Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 61-80 of 231

Analytics

Alfa Laila Ma’isyatuz Zakiyah; Efa Maya Sari; Eva Yunia Rahmawati; Meika Putri Nur Azizah; Amalia Nuril Hidayati

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan menjadi tantangan global yang memerlukan dukungan sebagai sektor, termasuk sektor keuangan. Perbankan syariah miliki potensi besar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penerapan green finance yang sejalan dengan prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep green finance dalam perbankan syariah, mengidentifikasi instrument yang dapat diterapkan, serta menjelaskan perannya dalam mendukung ekonomi ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian berbagai buku, jurnal ilmiah, laporan resmi, dan sumber akademik terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa green finance dalam perbankan syariah diwujudkan melalui pembiayaan proyek ramah lingkungan seperti energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan infrastruktur hijau. Instrumen yang dapat digunakan meliputi green sukuk, green bonds, green funds, dan green loands. Penerapan green finance sejalan dengan prinsip syariah seperti keadilan, kemaslahatan, amanah,dan larangan merusak lingkungan. Selain memberikan manfaat ekonomi, green finance juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi masyarakat, keterbatasan regulasi, dan tingginya biaya pengembangan produk hijau. Oleh karena itu, diperlukan inovasi produk, peningkatan edukasi, serta sinergi antara pemerintah, regulator, dan perbankan syariah untuk memperkuat peran green finance dalam mewujudkan ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Nurdiana Mutiara Dewi; Haliza Puspa Nagari Al Mustofa; Fina riyadatul Jannah; Bunga Aisyah Amelia Fatikha; Amalia Nuril Hidayati

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Manajemen industri halal memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan ekonomi syariah nasional melalui penerapan prinsip-prinsip syariah pada seluruh proses produksi, distribusi, hingga pemasaran produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan manajemen industri halal, mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi, serta mengkaji manfaatnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dan analisis dokumen yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku, laporan resmi, serta publikasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan industri halal memerlukan penguatan sumber daya manusia, peningkatan kesadaran halal (halal awareness), optimalisasi sertifikasi halal, inovasi produk, serta sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Di sisi lain, industri halal masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal, keterbatasan kemampuan UMKM dalam memperoleh sertifikasi halal, serta persaingan global yang semakin ketat. Namun demikian, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri halal dunia karena didukung oleh jumlah penduduk muslim yang besar, perkembangan ekonomi syariah yang pesat, dan meningkatnya permintaan produk halal di pasar global. Penerapan manajemen industri halal yang efektif mampu menjamin kualitas dan kehalalan produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas lapangan kerja, meningkatkan daya saing usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Afin Mamuda Sari; Zakia Agustina Arifin; A Zahid

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini mengkaji peran mitos kolam suci dalam menjaga kelestarian ekosistem dan sumber daya air di Patirthan Candi Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan perspektif ekologi budaya, Traditional Ecological Knowledge (TEK), ecological taboo, dan Social-Ecological System (SES). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos mengenai kesucian air patirthan masih berfungsi sebagai mekanisme sosial yang membentuk penghormatan terhadap sumber air, memperkuat larangan adat, dan mendorong perilaku konservatif terhadap kawasan. Namun, fungsi konservatif tersebut menghadapi tekanan akibat berkembangnya wisata, menurunnya partisipasi komunitas lokal, dan bergesernya makna kesakralan di kalangan generasi muda. Temuan ini menunjukkan bahwa mitos kolam suci tidak sekadar kepercayaan tradisional, melainkan institusi budaya yang berkontribusi pada resiliensi sosio-ekologis kawasan. Integrasi antara kearifan lokal dan pendekatan konservasi modern menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air Patirthan Candi Penataran di tengah tekanan modernitas.

