah.

Fitnantyo Bimawan

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh etika, prosedur kerja, kualitas penyedia barang dan jasa, dan informasi kebutuhan barang dan jasa terhadap fraud dalam proses pengadaan barang dan jasa perusahaan swasta di Semarang. Metode penelitian kuantitatif dengan penyebaran kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan swasta di wilayah Semarang dengan jumlah sampel 45 orang yaitu seluruh karyawan bagian pembelian yang bekerja minimal 5 tahun. Teknik analisis yang dipakai adalah dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini adalah Etika pengadaan barang dan jasa berpengaruh negatif signifikan terhadap fraud pengadaan barang dan jasa.. Prosedur kerja pengadaan barang dan jasa berpengaruh negatif terhadap fraud pengadaan barang dan jasa. Semakin tinggi tingkat prosedur kerja pengadaan barang dan jasa maka akan menurunkan fraud pengadaan barang dan jasa. Kualitas penyedia barang dan jasa berpengaruh negatif signifikan terhadap fraud pengadaan barang dan jasa. Mereka beranggapan semua hal yang terjadi dalam proses pemilihan supplier di luar kendali mereka, dan orang yang mengendalikan adalah atasan, sehingga penurunan kualitas penyedia barang dan jasa, akan meningkatkan fraud dalam pengadaan barang dan jasa. Informasi kebutuhan barang dan jasa berpengaruh negatif signifikan  terhadap fraud pengadaan barang dan jasa. Semakin banyak pihak yang terlibat maka akan menurunkan fraud pengadaan barang dan jasa. Hal ini akan memudahkan para pegawai bagian pembelian mendapat penilaian kinerja yang baik dari perusahaan

Tanjung, Indayana Febriani; Khairuna, Khairuna; Santi, Santi

JOURNAL OF BIOLOGY LEARNING 2021 Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif tipe Reciprocal Teaching (pembelajaran terbalik) dipadu Mind Mapping terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi kelas XI. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimen. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas XI IPA-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA-2 sebagai kelas kontrol. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui aktivitas belajar siswa yaitu dengan menggunakan rumus TCR (Tingkat Capaian Responden) dan untuk hasil belajar siswa analisis data menggunakan uji hipotesis statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan aktivitas dan hasil belajar siswa terdapat pengaruh penggunaan pembelajaran kooperatif tipe Reciprocal Teaching dipadu Mind Mapping dimana aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen > kelas kontrol sehingga Ha diterima. Perolehan hasil belajar siswa melalui uji hipotesis statistik menunjukan bahwa harga thitung yaitu 7,28 dan harga ttabel 2,068, artinya thitung > ttabel, maka Ha diterima.

Abdussalam, Abdussalam; Pramudya, Elkaf Rahmawan; Muslih, Muslih; Susanto, Ajib; Widyatmoko, Karis +1 more

Dinamik 2021 Universitas Stikubank

Disrupsi teknologi yang besar-besaran saat ini selain berdampak positif juga berdampak negative,dampak ini terlihat terhadap anak-anak yang mempunyai kecenderungan untuk tidak peduli dengan sosial budaya. Bahasa Jawa yang memiliki Aksara Jawa salah satu yang berdampak, Aksara Jawa hanya diajarkan 1-2 jam per minggunya tingkat SD sampai SMA/sederajat, hanya membaca buku dan lermbar kerja siswa (LKS) yang menimbulkan kebosanan dan tidak menarik belajar Aksara Jawa. Penelitian ini mengusulkan aplikasi berbasis android untuk belajar Aksara Jawa untuk mendukung belajar mandiri bagi anak Sekolah Dasar (SD) pada masa pandemik saat ini dengan menyajikan materi gambar, animasi dan permainan dengan memanaatkan algoritma shuffle random. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi mengenal Aksara Jawa ini telah memenuhi kebutuhan sebagai alat bantu belajar mandiri, mampu membuat pengajakan pada quiz yang diberikan dan hasil pengujian black box semua fitur yang ada di aplikasi berjalan sesuai fungsinya.

Raden Sulistiyanto; Nuryanti Nuryanti

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Sebagai suatu masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, masyarakat nelayan mempunyai karakteristik kehidupan tersendiri yang berbeda dengan masyarakat yang tinggal di wilayah daratan. Karakteristik yang menjadi ciri-ciri sosial budaya masyarakat nelayan adalah memiliki struktur relasi patron-klien yang sangat kuat,dan  etos kerja yang tinggi. Kondisi masyarakat nelayan atau masyarakat pesisir di berbagai kawasan secara umum ditandai oleh adanya beberapa ciri, seperti kemiskinan, keterbelakangan sosial–budaya, rendahnya kulaitas sumber daya manusia. Permasalahan penelitian adalah bagaimana kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan pendidikan pada masyarakat nelayan di wilayah Kelurahan Jobokuto Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara. Hasil penelitian diperoleh simpulan mayoritas penduduk Kelurahan Jobokuto ke camatan Jepara Kabupaten Jepara beprofesi sebagai nelayan secara turun temurun. Tingkat Pendidikan masyarakat  nelayan masih tergolong rendah dan tidak mempunyai ketrampilan untuk bekerja selain sebagai nelayan. Di tinjau dari kehidupan ekonomi, masyarakat nelayan rata-rata termasuk golongan menengah ke bawah. Sedangkan Nilai sosial dan solidaritas masyarakat Kelurahan Jobokuto tergolong cukup tinggi.

