Publication Search

59,365 articles from 474 journals · 1,579 citations tracked

Showing 181-200 of 212

Analytics

Nurulisma Saputri; Sefira Maharani; Sofia Daniati

Jurnal Pengembangan IPTeks Seni Kuliner, Tata Rias, dan Desain Mode 2022 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

The onset of stretch Marks makes some people feel insecure. The author made a scrub made from gotu kola leaves. This study aims to determine how to make scrub leaves gotu kola, knowing the feasibility sensory test and knowing the condition of stretch marks after using scrub leaves gotu kola. This study was conducted by observation, interviews, questionnaires, experiments, documentation, and literature. The analysis used qualitative descriptive analysis. The manufacture of powder starts from the preparation of tools and materials, washing, weighing, drying, rarefaction, weighing dry leaves. The powder is taken to taste and mixed using olive oil. The product results are submitted to five expert validators to test the feasibility of the product using sensory tests. The feasibility of the product was tested by color averaging 4,7 in the very decent category, aroma averaging 4,1 in the decent category, texture averaging 4,1 in the decent category, ease of use averaging 3,9 in the moderately decent category, packaging averaging 4,9 in the very decent category. There is an improvement in the product that is more mashed powder, mixing powder using warm water and olive oil in a ratio of 1:2 and cooling scrub enough 5-10 minutes. Based on the results of the feasibility of the product can be concluded concluded that the product scrub leaves gotu kola feasible to be a new innovation in the manufacture of scrubs. The use of scrubs for 6 times conducted by 10 respondents resulted in the condition of stretch marks that fade, skin texture becomes more flat and the stretch decreases.

Bagus Tri Wibowo; Almeid Jati Wisesa; Jesika Ayu Nur Islami; Faizal Aji Priambodo; Umi Nur Kholifah +3 more

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Besarnya pengeluaran biaya pakan konsentrat pada usaha ternak masih menjadi masalah umum bagi para peternak. Memilih alternatif pakan memiliki kandungan protein lebih tinggi seperti pemanfaatan larva Black Soldier Fly dapat dijadikan solusi permasalahannya. Oleh karena itu, kelompok 02 KKN-T UPN “Veteran” Jawa Timur mengadakan sosialisasi dan pelatihan budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) di desa Nglebak, kecamatan Bareng, kabupaten Jombang. Tujuan dari kegiatan ini adalah adanya budidaya larva BSF akan menjadi solusi pakan ternak yang secara berkelanjutan. Metode pelaksanaannya yaitu dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan secara langsung tentang cara perawatan dan budidaya larva BSF kepada kader PKK desa Nglebak. Hasil kegiatan ini adalah adanya produksi maggot BSF sebagai pakan ternak alternatif, pupuk organik dalam bentuk cair dan padat, reduksi sampah rumah tangga dan modul budidaya BSF. Hasil monitoring dan evaluasi juga menunjukkan adanya antusias warga untuk mengadakan budidaya yang sama.

Hartono, Dodik

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan supervisi medis berkelanjutan serta edukasi perawatan secara mandiri, apalagi dalam masa pandemic covid. Pada masa pandemi covid seseorang yang memiliki penyakit bawaan memiliki resiko tinggi untuk lebih cepat tertular penyakit covid dan bisa menyebabkan kematian. Maka dari itu penderita diabetes mellitus perlu melakukan manajemen yang baik untuk menjaga kesehatannya, meskipun tidak datang ke pelayanan Kesehatan. Manajemen diabetes yang dapat dilakukan meliputi kontrol glukosa darah, pola makan, olahraga, minum obat teratur dan perawatan kaki. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan pasien dalam penatalaksanaan diabetes dengan cara manajemen diabetes mellitus. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini dengan cara memberikan konseling manajemen diabetes mellitus kepada pasien saat pelaksanaan posyandu di balai Desa Karangbong. Pemberian edukasi dilakukan dengan 2 metode yaitu dengan memberikan edukasi secara langsung bersamaan dan secara individu kepada pasien. Kegiatan ini dilakukan oleh 3 tim dosen dan 5 mahasiswa keperawatan. Hasil dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini penderita diabetes dapat memahami dan meningkatkan kemampuannya tentang manajemen penatalaksanaan diabetes mellitus secara mandiri, khususnya dimasa pandemi. Pasien diabetes mellitus dapat melakukan melakukan manajemen diabetes mellitus dirumah dengan cara melakukan pengecekan kadar glukosa darah seminggu sekali, selalu melaksanakan aktivitas fisik, menjaga pola makan, minum obat sesuai aturan dan melakukan perawatan kaki setiap hari untuk mencegah terjadinya luka ulkus diabetes.   