Abdurrahman Sulaimana Saputra; Syahira Putri Rahmadhani; Fatmah Taufik Hidayat

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Murabahah merupakan salah satu akad pembiayaan yang paling dominan diterapkan dalam sistem perbankan syariah di Indonesia. Akad ini pada dasarnya adalah jual beli dengan harga pokok yang diketahui oleh kedua belah pihak, ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati. Namun, dalam praktiknya, penetapan margin dalam akad murabahah di perbankan syariah kerap menimbulkan pertanyaan mendasar dari perspektif fiqih muamalah, terutama terkait kemiripannya dengan mekanisme bunga (riba) dalam perbankan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis praktik penetapan margin murabahah di perbankan syariah melalui pendekatan fiqih muamalah, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif-deskriptif, melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber fikih klasik dan kontemporer, regulasi perbankan syariah, serta fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa margin dalam akad murabahah secara prinsip diperbolehkan dalam Islam selama memenuhi rukun dan syarat jual beli yang sah, yakni adanya kejelasan harga pokok, transparansi margin, kesepakatan kedua pihak, dan tidak mengandung unsur gharar maupun riba. Namun, ditemukan sejumlah celah praktis yang perlu mendapat perhatian, di antaranya penggunaan suku bunga acuan sebagai basis penetapan margin, mekanisme denda keterlambatan, serta praktik murabahah tidak langsung (murabahah lil amri bisy-syira') yang belum sepenuhnya sesuai dengan standar fiqih muamalah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia perbankan syariah, serta pengawasan yang lebih ketat dari Dewan Pengawas Syariah guna memastikan implementasi akad murabahah yang benar-benar sesuai dengan maqashid syariah.

Kurniawan; Ari Sabming Rambe; Fatmah Hidayat

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Transaksi pre-order (PO) kini menjadi salah satu model perdagangan yang paling banyak digunakan dalam ekosistem e-commerce modern. Pada dasarnya, model ini tidak jauh berbeda dari mekanisme Akad Salam dalam fikih muamalah, yakni pembeli membayar lunas di awal dan barang dikirim pada waktu yang sudah disepakati.[1][2] Masalahnya, praktik PO di dunia digital tidak sesederhana teori. Sering kali muncul ketidakjelasan soal waktu pengiriman, spesifikasi produk yang hanya ditampilkan lewat foto, perbedaan antara barang yang datang dengan yang diiklankan, hingga pembatalan sepihak dari penjual tanpa penyelesaian yang jelas.[3] Tulisan ini mencoba menelaah seberapa jauh praktik PO dalam e-commerce sudah memenuhi rukun dan syarat Akad Salam, sekaligus mengidentifikasi di mana letak unsur gharar (ketidakpastian) yang bisa melemahkan keabsahan transaksi.[4][5] Kajian ini bersifat kualitatif-normatif dengan merujuk pada literatur fikih klasik dan mengkomparasikannya dengan praktik digital yang berlaku saat ini.[6] Kesimpulan yang dicapai adalah: PO bisa sepenuhnya sejalan dengan Akad Salam asalkan spesifikasi barang, harga, dan waktu penyerahan dinyatakan secara tegas dan transparan. Namun dalam kenyataannya, masih banyak celah yang perlu dibenahi, baik dari sisi pelaku usaha maupun regulasi platform.

Mufidatunna’imah; Muna Adila Putri; Fatmah Taufik Hidayat

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Perkembangan ekonomi digital telah mendorong munculnya berbagai model bisnis berbasis subscription yang memungkinkan pengguna memperoleh akses terhadap konten digital melalui pembayaran berkala. Praktik ini menimbulkan pertanyaan hukum mengenai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah, khususnya dalam perspektif akad ijarah sebagai akad pemindahan hak guna atas suatu manfaat tanpa perpindahan kepemilikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik subscription berbasis konten digital berdasarkan konsep akad ijarah kontemporer dalam hukum Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), melalui pengumpulan dan analisis berbagai literatur yang berkaitan dengan fiqh muamalah, hukum ekonomi syariah, akad ijarah, dan transaksi digital. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) dan pendekatan normatif-komparatif untuk membandingkan karakteristik akad ijarah klasik dengan model subscription digital modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik subscription berbasis konten digital pada dasarnya memiliki kesesuaian dengan akad ijarah karena objek transaksi berupa manfaat yang diberikan dalam jangka waktu tertentu dengan imbalan yang telah disepakati. Namun, keabsahan akad tersebut tetap bergantung pada terpenuhinya prinsip kejelasan manfaat, transparansi biaya, kerelaan para pihak, serta terhindarnya transaksi dari unsur gharar dan praktik yang bertentangan dengan syariah. Temuan ini menunjukkan bahwa akad ijarah memiliki fleksibilitas untuk mengakomodasi perkembangan ekonomi digital sepanjang tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip hukum Islam.

