SciRepID - Scientific Publication Search


Publication Search

Complete collection of scientific articles — 15,551 publications available

15,551
Publications
385
Journals
1,447
Total Citations
33
Universities

Showing 241-260 of 351

Analytics

widarno, bambang; Kurniawanto, Hudi

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Koperasi perlu menerapkan akuntabilitas secara tertib dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip koperasi dan pembukuan yang baik agar mendapat kepercayaan dari Anggota. Akuntabilitas meliputi aspek: organisasi dan manajemen, usaha dan pelayanan kepada anggota, dan keuangan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan Tim Pengabdian Universitas Slamet Riyadi bertujuan untuk membekali Anggota dan Pengelola Koperasi Maju Utama. Jumlah peserta 18 orang dilaksanakan pada Sabtu, 5 Oktober 2019 bertempat di Komplek Masjid H. Inoe, Potrojayan RT 02 RW 06 Serengan, Surakarta. Acara yang berlangsung mulai jam 19.30 – 21.30 WIB, dibuka oleh Ketua Pengurus, acara sosialisasi dengan metode pembelajaran berupa ceramah, diskusi, studi kasus atau Problem Based Learning. Peserta diberi soal pre test dan post test sebagai bahan evaluasi. Hasil pretest dan posttest menunjukkan terdapat peningkatan nilai (skor) dari rata-rata 4,22 menjadi 8,06 sehingga dapat dikatakan bahwa dari yang sebelumnya kurang paham menjadi paham perkoperasian. Peserta cukup antusias, hal ini terlihat dari jumlah peserta yang merespon penjelasan narasumber ada sebanyak 5 orang. Materi sosialisasi pertama oleh Dr. Hudi Kurniawanto, SE, MM. tentang prinsip perkoperasian, dan kedua workshop tentang Pembukuan Koperasi oleh Bambang Widarno, SE., MM..

Hakim, Luqman Al; Handayani, Sri; Santika, Ria; Melati, Nimas Ayu

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Perkembangan desa Plesungan dalam hal kepariwisataan, seni, dan budaya mendorong peningkatan sarana prasarana, pemberdayaan sumber daya manusia, dan explorasi sumber daya alam. Bidang kepariwisataan berupa sendang plesungan berkembang dengan baik seiring dengan peningkatan jumlah pengunjung sehingga meningkatkan income bagi desa plesungan. Dalam bidang seni dan budaya, beragamnya pertunjukan seni, berupa festifal sendang plesungan, padepokan lemah putih, reog, dan studio plesungan merupakan bentuk pelestarian dan pengembangan seni dan budaya lokal dan wujud regenerasi bagi generasi muda setempat. Peningkatan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan, seni dan budaya desa Plesungan bermanfaat untuk melestarikan eksistensi potensi lokal dan meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan meluas ke wisatawan mancanegara. Eksplorasi sumber daya alam untuk memperluas area kepariwisataan merupakan hal yang penting untuk mengembangkan potensi desa yang bermuara pada pemanfaatan secara optimal sumber daya alam untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa Plesungan.Peranan sumber daya manusia dalam pengembangan potensi desa Plesungan tidak terlepas dari kegiatan yang bersifat kreatif, inovatif, dan memiliki nilai promotif. Penggunaan bahasa yang santun, sopan, dan menggunakan tata nilai yang baik merupakan aktifitas yang bernilai promotif untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung di desa Plesungan. Kecakapan berbahasa daerah dan bahasa Indonesia menunjukkan sikap cinta tanah air dan melestarikan budaya lokal, namun ketrampilan berbahasa mancanegara, khususnya bahasa Inggris juga merupakan hal yang perlu diwujudkan untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Mewujudkan sumber daya manusia yang cakap dan terampil dalam berbahasa Inggris memerlukan langkah-langkah konkret, diantaranya adalah analisa kebutuhan bahasa Inggris untuk mengidentifikasi ragam bahasa Inggris yang diperlukan untuk menunjang kepariwisataan desa Plesungan. Respon positif dari masyarakat tentang kebutuhan bahasa Inggris wisatawan mancanegara perlu ditingkatkan sebagai upaya memfasilitasi kunjungan mereka.Hasil pengabdian ini adalah (1) diperolehnya ragam bahasa Inggris yang diperlukan bagi pelaku usaha wisata desa Plesungan, yaitu Pengenalan diri (Introducing myself); bertanya dan memberikan informasi (asking and giving information); menawarkan produk/cinderamata khas desa (offering local souvenirs), memberikan saran (giving suggestion); dan mengundang (invitation); (2) profil warga Plesungan bahwa 75% warga termasuk kategori usia produktif sehingga diharapkan dapat mengembangkan potensi kepariwisataan dan seni budaya lokal; dan (3) optimalisasi promosi desa berbasis digital melalui media sosial diperlukan baik dalam bentuk bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Setiawan, M Hery Yuli; Sufa, Feri Faila