Resa Nirmala Jona; Siti Juwariyah; Ni Wayan Dewi Maharani

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penyandang stroke yang menjalani perawatan dalam kondisi tirah baring yang terlalu lama dapat menyebabkan nyeri tekan sehingga sangat beresiko terjadinya dekubitus. Hal ini dikarenakan ketidakmampuan pasien merawat dirinya sendiri atau setidaknya berupaya untuk mengubah posisi tidur sehingga tidak terjadi penekanan pada daerah yang sama dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu keluarga berperan dalam pencegahan terjadinya dekubitus pada pasien yang mengalami kelemahan fisik dalam kasus stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keluarga dengan resiko kejadian dekubitus pada pasien stroke. Rancangan penelitian ini adalah studi korelatif. Populasinya adalah pasien stroke yang mengalami tirah baring dengan jumlah populasi 40 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah 40 responden. Hasil penelitian ditemukan bahwa pengetahuan responden terbanyak adalah baik yaitu sebanyak 72,5%. Resiko dekubitus pada responden adalah resiko rendah yaitu sebanyak 45,0%. Ada hubungan antara pengetahuan keluarga tentang dekubitus dengan resiko dekubitus dengan nilai p value 0,002. Oleh karena itu disarankan kepada masyarakat sebaiknya mengetahui dan memahami secara benar tentang dekubitus agar mengetahui cara perawatan dan pencegahan dekubitus untuk memberikan perawatan dengan baik pada keluarga yang beresiko dekubitus.

Devi Sartika; Nopalina Suyanti Damanik

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bayi memiliki tiga kebutuhan yang harus dipenuhi oleh orang tua, yaitu kebutuhan fisik-biologis yang berguna untuk pertumbuhan otak, sistem sensorik, serta motorik. Kecerdasan emosi interpersonal dan intrapersonal melalui kebutuhan kasih sayang, serta kebutuhan stimulus atau rangsangan untuk meningkatkan mekanisme kerja system sensorik dan motoric. Hal terpenting dalam tumbuh kembang anak adalah adanya rangsangan atau stimulus. (Maharani, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Umur 3-6 bulan Di Puskesmas Perawatan Lawe Parbunga Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan non equivalen kontrol group, jumlah Populasi  dan sampel yaitu semua bayi umur 3-6 bulan di Puskesmas Perawatan Lawe Parbunga Kabupaten Aceh Tenggara yaitu sebanyak 34 Orang menggunakan metode total sampling pada bulan Februari-Mei 2022. Analisis menggunakan Microsoft excel dan Paired Test tingkat signifikasi adalah 0,05 dengan confidence interval (CI) 95%. Berdasarkan hasil uji statistic dengan menggunakan paired t test didapatkan  t = 6.610. Oleh karena t hitung (6.610)  > t tabel (2.0345) maka HO ditolak dan Ha diterima. Terdapat pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi di Puskesmas Perawatan Lawe Parbunga Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2022. Diharapkan dapat sebagai informasi tetang simulasi pijat bayi dalam membantu meningkatkan berat badan pada bayi.

Iman Mujiarto; Eddi Indro Asmoro; Kundori Kundori

JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

PT. AIC uses a manual system in engine maintenance management. This makes it difficult to access in measuring the rate of damage, for acceleration information in maintenance management. This problem requires an identification to provide an effective machine maintenance management information system. The MTBF value will be able to detect machine damage, especially the piccanol gamma loom machine. The MTBF value can see the damage to the machine by looking at the condition of the machine, the data history of machine damage, the number of machine failures that occurred in a certain period. The MTBF value of the machine can control the reliability and know the life of the machine. Action maintenance can be done before the machine is damaged. After calculating the MTBF value of the piccanol gamma loom machine, it is still relatively small so the machine is still often damaged.

