Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 181-200 of 275

Analytics

Afryani Siregar; Junda Harahap; Nur Jannah Nasution

Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah 2023 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Based on the results of research conducted that: (1) The concept in Islamic economics is something promised and paid by tenants as compensation or payment for the benefits they enjoy. In principle, anything that can be used as a medium of exchange in buying and selling may be used for payment in wages. In addition, wages must be something of value and permitted by syara' and the amount must be known. The amount of the prescribed wages is known by both parties, both in terms of rent and wages. An appropriate reward according to syara' is something of value and there is pleasure between the two parties. (2) The concept of Islamic economics regarding the payment system for rice field plowing services in Aek Bonban Village, Aek Nabara Barumun District, is in accordance with Islamic economic theory. The land owner gives the plowman's wages at the promised time. For every job of plowing a field, the owner of the field immediately gives his wages. There is a small portion that pays wages later or even after the harvest, but there is no intention to delay or prolong the payment of wages. Even so, this can be understood by both parties, because financially the owner of the rice field must be able to pay wages, and usually. this has been agreed before. because it has fulfilled the pillars and conditions of wages. where in the agreement made between the owner of the rice field and the rice farmer contains the amount of wages and the time of payment of the wages. So that there is no element of fraud in it that can harm either party.

Nugrah Leksono Putri Handayani

Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah 2023 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

This research aims to determine the optimization of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) payment system in realizing financial inclusion. The research method used is qualitative descriptive analysis using the literature method by conducting a literature study. The research results show that using QRIS is getting easier because it is able to reach various merchants with integrated mobile banking applications and digital wallets. Optimizing the QRIS payment system can realize and overcome the challenges of financial inclusion in Indonesia and open wider financial access for Indonesian society as a whole.

Astri Rumondang Banjarnahor; Ovi Hamidah Sari

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2023 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

In the digital era, the transformation of payment methods has become crucial to enhancing business efficiency and competitiveness, especially for street vendors in the Gelora Bung Karno (GBK) Senayan area. The implementation of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) among street vendors enables quick, safe, and simple digital transactions, supporting financial inclusion and reducing risks associated with cash handling. The QRIS awareness program conducted at GBK Senayan aimed to improve vendors' understanding of the benefits of digital payments, such as better financial management, reduced need for change, and increased security. This initiative included hands-on training, distribution of informative brochures, and direct practice to equip vendors with essential digital skills. As a result, 70% of vendors who participated in the program began using QRIS, and a positive shift in attitudes toward digital payment technology was observed. Primary challenges included limited technological understanding and unstable internet access; however, these can be addressed through ongoing technical support and assistance from technology service providers. With appropriate support, QRIS adoption among street vendors is expected to continue, enhancing competitiveness and ease for both vendors and consumers in the digital age.

Murinanda Amalya Parinduri; Nurbaiti Nurbaiti; Laylan Syafina

Journal Economic Excellence Ibnu Sina 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

This study aims to determine the effectiveness of E-Samsat Sumut Bermartabat as a medium of payment of Motor Vehicle Tax. The analysis method used is Descriptive Qualitative analysis using the Effectiveness formula. The data used are primary data and secondary data. The primary data was collected through interviews with two BPPRDSU employees as informants. For secondary data in this study in the form of documents, such as the Motor Vehicle Tax Revenue Report per year of BPPRDSU and Revenue per unit of E-Samsat BPPRDSU. The results of this study indicate that the presence of E-Samsat Sumut Bermartabat Post Covid-19 Pandemic which is where after the Covid-19 pandemic the interest in digital tran n / digital witnesses of the community has increased it can be seen from the increase in the use of E-Samsat Sumut Bermartabat as a medium for paying Motor Vehicle Tax, there is a difference in the level of Effectiveness from 2021 and 2022 which shows the level of Effectiveness in 2022 is higher than in the previous year, namely 2021 with a difference of 3.48%. This shows an increase even though it is still relatively not too big.

Rachmah, Dian; Muhammad Aufa

Riset Ilmu Manajemen Bisnis dan Akuntansi 2023 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, manfaat, dan kualitas layanan mahasiswa akuntansi terhadap minat untuk menggunakan paylater. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Technology Acceptance Model (TAM). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan cara pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yang populasinya merupakan mahasiswa akuntansi di Universitas Muhammadiyah Gresik. Cara pengambilan sampel yaitu menggunakan kuesioner berbentuk google form. Fenomena yang terjadi saat ini adalah banyak mahasiswa akutansi yang senang berbelanja online menggunakan sistem pembayaran Paylater yang notabene mereka paham dengan sistem utang dalam keuangan dan telah dibuktikan pada 110 responden. Yang kemudian jawaban dari responden akan diolah dan berhasil mendapatkan hasil akhir bahwa literasi keuangan, manfaat, dan kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi menggunakan paylater.