Alifah; Hikmatul Izzah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan metodologi kodifikasi hadis pada abad ke-III Hijriah yang dikenal sebagai masa keemasan (al-`Aṣr al-Dhahabī). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kronologi perkembangan kodifikasi hadis serta membedah karakteristik metodologi dan resensi Kutub al-Sittah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi pustaka, data dikumpulkan dari sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat model utama penulisan: Musnad yang berorientasi pada periwayatan sahabat, AL-Ṣaḥīḥ yang menekankan validitas, al-Jāmi`’ yang komprehensif, serta al-Sunan yang disusun berdasarkan bab fikih. Kesimpulannya, Kutub al-Sittah memiliki peran strategis yang saling melengkapi; Ṣaḥīḥ al-Bukhārī dan Muslim sebagai standar keṢaḥīḥan, sementara empat kitab Sunan lainnya berfungsi sebagai manual hukum praktis. Ragam metodologi ini membuktikan kecanggihan sistem pengorganisasian data hadis dalam menjaga autentisitas sumber hukum Islam.

Nur Hikmah; Fitria Rahmadani; Novi Rahmadhani; Edi Hermanto

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Artikel ini mengkaji secara mendalam konsep perlindungan kehormatan manusia dalam pengaturan pandangan dan sentuhan antar mahram menurut Mazhab Syafi'i. Dalam perspektif Islam, penjagaan kehormatan. (hifz al-'ird) menempati posisi yang sangat fundamental sebagai bagian dari tujuan syariat, khususnya dalam mengatur relasi sosial dan hubungan keluarga. Meskipun hubungan mahram secara hukum memperbolehkan interaksi yang lebih dekat, Islam tetap menetapkan batasan-batasan etis guna menjaga kesucian dan moralitas Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang menggunakan pendekatan konseptual dan normatif-fikih, dengan bertumpu pada sumber-sumber utama berupa Al-Qur'an, hadis Nabi, serta literatur fikih Mazhab Syafi'i baik klasik maupun kontemporer.Perzinahan adalah hubungan seksual antara pria dan wanita tanpa persetujuan. Ikatan perkawinan yang sah. Al-Qur'an berbicara tentang zina dalam tiga surat, yaitu: pertama, Al-Qur'an, ayat (32) Al-Qur'an. Kedua, Al-Qur'an ayat (2) dan ayat (3) Al-Qur'an. Ketiga, Al-Furqan ayat 68. Ayat pertama (ayat 32) berisi larangan mendekati zina. Ayat kedua (ayat 2-3) berisi hukum bagi pelaku zina dan larangan menikahinya, dan ayat ketiga (68) berisi balasan bagi pelaku zina di hadapan Allah. Dalam Islam, kata zina mencakup zina muhshan dan ghairu muhshan.  