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabidan Kepada Masyarakat ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan pendalaman kreativitas pendidik dalam pelaksanaan pembelajaan saintifik pada kurikulum 2013. Pengbdian ini sebagai tindak lanjut dari penelitian sebelumnya yang telah dilaksanakan  tentang peningkatan kreatifitas guru dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini didahului dengan koordinasi kepada pimpinan lembaga dan melakukan perjanjian kerja sama dalam berbagai bidang salah satunya pelatihan melalui pengabdian pada masyarakat ini.Pada kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di RA Al Islam 3 Gebang, pengabdian ini menggunakan metode kolaboratif dengan melakukan pengalian informasi untuk mengetahuai pemahaman guru tentang kreativitas pendidik dalam pembelajaran saintifik pada implementasi kurikulum 2013. Dilanjut dengan memberikan materi mengenai kreativitas pendidik dalam pembelajaran saintifik pada implementasi kurikulum 2013. Kemudian mempraktekan kegiatan pembelajaran dengan pembelajaran santifik. Tindak lanjutnya akan dilakukan monitoring oleh mahasiswa seberapa luas penyebaran IPTEK yang telah diberikanHasil dari Pengabidan ini adalah peningkatan pemahaman guru tentang perlunya peningkatan kreativitas guru dalam melaskanakan pendekatan saintifik berbasis kurikulum 2013. Sehingga guru dapat merancang dan melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang kreatif, harapanya Iptek yang telah disampaikan dapat di sebarkan oleh mitra.Kata Kunci : Saintifik, Kreativitas guru.

Handini, Oktiana; Mustofa, Mukhlis

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyampaian paparan materi  Optimalisasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Pendidikan  menuju Generasi Emas Pada Guru dan Orangtua Peserta Didik di SD Kestalan Surakarta. Pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan guru, kepala sekolah dan perwakilan orang tua peserta didik yang tergabung dalam komite sekolah secara bersama-sama dalam acara paparan materi dan tanya jawab interaktif hingga pada level penguasaan guru SD Kestalan Surakarta tentang Optimalisasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Pendidikan Menuju Generasi Emas Pada Guru dan Orangtua Peserta Didik. Dengan Optimalisasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Pendidikan Menuju Generasi Emas Pada Guru dan Orangtua Peserta Didik di SD Kestalan Surakarta ini dimaksudkan agar mampu menumbuhkan atensi peserta didik, interaktif, komunikatif dan suasana yang menyenangkan dalam proses pembelajaran tematik Integratif di kelas. Sehingga dengan kondisi yang nyaman dan menyenangkan ini prestasi belajar peserta didik meningkat. Dengan meningkatnya prestasi belajar peserta didik secara otomatis akan meningkat pula peringkat sekolah tersebut. Sehingga terjalin hubungan harmonis antara guru dengan peserta didik dan guru dengan orang tua peserta didik dalam hal pendidikan dan tumbuh kembang peserta didik menuju generasi emas. Pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru-guru di SD Kestalan Surakarta, sejumlah  30 peserta yang terdiri dari  guru ,Kepala Sekolah beserta orang tua peserta didik sebagai perwakilan Komite Sekolah. Pelaksanaan pada hari Senin 15 Juli 2019 di ruang kelas SD Kestalan Surakarta dengan pola waktu pelaksanaan selama 6 jam, mulai pukul 8.00 wib hingga pukul 15.00 wib.  Luaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1). Memberikan dasar ilmiah bagi guru Sekolah Dasar dalam memahami hakikat komunikasi Antar Pribadi dalam pendidikan guna mendukung kelancaran proses pembelajaran. (2). Memberikan kejelasan secara teoritis dan pemahaman yang lebih baik tentang belajar, obyek belajar serta situasi dan kondisi belajar di Sekolah Dasar.(3). Memberikan kontribusi pemikiran bagi pengelola pendidikan dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional guru di Sekolah Dasar melalui komunikasi antar pribadi dalam pendidikan. (4). Menjalin hubungan komunikasi antara guru dari pihak sekol;ah dan orangtua peserta didik di  Sekolah Dasar agar terbentuk komunikasi integratif dalam pendidikan. Selanjutnya hasil pengabdian kepada masyarakat ini dipresentasikan dalam Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyrakat dan dipublikasikan dalam jurnal pengabdian masyarakat terakreditasi dan ber ISSN.   Kata Kunci :   Komunikasi Antar Pribadi   Â