Tuti Anggarawati; Diana Tri Lestari; Elisa Wahyu Ananda; Dina Selviana

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2021 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Students are students who hold the highest educational status. The demands of students to complete assignments on time are very high, especially for final year students. Final year students have the obligation to make a final project because it is one of the graduation requirements. The task can be a stressor for students so that students become stressed. This situation, if not handled immediately by students, will result in anxiety and depression, suicidal ideation, poor lifestyle, disturbed sleep patterns, headaches, and feelings of helplessness. Students can face and complete the final project well if students are able to handle stress well. There are several techniques to reduce stress, namely expressive wraiting and laughing. This research was carried out quantitatively using a two-group pre-post test design method. The sample in this study was final year students totaling    

Nurcahyani, Dwi; Widanti, Yannie Asrie; Suhartatik, Nanik; Nuraini, Vivi

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2021 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kembang goyang merupakan makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari adonan kental yang dicetak menggunakan alat berbentuk bunga (kembang). Penyimpanan dalam jangka waktu yang lama akan mempengaruhi mutu sensoris. Pengujian dilakukan dengan cara kembang goyang yang dikemas dengan plastik polyetilen (PE), dilakukan penyimpanan selama 18 hari dengan suhu 25, 35, dan 45. Uji kesukaan (hedonik) dilakukan pada hari ke-0, 3, 6, 9, 12, 15, dan 18 yang dilakukan oleh 19 panelis. Parameter yang digunakan untuk pengujian berupa kerenyahan, warna, aroma dan keseluruhan, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji anova. Berdasarkan hasil pengujian kadar air didapatkan nilai 1,57%, kadar abu 1,27%, kadar lemak 10,41%, kadar protein 5,70%, dan kadar karbohidrat 81,07%. Tingkat kesukaan kerenyahan terendah yaitu 1,87 (sangat tidak suka) pada penyimpanan hari ke-18 dengan suhu 25. Tingkat kesukaan warna terendah yaitu 1,46 (sangat tidak suka) pada penyimpanan hari ke-18 dengan suhu 45 Tingkat kesukaan aroma terendah yaitu 2,00 (tidak suka) pada hari ke-15 dengan suhu 25. Tingkat kesukaan keseluruhan terendah yaitu 1,51 (sangat tidak suka) pada hari ke-18 suhu 25. Kembang goyang sebaiknya disimpan pada suhu antara 35-45 dengan lama penyimpanan 6 hari.

Lestari, Winanti Nuri; Wulandari, Yustina Wuri; Widanti, Yannie Asrie; Nuraini, Vivi

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2021 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Intip adalah kerak yang biasanya menempel di dasar panci atau periuk. Intip sebagai makanan tradisional yang sudah ada sejak jaman dahulu menjadikan intip populer di beberapa daerah yang ada di Indonesia. Kondisi daerah Indonesia yang beragam, menyebabkan perlunya penanganan penyimpan produk intip yang dipengaruhui suhu dan lama penyimpanan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penerimaan (kesukaan) konsumen terhadap produk intip goreng yang disimpan dengan suhu dan lama penyimpanan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan cara produk intip disimpan pada suhu 25ºC, 35ºC dan 45ºC selanjutnya dilakukan pengujian sensoris (kesukaan) atribut tekstur,warna,aroma dan kesukaan keseluruhan pada hari ke-0, 3, 6, 9, 12, 15 dan 18 untuk menentukan tingkat penerimaan konsumen. Hasil penelitian ini adalah intip yang disimpan pada rentang waktu 3 hingga 6 hari pada suhu 35ºC merupakan intip yang disukai konsumen. Tingkat kesukaan konsumen terhadap produk intip rata-rata menurun pada hari ke-9 hingga hari ke-18. Kesukaan keseluruhan intip selama penyimpanan adalah intip yang disimpan pada suhu 35ºC selama 6 hari, dengan skor atribut kerenyahan (3,96), warna (3,14), aroma (2,86) dan kesukaan keseluruhan (3,61). Penyimpanan pada suhu 25ºC selama 18 hari merupakan kondisi penyimpanan yang tidak disukai konsumen dengan skor atribut kerenyahan (1,81), warna (1,50), aroma (2,00) dan kesukaan keseluruhan (1,35)