Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Muhammad Padly

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Kurikulum  belajar mandiri yang melengkapi kurikulum sebelumnya dianggap sebagai solusi untuk mengatasi learning loss di masa pandemi. Hal ini sendiri memberikan tantangan terhadap kemampuan guru pendidikan agama Islam dalam menerapkan kurikulum unik yang dipelajari di SMK Singosari Deli Tua dengan kurikulum khas organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi yang dimiliki guru PAI dalam penerapan kurikulum self-directed learning di SMK Singosari Deli Tua dan metode yang digunakan guru dalam penerapan kurikulum tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (Library Research). Oleh karena itu, untuk menerapkan kurikulum self-directed learning, seorang guru PAI harus mempunyai empat kompetensi dasar mengajar dan dalam menerapkan kurikulum, seorang guru PAI harus melalui tujuh tahap penerapan kurikulum self-directed learning.

Novita Luckyanni Lamtiur Siregar; Tetti Manullang; Rogate A.T Gultom; Erika Christine Panggabean; Sendina Harefa

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang implementasi kurikulum merdeka belajar dalam pengembangan potensi peserta didik. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dengan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk memeriksa keabsahan data dilakukan triangulasi sumber dan membercheck. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa implementasi manajemen kurikulum merdeka belajar dalam pengembangan potensi peserta didik dapat memberikan dampak pengembangan potensi peserta didik. Manajemen kurikulum merdeka sudah berjalan dengan baik namun dalam pelaksanaannya ada kendala yang ditemukan seperti kurangnya ketersediaan buku dalam kegiatan pembelajaran kurikulum merdeka. Sehingga kesulitan dalam menyediakan fasilitias yang memadai dalam pembelajaran berlangsung, dengan demikian solusi yang dilakukan dengan melibatkan pembelajaran berbasis pembelajaran kolaboratif, berbasis diskusi, sumber belajar terbuka, dan kegiatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).

Febryanti Hotlima Manalu; Justice Zeni Zari Panggabean

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi fungsi manajemen dalam perencanaan pembelajaran berbasis kurikulum merdeka. Fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Kurikulum merdeka dapat dirancang untuk memberikan fleksibilitas dalam menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan tahap observasi, dokumentasi dan wawancara dilapangan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penerapan fungsi manajemen dalam perencanaan pembelajaran berbasis kurikulum merdeka sudah berjalan dengan baik karena para guru sudah menerapkan modul ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum merdeka dalam meningkatkan fleksibilitas pengajaran dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Faktor penghambat dalam kurikulum merdeka di SMP Negeri 3 Sipahutar yaitu sarana dan prasarana yang masih kurang dalam menunjang keberhasilan pembelajaran di sekolah, sumber referensi yang masih kurang untuk digunakan para guru ketika mengajar di dalam ruangan dan juga tenaga pengajar yang masih kurang terampil dalam menguasai tentang kurikulum merdeka di sekolah. Untuk mengatasi faktor penghambat tersebut maka peneliti menyarankan agar sekolah mengadakan pelatihan dan workshop tentang kurikulum merdeka agar para guru lebih lagi dapat memahami lebih dalam lagi tentang kurikulum merdeka dengan tujuan agar para guru bertambah wawasan yang luas tentang pelatihan yang telah disosialisasikan di sekolah.

Amrini Shofiyani; Melani Putri Fatmawati

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan penggunaan media pembelajaran yang kurang inovatif dan kreatif. Metode yang digunakan saat ini seperti ceramah dan tanya jawab seringkali kurang mampu menarik minat belajar siswa. Siswa memerlukan bahan ajar yang tidak hanya informatif tetapi juga interaktif dan menarik, sehingga dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kelayakan dan validitas pengembangan buku ajar berbasis kurikulum mandiri belajar dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa angket yang diberikan kepada ahli materi, ahli media, dan tanggapan 29 siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) mengacu pada model 4D yang terdiri dari empat tahap pengembangan yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Hasil penelitian angket validasi menunjukkan bahwa menurut ahli materi Pendidikan Agama Islam, pengembangan buku teks berbasis kurikulum merdeka belajar diperoleh 80% dengan kategori setuju. Dari ahli media diketahui 80% berkategori setuju, dan menurut respon siswa 82,28% berkategori sangat setuju. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengembangan buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan dan Budi Pekerti Berbasis Kurikulum Merdeka Belajar sangat cocok dan menarik untuk diterapkan serta efektif sebagai referensi media pembelajaran terkini.