Sarafuddin, Sarafuddin; Winarto, Winarto

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran guru dalam mendidik karakter peserta didik melalui media tembang macapat pangkur pupu 2 serat wedhatama di SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar. Peran guru di sekolah sangat berpengaruh pada kemajuan dan perkembangan karakter peserta didik untuk mengenali dan mencintai seni dan budaya daerahnya. Pendidikan karakter juga dapat menumbuhkan kepribadian positif pada peserta didik untuk menghargai kearifan lokal daerahnya. Selama ini kadang-kadang guru di sekolah hanya sekedar melaksanakan kewajiban mengajar dengan tuntutan ketercapai ketuntasan materi pembelajaran. Artinya bahwa guru di sekolah kurang maksimal dalam memanfaatkan media pembelajaran terutama media berbasis seni untuk mendidik karakter peserta didik. Kondisi ini diperoleh berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan di SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar.Pengabdian ini dilakukan di SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, dan perijinan, dan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan dan kolaborasi, dan tahap evaluasi. Target luaran yang diharapkan adalah guru-guru SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar yang mengikuti kegiatan ini memiliki kepekaan dan kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan karakter peserta didik sehingga dapat menuai prestasi yang baik. Selain itu juga dapat tersusun artikel ilmiah untuk dimuat dalam jurnal nasional ber ISSN. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dari guru dan peserta didik SDN 02 Papahan Tasikmadu Karanganyar.Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan dapat memberikan penguatan pemahaman pada guru-guru tentang betapa pentingnya pendampingan dalam menanamkan karakter peserta didik. Kondisi tersebut tidak bisa dipungkiri bahwa apabila peserta didik didekatkan dan diajarkan tentang kearifan lokal seperti tembang macapat pangkur pupuh 2 serat wedhatama, maka pada diri mereka akan tumbuh karakter baik yaitu kecintaan terhadap seni dan budaya daerahnya.  Kata Kunci: Peran Guru, Pendidikan Karakter, Media Tembang Macapat Pangkur          Pupuh 2 Serat Wedhatama.

susilowati, endang yuliana; Irpan, Irpan

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Abstrak Perkembangan teknologi komunikasi mendorong akses dan penyebaran informasi menjadi tanpa batas dan tidak terkontrol. Penyebaran isu hoax, ujaran kebenjian (hate speech), hingga perilaku bullying di media sosial semakin banyak terjadi. Kurangnya pemahaman akan konten media sosial yang terindikasi melanggar UU ITE serta kesadaran atas sanksi hukum penyalahgunaan informasi menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan yang bermitra dengan PKK Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karangnyar. Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa Sosialisasi UU ITE terkait anti hoax, hate speech dan bullying menjadi solusi menuju pengguna media sosial sehat dan beretika. Melalui Kegiatan ini, mitra berbagi dan mendapat pemahaman mengenai konten dan sanksi hukum atas UU ITE. Melalui kegiatan pengabdian ini mitra telah  mampu mengetahui dan mengidentifikasi konten media sosial yang sehat dan bebas dari pelanggaran UU ITE. Keywords: Hoax, Hate Speech, Bullying, Media Sosial, UU ITE.