M Fauzan Deyhan; Sariman, Sariman

JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Salah satu cara paling umum untuk mengontrol kecepatan adalah dengan menggunakan sensor enkoder Data yang dihasilkan akan ditampilkan di komputer atau laptop Anda. Saya tahu pengamatan mereka. Semakin banyak motor memiliki biaya perawatan yang lebih rendah selain efisiensi, torsi, kecepatan dan variabilitas. motor DC ini memiliki proses pergantian yang lebih cepat dan biaya perawatan yang lebih rendah, yang menyebabkan sikat menjadi percikan api dan cepat menjadi rusak. Rotor terbuat dari kumparan dan diinduksi oleh medan magnet berputar stator, yang menyebabkan arus listrik di rotor. Kecepatan putaran rotor jauh lebih lambat daripada kecepatan putaran medan magnet stator. Akibatnya motor induksi cenderung kurang efisien dibandingkan motor DC kecepatan tinggi, bisa fluktuatif, dan biaya perawatannya lebih rendah, sehingga digunakan motor DC brushless atau biasa dikenal dengan motor BLDC.

Erni Suprapti; Moch. Syamsuddin

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir kurang dari atau sama dengan 2.500 gram dengan usia kehamilan < 37 minggu. Data rekam medis Rumkit Tk. III 04.06.02 Bhakti Wira Tamtama Semarang pada bulan januari dan februari 2020 sebanyak 22 bayi bayi. Adapun permasalahan pada Bayi BBLR yaitu ketidakstabilan suhu tubuh, gangguan pernapasan, imunitas imurologis, rentan kurang gizi, lemahnya reflek pengisap dan menelan motilitas usus. Pengganti inkubator adalah alternatif yang efektif dan ekonomis, salah satunya adalah Perawatan Metode Kanguru (PMK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan PMK dalam peningkatan berat badan pada bayi BBLR. Jenis penelitian ini adalah diskriptif dengan menggunakan metode studi kasus. Subjek penelitian ini adalah dua orang bayi BBLR dengan penerapan PMK dilakukan 60menit/hari selama 6 hari dan dilakukan pengukuran BB setelah 24 jam penerapan PMK terakhir. Hasil analisa menunjukkan bahwa berat badan pada bayi BBLR pada subjek I dan II sebelum dilakukan PMK adalah 2217 gram dan 2200 gram dan setelah dilakukan PMK adalah 2554 gram dan 2510 gram sehingga mengalami peningkatan BB sebesar 337 gram dan 310 gram. Kesimpulan hasil peningkatan BB disebabkan perbedaan pada konsumsi nutrisi setiap individu berbeda sehingga adanya pengaruh penerapan PMK mendapatkan hasil yang berbeda. Penelitian ini direkomendasikan dalam perawatan bayi BBLR dan Rumkit Tk. III 04.06.02 Bhakti Wira Tamtama Semarang dapat menjadikan perawatan metode kanguru sebagai standar tindakan keperawatan untuk meningkatkan BB pada bayi BBLR.

Amalia Puswitasari

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kasusdpenolakan pasien BPJSdKesehatan di Rumahdsakit swasta sering terjadiddan ini merupakandsalah satu contohdpelanggaran yang merugikandhak peserta BPJS Kesehatan. Baik dari masyarakat golongan atas maupun masyarakatdgolongan bawah, semuanyadberhak atasdkesehatan yangdlayak. Terlepasditu perawatan intensif maupundobat-obat mahal, makadsetiap individu (Peserta BPJS Kesehatan) yang berobatdke Rumah Sakit, klinik, ataudfasilitas kesehatan lainnya berhak mendapatkan tindakan medis berupa pelayanan kesehatan yang baik sesuai takarannya masing-masing. Pendekatan yang peneliti gunakandpada penelitian inidadalah pendekatan yuridisdsosiologis. Pendekatan yuridis sosiologis ditujukan terhadap kenyataan dengan cara melihat penerapan hukum (Das Sein), dalamdhal ini belumdmaksimalnya perlindungandhukum terhadap pasiendsebagai konsumen jasadpelayanan kesehatan (BPJS). Hasil penelitian inidmenunjukkan bahwa perlindungan hukumdyang diberikan kepada pasien peserta BPJSdkesehatan menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS ialah pesertaddiberi hak untukdmenyampaikan keluhandatau pengaduan atasdpelayanan yangddiberikan Rumah Sakit, diberikan saranddan informasi bagaimana cara peserta memperoleh haknya. Hal tersebut diatur dalam PeraturandBadan Penyelenggara Jaminan SosialdKesehatan No 1 Tahund2014 tentangdPenyelenggaraan Jaminan Kesehatan, Pasald25 ayat (1) huruf e jo Pasal 32dUndang-undang no. 44 tahun 2009 tentangdRumah Sakit jo Undang-undang no.36dtahun 2009 tentangdKesehatan

