Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-11 of 11

Analytics

Muhammad Fodhil; Roudlotul Jannah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Ibadah merupakan bentuk taat kepada Allah berupa do’a dan segala perilaku yang berdasarkan Al-Qur’an dengan menjalankan segala perintah dan larangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan nilai- nilai pendidikan ibadah dan mendeskripsikan relevansi nilai pendidikan ibadah pada konteks pendidikan Islam modern. Metode penelitian yang digunakan library research, yakni penelitian yang obyek kajiannya menggunakan data pustaka berupa buku, jurnal dan kitab sebagai sumber datanya. Pendekatannya menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah nilai pendidikan ibadah yang ada dalam kitab mawaidz usfuriyyah ada tiga yakni disiplin dalam beribadah, nilai pendidikan ibadah tersebut adalah mengajarkan untuk disiplin ketika datang untuk shalat jumat kemudian mencari ilmu dan bersedekah. Nilai pendidikan ibadah dalam kitab Mawaidz Usfuriyyah dapat di relevansikan ke dalam pendidikan Islam modern melalui pengajarannya yang mengikuti alur zaman yang tidak meninggalkan nilai luhur dalam Islam, pendidikan modern mempunyai tiga unsur yang tidak dapat dipisahkan antara lain pengajar, anak didik dan realitas dunia kemudian bisa diterapkan dalam kehidupan agar kualitas ibadah meningkat dan berdampak baik bagi manusia yang melaksanakan ibadah.

M. Adnan

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Guru merupakan orang yang identik dengan pihak yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam membentuk karakter generasi bangsa. Keberhasilan guru melaksanakan perannya dalam bidang pendidikan sebagian besar terletak pada kemampuannya melaksanakan berbagai peranan yang bersifat khusus dalam situasi khusus. Mengacu pada perda no 04 tahun2004 semestinya semua siswa yang telah lulus SD dan beragama Islam, telah mempunyai bekal yang cukup sesuai tingkatannya untuk dapat membaca Alquran. Pada kenyataannya di SMP Negeri 1 Matapura Timur, ditemui beberapa orang siswa yang tidak lancar/belum bisa membaca Alquran. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (Field research). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumenter. Teknik pengolahan data yang digunakan dengan langkah-langkah editing, pengumpulan data, dan analiting. Upaya Guru dalam Menangani Keterlambatan Kemampuan Belajar Siswa dalam Membaca Alquran di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Martpura Timur yaitu dengan menyediakan waktu dukungan yang memberikan kemudahan belajar agar siswa mempunyai peluang optimal untuk berlatih dan memanfaatkan waktu pembelajaran yang efektif. Sedangkan faktor yang melatar belakangi upaya guru dalam menangani keterlambatan belajar siswa membaca Alquran yaitu Faktor adanya waktu yang tersedia, Faktor kemauan dari siswa itu sendiri, Faktor dukungan dari keluarga (orangtua) siswa.

Jefri Wasihid

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana proses pembelajaran tahfidh di Pondok Pesantren Madinatul Qur’an Mojokrapak Tembelang Jombang. Penelitian ini berawal dari keresahan berbagai kalangan tentang dampak buruk Pandemi terhadap aktivitas baik perekonomian, pembangunan, pendidikan dan lain sebagainya. Begitu juga proses pembelajaran tahfidh di pondok ini, dengan adannya Pandemi sangatlah berpengaruh sekali terhadap proses menghafal Al-Qur’an para santri. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif kajian lapangan (field research). mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang, dan interaksi suatu sosial, individu, kelompok,lembaga dan masyarakat. Oleh karena itu, peneliti mengadakan penghimpunan data dengan mengumpulkan, membaca, menelaah dan wawancara kepada pengurus secara langsung untuk mengetahui tahapan-tahapan dalam menghafalkan Al-qur’an. Berdasarkan penelitian ini, penulis menemukan permasalahan bahwasanya dampak dari pandemi ini sangat besar sekali terhadap proses pembelajaran Tahfidh para Santri. Karena semua kegiatan harus di ubah waktu dan tempatnya, selain itu juga harus mematuhi peraturan pemerintah sebagai langkah untuk antisipasi terhadap pandemi. Sehingga hasil pendapatan hafalan dan kegiatan para santri sangat kurang maksimal. Dan setelah pandemi usai, pembelajaran tahfidh di Pondok Pesantren Madinatul Qur’an ini berjalan seperti biasanya tanpa ada peraturan-peraturan yang ketat, para santri bisa leluasa dalam menambah hafalan dan mengikuti kegiatan dengan semangat tanpa ada rasa ketakutan. Dengan begitu maka target hafalan para santri bisa tercapai dan cepat selesai.

