Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Rahma Diffa, Rafi Alif; Dalimunthe, Ruri Ashari; Sudarmin, Sudarmin

Dinamik 2026 Universitas Stikubank

Business ventures are activities carried out by individuals or organizations involving the production, sale, purchase, or exchange of goods and services, with the aim of generating profit. A basic necessities store (commonly known as a “sembako” store in Indonesia) sells daily staple needs, especially the nine essential commodities (sembako), which include items such as rice, sugar, cooking oil, eggs, salt, and other key food ingredients. UD. Putri 2, located in Dusun 1A, Sumber Harapan Village (21261), Tinggi Raja Subdistrict, Asahan Regency, was established in 2018 and has since become an essential part of the local community. This has required UD. Putri 2 to constantly monitor their stock inventory. However, the company still faces inefficiencies in managing sales data processing, which often leads to inventory shortages. When the supply of goods is insufficient to meet customer demand, customers may turn to other stores. If this occurs repeatedly, the store risks losing profit due to the unavailability of goods. Supply Chain Management (SCM) refers to the integrated processes and production activities starting from the acquisition of raw materials from suppliers, the value-adding processes that turn raw materials into finished products, the inventory storage process, and the distribution of finished goods to retailers and consumers. The implementation of SCM can optimize inventory management of staple goods, minimize inventory costs, and improve supply chain efficiency at UD. Putri 2.

Juliansyah, Muh Rifki; Nuari, Reflan

Dinamik 2026 Universitas Stikubank

This study compares the effectiveness of MAUT (Multi-Attribute Utility Theory), SMART (Simple Multi-Attribute Rating Technique), and WASPAS (Weighted Aggregated Sum Product Assessment) methods in a decision support system for determining the best employees at Sisilia Boutique. The quality of human resources is crucial in the retail business, but performance evaluation is often influenced by subjectivity. To address this, a multi-criteria-based decision support system is needed. MAUT translates preferences into a numerical scale, SMART calculates the average value of attributes based on weights, while WASPAS combines weighted summation (WSM) and weighted multiplication (WPM) for more balanced results. Employee performance data from Sisilia Boutique in June 2025, including attendance, store layout, customer service, and discipline, were used as the research object. The comparison results show consistency in the highest (K3) and lowest (K7) ratings across the three methods, with differences in the middle ratings. WASPAS offers a more balanced distribution of final scores, making it a comprehensive alternative for performance evaluation.

Oktami, Yuga; Sulistiani, Heni

Dinamik 2026 Universitas Stikubank

Selecting the right supplier is a critical aspect of supply chain management, especially in a retail business like Parfume Corner, which relies on product quality, availability, and on-time delivery. This study aims to implement the VIKOR (VlseKriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje) method as a multi-criteria decision-making approach to determine the best perfume supplier. The VIKOR method was chosen because of its ability to handle conflicts between criteria and produce optimal compromise solutions. The evaluation criteria used include product quality, price, on-time delivery, after-sales service, and flexibility in negotiations. Data were collected from five potential suppliers through observation, interviews, and historical transaction documents. The analysis results showed that one supplier obtained the lowest VIKOR index score, thus being determined as the best compromise solution. The implementation of the VIKOR method proved effective in providing objective and transparent recommendations, which can support Parfume Corner's strategic decisions in building long-term partnerships with reliable suppliers. This approach can also be adapted by similar businesses to improve procurement efficiency and quality. The test results obtained were that in the expert test a Good value was obtained, namely 80%, while in the system test a Very Good conclusion was obtained, namely 100%.

