Publication Search

80,260 articles from 776 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-7 of 7

Analytics

Kemal Fahrizi Azch; Kholil Abdul Karim; Mhd Hamdani

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Natural fiber based composite materials are increasingly being developed as an environmentally friendly alternative to synthetic fiber-based composites. This study aims to characterize the thermal and mechanical properties of natural fiber composite materials and evaluate their potential use as sustainable materials. Composites are made using natural fibers as reinforcement and a polymer matrix through a specific molding method. Mechanical property characterization includes tensile tests, flexural tests, and impact tests, while thermal property characterization is carried out using thermal analysis to determine the thermal stability of the material. The test results show that the addition of natural fibers has a significant effect on improving the mechanical properties of the composite, especially tensile strength and elastic modulus, compared to the unreinforced matrix. In addition, natural fiber composites show quite good thermal stability over a certain temperature range, making them suitable for non-structural applications. Based on these results, natural fiber composite materials have the potential to be developed as environmentally friendly materials that have competitive mechanical and thermal performance.

Diah Sarasanty; Nizar Zulfika, Dicki; Tri Asmorowati, Erna; Sholikhah, Faizatus; Bashiroh, Ainin

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The construction industry is one of the fields where the implementation of Occupational Safety and Health (K3) is still not optimal, as evidenced by the still high number of work accidents. Efforts to increase this awareness can be done early on through education and training, one of which is through Vocational High Schools (SMK). In general, students are still not aware of the possibility of work accidents. Providing K3 training from an early age can help students develop the knowledge, attitudes, and behaviors that will be needed in the workplace later. The purpose of this program is to provide knowledge and skills to students of SMKN 1 Kemlagi, Mojokerto Regency regarding the basics of construction K3. The methods used to educate students through K3 learning include lectures and socialization, as well as evaluation through pre- and post-tests. Overall, K3 education activities are able to improve the understanding of students in the Building Design Modeling and Information Department of all topics discussed, including risk control strategies, preventing and dealing with fires in the work area, recognizing personal protective equipment.

Ila Nafilah; Reni, Reni Rokhayati; Yulia, Yulia Agustin; Eko, Eko Yulianto

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Character in the sense of attitude or behavior is closely related to language, and this relationship is logical or structural because language is a reflection of a person's attitudes and behavior.  Language is a symbol of human existence that can be known about their desires, educational background, customs, even their region or country of origin.  When someone communicates by choosing polite words and expressions, that person will use good sentences. Providing direction and socialization about positive language attitudes can improve language skills and foster polite and polite character among teenagers. This community service activity was held at youth youth organization Rt.001/Rw.004 Tanah Baru, Beji, Depok City, West Java. The way to select partners is based on survey and interview results, namely that the majority of teenagers still often use slang and viral language that is not educational. The method of implementing this activity is education as well as direction and socialization. The results of this community service activity are Karang Taruna youth have gained knowledge and experience regarding polite and polite character through positive language attitudes so that it will really help teenagers in socializing with their surrounding environment.

Syarifah Masthura; Nursaadah Nursaadah; M. Nuril Hadi; Rian Ramadhan; Nadiatul Zara +1 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Adolescence is a crucial developmental phase often marked by a lack of responsibility, which can lead to negative behaviors such as juvenile delinquency and promiscuity. Therefore, developing a responsible character in adolescents is essential to guide them toward positive behavior. One effective approach is through life skills education implemented in the local village (gampong) environment. This community service initiative aims to instill a sense of responsibility in adolescents by involving them in the planting and maintenance of family medicinal plants (TOGA). Through this activity, adolescents are expected to develop care, discipline, and responsibility, which are reflected in their commitment to nurturing the plants. The activity was implemented in Gampong Cot Alue, Ingin Jaya District, Aceh Besar, and carried out over two days, from February 14 to 15, 2025. The method used in the planning and execution of the TOGA planting involved five stages: (1) creating an activity plan, (2) preparing tools and materials, (3) preparing the planting area, (4) plant nurseries, and (5) creating plant identification markers. These stages were designed to introduce a structured approach to life skills and community engagement.The outcomes of the program demonstrated an increase in adolescents' awareness and understanding of the importance of TOGA. Additionally, there was a noticeable improvement in their sense of responsibility and participation in daily activities beyond school. The broader community, particularly the youth, gained valuable knowledge about the benefits of TOGA for disease prevention, treatment, and health maintenance, contributing to a healthier and more proactive lifestyle within the village environment.

