Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 196

Analytics

Kurniawati, Priskila; Sitanggang, Rena

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Di era Industri 5.0, adaptabilitas tenaga kerja menjadi urgensi utama karena terjadinya pergeseran paradigma dari fokus pada otomatisasi dan efisiensi menuju kolaborasi harmonis antara manusia dan teknologi yang berpusat pada manusia (human-centric), berkelanjutan, dan resilien. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 40 artikel jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan tahun 2020–2025 dari basis data Google Scholar, Scopus, dan Garuda. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi strategi upskilling dan reskilling yang efektif sebagai mekanisme adaptabilitas tenaga kerja terhadap disrupsi AI dan otomatisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) kesenjangan keterampilan global merupakan ancaman nyata dengan 50% karyawan membutuhkan reskilling pada 2025; (2) strategi upskilling dan reskilling yang efektif mencakup pembelajaran berbasis proyek, microlearning, platform digital adaptif, dan kemitraan industri; (3) dukungan organisasi, kepemimpinan transformasional, dan budaya belajar berkelanjutan merupakan faktor penentu keberhasilan; serta (4) hambatan utama implementasi meliputi keterbatasan anggaran, resistensi perubahan, dan kesenjangan infrastruktur digital. Temuan ini menegaskan bahwa investasi pada pengembangan modal manusia melalui program upskilling dan reskilling merupakan imperatif strategis untuk menjaga ketahanan organisasi dan daya saing tenaga kerja di era transformasi digital.

Kurniawan, Rafi; Mulyawan, Budy; Widayat, Wisnu

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pelayanan paspor bagi pemohon disabilitas di Indonesia, khususnya di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, masih menghadapi kesenjangan signifikan dalam implementasi prinsip pelayanan publik ramah Hak Asasi Manusia (HAM), termasuk hambatan fisik dan prosedural. Meskipun ada kebijakan afirmatif, realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak pemohon disabilitas masih mengalami kesulitan. Kendala ini mencakup aspek normatif, kelembagaan, sumber daya, infrastruktur, dan budaya pelayanan yang belum sepenuhnya menjadikan HAM sebagai inti orientasi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan penerapan prinsip ramah HAM dalam pelayanan paspor bagi pemohon disabilitas di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) untuk menggali dan menganalisis urgensi implementasi prinsip pelayanan publik ramah HAM, didukung oleh studi kasus kontekstual dari analisis kebijakan, laporan lembaga, dan publikasi daring. Penerapan prinsip keselamatan, kemudahan, kegunaan, dan kemandirian di Kantor Imigrasi Semarang menunjukkan arah positif dalam pelayanan paspor yang selaras dengan semangat pelayanan publik ramah HAM. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan standar teknis, kurangnya petugas terlatih, fasilitas fisik yang belum universal, dan orientasi kinerja yang fokus pada efisiensi administratif. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang telah berada pada jalur pelayanan publik yang inklusif dan berdimensi HAM, namun memerlukan penguatan melalui standar operasional eksplisit, pelatihan SDM berkelanjutan, penataan fasilitas universal, dan reformasi budaya pelayanan untuk mewujudkan pelayanan yang manusiawi dan nondiskriminatif.

Pangestu, Zaki Kinanti; Nur Qudus

Jurnal Teknik Sipil 2026 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Bendungan Cabean direncanakan untuk mendukung kebutuhan air irigasi, penyediaan air baku, serta pengendalian banjir di wilayah hilir. Penelitian ini bertujuan menghitung debit banjir rencana pada Bendungan Cabean, Kabupaten Blora, sebagai dasar perencanaan infrastruktur pengendali banjir. Analisis dilakukan menggunakan data curah hujan maksimum 14 tahun dari tiga stasiun hujan, yang diolah melalui analisis hujan rata-rata, penentuan distribusi frekuensi, serta uji kesesuaian menggunakan Chi-Kuadrat dan Smirnov–Kolmogorov. Distribusi Log Pearson Tipe III terpilih sebagai metode paling sesuai untuk menentukan hujan rencana pada kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Hujan rencana kemudian dikonversi menjadi curah hujan efektif dengan memperhitungkan koefisien limpasan DAS, dan dihitung debit banjir rencana menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu. Hasil penelitian menunjukkan debit puncak meningkat seiring bertambahnya kala ulang, yaitu Q2 = 16.169  m³/s; Q5 =20.325 m³/s; Q10 =23.086 m³/s; Q25 =26.535 m³/s; Q50=29.106 m³/s; Q100 =31.666 m³/s.