Triwanto, Triwanto; Aryani, Esti

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Penggunaan media sosial dewasa ini tidak dapat dibendung lagi seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Tidak dapat dipungkiri media sosial juga banyak digunakan oleh kaum ibu. Penggunaan media sosial secara bijak akan sangat bermanfaat bagi penggunanya. Oleh karena itu kepada masyarakat perlu diberikan pengetahuan bahwa penggunaan media sosial yang keliru dapat berakibat yang merugikan bahkan dapat berurusan dengan hukum.Kata kunci       :           media sosial, etika, hukumÂ

Triastity, Rahayu; Susanti, Rina

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPKM) ini bertujuan agar supaya anggota karang taruna memiliki kemampuan manajemen wirausaha sehingga ada kelangsungan usaha, yang pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah karang taruna di Kelurahan Manahan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Metode penyuluhan antara lain ceramah, diskusi, tanya jawab. Rencana kegiatan penyuluhan dilakukan satu kali pertemuan, berupa pelatihan pemasaran online.Luaran dari kegiatan ini adalah Karang taruna mempunyai ketrampilan pemasaran online Transfer iptek yang diselenggarakan ini bertujuan agar karang taruna memiliki ketrampilan pemasaran online dan masuk proceeding Kata kunci : Pelatihan, pemasaran online, karang taruna.Â

Sitoresmi, Ulupi; Sumardiono, Sumardiono

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

This community service was conducted for Karang Taruna, a youth organnization, at Perum Graha Kencana RT 01 RW 27 Kadipiro Surakarta. The focus was a training of using Rosetta Stone and Google Translation to improve English skills. The materials were delivered using three phases namely presentation, practise, and production. The training was beneficial for the participants specifically to improve their listening, speaking, reading, and writing skills as well as translation. Having adequate understanding of using Rosetta Stone and Google Translation, the participants were able to develop their English especially when completing school assignments.Keywords: Rosetta Stone, Google TranslationÂ

Sari, Alfonsa Maria; Betri, Tigus Juni

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

E Learning atau pembelajaran elektronik adalah konsep pembelajaran yang menggunakan media elektronik. Dewasa ini hampir semua lembaga pendidikan menggunakan perangkat pembelajaran elektronik dalam kegiatan belajar mengajar setiap harinya. Akan tetapi masih ada lembaga yang belum menerapkannya dikarenakan beberapa macam hal.            Madrasah Tsanawiyah Negeri Waru Sukoharjo sebagai mitra kami dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dalam kesehariannya telah memiliki perangkat  pembelajaran elektronik akan tetapi belum sepenuhnya dilaksanakan. Hal ini dikarenakan tidak sesuainya perangkat tersebut dengan kebutuhan dalmam belajar mengajar di sekolah.            Dengan kegiatan pengabdian ini diharapakan dapat menjadi alternatif baru bagi sekolah untuk menerapkan pembelajaran elektronik menggunakan perangkat pembelajaran elektronik yang sebelumnya digunakan Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Kegiatan presentasi berupa sosialisasi perangkat pembelajaran dibutuhkan untuk memberikan pemahaman pada siswa mengenai perangkat lunak yang ditawarkan ini.