Muhammad Fodhil; Ilmah Haqiqoh Yusuf

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Tauhid menjadi fondasi utama kehidupan seorang muslim supaya kehidupan yang dijalani dapat sesuai dengan isi kandungan Al-Qur’an dan Hadits sehingga pendidikan tauhid sudah seharusnya diajarkan sedini mungkin. Perilaku yang tercela dapat dihindari dengan meningkatkan ketakwaan melalui memperdalam ilmu tauhid. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan tauhid yang terkandung dalam kitab Mawa’idz ‘Ushfuriyyah karya Syeikh Muhammad bin Abu Bakar dan relevansinya dengan konteks pendidikan Islan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk dalam kategori jenis penelitian kepustakaan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa dalam kitab Mawa’idz ‘Ushfuriyyah karya Syeikh Muhammad bin Abu Bakar terdapat tiga nilai-nilai pendidikan tauhid, yaitu tauhid rububiyyah, tauhid uluhiyyah, dan tauhid asma wa sifat. Selain itu dalam penelitian ini ditemukan pula bahwa pendidikan tauhid dalam kitab Mawa’idz ‘Ushfuriyyah memiliki relevansi dengan konteks pendidikan Islam modern.

Ahmad Saubari; Rabi'ah; Syamsul Rahmi

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini mengemukakan tentang sistem pembelajaran kitab kuning di Mts Miftahuddin Kecamatan Jenamas Kabupaten Barito Selatan, yang bertolak dari latar belakang bahwa kitab kuning merupakan kitab-kitab tradisional yang berisi pelajaran-pelajaran Agama Islam yang pada mulanya dikembangkan melalui halaqah. Seiring berjalannya waktu kitab kuning diajarkan pada lembaga pendidikan yang lebih terprogram dan terarah dengan baik, seperti pondok pesantren maupun madrasah-madrasah yang juga menerapkan pembelajaran kitab kuning dengan sistem pembelajaran yang berbeda-beda. Sebagaimana MTs Miftahuddin yang memberlakukan kitab kuning pada sistem pembelajarannya. Masalah ini hendak diteliti lebih lanjut dengan pokok penelitian yang membahas tentang bagaimana sistem pembelajaran kitab kuning di MTs Miftahuddin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pembelajaran kitab kuning di Mts Miftahuddin Kecamatan Jenamas Kabupaten Barito Selatan. Subjek dari penelitian ini adalah kepala sekolah, guru pengajar kitab kuning dan siswa, sedangkan objek dari penelitian ini adalah sistem pembelajaran kitab kuning di Mts Miftahuddin Kecamatan Jenamas Kabupaten Barito Selatan. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Setelah data yang diperlukan didapat dan dikumpulkan kemudian diolah dengan menggunakan teknik reduksi, display data dan verifikasi data, kemudian dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sistem pembelajaran kitab kuning di Mts Miftahuddin Kecamatan Jenamas Kabupaten Barito Selatan meliputi: (1) Guru yang mengajar memiliki kemampuan dan keahlian dibidang kitab kuning serta menamatkan pendidikan di pesantren dan perguruan tinggi (2) peserta didik cukup antusias dan memiliki minat pada pembelajaran kitab kuning (3) tujuan pembelajarannya untuk lebih mengetahui tentang syari’at Islam dan menumbuhkan kesadaran pentingnya mempelajari ilmu Agama serta mengetahui dasar-dasar bahasa Arab (4) materi yang diajarkan yaitu Fikih (Tangga Pelajaran Ibadah), Akhlak (Akhlak lil Banin), Tauhid (Kifayatul Mubtadi’in), Hadits (At-Tarbiyah), Nahwu (Is’afutthalibin), dan Sharaf (Durusu At-Tasrif) (5) metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, hafalan, penugasan serta bandongan dan sorongan (6) evaluasi diadakan pada tiap semester dan pada saat pelajaran berlangsung meliputi membaca, menghafal dan diberikan soal.