Rio Saputra; Yulies Tiena Masriani

Jurnal Akta Notaris 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Transformasi digital administrasi pertanahan di Indonesia melalui Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2021 telah mengubah sistem pendaftaran tanah dari berbasis dokumen fisik menjadi sistem elektronik. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kepastian hukum dalam pelayanan pertanahan. Namun demikian, transformasi tersebut menimbulkan persoalan yuridis terkait kekuatan hukum dan nilai pembuktian sertipikat tanah elektronik, serta perubahan peran dan tanggung jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pelaksanaan pendaftaran dan penerbitan sertipikat tanah secara elektronik di Kantor Pertanahan Kabupaten Blora; (2) kendala yang dihadapi serta upaya penyelesaiannya; dan (3) kekuatan hukum sertipikat tanah elektronik ditinjau dari aspek kepastian dan perlindungan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis, yang didukung oleh data empiris melalui wawancara dengan pihak Kantor Pertanahan, PPAT, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sertipikat tanah elektronik dilakukan secara bertahap melalui integrasi layanan elektronik, mulai dari pengajuan permohonan, verifikasi berkas, validasi data fisik dan yuridis, hingga penerbitan sertipikat elektronik. Kendala yang dihadapi meliputi gangguan sistem, keterbatasan infrastruktur digital, serta rendahnya literasi digital masyarakat. Upaya yang dilakukan antara lain penguatan sistem keamanan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta sosialisasi kepada masyarakat. Sertipikat tanah elektronik memiliki kekuatan pembuktian yang sama dengan sertipikat fisik sepanjang diterbitkan sesuai prosedur dan menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi.

Kerri Dwiky Iswara; Wisnu Isvara; Titi Sari Nurul Rachmawati

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2026 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

The growth of the nickel mining industry in Indonesia, particularly in Southeast Sulawesi Province, has made this sector one of the main contributors to the Regional Gross Domestic Product (RGDP). However, the development of supporting infrastructure—especially mining haulage roads—still faces various risks that could potentially cause project delays and disrupt operational efficiency. Therefore, a systematic risk identification process is necessary to ensure that project implementation proceeds in accordance with established time, cost, and quality targets. This study aims to identify and assess risks in mining infrastructure development projects using a stakeholder-based approach. This approach is employed to gain an understanding of the risks that arise from the perspectives of the parties involved in the project. The results of this study describe the dominant risks that could potentially occur in nickel mining projects, namely opposition from the local community surrounding the project, conflicts with community organizations, denial of access to project roads, and disruption of project security due to inadequate security measures by authorities. It is hoped that these dominant risks can serve as a basis for developing effective risk mitigation strategies to support the successful and sustainable development of mining infrastructure.

Sitti Hadra; Nabila Nabila; Dewi Suci; Firta Dewi; Ketrin Rinayanti Manullang

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI (JITI) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Jaringan 5G, sebagai generasi kelima teknologi seluler, menyediakan kecepatan internet ultratinggi, latensi minimal, dan konektivitas superior dibandingkan pendahulunya. Penelitian ini bertujuan mengkaji evolusi, manfaat, serta hambatan implementasi 5G dalam berbagai domain kehidupan. Pendekatan metodologis yang diterapkan adalah studi pustaka (Library Research) dengan pengumpulan data dari literatur primer seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel peer-reviewed. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa 5G menghasilkan dampak transformasional positif pada pendidikan (VRlearning), kesehatan (telesurgery), industri (Industry4.0), transportasi (V2X), dan smart city ecosystems. Meski demikian, deployasi 5G terkendala oleh biaya infrastruktur masif, keterbatasan device ecosystem, serta vulnerabilitas keamanan siber. Rekomendasi: Diperlukan integrasi advanced security frameworks dan dukungan infrastruktur policy-driven untuk optimalisasi adopsi dan sustainability jaringan 5G.

