Publication Search

68,563 articles from 588 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Haq, Iyanul; Muchlis Djuniarsah; Syafri, Syafri

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2025 FEB Universitas Maritim Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh angka kemiskinan terhadap indikator pendidikan di Kota Semarang selama kurun waktu 2020–2024. Kemiskinan dan pendidikan merupakan dua masalah sosial yang saling terkait erat dan menjadi tantangan besar di wilayah perkotaan, terutama pascapandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Variabel yang dianalisis meliputi angka kemiskinan sebagai variabel bebas, dan angka partisipasi sekolah, rata-rata lama sekolah, dan angka putus sekolah sebagai variabel keterikatan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh kemiskinan terhadap pencapaian pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap indikator pendidikan di Kota Semarang. Penurunan angka kemiskinan cenderung terjadi dengan peningkatan angka partisipasi sekolah dan rata-rata lama sekolah, serta penurunan angka putus sekolah. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi kebijakan terpadu yang membahas penanggulangan kemiskinan dan peningkatan akses dan kualitas pendidikan untuk memutus siklus kemiskinan antargenerasi di Kota Semarang.   Kata Kunci:  kemiskinan, pendidikan, regresi linier sederhana, angka partisipasi sekolah, rata-rata tahun sekolah, sekolah di Kota Semarang, Kota Semarang

Galadea, Aflakha Filosofi; Zahrotunnida, Nabila; Husen, Saadilah Amril; Shafrani, Yoiz Shofwa

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2025 FEB Universitas Maritim Semarang

Riset ini dilakukan guna mengkaji secara komprehensif kinerja Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT El-Mentari yang beroperasi di Purwokerto, dengan menggunakan pendekatan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCFPE). Analisis dilakukan berdasarkan tujuh indikator inti, yaitu kepemimpinan, perencanaan strategis, orientasi pada pelanggan, sistem pengukuran dan manajemen pengetahuan, orientasi pada tenaga kerja, pengelolaan proses, serta capaian kinerja organisasi. Riset ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pendekatan observasional dalam mengumpulkan data, interview terstruktur, dan telaah dokumen. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa KSPPS BMT El-Mentari meraih skor keseluruhan sebesar 627,84, yang dikategorikan dalam kelompok “Pemimpin Industri Berkembang”. Dimensi dengan pencapaian tertinggi terdapat pada aspek fokus tenaga kerja (74,2%), sedangkan dimensi hasil bisnis diidentifikasi sebagai aspek yang memerlukan penguatan lebih lanjut. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun koperasi telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam praktik manajerialnya, masih terdapat ruang perbaikan untuk mencapai standar kinerja bertaraf global. Penelitian ini menyumbangkan pemahaman yang mendalam terhadap perkembangan praktik manajemen strategis pada koperasi syariah dan dapat dijadikan acuan bagi proses evaluasi berkelanjutan oleh pengelola koperasi.

Arumsari, Oktaviani Putri Dita; Sunyoto, Agus Bambang; Rahayu, Wening Patmi; Winarno, Agung

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2025 FEB Universitas Maritim Semarang

Inovasi sosial dan kewirausahaan sosial telah menjadi strategi utama dalam menciptakan solusi berkelanjutan bagi tantangan sosial dan ekonomi yang tidak dapat diselesaikan oleh pendekatan bisnis konvensional. Makalah ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis inovasi sosial dan perannya dalam kewirausahaan sosial; 2) Mengidentifikasi hubungan antara inovasi sosial dan keberlanjutan UMKM dalam konteks ekonomi berbasis dampak sosial; 3) Menjelaskan faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan kewirausahaan sosial. Hasil penelitian menunjukkan inovasi sosial berkontribusi dalam meningkatkan daya saing dan ketahanan UMKM melalui penerapan model bisnis berbasis dampak sosial, ekonomi sirkular, serta digitalisasi bisnis. Keberhasilan kewirausahaan sosial dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kepemimpinan yang visioner, strategi pengelolaan sumber daya manusia yang efektif, serta model bisnis yang adaptif dan inovatif. Sementara itu, faktor eksternal yang berperan mencakup dukungan kebijakan pemerintah, akses terhadap pendanaan berbasis dampak sosial, serta kemitraan strategis dengan sektor swasta dan akademisi. Indikator utama keberhasilan kewirausahaan sosial mencakup pengukuran dampak sosial dan ekonomi, keberlanjutan finansial dan operasional, serta efektivitas model bisnis dalam menjangkau masyarakat yang lebih luas. Sebagai implikasi, makalah ini merekomendasikan penguatan kebijakan publik yang mendukung bisnis sosial, peningkatan akses pendanaan berbasis dampak, serta integrasi inovasi sosial dalam strategi pengembangan UMKM. Dengan menciptakan ekosistem yang lebih mendukung bagi kewirausahaan sosial, diharapkan inovasi sosial dapat menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Caristanica, Viona; Wanodya, Rachma Ayu; Wulandari, Catur; Yudiantoro, Deni