Widhoyoko, Yudhistoro Pandu; Sutikno, Arif; Daryono, Daryono

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk peningkatan kemampuan mengidentifikasikan kebenaran suatu informasi menggunakan Model Literasi Informasi Tujuh Pilar agar menjadi tahu cara mengetahui sumber informasi yang benar, mampu meliterasi informasi, mampu mengorganisir, menerapkan, dan mengkomunikasikan informasi ke orang lain dengan cara sesuai situasi, dan mampu membandingkan dan mengevaluasi dari mana sumber informasi yang diperoleh. Pengabdian ini dilaksanakan di Purbayan, Baki, Sukoharjo pada Kelompok Pengajian Ibu-Ibu Baitul Maqmur Purbayan-Baki SukoharjoKelompok Pengajian Ibu-Ibu Perum Graha Kencana Purbayan-Baki Sukoharjo. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi ibu-ibu anggota pengajian yang akan mengikuti pelatihan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi akhir. Diperoleh hasil bahwa seluruh peserta dalam memahami cara membedakan berita bohong dan dan tidak menggunakan literasi tujuh pillar. Kata Kunci: Kemampuan Identifikasi, Peningkatan kemampuan mengidentifikasi, Berita Hoax, Literasi Informasi, Model Tujuh Pilar.

Anwar, Fuad; Kusumandari, Kusumandari; Iriani, Yofentina; Yunianto, Mohtar

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Community service activities for Muhammadiyah Elementary School Teachers in Polokarto Subdistrict, Sukoharjo Regency have been carried out. The background of this activity is the information obtained that the teachers in the school still use books and blackboards especially for subjects related to Science so that students become less creative and innovative thinking. activities carried out in the form of ongoing activities, namely training in the use of props style, motion and energy as many as 10 kits, presentation of the results of the practice of using props and the process of dissemination to students. The results obtained that all participants in understanding the teaching aids that have been trained, seen from the activeness of the participants, the ability of participants in the presentation and the results of dissemination to students in their respective schools

Sugiarti, Rara; Margana, Margana; Setiyoko, Nanang

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

UKM Batik Anisa encounters several problems including limited creativity and innovation to create new designs and iconic motifs that can represent regional characteristics, limited variations in batik color, limited market network, marketing strategies, and promotional media for batik products, limited knowledge about tourism and the important role of souvenir, and limited tools and materials that are relevant for initiating the development of new batik motif called pithecanthropus erectus (PE). This is innovative motif that has the potential to become iconic batik product of Ngawi. This activity aims to overcome problem faced by UKM Batik Anisa. Methods include counseling, discussing, training, and assisting. Results of the activity include innovations of new batik design and motifs (pithecanthropus erectus), variation of batik color through diverse combination of color, website to expand market networks, knowledge improvement concerning tourism and opportunities to create iconic souvenirs, and new tools to increase productivity of UKM Batik Anisa. Keywords: batik; design; iconic; pithecanthropus erectus.

Damayanti, Christy; Murdani, Andika Drajat

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The digital age encourages the flow of information to move quickly and shift the pattern of international relations. This has influenced the development of the total diplomacy scheme in supporting the achievement of Indonesia's diplomacy goals. In this program, we take international relations students of Slamet Riyadi University as activity partners.International Relations students should be able to engage in total diplomacy positively. They will be provided with digital intelligence according to the positive character of the nation is needed, so that they are able to contribute in growing Indonesia's positive image in the international eyes. This community service program would like to support Indonesia's efforts to collaborate digital media in a total diplomacy scheme with student youth agents, through "Strengthening Youth Digital Intelligence as a Form of Its Contribution to Indonesian Total Diplomacy." They were given socialization, training and assistance in creating content related to diplomacy. The series of activities lasted for six months, starting from the exploration to the distribution of video content made by them which was adjusted to the Indonesian diplomacy mission. Keyword : digital intelligence, Indonesia, total diplomacy, youth