Edi Irawan

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2023 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa tujuan kebijakan fiskal yaitu meningkatkan laju investasi, Untuk Mendorong Investasi Optimal Secara Sosial, Untuk Meningkatkan Kesempatan Kerja, Untuk Meningkatkan Stabilitas Ekonomi Ditengah Ketidakstabilan Internasional, Untuk Menanggulangi Inflasi, Untuk Meningkatkan Dan Mendistribusikan Pendapatan Nasional. Kemudian adapun peran dari kebijakan fiskal dalam perekonomian yaitu: peranan dari tindakan fiskal pemerintah dalam turut menentukan tingkat pendapatan nasional lebih besar. Dengan demikian diharapkan bahwa dengan adanya kebijakan fiskal, pemerintah dapat mengusahakan terhindarnya perekonomian dari keadaan-keadaan yang tidak diinginkan seperti misalnya keadaan dimana banyak pengangguran, inflasi, neraca pembayaran internasional yang terus menerus defisit, dan sebagainya.

Sarma Ningsih; Maulana Yusuf; Rohana

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini berjudul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepercayaan Muzakki Membayar Zakat Fitrah Melalui Lembaga Pengelola Zakat (Studi Kasus Di Desa Tanah Garo Kec. Muara Tabir, Kab. Tebo, Prov. Jambi). Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk menjelaskan tata cara pembayaran zakat fitrah pada masyarakat Desa Tanah Garo Kec. Muara Tabir, Kab. Tebo, Prov. Jambi. 2) Untuk menjelaskan tingkat kepercayaan masyarakat Desa Tanah Garo terhadap lembaga pengelola zakat dalam mengelola zakat fitrah. 3) Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat membayar zakat fitrah melalui Lembaga Pengelola Zakat. Metodelogi penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah dengan pendekatan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah obsevasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah: 1) Dalam proses pengelolaan zakat fitrah di Desa Tanah Garo, pengelola zakat fitrah menerima zakat fitrah dari masyarakat, lalu pengelola zakat fitrah mengelola zakat fitrah tersebut, setelah itu melakukan mengalokasikan hasil pengelolaan zakat fitrah untuk 8 asnaf yang berhak menerima zakat fitrah. Setelah tahap penerimaan zakat fitrah terakomodasi, maka tahap selanjutnya adalah tahap pengelolaan dan pengalokasian zakat fitrah yang disalurkan secara langsung pada 5 asnaf yang ada di Desa Tanah Garo yang diterima dan disalurkan pada akhir Ramadhan. 2) Tingkat kepercayaan masyarakt Desa Tanah Garo terhadap lembaga amil zakat di Desa Tanah Garo cukup tinggi. Tingkat kepercayaan masyarakat tersebut diukur dari 4 aspek kepercayaan yaitu, 1) Kinerja sesuai dengan harapan. 2) Kepercayaan telah mengerjakan sesuai dengan standar. 3) Kepercayaan bahwa pelayanannya konsisten. 4) Kepercayaan lembaga bertahan lama. 3) Ada 3 faktor yang mempengaruhi kepercayaan muzakki di Desa Tanah Garo untuk menyalurkan zakat fitrah melalui amil zakat yaitu faktor kemampuan, kebaikan hati dan integritas. 1) Faktor kemampuan atau ability dari lembaga amil zakat berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat untuk membayar zakat melalui amil zakat di Desa Tanah Garo yang diukur dari 4 aspek kemampuan yaitu, kompetensi, pengalaman, pengesahan institusional, dan kemampuan dalam ilmu pengetahuan. 2) Faktor kebaikan hati atau Benevolence dari lembaga amil zakat berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat untuk membayar zakat melalui amil zakat di Desa Tanah Garo yang diukur dari 4 aspek kebaikan hati yaitu, perhatian, empati, keyakinan dan daya terima. 3) Faktor integritas dari lembaga amil zakat berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat untuk membayar zakat melalui amil zakat di Desa Tanah Garo yang diukur dari 4 aspek integritas yaitu, kewajaran (fairness), pemenuhan (fulfillment), keterus-terangan (honestly), dan kehandalan (reliability). Kata Kunci: Kepercayaan, Lembaga Pengelola Zakat, Zakat Fitrah, Desa Tanah Garo