Sitti Hadra; Nabila Nabila; Dewi Suci; Firta Dewi; Ketrin Rinayanti Manullang

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI (JITI) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Jaringan 5G, sebagai generasi kelima teknologi seluler, menyediakan kecepatan internet ultratinggi, latensi minimal, dan konektivitas superior dibandingkan pendahulunya. Penelitian ini bertujuan mengkaji evolusi, manfaat, serta hambatan implementasi 5G dalam berbagai domain kehidupan. Pendekatan metodologis yang diterapkan adalah studi pustaka (Library Research) dengan pengumpulan data dari literatur primer seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel peer-reviewed. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa 5G menghasilkan dampak transformasional positif pada pendidikan (VRlearning), kesehatan (telesurgery), industri (Industry4.0), transportasi (V2X), dan smart city ecosystems. Meski demikian, deployasi 5G terkendala oleh biaya infrastruktur masif, keterbatasan device ecosystem, serta vulnerabilitas keamanan siber. Rekomendasi: Diperlukan integrasi advanced security frameworks dan dukungan infrastruktur policy-driven untuk optimalisasi adopsi dan sustainability jaringan 5G.

Bintang Yoga Ramadhani; Ambar Kusumaningsih

DHARMA EKONOMI 2026 sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharmaputra Semarang

This study aims to investigate the influence of audit committee characteristics—including the proportion of independent audit committee members, audit committee size, and the frequency of audit committee meetings—on the risk of financial statement fraud in companies in the real estate and infrastructure sectors listed on the Indonesia Stock Exchange from 2020 to 2024. This study is grounded in agency theory and signaling theory. The sample was selected using purposive sampling, involving 62 companies or 310 observations. Data analysis was conducted using multiple linear regression via SPSS version 27. The findings of the study indicate that, collectively, the three audit committee characteristic variables, along with the control variables, have a significant impact on financial statement fraud risk. However, when examined individually, the proportion of independent audit committee members, the size of the audit committee, and the frequency of audit committee meetings do not show an influence. Meanwhile, the profitability control variable (ROA) showed an influence on financial statement fraud risk. This study concludes that the extent to which an audit committee can prevent fraud depends not only on quantitative factors such as the number of members or meeting frequency, but is also more influenced by the quality of the audit committee members’ capabilities and commitment in carrying out their oversight duties.

Rosa Nadaeva; Putri Marcela; Rira Kristiana; Rendy Stalar

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2026 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

This study examines the effectiveness of local government policies in infrastructure development and urban park management as multifunctional public spaces at Bundaran Besar Palangkaraya. Rapid urban development and increasing community needs for public spaces have encouraged the government to revitalize this area as a city landmark and social interaction space. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through literature review, observation, and documentation. The results show that the development and revitalization of Bundaran Besar have improved aesthetic quality, public facilities, environmental conditions, and social functions. However, several challenges remain, including limited accessibility for certain groups, suboptimal management and maintenance systems, and traffic and parking issues during peak hours. The analysis indicates that although government policies have contributed positively to the development of public spaces, their effectiveness is still not fully optimal. Therefore, stronger governance, community participation, and sustainable management strategies are needed to enhance the role of Bundaran Besar as an inclusive, functional, and sustainable public space.

Wahyu Aldino Saputra

Jurnal Pengabdian Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community service activity aims to enhance public understanding of the role of infrastructure in supporting quality of life, particularly through the utilization of the Sub PPKBD Tambakkemerakan Community Hall in Krian as a social and educational space. The method used is Participatory Action Research (PAR), which emphasizes active community involvement in every stage of the activity, from problem identification to program implementation. The activities were carried out through a series of events that combined elements of togetherness, religiosity, and education, such as communal iftar (breaking the fast), congregational prayers, and an offline webinar featuring student speakers.The results indicate an improvement in community understanding of the importance of utilizing social infrastructure not only as a gathering place but also as a medium for learning and empowerment. In addition, the activity strengthened social interaction, increased community solidarity, and encouraged active participation in utilizing available facilities more productively. Despite several challenges, such as time constraints and differences in participants’ levels of understanding, the activity overall had a positive impact in promoting the optimization of social infrastructure functions. Therefore, the continuation of similar programs is necessary to support sustainable improvements in community quality of life.