Kurbiyah; Riska Kamalia; Istiqomah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Muḥammad `Ajjāj al-Khaṭīb merupakan salah satu ulama hadis kontemporer yang berperan penting dalam pengembangan studi hadis di dunia akademik modern. Pemikirannya berakar kuat pada tradisi ilmu hadis klasik, khususnya metodologi yang dirumuskan oleh ulama seperti Ibn al-Ṣālah, yang menekankan kritik sanad, perawi, dan matan dalam menentukan keotentikan hadis. Di sisi lain, ia hidup dalam konteks intelektual modern yang ditandai dengan berkembangnya studi Islam di universitas serta munculnya kritik orientalis seperti Ignaz Goldziher dan Joseph Schacht. Kondisi ini mendorongnya untuk menyajikan ilmu hadis secara lebih sistematis, rasional, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan tinggi Islam. Penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi utama `Ajjāj al-Khaṭīb terletak pada upayanya mensistematisasikan ilmu hadis klasik ke dalam bentuk yang lebih akademik melalui karyanya Uṣūl Hadits. Ia tidak hanya mempertahankan otoritas hadis sebagai sumber hukum Islam, tetapi juga memberikan argumentasi ilmiah dalam membantah kritik terhadap keotentikan hadis. Dengan demikian, pemikirannya dapat dipahami sebagai sintesis antara tradisi hadis klasik dan pendekatan akademik modern, yang menjadikannya tokoh penting dalam perkembangan studi hadis kontemporer.

Fitria Rahmadani; Khurul A’in; Fatmah Taufik Hidayat

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Cashback dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan penjualan dan mempertahankan pelanggan. Namun, dalam konteks hukum ekonomi Islam, pertanyaan muncul mengenai keabsahan dan implementasi cashback dalam transaksi e-commerce Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang keabsahan konsep cashback dalam transaksi e-commerce dari perspektif hukum ekonomi Islam dengan pendekatan yuridis normatif. Analisis data dilakukan dengan mengkaji berbagai sumber seperti al-Qur'an beserta tafsir-tafsirnya, al-Sunnah dan Ijtihad. Hasil penelitian ini menyoroti poroti pentingnya penilaian cashback dalam transaksi e-commerce dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip hukum ekonomi Islam. Diperolehnya. pemahaman yang lebih baik terkait kesesuaian praktik cashback dengan nilai-nilai syariah dapat membantu pemangku kepentingan dalam merancang strategi pemasaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip hukum ekonomi Islam tanpa mengorbankan keberlanjutan bisnis. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih dalam mengenai interaksi antara prinsip hukum ekonomi Islam dan praktik bisnis dalam era e-commerce yang berkembang pesat.

Apriyanti; Karuniawati Hasanah; Laelatul Amalyah; Meyke Dwifa Subaita; Herisma Desta Faradini +2 more

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Desa Banget, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, memiliki potensi ekonomi unggulan dari budidaya cacing fosfor sejak 2013, yang membantu kesejahteraan masyarakat melalui inovasi lahan terbuka. Namun, terkendala pada minimnya branding dan ketergantungan pemasaran pada pengepul serta panen tradisional. Program pengabdian KKN Kelompok 34 Universitas PGRI Madiun bertujuan memperkuat identitas usaha dan efisiensi produksi. Metode mencakup pembuatan serta pemasangan banner branding, membuat video promosi untuk media sosial, serta pendampingan langsung proses panen. Hasil menunjukkan pembuatan dan pemasangan banner meningkatkan pengenalan usaha, video memungkinkan pemasaran mandiri mengurangi ketergantungan pada pengepul, sementara proses panen berjalan lebih cepat, efisien, dan tertata. Pembahasan menegaskan sinergi akademisi-masyarakat mampu meningkatkan kualitas produksi dan daya saing pasar. Saran  yang diberikan adalah melanjutkan pelatihan digital marketing dan kemitraan UMKM untuk ekspansi berkelanjutan. 

Dahnila Aini; Disty Gusvalinda Arijati; Yulia Novita

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pengembangan  usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berbasis potensi local merupakan salah satu strategi yang relevan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah pedesaan. Dalam perspektif geografi ekonomi , keberadaan UMKM tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal pelaku usaha, tetapi juga oleh kondisi spasial, sumber daya alam, serta karakteristik sosial budaya masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana potensi local dapat dioptimalkan dalam pengembangan UMKM serta implikasinya terhadap peningkatan kesejahteran masyarakat desa. Pendekatan berbasisi wilayah dalam pengenbangan UMKM memungkinkan terjadinya integrasi antara potensi local dengan dinamika pasar, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas peluang ekonomi masyarakat.