Maulana Fikri; Bagas Santoso

Merkurius : Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika 2023 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Karangawen State Madrasah Tsanawiyah (MTs) is a junior secondary level formal education institution which is geographically located in Karangawen Village, Karangawen District, Demak Regency, with a total of around 800 students divided into 25 classes. This Madrasah has been officially established since 1997. With a large number of students, MTs Negeri has been supported by facilities and infrastructure capable of supporting the process of teaching and learning activities as well as administrative activities. Currently MTs Negeri Karangawen already has 20 units of computers in one computer laboratory equipped with a computer network to support teaching and learning activities. In the field of administration, it has also been supported by 5 units of computers that are used by administrative staff in order to serve all teaching and learning process activities, including in the service of student financial payments.

Tyas miyanti; Djumadi Sastro Wiyono

Neptunus: Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi 2023 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

The payment information system is a data processing system that will produce reports every period, which is once a month. The report will then be submitted to the leadership to find out the smoothness of payments for one month. The payment system functions to manage all payment data that is always changing through payment transactions.

Soleha, Erin; Hariroh FM; Hidayah ZZ

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2023 CV. Aksara Global Akademia

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan bersama dengan mitra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berlokasi di Desa Setia Darma Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Terdapat tiga masalah utama yang dihadapi oleh mitra UMKM, yaitu kurangnya pengetahuan keuangan dan inklusi keuangan digital para pelaku usaha seperti belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang baik dan belum memiliki sistem pembayaran digital dan pemasaran digital bagi usahanya. Langkah praktis untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pembinaan terhadap mitra dengan tiga cara. Pertama pembinaan dilakukan dengan memberikan pelatihan pencatatan keuangan secara manual dan terdigitalisasi. Kedua, pembinaan dilakukan dengan memberikan pelatihan penggunaan pembayaran digital dan yang ketiga memberikan pelatihan dan pembinaan mengenai digital marketing.

Faridah Niswatul Khoiroh; Eny Latifah

Public Service And Governance Journal 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This study aims to find about: (1) fintech service in the mobile banking-based non-cash payment system (Muamalat-DIN) at Bank Muamalat KCP Lamongan: (2) implementation of fintech in the mobile banking-based non-cash payment system (Muamalat-DIN) at Bank Muamalat KCP Lamongan. This study uses a descriptive qualitative research method. The results of this study are: (1) fintech services in the non-cash payment system in Muamalat-DIN are transfers, QRIS, credit top-ups, internet credit top-ups, electronic money top-ups, google play voucher codes, spotify premium, postpaid credit payments, PLN electricity, Telkom, cable TV, PDAM, IPB campus education payments, airplane tickets, ZISWAF, family takaful, BPJS employment, BPJS health, SAMSAT/SIGNAL, BPJPH, virtual accounts, multi payments, and hijrah pensions (DPLK); (2) the implementation of fintech at Bank Muamalat varies, there are Muamalat-DIN, phone banking, internet banking, MADINA, online share-e debit, and ATMs. The most popular Fintech at Bank Muamalat KCP Lamongan is Muamalat-DIN. In Muamalat-DIN, customers of Bank Muamalat KCP Lamongan often use services in the form of transfer, QRIS, credit top-ups and internet credit top-ups, electronic money top-ups, payment services such as PLN electricity, Telkom, PDAM, ZISWAF, BPJS for employment, BPJS for health, virtual accounts, and hijrah pension (DPLK). This fintech implementation has benefits for banks and customers, the benefit for Bank Muamalat KCP Lamongan is that it will have a wider reach, operational and marketing costs are more economical. And the benefits felt by customers are that transactions are easier, faster, accessible 24 hours because access is via a smartphone, and customers don't need to carry a lot of cash everywhere.