Olis

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Data Observasi menyatakan, Pesantren Salafiyah IQRO Palangka Raya merupakan pesantren tahfiz al-qur’an dengan model pesantren salafiyah, memiliki model sorogan sebagai ciri khas dalam pembelajaran klasikal. Pengelolaan pesantren Salafiyah IQRO juga menyelenggarakan program kesetaraan dari pemerintah. Penelitian ini berfokus pada model manajemen tahfiz al-qur’an pesantren salafiyah IQRO Palangka Raya yang telah berhasil mencetak generasi penghafal al-qur’an baik lokal maupun nasional. Berdasarkan ketertarikan terhadap fenomena ini, peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Research) dengan metode desktriptif kualitatif. Adapun tehnik pengumpulan data ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu perencanaan tahfiz al-Qur’an di Pesantren Salafiyah IQRO dilaksanakan dengan efektif, adanya kegiatan sangat memperhatikan kegiatan akademik seperti program Tahsin al-Quran yang ditekankan bagi santri yang belum mampu membaca al-Qur’an dengan baik. Pengorganisaisan tahfiz al-qur’an pesantren dilaksnakan dengan efektif yaitu adanya kerjasama dalam pembagian tugas baik dari Top Leadership hingga kepemimpinan guru tahfiz al-qur’an. pelaksanaan tahfiz al-qur’an pesantren yang efektif adalah pengelompokkan santri ke dalam kelas penigkatan bacaan al-qur’an (tahsin) dan kelas menghafal al-qur’an (tahfiiz). Pengendalian tahfiz alqur’an pesantren yang efektif didapat pimpinan melakukan pengawasan setiap hari melalui guru tahfiz melalui ketercapaian hasil (setoran hafalan)  dan santri melalui model praktik hafalan secara langsung.  

Ahmad Herman

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Salah satu aspek penting yang mesti ada pada guru dan merupakan syarat bermutunya pendidikan adalah keteladanan. Karena itu seorang yang memilih profesi sebagai guru mesti menjadikan dirinya sebagai pribadi ideal, sehingga dalam aktifitas keseharian, baik di dalam maupun di luar lingkungan lembaga pendidikan ia akan dilihat sebagai pribadi model atau panutan yang pantas untuk digugu dan ditiru. Salah satu ulama yang dapat menjadi spirit nilai keteladanan adalah sosok Tuan Guru KH. Abdurrasyid muassis Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai Kalimantan Selatan. Nilai keteladanan yang bisa kita jadikan pembelajaran dari beliau diantaranya Sejak muda Tuan Guru KH. Abdurrasyid memiliki kemauan yang keras, tekad membaja serta ulet berusaha dan tangguh dengan cita-cita untuk menambah ilmu pengetahuan, dengan rela menmpuh perjalanan yang sangat jauh untuk menimba ilmu di Negara lain. Bersifat jujur dan sederhana. Tuan Guru KH. Abdurrasyid dengan sifat jujurnya mengelola peneyelenggaran perguruan Islam dan dengan sifat itu pula beliau mendapatkan kepercayaan dari masyarakat yang mendonasi pembangunan perguruan Islam. Karakter sifat lain yang dimiliki Tuan Guru KH. Abdurrasyid adalah beliau dikenal dengan sifat tawadhu, santun, tenang, lembut, berwibawa, dan sangat ramah pada siapapun, sabar, dermawan, suka menolong dan membantu siapapun, tidak membeda-bedakan dengan siapapun beliau bergaul, serta tidak suka menonjolkan diri. Di dalam pertemuan-pertemuan ulama, disamping berbicara seperlunya tidak mengeluarkan pendapat kecuali diminta. Tuan Guru KH. Abdurrasyid memiliki pandangan luas dan selalu berpandangan jauh ke depan, selalu terbuka namun memiliki keteguhan dalam pendirian. Pembentukan kader-kader ulama dengan sistem modern dengan sebanyak-banyaknya membuka sekolah Islam, dengan melatih ulama sebagai pendidik.  Beliau Tuan Guru KH. Abdurrasyid memiliki kecenderungan kepada persatuan umat termasuknya di dalamya persatuan ulama.