Yuni Astuti; Tuti Anggarawati; Afriza Prima Safira; Salsabila Lintang W; Riskha Esnawati +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Menstruasi adalah masa perdarahan yang terjadi secara teratur setiap bulan yang disebabkan oleh pelepasan telur yang tidak dibuahi dari ovarium atau indung telur. Remaja putri yang sedang menstruasi harus menjaga kebersihan diri dan hygiene merupakan upaya untuk menjaga kebersihan diri dan kesehatan melalui perawatan diri. Perilaku hygiene saat menstruasi merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh remaja SMP, jika remaja tidak melakukan personal hygiene saat menstruasi seperti tidak mengganti celana dalam saat mengganti pembalut, mengganti pembalut saat sudah penuh saja, dan jarang mandi dapat menimbulkan gangguan pada fungsi reproduksi. Hasil wawancara dengan salah pengurus PKK menyatakan bahwa siswa di RW 03 Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang belum pernah mendapatkan penyuluhan kesehatan tentang perilaku personal hygiene pada saat menstruasi. Kegiatan   pendidikan   kesehatan   ini   bermanfaat   bagi   pengembangan   pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya remaja putri pada saat mendapatkan menstruasi. Dari hasil kegiatan ini pengetahuan remaja putri meningkat dari 30% menjadi 70% sedangkan keterampilan meningkat dari 20% menjadi 80%. Saran untuk kegiatan ini dapat ditindaklajuti secara simultan dan melibatkan seluruh elemen yang ada di keluarga dan masyarakat.    

Aulia Mutiara Hikmah; Zahara Fadilla

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Masyarakat pada umumnya ingin berpenampilan menarik di hadapan orang lain. Perawatan yang dilakukan diantaranya mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Masyarakat memilih kosmetik biasanya karena harganya murah, iklan kosmetik yang ditampilkan menarik, ataupun melihat efek yang dihasilkan ketika rekan terdekat telah menggunakannya. Padahal, kebutuhan kosmetik tiap orang berbeda-beda bergantung dari jenis kulit orang itu. Masyarakat juga diharuskan jeli dan teliti dalam memilih kosmetik yang aman dan baik untuk dirinya. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan yang cukup dan baik dalam memilih kosmetik yang aman dan baik bagi masyarakat agar pembelian kosmetik itu dapat memberikan hasil semaksimal mungkin sehingga penampilan yang diinginkan dapat terwujud. Sosialisasi dilakukan di lingkungan RT 16 RW 04 Kelurahan Rawa Buaya melibatkan ibu rumah tangga dan bapak-bapak yang berusia dalam rentang 30-60 tahun. Metode yang dilakukan adalah pembagian kuisioner, presentasi materi, dan pembagian flyer yang berisi tips singkat sesuai dengan tema pendidikan. Pengetahuan masyarakat bertambah sebesar 78% setelah dilakukan pemaparan materi.

Shafa Yuniar Yasmin; Endi Permata

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Listrik merupakan kebutuhan energi utama yang banyak digunakan dalam berbagai hal. Penggunaan energi listrik terus menerus memiliki tingkat resiko bahaya yang lebh tinggi oleh karena itu dibutuhkanlah sebuat sistem proteksi untuk mencegah resiko bahaya yang dapat merusak alat atau bahkan manusia. Penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut 1). Menjelaskan secara singkat mengenai sistem proteksi, 2). Menjelaskan sistem proteksi pada switchgear, 3). Menjelaskan komponen switchgear beserta fungsinya, 4). Menjelaskan bagaimana cara perawatan dari switchgear. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, menganalisis, implementasi dan evaluasi. Sistem proteksi switchgear ini mampu berjalan apabila hanya terjadi permasalahan yang melebihi batas nilai yang terpasang.    