Edwin Zusrony; Edwin Zusrony; Luthfy Purnanta Anzie; Pindo Asti; Gibson Manalu +2 more

JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2023 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

The research aims to measure and determine the effect of perceived usefulness, perceived ease of use, and perceived risk on the interest in using QRIS digital payments by MSME actors in Salatiga City, Central Java Province. Data collection uses Google Forms with a Likert scale. The sample that will be used is 60 MSME respondents in the city of Salatiga with a non-probability sampling technique of the convenience sampling type, namely because of the ease of obtaining data. Data analysis used multiple linear regression methods and was processed using SPSS 26.0. The results of the study show that the variables perceived usefulness, perceived ease of use, and perceived risk have a significant influence on the interest in using QRIS digital payments by MSME actors in Salatiga City and the perceived usefulness variable has a dominant effect on the interest in using QRIS digital payments by MSME actors in Salatiga City, Central Java Province.

Farahsalsabil Yudhiane Cantika; R. Yuniardi Rusdianto

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Maxim is an online transportation service that is often used by people in Indonesia by offering various services including Maxim Ride, Maxim Car, Maxim Delivery, Maxim Food, and Maxim Cargo. Maxim also offers cheap fares start three kilometers on every service used by the community so that it can attract people's interest in using it, it is also supported by Maxim who continues to exist in various regions of Indonesia to enjoy the online transportation service. However, it is possible that there are still problems when users use the service, namely the accuracy of the lacking maps and the less variable payment method. So there needs to be optimization on navigation accuracy and payment flexibility in Maxim application.Therefore, through the MSIB Batch 4 Program of Certified Independent Studies on Product Management Fundamentals for Digital Product at Apiary Academy, The researchers applied the study to Maxim's application in the form of a Final Project supported by a qualitative descriptive research method through a survey and in dep depth interview to find out more details about the user's problems for navigation accuracy planning and flexibility payments can be maximally accepted by the public especially today's users. Navigation Accuracy,Payment Flexibility, Maxim, User Experience

Seri Mughni Sulubara; Murthada Murthada; Amrizal Amrizal

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Palan

Financial Technology atau FinTech merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat, yang awalnya dalam membayar harus bertatap-muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dalam hitungan detik saja. Layanan pinjaman online (Peer to Peer Lending) merupakan bantuan finansial yang dikeluarkan oleh lembaga keuangan secara dalam jaringan (daring). Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan pendidikan dalam bentuk perlindungan hukum terhadap peminjam online berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 Tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Metode penelitian menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Temuan dalam penelitian ini adalah adanya dampak positif dan negatif dari yang menjadi sebuah kelebihan dan kekurangan dari layanan pinjaman online (Peer to Peer Lending).

Dela Vida Rochani; Sungkono Sungkono

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilakukan di Toserba Yogya Grand Karawang. Toserba Yogya merupakan salah satu mall supermarket yang ada di Kota Karawang dengan jumlah pelanggan yang cukup banyak. Toserba Yogya Grand karawang dalam melayani konsumen yang mengantri untuk melakukan transaksi pembayaran di kasir selama ini memerlukan waktu yang relatif lama sehingga antrian menjadi panjang. Jika antrian panjang, akibatnya konsumen akan merasa tidak nyaman. Analisis dengan menggunakan sistem antrian metode tingkat aspirasi menunjukan bahwa jumlah kasir di Toserba Griya Yogya Grand Karawng ini harus ditambah, yaitu dari yang semula hanya ada pelayanan dengan 7 kasir, menjadi 12 kasir pada waktu-waktu sibuk yaitu pada hari Sabtu dan Minggu dari pukul 17.00 hingga pukul 21.00. Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada Toserba Yogya untuk menambah 4 pelayanan kasir menjadi 12, dengan tujuan agar pelayanan kepada pelanggan dapat lebih efektif.

Kusjuniati, Kusjuniati; Jekti, Dyah Soelistya

Pembiayaan dengan akad Ijarah Al Muntahiya Bit Tamlik tentunya tidak terlepas dari risiko-risiko yang akan timbul yakni pembiayaan bermasalah atau penundaan pembayaran yang dapat  mengakibatkan kerugian bagi pihak bank. Agar Bank tidak mengalami kerugian secara terus menerus dan nasabah membayar angsuran sesuai dengan kesepakatan disaat awal akad pihak bank melakukan berbagai strategi dan kebijakan untuk menghindari adanya wanprestasi dari para nasabah. Nasabah yang melakukan wanprestasi seperti menunda-nunda angsuran pembiayaan yang sebenarnya mampu untuk membayarnya maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan fatwa DSN-MUI No.17 Tahun 2000 yaitu dengan sanksi Ta’zir. Bank Danamon Syariah Cabang Denpasar telah mengimplementasikan Ta’zir tersebut terhadap nasabahnya yang melakukan penundaan pembayaran angsuran terutama pada pembiayaan Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik. Pembiayaan Ijarah Al Muntahiya Bit Tamlik pada bank tersebut merupakan pembiayaan sewa yang diakhiri dengan pemindahan kepemilikan barang atau sejenis perpaduan antara kontrak jual beli dan sewa atau lebih tepatnya akad sewa yang diakhiri dengan kepemilikan barang.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Muhamaad Rizki; Agustina Mutia; Muhammad Subhan