Muhammad Nasir; Erlina Oktaviani; Sulistiani Sulistiani; Nur’ain Nur’ain

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Kualitas hafalan al-Qur’an ditentukan oleh seberapa besar pengaruh dari berbagai factor baik dari diri sendiri maupun orang lain. Penelitian ini berbeda dengan penelitian lain karena subjek yang digunakan adalah sama dengan penelitian lain namun dengan objek yang berbeda, dan objek yang digunakan dalam penlitian ini adalah Kualitas Hafalan al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keaktifan oganisasi terhadap kualitas hafalan al-Qur’an mahasiswa STIQ Amuntai, dengan populasinya adalah mahasiswa STIQ Amuntai angkatan tahun 2019 yang terlibat dalam organisasi internal yaitu sebanyak 55 orang. Teknik atau metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik sampel random sampling, dengan sampel sebanyak 10 orang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner atau angket yang berbentuk google formulir. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan regresi linier sederhana. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keaktifan organisasi terhadap kualitas hafalan al-Qur’an mahasiswa STIQ Amuntai tidak memiliki pengaruh dengan taraf signifikan 0,434 atau 43,4%.

Gina Amalia; Maulida Maulida; Wirdatul Ulfah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Tokoh ilmuan muslim Al-Ghazali mempunyai pemikiran luas terutama pada pendidikan karakter. Pendidikan karakter ialah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang karena untuk membentuk budi pekerti serta tingkah laku yang baik dibutuhkan pengajaran yang baik sesuai pengasuhan yang diajarkan orang tuanya. Al-Ghazali juga menyakini bahwa setiap tingkah laku dapat diterapkan kepada anak melalui metode pembiasaan, yaitu menanamkan nilai-nilai moral sejak dini melalui hal dan contoh kebiasaan kecil yang mudah diterima anak-anak. Hasil penelitian yang digunakan adalah riset daftar pustaka (library research) dalam metode deskriptif, yaitu pengumpulan data dengan memakai beberapa referensi, seperti buku, jurnal, atau penelitian terdahulu sebagai bahan pertimbangan. Adapun tujuan dari penulisan ini yaitu penulis ingin menggali lebih dalam tentang karakter sosial anak pada perubahan yang terjadi di era Society 5.0 juga menurut pandangan ulama Imam Ghazali. Dari adanya era 5.0 yang telah disediakan berbagai macam teknologi yang mudah dan canggih sebagai bahan pembelajaran dan memudahkan siswa. Namun juga mempunyai dampak yang negatif terhadap perilaku moral anak, dampak yang ditimbulkan misalnya anak sering lalai akibat adanya teknologi, anak kurang bersosialisasi dengan orang disekitarnya sehingga menurunnya kesadaran untuk saling menghormati. Dengan demikian konsep pendidikan karakter sosial yang telah dibangun oleh ulama Al-Ghazali semakin luntur akibat perubahan zaman.