Ririn Wilka; Khurul Ain; Edi Hermanto

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Fenomena hoaks atau berita bohong yang menyebar secara masif di era digital menjadi tantangan serius bagi masyarakat Muslim Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran QS. Al-Hujurat [49]:6 menurut mufassir klasik dan kontemporer serta mengkaji relevansi konsep tabayyun sebagai solusi normatif terhadap fenomena hoaks di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer meliputi kitab Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim karya Ibnu Katsir, Jami' Al-Bayan karya Al-Thabari, Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Data dianalisis menggunakan metode tafsir maudhui (tematik) dan muqaran (komparatif) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mufassir klasik dan kontemporer sepakat bahwa perintah tabayyun dalam QS. Al-Hujurat [49]:6 bersifat universal yakni kewajiban verifikasi informasi sebelum bertindak, meskipun terdapat perbedaan pada aspek kontekstualisasinya. Mufassir klasik lebih menekankan konteks historis dan kebahasaan, sedangkan mufassir kontemporer mengkontekstualisasikannya dalam kehidupan modern termasuk fenomena hoaks di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep tabayyun memiliki relevansi yang sangat tinggi sebagai solusi normatif sekaligus panduan etis bermedia sosial bagi masyarakat Muslim di era digital. Internalisasi nilai tabayyun dalam pendidikan Islam diharapkan mampu membentuk generasi Muslim yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menghadapi gelombang hoaks di era digital.

Raisya Riana; Natasya Syawalia Qalbi; Fatmah Taufik Hidayat

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Jual beli merupakan salah satu bentuk muamalah yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidup. Dalam praktiknya, terdapat berbagai bentuk akad jual beli, salah satunya adalah jual beli mu'athah, yaitu transaksi yang dilakukan melalui serah terima barang dan harga tanpa adanya ucapan ijab dan qabul secara lisan. Praktik ini banyak ditemukan dalam transaksi modern, seperti di pasar swalayan, minimarket, dan perdagangan elektronik. Namun, keabsahan jual beli mu'athah menjadi perbincangan di kalangan ulama, khususnya dalam Mazhab Imam Syafi'i yang memberikan perhatian besar terhadap keberadaan sighat akad sebagai salah satu unsur penting dalam transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hukum jual beli mu'athah dalam perspektif Mazhab Imam Syafi'i serta mengkaji relevansinya dengan praktik transaksi kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif melalui kajian terhadap kitab-kitab fiqih Syafi'iyyah, terutama Al-Umm, Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab, dan Mughni al-Muhtaj, serta berbagai literatur fiqih muamalah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Syafi'i dalam Al-Umm mensyaratkan adanya ijab dan qabul yang jelas sebagai bentuk manifestasi kerelaan para pihak dalam akad jual beli, sehingga jual beli mu'athah pada dasarnya tidak dianggap sah. Namun, perkembangan pemikiran ulama Syafi'iyyah muta'akhkhirin, seperti Imam al-Nawawi, memberikan kelonggaran dengan membolehkan jual beli mu'athah berdasarkan pertimbangan kebiasaan masyarakat ('urf) yang telah menunjukkan adanya kerelaan antara penjual dan pembeli. Dengan demikian, jual beli mu'athah dalam praktik modern dapat dipandang sah menurut pendapat yang lebih fleksibel dalam Mazhab Syafi'i selama memenuhi prinsip kerelaan, kejelasan objek transaksi, dan tidak mengandung unsur gharar maupun penipuan.