Agus Wibowo; Eva Arief

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Difteri merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria pada hidung dan tenggorokan manusia dan pada beberapa kasus menyerang kulit. Difteri tergolong ke dalam penyakit menular mematikan yang dulu pernah hilang dan sekarang muncul kembali, hal ini di sebabkan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai imunisasi lanjutan difteri yang seharusnya dilakukan setiap 10 tahun sekali,untuk menghilangkan penyakit difteri secara keseluruhan. Fakta di lapangan banyak masyarakat yang memahami kegunaan dari imunisasi, namun masyarakat masih enggan untuk melakukan imunisasi mandiri. Ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran terhadap bahaya yang di dapat dari penyakit difteri. Keluarga merupakan sebuah sitem terbuka dimana anggota-anggotanya merupakan subsistem. Dukungan adalah sebuah support dan kekuatan di dalam anak untuk melakukan perilaku pencegahan penyakit difteri. Mendasari asuhan yang berpusat pada keluarga, yaitu fasilitasi keterlibatan orang tua dalam perawatan dan peningkatan kemampuan keluarga (ibu) merawat anaknya.

Nugraheni, Denty; Narendra, Albertoes Pramoekti; Latuperissa, Rudy

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2022 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Manajemen koleksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang mencakup perencanaan, pengorganisiran, pendistribusian, serta pemeliharaan dan perawatan terhadap koleksi maupun sumber informasi yang dimiliki oleh perpustakaan. Dimana tujuan dari diterapkannya manajemen koleksi yaitu untuk mengelola koleksi secara terogranisir dan sistematis sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi penggunanya. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk meninjau manajemen koleksi khususnya pada layanan Repositori Online Perpustakaan O. Notohamidjojo Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dengan narasumber dalam penelitian ini yaitu direktur dan kepala bagian teknis Perpustakaan O. Notohamidjojo. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan dua metode penelitian yang meliputi wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa manajemen koleksi pada layanan repositori Perpustakaan O. Notohamidjojo Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga sudah terlaksana sesuai dengan fungsi manajemen pada umumnya, namun dalam pelaksanaanya masih membutuhkan beberapa hal terkait dengan pengembangan jenis item atau publikasi yang diserahkan dari lingkup sivitas akademika dan tenaga kependidikan UKSW ke pihak perpustakaan. Selain TA (tugas akhir) pihak perpustakaan juga ingin mengembangkan pada penelitian dosen-dosen dan hal tersebut sedang berjalan dengan mendorong peraturan rektor terkait dengan wajib serah-simpan dari karya-karya ilmiah.

Hamdana; Amin, Nurlaela; Sudarni Karim, Sri

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penyakit Stroke adalah salah satu penyakit serebiovaskuler yang lebih sering terjadi di berbagai negara baik negara maju maupun negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Di RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja, data pasien stroke tahun 2017 sebanyak 103 orang, tahun 2018 sebanyak 140 orang, dan tahun 2019 sebanyak 150 orang, ini artinya terjadi peningkatan pada pasien stroke setiap tahunnya. Akibat dari meningkatnya jumlah pasien stroke di RS ini, banyak dari pasien arus berbaring lama di perawatan. Periode Januari 2019 sampai Januari 2020, tercatat sebanyak 18 resiko dekubitus karena baring lama.Tujuan penelitian ini adalah untuk diketahuinya hubungan penggunaan matras anti dekubitus dengan integritas kulit pada pasien stroke di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Cara pengambilan sampel yang digunakan yaitu probability sampling dengan tehnik sampling Consecutive Sampling. Penelitian ini telah dilakukan di RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba pada bulan Agustus 2020. Hasil penelitian yaitu jumlah responden yang menggunakan matras antidekubitus sebanyak 13 orang (92,9%) sedangkan tidak menggunakan matras sebanyak 1 orang (7,1%) sedangkan jumlah responden berdasarkan integritas kulit selama kurang waktu tujuh hari perawatan  yaitu membaik sebanyak 13 orang (92,9%) sedangkan memburuk sebanyak 1 orang (7,1%). Uji analisis fisher exact test didapatkan nilai p = 0.041 (< α = 0.05). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ada hubungan penggunaan matras anti dekubitus dengan perubahan derajat dekubitus pada pasien stroke di RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba. Diharapkan adanya penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih banyak dengan pengkajian yang mendalam serta mengontrol faktor-faktor yang mempengaruhi dekubitus.