Wahyu Aldino Saputra

Jurnal Pengabdian Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community service activity aims to enhance public understanding of the role of infrastructure in supporting quality of life, particularly through the utilization of the Sub PPKBD Tambakkemerakan Community Hall in Krian as a social and educational space. The method used is Participatory Action Research (PAR), which emphasizes active community involvement in every stage of the activity, from problem identification to program implementation. The activities were carried out through a series of events that combined elements of togetherness, religiosity, and education, such as communal iftar (breaking the fast), congregational prayers, and an offline webinar featuring student speakers.The results indicate an improvement in community understanding of the importance of utilizing social infrastructure not only as a gathering place but also as a medium for learning and empowerment. In addition, the activity strengthened social interaction, increased community solidarity, and encouraged active participation in utilizing available facilities more productively. Despite several challenges, such as time constraints and differences in participants’ levels of understanding, the activity overall had a positive impact in promoting the optimization of social infrastructure functions. Therefore, the continuation of similar programs is necessary to support sustainable improvements in community quality of life.

Adinda Nayla; Reza Al Fajar

Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika 2026 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

This study aims to design and develop an Android-based public infrastructure damage reporting application on Lepat Island, South Bangka Regency, as an effort to support the Smart Island concept. The background of this study is the continued use of a manual reporting system that causes delays in handling and a lack of transparency. The method used is Agile which includes the stages of system design, implementation, testing and periodic evaluation. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and literature studies. The results of the study are an Android-based application that allows the public to report infrastructure damage with features to upload photos, descriptions, and GPS-based locations. In addition, the application provides report history and status monitoring features to increase transparency. The implementation results show that the use of mobile technology can improve service efficiency, speed up the reporting process, and increase community participation. This application is expected to support the implementation of Smart Governance and Smart Island in the region.

Yescenia Sigiro; Suriyani Br Ginting; Eki Monalisa Br Surbakti; Yulce Ketrina Karubuy; David Christian Silitonga +1 more

Maeswara : Jurnal Riset Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

The Indonesian capital market has become a vital pillar of the national economy, providing opportunities for companies to obtain funding while simultaneously providing an investment vehicle for the wider community. In this context, stocks are the most sought-after instrument due to the potential returns they offer. However, stock investment is constantly faced with uncertainty, with fluctuating stock prices often presenting challenges for investors, especially those without a thorough understanding of the company's fundamental performance. An interesting phenomenon, the starting point of this research, is the quite extreme price movements of BIPI shares over the past decade. From 2015 to 2021, BIPI's share price remained stagnant at Rp 50 per share, a condition often referred to by market participants as "gocap" (goat capit). This condition reflects low investor interest in the company's shares, possibly due to high risk perceptions or unconvincing fundamental performance.

Sitti Hadra; Nabila Nabila; Firta Dewi; Ketrin Rinayanti Manullang; Dewi Suci

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI (JITI) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Penelitian ini menganalisis pengaruh topologi star terhadap performa jaringan komputer di era digital, di mana akses internet Indonesia mencapai 72,78% menurut BPS (2024), menuntut infrastruktur andal dan efisien. Tujuan utama adalah mengevaluasi keunggulan seperti kemudahan pemeliharaan, performa stabil, serta keamanan terpusat, sekaligus keterbatasan kritis berupa single point of failure, biaya kabel tinggi, dan skalabilitas terbatas, dengan mitigasi melalui protokol redundansi FHRP. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan digital melalui analisis literatur dari jurnal, e-book, dan sumber daring. Hasil menunjukkan topologi star unggul untuk LAN skala kecil-menengah dengan throughput tinggi dan deteksi kesalahan mudah, meskipun rentan kegagalan pusat; integrasi FHRP berhasil meminimalkan downtime di bawah 1% serta mencapai uptime 99,9%. Secara keseluruhan, topologi star dikombinasikan redundansi menjadi solusi optimal untuk lingkungan enterprise modern, dengan saran penggunaan switch stackable, monitoring SNMP, dan VLAN untuk meningkatkan skalabilitas serta keamanan.