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dalam  beberapa  tahun  terakhir  ini  perkembangan  sistem  pembayaran  yang berbasis  teknologi  telah  mengubah  secara  signifikan  arsitektur  sistem  pembayaran konvensional  yang  mengandalkan  fisik  uang  sebagai  instrumen  pembayaran  meski  fisik uang  sampai  saat  ini  masih  banyak  digunakan  masyarakat  dunia  sebagai  alat pembayaran  namun  sejalan  dengan  perkembangan  teknologi  sistem  pembayaran  yang pesat  pola  pembayaran  tunai  atau  cash  secara  berangsur  beralih  menuju  pembayaran non tunai. Salah satu produk keuangan digital tersebut adalah uang elektronik (e-money).[1] Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepercayaan, persepsi manfaat dan religiusitas terhadap keputusan pembelian menggunakana e-money. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Sampel yang diambil sebanyak 267 responden dengan teknik proportionate stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan alat hitung spss versi 22. Hasil penelitian menggunakan analisis regresi linear berganda, uji t (parsial) dan uji f (simultan) didapatkan sebuah jawaban bahwa variabel kepercayaan, persepsi manfaat, dan religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian menggunakan e-money dengan hasil tersebut sekaligus menjawab tujuan dari penelitian.

Kasma; Ahmad Syahrizal; Firman Syah Noor

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun jenis dan sumber data yang dibutuhkan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan metode analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kegiatan promosi yang digunakan oleh Showroom Sultan Motor ada periklanan, promosi penjualan, penjualan personal dan hubungan masyarakat. Dari 9 informan yang telah di wawancarai, dimana Sultan Motor dalam mempromosikan produknya hanya terfokus pada media sosial saja dan ada beberapa konsumen yang kesulitan dalam melakukan pembelian kredit Motor karena terkendala syarat yang tidak memenuhi kriteria. Adapun kendala pada Showroom Sultan Motor Jambi: kondisi pasar, kondisi dan kemampuan penjual, modal, kondisi organisasi perusahaan. Adapun solusi yang dilakukan memberikan kepuasan kepada konsumen dan menanggapi dengan cepat setiap keinginan calon pembeli, memberikan solusi kepada konsumen jika tidak dapat melakukan pengkreditan karena beberapa hal yang tidak memungkinkan konsumen untuk melakukan kredit, dengan menawarkan system pembayaran yang lainnya, menambah pelanggan baru, sehingga tidak terfokus pada media sosial saja. Jika semua karyawan melakukan promosi maka peluang peningakatan penjualan juga bisa tercapai

Siti Rohmah; Rifqi Syahid Assu’ud; Sumriyah Sumriyah

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Surat berharga negara (SBN) adalah surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah pusat. Dalam penerbitan SBN tersebut, pemerintah menjamin pembayaran keuntungan secara berkala dan pengembalian nilai pokok investasi pada saat jatuh tempo. Adanya aplikasi yang mempermudah transaksi di pasar modal menjadi kan banyak investor memulai trading dipasar modal SBN berhasil menggaet beragam profesi dan generasi yaitu tingkat risiko yang rendah karena minimnya risiko gagal bayar.  Kelebihan SBN yaitu imbal hasil yang lebih tinggi dan pengenaan pajak yang lebih rendah dari bunga deposito.Keteledoran pihak pengelola SBN yang menerbitkan SBN di internet menjadikan peluang pihak yang tak bertanggungjawab untuk memalsukan SBN demi kepentingan pribadi.Pihak pengelola SBN menyatakan bahwa SBN yang asli diterbitkan dalam bentuk perdagangan tanpa warkat yang artinya tidak ada bentuk fisik berupa surat sertifikat saham atau obligasi atau hardcopy lainnya. SBN yang asli hanya diterbitkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (@KemenkeuRI) dan kepemilikan SBN dapat diketahui melalui Mitra Distribusi (Midis).