Sahuri, Mohamad Abid; Hadidjaja, Dwi; Wisaksono, Arief; Jamaaluddin, Jamaaluddin

Dinamik 2021 Universitas Stikubank

Monitoring realizes efforts to improve the quality of health services. To obtain information on patient condition data during treatment. The monitoring process is done manually. So that it has an impact on the service and condition of the patient during treatment. The design of monitoring the patient's body temperature and heart during treatment with IoT can be controlled through the NodeMCU sensor ESP8266, MLX9014, MAX30100 sensor and Arduino IDE software program. Furthermore, it can detect the patient's temperature and the patient's heart rate during treatment. And processed by the NodeMCU ESP8266, the data from the two sensors is displayed on the SSD1306 OLED LCD and also to the smartphone of the medical officer on duty via Blynk. In order for the tool to work properly and optimally, it is necessary to adjust the pin placement so that it can work optimally. The problem of internet connection interference causes delays, resulting in a mismatch between the measurement of the test equipment and the standard tool. Data values are taken with an accuracy of 70%-93% for the MAX30100 sensor, for the temperature sensor it is close to optimal with a value that is read on a standard tool with an accuracy of 97%-99%.

Setiardo, Vido Rizqy; Nurraharjo, Eddy

Dinamik 2021 Universitas Stikubank

Aquascape merupakan seuatu hobi yang mulai memiliki banyak peminat. Karena keindahannya banyak masyarakat yang mencoba untuk menekuni hobi ini. Masalah yang sering dialami penghobi baru aquascape adalah minimnya pengetahuan dan waktu untuk merawat aquascape. Dengan memanfaatkan logika fuzzy sugeno, penghobi dapat dimudahkan dalam perawatan dasar aquascape berupa menjaga tingkat ammonia tetap rendah, menjaga suhu air agar tidak melebihi suhu 30℃, menjaga ketinggian air, dan penyinaran menggunakan lampu secara otomatis menyesuaikan intensitas cahaya matahari. Alat ini menggunakan sensor MQ137 untuk membaca gas ammonia, sensor DS18B20 untuk membaca suhu, sensor HC SR-04 untuk membaca ketinggian air, dan sensor LDR atau Light Dependent Resistor untuk membaca intensitas cahaya. Hasil dari penelitian ini yakni sistem mampu memperkirakan output berdasarkan nilai input dari sensor, mampu menjaga tingkat ammonia tetap rendah, menjaga suhu tetap dibatas optimal di sekitar 26 - 28℃, ketinggian air dapat dijaga pada posisi 1 cm lebih rendah dari bibir aquarium dan penyinaran menggunakan lampu dapat menyesuaikan durasi berdasarkan nilai pembacaan sensor LDR

Agus Susanti; Lailatun Nasikhah; Ari Fatikhatuz Zulva; Sefira Maharani

Jurnal Pengembangan IPTeks Seni Kuliner, Tata Rias, dan Desain Mode 2021 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

Dull skin is a skin condition that is full of dead skin cells. The cause of dull skin is due to lack of water supply, pollution and sunlight and lack of facial care. Facial care can be done using a face mask. Facial masks are treatments intended to treat facial skin. Rice water is obtained from washing rice. Cherry water contains vitamins that are beneficial for skin health. Greentea has antioxidants that are good for skin health. The abundant content of EGCG antioxidants in greentea has the ability to rejuvenate damaged skin cells. The aim of this research is to create a mask based on leri and greentea water which functions to treat dull skin. The research method used is descriptive qualitative. Data collection methods used are literature, interviews, experiments and documentation. The experiment was carried out at the Laboratory of the Make-Up Study Program of the Kartini Academy of Social Welfare, Jalan Sultan Agung, No. 77, Gajahmungkur Village, Gajah Mungkur District, Semarang City. The experiment was carried out 3 times with the composition of (1) 15 grams of water powder and 10 grams of greantea, (2) 15 grams of water powder and 15 grams of grentea, (3) 10 grams of water powder and 15 grams of grenteea. From the results of these three experiments, this experiment produced a mask with a green color, coarse texture and a fresh scent of greentea.