Rian Fadli Bafadhal; Muhammad Syahruddin; Amri Amir

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media sosial, khususnya TikTok, sebagai sarana penyebaran informasi kesehatan mental yang berpotensi meningkatkan literasi kesehatan mental di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk komunikasi visual yang digunakan dalam konten TikTok @mudahbergaul, perannya dalam meningkatkan literasi kesehatan mental mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Makassar Angkatan 2022, serta faktor pendukung dan penghambat penyampaian pesan melalui media tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap mahasiswa KPI Angkatan 2022 serta konten yang dipublikasikan pada akun TikTok @mudahbergaul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi visual pada akun tersebut diwujudkan melalui penggunaan warna-warna lembut, teks visual reflektif, ilustrasi dan simbol visual, serta musik latar yang mendukung suasana emosional. Unsur-unsur tersebut berperan dalam meningkatkan pemahaman, kesadaran, empati, dan keterbukaan mahasiswa terhadap isu kesehatan mental. Faktor pendukung meliputi kesesuaian gaya visual dengan karakteristik mahasiswa, penggunaan bahasa yang sederhana, dan kemudahan akses platform TikTok, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan durasi video, perbedaan penafsiran pesan, dan minimnya interaksi langsung antara kreator dan audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi visual melalui TikTok efektif mendukung peningkatan literasi kesehatan mental mahasiswa dan dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi yang relevan bagi generasi muda.

Ahmad Khairuddin

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Era media sosial telah membawa transformasi fundamental dalam cara hadis Nabi Muhammad SAW disebarluaskan, dikonsumsi, dan diinterpretasikan oleh masyarakat Muslim. Kemudahan akses dan kecepatan penyebaran informasi di platform digital seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, dan Twitter menciptakan paradoks: demokratisasi pengetahuan hadis membuka peluang pembelajaran yang lebih luas, namun juga memfasilitasi proliferasi hadis palsu (mawḍū‘) dan lemah (ḍa‘īf) tanpa verifikasi sanad yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi sistem sanad sebagai metodologi verifikasi hadis di tengah arus digital, mengidentifikasi pola penyebaran hadis tidak terverifikasi di media sosial, serta mengeksplorasi integrasi metodologi klasik dengan pendekatan digital kontemporer. Menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan (library research) dan analisis isi terhadap 35 sumber akademik dari basis data, penelitian ini menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, sistem sanad yang dikembangkan sejak abad pertama Hijriah tetap memiliki relevansi epistemologis yang kuat di era digital, berfungsi seperti sistem peer review dalam dunia akademik modern. Kedua, media sosial telah menjadi ekosistem baru di mana otoritas hadis lebih banyak ditentukan oleh visibilitas algoritmik daripada verifikasi keilmuan; temuan empiris menunjukkan bahwa konten hadis di Instagram tidak mencantumkan status keshahihan. Ketiga, pendekatan digital seperti digital isnād mapping, kecerdasan buatan (AI), natural language processing (NLP), dan teknologi blockchain menawarkan peluang transformatif untuk memperkuat verifikasi sanad, meskipun menghadapi tantangan etis dan metodologis yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi sanad di era media sosial menuntut rekonstruksi literasi hadis digital yang mengintegrasikan prinsip-prinsip klasik ulumul hadis dengan kecakapan literasi digital serta inovasi teknologi.

Fauzi, Lutfi; Darmawan, Mohammad Faridl; Wafa, Muhammad Aliyul; Fauzan, Zaki Ahmad

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penerapan Quantum Teaching dapat dilakukan dengan belajar menggunakan alat musik, belajar dengan syair, maupun belajar dari lingkungan sekitar. Quantum Teaching dapat menyusun bahan pengajaran yang sesuai, yang dapat melibatkan keaktifan peserta didik. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh Penerapan Metode Quantum Teaching Dalam Menciptakan Suasana Baru Untuk Mengurangi Ketegangan Belajar Siswa di SMPN 1 Jogoroto dan menjelaskan faktor penghambat Penerapan Metode Quantum Teaching Dalam Menciptakan Suasana Baru Untuk Mengurangi Ketegangan Belajar Siswa Di SMPN 1 Jogoroto. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Sumber data penelitian ini, yaitu kuisioner. Hasil penelitian Penerapan Metode Quantum Teaching berpengaruh positif dan signifikan terhadap Ketegangan Belajar Siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jogoroto dan Faktor penghambat penerapan metode Quantum Teaching dalam mengurangi ketegangan belajar siswa berasal dari aspek guru, siswa, sarana prasarana, serta lingkungan sekolah. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara guru dan pihak sekolah untuk meminimalkan hambatan tersebut agar penerapan Quantum Teaching dapat berjalan secara optimal.