Sitti Hadra; Nabila Nabila; Firta Dewi; Ketrin Rinayanti Manullang; Dewi Suci

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI (JITI) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Penelitian ini menganalisis pengaruh topologi star terhadap performa jaringan komputer di era digital, di mana akses internet Indonesia mencapai 72,78% menurut BPS (2024), menuntut infrastruktur andal dan efisien. Tujuan utama adalah mengevaluasi keunggulan seperti kemudahan pemeliharaan, performa stabil, serta keamanan terpusat, sekaligus keterbatasan kritis berupa single point of failure, biaya kabel tinggi, dan skalabilitas terbatas, dengan mitigasi melalui protokol redundansi FHRP. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan digital melalui analisis literatur dari jurnal, e-book, dan sumber daring. Hasil menunjukkan topologi star unggul untuk LAN skala kecil-menengah dengan throughput tinggi dan deteksi kesalahan mudah, meskipun rentan kegagalan pusat; integrasi FHRP berhasil meminimalkan downtime di bawah 1% serta mencapai uptime 99,9%. Secara keseluruhan, topologi star dikombinasikan redundansi menjadi solusi optimal untuk lingkungan enterprise modern, dengan saran penggunaan switch stackable, monitoring SNMP, dan VLAN untuk meningkatkan skalabilitas serta keamanan.

Devi Maya Sofa; Halimatus Sa’diyah; Achmad Wicaksono; Firza Agung Prakoso; Norlinstia Masi Bapa

Penelitian ini menganalisis penerapan Break Even Point dan margin kontribusi pada UMKM berbasis ekonomi biru dengan mengambil kasus UMKM "Dunia Laut" di Kedung Cowek, Surabaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi keuangan yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan validasi triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM ini memiliki BEP yang tidak tetap, melainkan berubah-ubah mengikuti musim penangkapan ikan dan kondisi cuaca. Margin of safety berada dalam kondisi yang cukup rentan meskipun masih dalam batas aman, sedangkan degree of operating leverage tergolong tinggi yang berarti laba sangat sensitif terhadap perubahan volume penjualan. Strategi diversifikasi produk dengan margin kontribusi yang bervariasi antara 25-45% terbukti dapat menjaga stabilitas keuangan walaupun biaya transportasi meningkat pada saat cuaca buruk. Penelitian ini menemukan perbedaan mendasar antara UMKM maritim dengan UMKM konvensional, terutama dalam hal dinamika BEP dan struktur biaya operasional. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem prediksi musiman untuk perencanaan produksi, optimalisasi portofolio produk, pembangunan kemitraan strategis dengan nelayan lokal, dan perlunya dukungan infrastruktur dari pemerintah. Dari sisi teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur akuntansi manajemen dengan memperkenalkan konsep BEP dinamis khususnya pada sektor maritim.

Dio Bella Yung; Afni Nooraini

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study investigates collaborative governance in road infrastructure repair in Pekanbaru City, Riau Province, driven by the urgent need to address the high number of damaged roads and the limitations of local government capabilities. Utilizing a qualitative method with a descriptive approach, data were gathered from interviews with five stakeholders, field observations, and supporting documents. The study applies collaborative governance theory by Emerson and Nabatchi to analyze road repair efforts in Pekanbaru, highlighting effective collaborative dynamics. Key findings reveal the establishment of a Coordination Team, role clarity, trust, and commitment among stakeholders as factors of success. Essential contributing elements include shared cooperation needs, consequential incentives, leadership support, and sufficient resources. However, challenges such as a volatile political climate, unequal information distribution, and power imbalances pose barriers to collaboration. Overall, the study concludes that collaborative governance in Pekanbaru's road infrastructure enhancement has yielded positive outcomes but calls for improvements in transparency, communication strategies, and the establishment of an integrated information system for effective progress monitoring. Additionally, independent oversight mechanisms are recommended to sustain equitable role distribution and responsibilities among all parties involved.