Tuti Anggarawati; Nanang K.A; Khairun Nisa; Alfatihah H.A.F; Andi Widianto +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2021 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Prevalensi   diabetes   tipe 2   terkait   usia   lansia   sampai   tahun   2030 mengalami peningkatan tajam karena diprediksi lebih dari 82 juta populasi lansia di negara berkembang menderita diebetes. Tipe 2 merupakan bentuk penyakit yang sering di lansia dan merupakan ancaman serius terhadap kesehatan karena terjadi komplikasi kronis. Tanda dan gejala diabetes pada lansia sering kali tidak jelas  dan  diagnosa  biasanya  terlambat.  Gejala  diabetes  dapat  muncul  tidak spesifik  dan  tidak  pasti,  seperti  keletihan,  inkontinensia  urin,  atau  perubahan status mental seperti depresi, konfusi, dan apatis. Beberapa ahli berpendapat bahwa dengan meningkatnya umur maka intoleransi terhadap glukosa juga meningkat. Peningkatan kadar gula darah pada lansia disebabkan oleh beberapa hal, yaitu fungsi pankreas dan sekresi insulin yang berkurang, perubahan karena lansia sendiri  yang berkaitan dengan resistensi insulin akibatnya kurangnya massa otot dan perubahan vaskuler, aktifitas fisik yang  berkurang,  banyak  makan  dan  kegemukan,  stress,  sering  menggunakan obat-obatan, dan adanya faktor keturunan. Stres memicu  reaksi  biokimia  tubuh melalui  2  jalur,  yaitu  neural  dan neuroendokrin. Reaksi pertama respon stres  yaitu  sekresi  sistem  saraf  simpatis untuk  mengeluarkan  norepinefrin  yang menyebabkan    peningkatan    frekuensi jantung. Kondisi ini menyebabkan glukosa darah meningkat guna sumber energi untuk perfusi.  Peningkatan hormon  stres yang diproduksi dapat  menyebabkan kadar gula darah menjadi meningkat. Kondisi yang rileks dapat mengembalikan kotra-regulasi  hormon  stres  dan  memungkinkan  tubuh  untuk  menggunakan insulin lebih efektif. Seseorang  yang  terkena  diabetes  akan  memerlukan  pengobatan  yang terus-menerus untuk  mengontrol  kadar gula  darah  dan  mencegah  komplikasi. Tapi ada pengobatan lain yang bisa dilakukan sendiri untuk membantu mencegah penyakit ini bertambah buruk. Stres yang tinggi yang dialami penderita dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian, sehingga dibutuhkan kemampuan penderita dalam melakukan perawatan diri   dengan memanajemen stress yang dialami.    

Mulyadi, Mulyadi; Nurhidayati, Nurhidayati; Alimin, Nurhayatu Nufut; Faizin, Ahmad

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Bangunan masjid adalah aset yang berharga bagi umat Islam. Segala fungsi dan manfaat ada pada bangunan masjid mulai dari aspek propan hingga yang bersifat transenden. Namun saat ini keberadaannya masih banyak yang kurang diperhatikan oleh para pengguna atau pengelolanya baik eksterior bangunan maupun interior beserta perabot yang ada di dalamnya. Tulisan ini disusun dalam rangka memberikan rambu-rambu dalam tata kelola interior masjid. Riset dilakukan dengan metode analisis konten dari berbagai sumber tertulis dan media online. Pembahasan disusun dengan cara mendekatkan permasalahan berbagai teori dan rumusan praktis dalam desain interior khususnya dalam hal pengelolaan bangunan publik.