Dewi, Ratih Puspita; Handitcianawati, Wiwin; Hermawan, Roby

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Gempabumi (earthquake) merupakan suatu fenomena alami yang terjadi pada kulit bumi berupa bergoncangnya atau bergetarnya bumi karena adanya pergerakan pada lapisan batuan secara tiba-tiba disebabkan karena lempeng tektonik. International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (2010) menyebutkan bahwa perempuan dan anak pada umumnyamerupakan korban utama dalam bencana alam, hal ini dikarenakan korban yang tewas lebih tinggi pada perempuan dan anak perempuan, penyebabnya karena kendala budaya berupa mobilitas perempuan, kurangnya ketrampilan yang dimiliki perempuan dibandingkan dengan laki-laki, serta kekuatan fisik perempuan yang lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meminimalkan resiko jatuhnya korban perempuan dalam bencana gempabumi dengan upaya meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan terhadap bencana gempabumi. Metode pelaksanaannya dengan melakukan sosialisasi  kesiapsiagaan  bencana  gempabumi  di  Pimpinan  Cabang  Nasyiatul  Aisyiyah Klaten Selatan. Target luaran dari kegiatan ini adalah (1) menumbuhkan kesadaran kepada kaum perempuan terhadap pentingnya pemahaman mitigasi bencana gempabumi baik sebelum,  saat  tanggap  darurat  maupun  pasca  bencana,  (2)  menumbuhkan  kewaspadaan bahwa bencana gempabumi dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga kaum perempuan harus siap  bencana  kapan  saja  dan  dimana  saja,  dan  (3)  meningkatkan  kesiapsiagaan  kaumperempuan terhadap bencana gempabumi sehingga mengurangi resiko terjadinya korban bencana dari pihak perempuan.Kata kunci: gempabumi, perempuan, kesiapsiagaan

Yuningsih, Neneng Yani; Saefulrahman, Iyep

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

In village development, the availability of accurate village profile data has an impact on its consistency policy direction.  However, there are some problems that are encountered to be able to update it including the quality of human resources, finance and infrastructure. Therefore, Community Service Program (PKM) activity is intended to provide knowledge about the importance of updating data in planning village development and helping the government update profile data and potential of their villages. The method used is training in updating basic data based on family data which is carried out by providing material and its implementation in the field. Community Service Program can be carried out according to the planned schedule, especially in the provision of training materials. Meanwhile, implementation of material in the training could not be carried out because it was constrained because lack of information technology. However, in general the Community Service Program in Neglasari Village was going well, marked by an increasing participant knowledge and an acceleration of online data updating assisted by students who were doing Community Service Program. Indirectly, this achievement at the same time show that the obstacles faced by Neglasari Village were not only on its human resources but rather on aspects of financial support and infrastructure. The actual presence from the government is needed to support the updating of the profile and potential data of this village because it is not only the village institution that requires it, but rather the central and regional governments.

Zendrato, Rosleini Ria Putri; Sunardi, Sunardi

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

AbstractPartners in the Community Partnership Program activities are Pande Besi PRASOJO located in Nangsri Kidul RT 2 / IV Nangsri Kebakkramat Karanganyar and Pande Besi MANDIRI located at  Dondong RT 2/IX Klumprit Mojolaban Sukoharjo. The two partners are traditional blacksmiths. The problems faced by the two partners are relatively the same, namely: 1) traditional / conventional production processes; 2) do not apply the principles of Occupational Health & Safety. Solutions that will be carried out from this activity are: 1) production of blower and grinding tools; 2) the use of personal protective equipment (PPE). The method that will be carried out to realize the objectives of the PKM implementation program is through: 1) Procurement of electric blowers and grinders for both partners; 2) Increased knowledge and training in the use of personal protective equipment (PPE). In this method both partner SMEs are involved in each activity starting from problem identification, action analysis, action planning and implementation of activities. Through this method, the identified problems and actions to be taken are bottom up proposals. So that every action that will be carried out is right on target and is able to realize the objectives to be achieved maximally. The results of the Community Partnership Program activities were Pande Besi PRASOJO and Pande Besi MANDIRI succeeded in increasing the quantity and quality of products through the procurement of blower and grinding tools. Both partners have also implemented occupational health and safety principles through increased knowledge and use of PPE.