Husnul Khatimah; Nalia Aziza

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Abstrak Dalam dunia persaingan di modern ini baik itu secara industri, ekonomi, masyarakat, keluarga  dan jasa juga berimplikasi pada aspek mental health masyarakat seperti agresivitas, kontrol emosi, kepribadian yang belum matang, depresi karena masalah kehidupan, ketidakyakinan yang meningkat, dan kurangnya kejujuran dalam persaingan. kesehatan mental merupakan keharmonisan fungsi jiwa, sehingga mampu untuk menghadapi persoalan yang terjadi, dan dapat menikmati kebahagiaan hidup. Bagi sebagian orang, momen menjadi orang tua menjadi hal yang membawa kebahagiaan. Lahirnya anak membawa warna dan menjadi harapan didalam keluarga. Disisi lain, menjadi orang tua ternyata juga tantangan besar karena pola asuh orang tua salah satu aspek penting untuk perkembangan anak . Pada zaman sekarang ini banyak sekali anak yang menerima perlakuan yang kurang baik dari orang tuanya bahkan tindakan tersebut sudah dapat dikatakan sebagai sebuah tindak pidana yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya mulai dari memukul sampai kepada penganiayaan yang berakibat nyawa anak tersebut melayang. Sangat sulit dipercaya ketika seorang anak meninggal ditangan orang yang sangat diharapkan untuk dapat melindungi dan menjaga dirinya. Oleh karenanya , penelitian ini mengkaji lebih dalam tentang mental health orang tua dalam islam presfektif Al-Qur’an.   Abstrak Dalam dunia persaingan di modern ini baik itu secara industri, ekonomi, masyarakat, keluarga  dan jasa juga berimplikasi pada aspek mental health masyarakat seperti agresivitas, kontrol emosi, kepribadian yang belum matang, depresi karena masalah kehidupan, ketidakyakinan yang meningkat, dan kurangnya kejujuran dalam persaingan. kesehatan mental merupakan keharmonisan fungsi jiwa, sehingga mampu untuk menghadapi persoalan yang terjadi, dan dapat menikmati kebahagiaan hidup. Bagi sebagian orang, momen menjadi orang tua menjadi hal yang membawa kebahagiaan. Lahirnya anak membawa warna dan menjadi harapan didalam keluarga. Disisi lain, menjadi orang tua ternyata juga tantangan besar karena pola asuh orang tua salah satu aspek penting untuk perkembangan anak . Pada zaman sekarang ini banyak sekali anak yang menerima perlakuan yang kurang baik dari orang tuanya bahkan tindakan tersebut sudah dapat dikatakan sebagai sebuah tindak pidana yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya mulai dari memukul sampai kepada penganiayaan yang berakibat nyawa anak tersebut melayang. Sangat sulit dipercaya ketika seorang anak meninggal ditangan orang yang sangat diharapkan untuk dapat melindungi dan menjaga dirinya. Oleh karenanya , penelitian ini mengkaji lebih dalam tentang mental health orang tua dalam islam presfektif Al-Qur’an.    

Aulia Rahmah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Salah satu isu penting yang dibahas dalam dunia pendidikan dan tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia adalah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih. Perkembangan teknologi ini berpengaruh terhadap pola kehidupan manusia.  Pada era 5.0 atau yang dikenal dengan Society 5.0 perkembangan teknologi informasi  telah menjadi bagian dari kehidupan manusia.  Maksudnya manusia yang memiliki peran untuk mengendalikan teknologi tersebut. Sehingga pada era 5.0 teknologi telah masuk ke seluruh lini kehidupan masyarakat, khususnya pada anak-anak generasi penerus bangsa yang sangat bergantung pada teknologi salah satunya gadget.  Gadget merupakan teknologi komunikasi yang menyajikan berbagai layanan aplikasi dengan tujuan untuk membantu manusia mendapatkan informasi atau menyampaikan informasi.   Gadget  adalah media yang digunakan untuk membantu proses interaksi sosial dengan mudah dan untuk memperoleh informasi belajar.