Salsadilah, Nadya; Maharani, Dewi; Rahayu, Elly

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Bisnis adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan untuk menghasilkan, membeli, atau menjual barang atau jasa dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Bisnis dapat dilakukan oleh individu, kelompok, perusahaan besar, atau usaha kecil. Di suatu dunia bisnis, yang dimaksud dengan sistem informasi manajemen adalah piranti yang dipakai untuk mengatasi suatu proses, operasional, evaluasi, serta teknologi dan informasi. Usaha  bisnis  yang  bergerak  dalam  bidang  makanan  ringan  snack dijalankan  dengan  modal usaha  berskala  kecil  ialah  pelaku  bisnis  berskala  rumah  tangga  yang  mempunyai  kesempatan sangat  bagus  untuk  berkembang  dengan  pesat  dengan  keterbatasan  yang dimiliki  seperti  SDM, skill,  pengetahuan,  ketrampilan,  dan  pengelolaan  bidang  managementyang  seadanya Penelitian ini dilakukan di Teha Coffee Corner, sebuah kedai kopi yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol, Tebing Kisaran, Kec. Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara 21211. Kedai ini didirikan pada Maret 2021 oleh Thierry Henry, tepat di tengah masa pandemi COVID-19. Supply Chain Management (SCM) adalah pengintegrasian sumber bisnis yang kompeten dalam penyaluran barang, mencakup perencanaan dan pengelolaan aktivitas pengadaan dan logistik serta informasi terkait mulai dari tempat bahan baku sampai tempat konsumsi, termasuk koordinasi dan kolaborasi dengan jaringan mitra usaha (pemasok, manufaktur, retailer, distributor, pergudangan, transportasi dan konsumen) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Sebuah model rantai pasokan sederhana terdiri dari empat komponen yaitu supplier, produsen, gudang atau pusat distribusi dan pengguna akhir. Seiring dengan pertumbuhan bisnisnya, Teha Coffee Corner mulai menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan stok bahan baku dan pencatatan transaksi. Saat ini, pencatatan masih dilakukan secara manual, baik dalam menghitung jumlah stok maupun dalam mencatat transaksi harian. Setiap akhir operasional atau saat closing, Dengan adopsi sistem E-SCM, aliran informasi dan data pembelian antara Teha Coffee Corner dan pemasok menjadi lebih efisien. Ini menghasilkan kejelasan dan ketepatan dalam transaksi pembelian, yang berkontribusi pada menghindari kesalahan dan mengurangi risiko keterlambatan dalam pengiriman toko.

Sadiah, Ashifa Halimatus; Voutama, Apriade

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Pesatnya perkembangan belanja online melalui platform internet telah menyebar ke seluruh dunia khususnya di Indonesia dan telah banyak diketahui oleh masyarakat. Dalam konteks ini, kehadiran toko online atau e-commerce membantu perusahaan untuk menawarkan layanan dan produk yang berbeda, mengkomunikasikan informasi bisnis dan menjaga hubungan antara pemasok dan pelanggan. E-commerce memungkinkan transaksi bisnis diproses lebih efisien. Berbagai penelitian telah mengkonfirmasi bahwa e-commerce  membantu bisnis memperluas jangkauan pasar mereka dengan menawarkan produk dalam skala besar dan menyediakan penyimpanan data dan pelaporan yang dapat diakses dan disimpan melalui platform web. NICESO merupakan perusahaan retail dengan konsep toko modern yang  menawarkan berbagai macam produk antara lain alat tulis, mainan, aksesoris, peralatan rumah tangga, aksesoris handphone,  dan komputer. Tujuan dari pengembangan aplikasi NICESO adalah untuk membuat aplikasi penjualan yang memungkinkan masyarakat mencari dan membeli produk di suatu toko tanpa harus datang langsung ke toko. Aplikasi  juga membantu toko NICESO  menjangkau pelanggan, baik yang berbelanja langsung di toko maupun yang menggunakan aplikasi. Perancangan aplikasi ini dirancang agar mudah dipahami  oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang tua.

Anwar, Muchamad Taufiq; Purnomo, Hindriyanto Dwi; Novita, Mega; Primasari, Clara Hetty

Dinamik 2020 Universitas Stikubank

Bisnis retail merupakan bisnis yang keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kemampuan untuk memahami perilaku konsumen dan kesigapan respons dari pemiliknya. Memahami konsumen dapat dilakukan dengan mempelajari data historis dari transaksi konsumen. Metode association rule-mining dalam Machine Learning dapat kita manfaatkan untuk menemukan tren pola perilaku beli konsumen yang menunjukkan keterkaitan antar produk / kategori produk. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan tren asosiasi kategori produk serta memberikan rekomendasi penempatan produk (product placement layouting) dengan memaksimalkan exposure pembeli terhadap produk-produk yang terkait saat berbelanja suatu barang dengan harapan akan terjadi peningkatan penjualan. Sebanyak 12.760 data transaski digunakan untuk menemukan pola beli konsumen. Pola beli konsumen ini kemudian dijadikan dasar untuk memberikan rekomendasi penempatan produk untuk meningkatkan penjualan.