Haikal, Haikal; Supriyanto, Agung; Cholis, Nur; Imam Malik, Yoga; Setiyawan, Aris

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Umbi merupakan jenis tumbuhan yang sering diolah dan dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Dengan perkembangan jaman hingga saat ini, olahan ketela rambat semakin banyak, salah satunya adalah grubi. Kabupaten karanganyar tepatnya di tawangmangu banyak UMKM yang memproduksi grubi atau walangan. Pembuatan grubi dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dengan dirajang manual menggunakan pisau. Tujuan dari perancangan mesin ini adalah untuk menghasilkan desain mesin perajang grubi semi otomatis dengan pendorong pegas.Tahapan dalam perancangan mesin perajang grubi semi otomatis ini terdiri dari ide perancangan, pengumpulan data dan bahan, perancangan desain, perhitungan komponen, pemotongan, perakitan, pengujian dan analisa mesin. Hasil perhitungan mesin perajang grubi semi otomatis menunjukkan bahwa kapasitas perajangan berkisar 30 kg/jam. Mekanisme pencacah menggunakan insert cutter system sebagai media pencacah dengan dimensi pelat dudukan pisau 45x170x5 mm. Hasil perajangan yang optimal diperoleh antara 90% sampai 95% pada sudut mata pisau 3° dengan jumlah cutter  penyayat sebanyak 83 buah.

Haryanto, Aris Tri; Dewi, Septiana Novita; Riyadi, Joko Sekti

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Ngasinan Etan Village is one of the villages located in Gebang Village. The livelihood as a small businessman from this village is very possible because of the very strategic location close to the Gebang traditional market and the traditional Pucuk padar. The increase in tofu production in Gebang village has positive and negative impacts, the positive impact is that it has increasingly increased the MSMEs of Gebang village and can improve the welfare of the community. The negative impact is the amount of tofu waste that is released, causing unpleasant odors. The main problem asked by these entrepreneurs is the accumulation of dense waste that often affects the environment which causes air pollution as it is delicious. With the consideration of the community specifically tofu entrepreneurs, and with the thought of solutions based on existing theories and research results, the first priority that needs to be done is to improve the management of solid waste management in tofu. Improvements to the tofu mill's solid waste management methods, by providing an understanding of how to manage tofu's basic waste into food products. Utilization of tofu waste can be done by drying and made with a variety of processed products that can be consumed by the community, for example, processed into tempe gembus, beef food, fish feed sources, nata de soya production, tofu waste as organic fertilizer, tofu waste, tofu waste to poultry feed and tofu pulp into processed crackers.Tofu, Gebang, Masaran, Sragen waste

Dewi, Septiana Novita; Haryanto, Aris Tri; Wariati, Ambar

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Vol. 4 (1) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini merupakan pengabdian lanjutan dari proses pengabdian sebelumnyam bahwa di Kelurahan Desa Gebang memiliki potensi untuk ditingkatkan UMKM makanan ringan.  Dengan adanya peningkatan UMKM di Kelurahan Gebang, akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungannya. Akan tetapi dalam pemasaran produk UMKM masyarakat di Kelurahan Gebang belum diimbangi dengan adanya pemanfaatan alat tekhnologi, sehingga proses pemasaran belum optimal. Hal ini disebabkan karena rata-rata pelaku UMKM memiliki usia yang tidak muda lagi, sehingga perlu pendampingan yang lebih ekstra. Pada saat era milineal ini, semua disajikan secara praktis dan efisien yaitu dengan memanfaatkan tekhnologi informasi. Seperti pemasaran melalui akun facebook, Instagram, website, twitter dan lain-lain. Hal ini bertujuan bahwa dengan menggunakan tekhnologi informasi, semua informasi produk dapat tersampaikan secara luas, baik tingkat nasional maupun internasional. Permasalahan yang utama ketika UMKM tidak memanfaatkan tekhnologi informasi dengan baik adalah mereka hanya bisa menjual produknya secara lokal dan jenis-jenis produk yang dijual tidak tersampaikan secara luas. Dalam mensiatasi kompetensi bisnis di era digital diharapkan seluruh UMKM memahami dan menggunakan digital marketing dengan baik, agar mereka mampu bersaing dengan baik hingga mencapai keunggulan k;ompetitif lebih maksimal. Materi yang diberikan kepada UMKM di Kelurahan Desa Gebang adalah tujuh konsep pemasran ampuh dengan metode digital, diantaranya adalah Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), Pembuatan Konten, Mobile Marketing, Email Marketing, Affiliate Marketing, Pemasaran Media SosialUMKM, Digital Marketing, Kelurahan Gebang