Bernadeta Wahyu Astri Pratita

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sekolah Menengah Kejuruan Putra Indonesia Malang (SMK PIM) berlokasi di Jl. Barito No. 5, Bunulrejo. Sekolah ini memiliki 2 program keahlian yaitu Kimia Industri dan Farmasi Industri. Visi yang dimiliki oleh SMK ini adalah “Menjadi lembaga pendidikan vokasi yang berstandar nasional yang bersinergi dengan dunia industri dan dunia usaha sehingga mampu meluluskan insan berakhlak mulia, cerdas, unggul dalam prestasi, dan berjiwa entrepreneur”. Salah satu cara untuk membentuk jiwa entrepreneur adalah dengan belajar membuat rancangan bisnis/business plan. Teknis/mekanisme awal pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan secara luring, namun karena adanya pandemi covid-19 hal tersebut menjadi tidak mungkin dilakukan, sehingga pengabdian dilakukan secara daring (tatap muka dengan google meet). Selain dengan menggunakan google meet juga menggunakan google classroom sebagai wadah untuk konsultasi. Pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai tipe-tipe wirausaha, karakteristik kewirausahaan, faktor-faktor penentu keberhasilan wirausaha dan dilanjut dengan pemaparan materi membuat proposal business plan/rancangan bisnis. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) kegiatan berupa pelatihan membuat business plan dapat berjalan dengan baik, (2) motivasi peserta cukup tinggi karena semua ingin mengikuti pelatihan tetapi terkendala dengan adanya program PKL (total jumlah 134 orang siswa, yang dapat mengikuti pelatihan hanya 70 orang siswa), (3) pelatihan membuat business plan mendukung tugas pembelajaran yang diberikan sekolah kepada peserta, (4) template/format business plan yang diberikan bagi peserta dapat digunakan sebagai alat bantu untuk membuat proposal bisnis, (5)  meningkatkan ketrampilan dan kemampuan peserta dalam membuat proposal business plan.

Purba, Rinanda; Triadi Sya'Dian; Hutagalung, Muhammad Abrar Kasmin; Nazarruddin Nazarruddin; Daniati Syaputri

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

TK Al-Hira merupakan salah satu lembaga TK yang ada di kota Medan, namun kurang dikenal bahkan oleh masyarakat kota Medan sendiri, dan belum memiliki media promosi yang memadai. Hal ini tentu disayangkan apalagi TK Al-Hira memiliki sistem pengajaran yang berkualitas, serta berstandard Internasional. TK Al-Hira membutuhkan media promosi yang mampu merepresentasikan segala keunggulan TK Al-Hira. Bukan hanya untuk masyarakat kota Medan, namun masyarakat luas Indonesia yang ingin mengaksesnya. Perancangan media video promosi TK Al-Hira ditujukan untuk memperkenalkan TK Al-Hira kepada masyarakat kota Medan sebagai target market primer. Dengan adanya media video yang memadai, maka diharapkan akan meningkatkan jumlah siswa TK Al-Hira dari tahun ke tahun. Berdasarkan analisis data ini nantinya akan menjadi acuan dalam proses perancangan video promosi bagi sekolah tersebut. Hal tersebut dilakukan agar nantinya perancangan video promosi yang dirancang dan dihasilkan dapat benar-benar sesuai dengan karakteristik dan bisa memecahkan/menjawab masalah yang ada di sekolah. Data yang dipakai sebagai acuan berupa data-data yang bersumber dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode produksi yang akan digunakan yaitu melalui tiga tahap, diantaranya tahap pra-produksi yaitu pengumpulan data yang dibutuhkan sebagai sumber ide dalam produksi, produksi yaitu proses eksekusi konsep dan storyboard, dan tahap Pasca-produksi yang merupakan tahap editing video.

Kundharu Saddhono; Budhi Setiawan; Muhammad Rohmadi; Ani Rakhmawati; Raheni Suhita +1 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dalam rangka mewujudkan perlindungan terhadap masyarakat pedesaan terhadap paham radikalisme maka pendidikan dan penguatan wawasan kebangsaan untuk masyarakat pedesaan diperlukan sebagai bentuk kepedulian dari setiap pihak, baik pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Pendidikan dan penguatan wawasan kebangsaan untuk masyarakat pedesaan akan terbentuk jika semua pihak memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan nilai kebangsaan dimulai semenjak dini. Masyarakat saat ini sangat rentan disusupi oleh paham dan gerakan radikalisme. Hal ini dikarenakan belum ada satu pun kebijakan spesifik untuk melindungi atau memproteksi masyarakat dari penetrasi paham dan gerakan radikalisme. Untuk itu, perlu adanya langkah konkret dalam hal mencegah radikalisasi dan penanaman nilai-nilai kebangsaan. Pendidikan nilai kebangsaan pada masyarakat inilah yang menjadi dasar pembentukan awal karena meluruskan sebatang ranting jauh lebih mudah daripada meluruskan sebatang pohon, maka dari itu pendidikan nilai kebangsaan yang paling efektif adalah pendidikan pada masyarakat, terutama di pedesaan Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di masyarakat harus dilakukan dengan tepat. Pengembangan nilai moral untuk masyarakat bisa dilakukan di dalam tiga tri pusat yang ada, yaitu, keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Dalam pengembangan nilai moral untuk masyarakat perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Hal ini dikarenakan masyarakat adalah tempat berbagai macam karakter yang heterogen. Maka dari itu, tim pengabdi mengajukan kegiatan pengabdian berkaitan dengan penanaman nilai-nilai kebangsaan terhadap masyarakat pedesaan yang bertujuan untuk mengatasi perpecahbelahan masyarakat Indonesia ini dan mencegah radikalisme di masyarakat, mengingat banyaknya kelompok separatis lahir di Indonesia ini maka salah satu cara untuk memutuskan rantai gejolak yang bertujuan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi, kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan pembekalan tentang internalisasi nilai-nilai kebangsaan pada masyarakat tetapi juga akan diintegrasikan dengan aktivitas masyarakat dalam keseharian yang akan dibimbing secara komprehensif dengan mengambil tema penguatan wawasan kebangsaan Indonesia dan nasionalisme bagi masyarakat sebagai pilar bangsa.