Shela Andini; Nurcahaya; Zumi Nur Faiza; Dina Rahmayani

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Ilmu merupakan salah satu anugerah Allah SWT yang memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku manusia. Dalam Islam, ilmu tidak hanya dianjurkan untuk dipelajari, tetapi juga diajarkan kepada orang lain agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keutamaan mengajarkan ilmu kepada orang lain berdasarkan hadis Rasulullah SAW, memahami nilai-nilai tarbawi yang terkandung di dalamnya, serta menjelaskan manfaat dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti Al-Qur'an, hadis, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengajarkan ilmu merupakan amalan yang sangat mulia dan memiliki kedudukan tinggi dalam Islam. Seseorang yang mengajarkan ilmu akan memperoleh pahala yang terus mengalir selama ilmu tersebut diamalkan oleh orang lain. Selain itu, kegiatan berbagi ilmu memberikan manfaat bagi pemberi maupun penerima ilmu, seperti meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta kualitas diri. Implementasi hadis tentang mengajarkan ilmu dapat dilakukan dalam lingkungan keluarga, pendidikan, masyarakat, maupun melalui media digital. Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk terus belajar, mengamalkan, dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat sebagai bentuk ibadah dan kontribusi dalam membangun masyarakat yang berilmu serta berakhlak mulia.

Muhammad Faiz; Mega Satria Nurul Falah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak peserta didik. Oleh karena itu, bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran seharusnya mengandung nilai-nilai yang mendukung pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam kitab Al-’Arabiyyah Bayna Yadayk jilid 1 dan 2 serta menjelaskan relevansinya dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis). Data diperoleh dari materi hiwār, qirā’ah, dan tamrīn yang terdapat dalam kitab, kemudian dianalisis melalui proses kategorisasi, pengodean, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Al-’Arabiyyah Bayna Yadayk memuat sembilan belas nilai akhlak yang dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama, yaitu akhlak kepada Allah, akhlak kepada sesama manusia, dan akhlak kepada diri sendiri. Nilai-nilai tersebut meliputi cinta kepada Nabi Muhammad SAW, berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, salam, kerja sama (ta‘āwun), kejujuran, disiplin, tanggung jawab, menghormati orang lain, menjaga kebersihan, cinta ilmu, dan berbagai nilai karakter lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa kitab Al-’Arabiyyah Bayna Yadayk tidak hanya berfungsi sebagai bahan ajar bahasa Arab, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai dan pembentukan karakter dalam pendidikan Islam.

Nurlisana Shidqi Saili; Syahira Ramadhani; Ali Akbar; Edi Hermanto

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Kajian Makkiyyah dan Madaniyyah merupakan salah satu cabang penting dalam Ulumul Qur’an yang membahas klasifikasi ayat dan surah berdasarkan periode turunnya wahyu. Pembahasan ini memiliki peran penting dalam memahami konteks historis, sosial, dan budaya yang melatarbelakangi turunnya ayat-ayat Al-Qur’an. Melalui pemahaman terhadap karakteristik ayat Makkiyyah dan Madaniyyah, seorang penafsir dapat memahami tujuan, kandungan, dan hikmah yang terkandung dalam suatu ayat secara lebih komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai literatur klasik dan kontemporer tentang Ulumul Qur’an. Hasil kajian menunjukkan bahwa ayat Makkiyyah dan Madaniyyah memiliki perbedaan yang signifikan dalam aspek waktu turunnya, tema pembahasan, gaya bahasa, sasaran dakwah, dan kandungan hukumnya. Ayat Makkiyyah lebih menitikberatkan pada penguatan akidah, tauhid, dan pembentukan akhlak, sedangkan ayat Madaniyyah lebih berfokus pada pengaturan kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan hukum dalam masyarakat Islam.