Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Bahrudin; Nur Ayu Audia; Putri Suci Ramahdani; Wilda Febrianti; Fatmawati

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Program Food Estate di Indonesia, khususnya di Kalimantan, menghadapi berbagai tantangan yang tidak hanya terkait dengan produktivitas pertanian, tetapi juga permasalahan sosio-politik. Penurunan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian bersamaan dengan peningkatan impor bahan pangan, seperti beras dan kedelai, menunjukkan adanya ketidakberdayaan dalam memenuhi kebutuhan pangan domestik. Meskipun pemerintah berupaya untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui program lumbung pangan, ekspansi lahan yang dilakukan—termasuk pembukaan hutan lindung—menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan ekosistem yang lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan deskriptif, mengandalkan data sekunder serta teknik pengumpulan informasi seperti kajian pustaka dan studi literatur. Food Estate sebagai konsep ketahanan pangan berfokus pada pengembangan sistem pertanian yang terintegrasi, namun pelaksanaannya di lahan eks PLG (Proyek Lahan Gambut) seluas 770.601 hektar menunjukkan adanya kegagalan akibat kurangnya kajian lingkungan yang mendalam. Keputusan untuk memanfaatkan lahan tersebut berdasarkan kajian Rapid-KLHS patut dipertanyakan, mengingat sejarah kerusakan ekologis yang ditimbulkan oleh proyek serupa sebelumnya. Dampak dari program ini mencakup kerusakan lingkungan, perubahan iklim, dan degradasi hutan, yang berpotensi memperburuk kondisi sosial ekonomi masyarakat lokal. Proyek Food Estate tidak hanya mengancam keberlanjutan lingkungan tetapi juga melanggar hak-hak masyarakat adat yang kehilangan akses terhadap tanah tradisional mereka. Dengan demikian, meskipun tujuan awal program ini adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan, realitas di lapangan menunjukkan bahwa dampak negatifnya jauh lebih besar dan dapat mengarah pada defisit pangan yang lebih parah serta ancaman terhadap keberlangsungan hidup masyarakat di Kalimantan.

Yeremia Rajagukguk; Natasya Purba

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Penelitian ini sangat penting, impilkasi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti sangat penting: Materi Roh Kudus sebagai ketahanan hidup sangat penting dengan ketahanan hidup remaja. Tujuannya untuk mengetahui dan memberikan pemahaman tentang Roh Kudus sebagai ketahanan hidup, langlah-langkah yang di lakukan adalah ini, hasil remaja yang memiliki ketahanan hidup. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman remaja dengan Roh Kudus memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan mereka. Para remaja yang memiliki pengalaman spiritual yang kuat menunjukkan kemampuan yang lebih baik untuk mengatasi stres, membuat keputusan etis, dan menjaga hubungan sosial yang positif. Selain itu, dukungan komunitas gereja yang dipandu oleh prinsip-prinsip Roh Kudus membantu remaja dalam membentuk identitas yang kuat dan mengembangkan rasa tujuan hidup.

Andreas Yonatan Gultom; Paulina Silitonga; Grecetinovitria Merliana Butar-butar

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Analisis keadilan Allah dalam konteks kitab Habakuk mengeksplorasi dualitas mendalam antara keputusasaan dan harapan seperti yang dialami oleh nabi Habakuk. Studi ini menyelami keluhan nabi dan imannya yang tak tergoyahkan di tengah ketidakadilan dan kekerasan sosial yang luar biasa. Melalui pemeriksaan mendalam terhadap Habakuk 1:2-4, makalah ini menerangi bagaimana seruan Habakuk untuk campur tangan ilahi mencerminkan pertanyaan eksistensial dan teologis yang lebih luas tentang penderitaan, keadilan, dan peran iman dalam menghadapi kesulitan. Refleksi teologis dan konteks historis yang disajikan memperkaya pemahaman kita tentang pesan profetik Habakuk, menekankan relevansinya yang terus bertahan dalam menangani isu-isu modern seperti ketidakadilan sosial, penderitaan global, dan kemerosotan moral. Temuan-temuan menunjukkan bahwa perjuangan dan harapan akhir Habakuk berfungsi sebagai panduan etis yang kuat, mendorong keterlibatan proaktif dan ketahanan spiritual dalam menghadapi tantangan kontemporer.

Damayanti Nababan; Paramita Purba; Reski Pasaribu

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Jurnal ini menyelidiki peran krusial dorongan orang tua dalam membentuk karakter anak di dalam lingkungan keluarga. Penelitian menyoroti bahwa interaksi positif antara orang tua dan anak memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan karakter anak. Dukungan emosional dan dorongan positif dari orang tua membantu membentuk nilai-nilai inti seperti kepercayaan diri, empati, dan kemandirian pada anak. Melalui analisis mendalam terhadap dinamika keluarga, penelitian ini juga menunjukkan bahwa dorongan orang tua tidak hanya berkontribusi pada aspek sosial dan emosional, tetapi juga memainkan peran penting dalam membimbing anak melalui tantangan dan konflik, memperkuat ketahanan karakter mereka. Selain itu, jurnal ini menggambarkan bagaimana keterlibatan orang tua dalam pembentukan karakter anak menciptakan dasar moral yang kuat. Penelitian menyoroti bahwa melalui komunikasi terbuka dan pembelajaran bersama, orang tua dapat membantu anak memahami perbedaan antara benar dan salah. Selanjutnya, jurnal ini menekankan bahwa lingkungan keluarga yang mendukung eksplorasi dan pembelajaran membantu anak mengembangkan ketangguhan, kepemimpinan, dan kemampuan penyesuaian. Dengan merinci pentingnya dorongan orang tua dalam berbagai aspek pembentukan karakter anak, jurnal ini memberikan wawasan yang berharga bagi praktisi, peneliti, dan orang tua dalam upaya meningkatkan kualitas perkembangan karakter anak di dalam keluarga.

Desi Siahaan; Eyen Septini Situmeang; Friska Gulo; Joi Pasaribu; Santi Purba

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2022 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Kelompok usia dewasa adalah kelompok yang memerlukan perhatian dari pendidik Kristen atau pengajar Kristen di gereja, termasuk pada lansia. Lanjut usia  adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas, yang sudah mengalami penurunan kekuatan fisik sehingga lansia tidak berdaya lagi untuk mencari nafkah sendiri, kalaupun ada lansia yang tetap mencari nafkah sendiri itu tentu sudah mengalami penurunan kekuatatan atau ketahanan fisik, pekerjaan  yang dilakukanpun sudah terbatas. Sehingga pembinaan rohani untuk lansia sangat diperlukan guna memperkuat iman lansia dimasa tuanya yang sudah mengalami penurunan kemampuan fisik yang mengakibatkan banyaknya permasalahan-permasalahan yang muncul pada diri lansia. Bentuk- bentuk pembinaan rohani yang dapat diberikan kepada lansia  antara lain: kunjungan ke rumah lansia, konseling, ibadah/persekutuan lansia, katekisasi persiapan kematian, kunjungan ke panti jompo, memberikan panduan doa dan renungan, melibatkan lansia dalam pelayanan,dan pendampingan di saat lansia sakit. Itu semua sangat perlu diberikan oleh pembina kepada lansia.