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2024 FEB Universitas Maritim Semarang

The research focuses on identifying sell signals and buy signals in stock buying and selling transactions using technical analysis used by investors to achieve optimal profits. This study compares the influence of MACD and RSI indicators on sell signals and buy signals before and after using Islamic banking stocks listed on IDX. Next, to find out which indicator is more effective in identifying sell and buy signals. The research method used is quantitative with a descriptive research design . The data analyzed is secondary data obtained from data samples from PT. Bank Syariah Indonesia Tbk, PT. Bank BTPN Syariah Tbk, PT. Bank Panin Dubay Syariah Tbk, PT. Bank Aladin Syariah Tbk for the period 2018-2022. The result of the study is that there is no significant difference between sell signals and buy signals before and after the use of the Moving Avergence Convergence Divergence indicator and the Relative Strength Index indicator. Based on the t-test, each indicator states that using the RSI indicator has a positive value.

Rohmatulillah, Oktaviana Nur; Nirmala, Karisma Bunga; Wulandari, Sri Pingit

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2024 FEB Universitas Maritim Semarang

Social and economic welfare reflects the quality of life in a region and is influenced by local social, economic, and environmental factors. East Java, as the second most populous province in Indonesia, faces challenges in improving the welfare of its residents, particularly due to varying regional characteristics such as employment, education, and population demographics. To understand the patterns of interrelationships among factors affecting welfare, this study conducted a klaster analysis to group regions based on similar characteristics. The klaster analysis employed both hierarchical (complete linkage) and non-hierarchical (K-means) approaches to determine the optimal number of klasters. The results revealed that the level of diversity across regions in East Java tends to be homogeneous in social and economic aspects, with average values exceeding standard deviations. Assumption tests for the klaster analysis confirmed that the data met the assumptions of multivariate normal distribution and dependency.Through hierarchical (complete linkage) and non-hierarchical (K-means) klaster analysis, two main klasters were formed, dividing districts/cities in East Java based on welfare characteristics. Using the complete linkage method, 27 regions were grouped into klaster 1, and 11 regions into klaster 2, while K-means grouped 26 regions into klaster 1 and 12 regions into klaster 2. Out of the six variables used, one variable was found to be insignificant in influencing the klastering results. Based on the mapping results, the grouping aligns with similar criteria, where urban areas predominantly fall into one klaster, and the other klaster is dominated by rural areas.

Gusriyal Gusriyal; Asep Ajidin

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2022 FEB Universitas Maritim Semarang

Pelayanan publik pada hakikatnya adalah pemberian pelayanan prima kepada masyarakat yang merupakan perwujudan kewajiban aparatur pemerintah sebagai abdi masyarakat. Pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam pelayanan publik akan menjadi prioritas utama yang dipenuhi oleh pemerintah pada saat ini. Aparatur pemberi pelayanan, dalam melaksanaan pelayanan publik harus menyikapinya sesuai dengan azas dan prinsip pelayanan publik. Dimana pelayanan yang diberikan harus maksimal dan memuaskan masyarakat. Untuk mengetahui kepuasan masyarakat pada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi, berdasarkan PermenpanRB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik, menjadi acuan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja pelayanan dalam bentuk Indeks Kepuasan Masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kepuasan masyarakat dan tingkat kesesuaian yang diberikan dengan indikator yang acuan adalah persyaratan, prosedur pelayanan, kecepatan waktu, kewajaran biaya, kesesuaian produk, kompetensi petugas, kesopanan petugas, sarana dan prasarana, layanan pengaduan. Nilai indeks kepuasan masyarakat yang diperoleh oleh DPMPTSPPTK Kota Bukittinggi adalah nilai 3,32 dan jika dikonversikan adalah  83,09 dengan predikat B (Baik) dan tingkat kesesuaian yang rendah dan belum dilaksanakan dengan baik adalah indikator indikator kecepatan waktu dalam memberikan pelayanan dan kompetensi/kemampuan petugas dalam pelayanan.  Kata kunci: ; ;