mugiyanto; Lutfiyah

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Transformasi digital menuntut pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memiliki kesiapan pemasaran digital agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Namun, kesiapan tersebut pada UMKM binaan Kelurahan Bangetayu Wetan masih bervariasi terutama pada aspek literasi digital, pemanfaatan infrastruktur, strategi pemasaran, sikap dan motivasi digital, serta dukungan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kesiapan pemasaran digital dengan daya saing usaha lokal UMKM binaan Kelurahan Bangetayu Wetan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner kepada seluruh anggota UMKM binaan kelurahan sebanyak 34 responden menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Spearman untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur digital, strategi pemasaran digital, sikap dan motivasi digital, serta dukungan kelembagaan memiliki hubungan positif dengan daya saing usaha lokal UMKM, sedangkan literasi digital pemasaran tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Dukungan kelembagaan melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi pemasaran digital terbukti memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi untuk promosi dan perluasan pasar. Kesiapan pemasaran digital yang lebih baik berkontribusi terhadap peningkatan visibilitas produk, akses pasar, dan keberlanjutan usaha lokal. Disimpulkan bahwa kesiapan pemasaran digital merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha lokal UMKM binaan Kelurahan Bangetayu Wetan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program pemberdayaan UMKM berbasis digital melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur digital, serta pendampingan kelembagaan yang terintegrasi di tingkat kelurahan

Putriana, Julisa; Dewi, Ester Yunita

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penulisan ini bertujuan guna untuk mengkaji peran teknologi dalam penyusunan desain pembelajaran di kelas pada era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi pembelajaran telah berkembang menjadi sistem yang terintegrasi, mencakup perencanaan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi pembelajaran secara sistematis. Pemanfaatan teknologi digital seperti Learning Management System, aplikasi desain kreatif, kecerdasan buatan, serta pula augmented reality terbukti mampu meningkatkan interaktivitas, fleksibilitas, dan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Selain memberikan kemudahan akses dan efisiensi, teknologi juga mendukung pembelajaran berbasis kompetensi melalui pemantauan dan evaluasi yang lebih akurat. Kendati, integrasi teknologi dalam desain pembelajaran memerlukan kesiapan guru, dukungan institusi, serta infrastruktur yang memadai agar pelaksanaannya berjalan optimal. Maka demikian dengan perencanaan yang tepat dan pendekatan yang adaptif, teknologi dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan mutu dan efektivitas pembelajaran di kelas.  

Matsna Nurul Kholidah; Imam Mualim; Nuari Anisa Sivi

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2026 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Konflik manusia–gajah merupakan permasalahan serius di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung, yang berdampak pada kerugian ekonomi, gangguan sosial, dan ancaman keselamatan manusia serta satwa liar [1], [2]. Salah satu pendekatan mitigasi yang efektif adalah penerapan sistem peringatan dini berbasis teknologi telekomunikasi dan Internet of Things (IoT) [3], [4]. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan dan kinerja jaringan telekomunikasi yang sesuai untuk mendukung sistem peringatan dini konflik manusia–gajah. Metode meliputi analisis kebutuhan sistem, perancangan arsitektur jaringan, perbandingan teknologi komunikasi (GSM/4G, NB-IoT, dan LoRaWAN), serta simulasi skenario pengiriman data dari node sensor. Data empiris diperoleh dari simulasi performa jaringan (jangkauan, delay, konsumsi daya, dan packet delivery ratio). Hasil analisis menunjukkan bahwa LoRaWAN memiliki keunggulan dalam jangkauan dan efisiensi energi untuk wilayah konservasi yang minim infrastruktur [5], [6]. Sistem yang diusulkan mampu mengirimkan data deteksi keberadaan gajah secara near real-time ke pusat pemantauan dan selanjutnya didistribusikan sebagai peringatan kepada petugas dan masyarakat sekitar. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan sistem peringatan dini konflik manusia–gajah berbasis telekomunikasi di Indonesia.