Publication Search

62,860 articles from 506 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Yuliani Yuliani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The uniqueness of the Sasak community in preparing for the departure of prospective pilgrims to carry out the Hajj can attract the attention of researchers. So this research attempts to look at the traditions that the community carries out when carrying out the Hajj as well as the implications of the Hajj for the Sasak community. This study uses qualitative research using descriptive qualitative analysis by first collecting data through observations regarding what is happening in society, then conducting interviews. Documentation and individual experience to add data about Hajj. The results of this research show that the traditions before going on the pilgrimage for the Sasak people are still preserved today, because this tradition has existed since ancient times, from the time of our ancestors until now, it has been preserved from generation to generation. like tradition. Begawe, the opening of the pilgrimage, selararan and yasinan. The existence of this tradition has implications for the Sasak community, namely that the community has a stronger sense of solidarity, the community can build its social welfare. And for Hajj pilgrims it will be easy for them to return home.

Milawati, Milawati; Widyastuti, Widyastuti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kematian orangtua akibat COVID-19 dapat menimbulkan rasa kehilangan yang mendalam sehingga menyebabkan remaja yang ditinggalkan harus melalui proses grief hingga mampu mencapai penerimaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran grief dan proses grief serta faktor-faktor yang mempengaruhi grief pada remaja perempuan pasca kematian orangtua akibat COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik analisis theory driven. Responden dalam penelitian ini berjumlah 3 (tiga) remaja perempuan berusia 18-20 tahun dan telah kehilangan orangtua akibat COVID-19 yang terjadi 1-2 tahun yang lalu. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran grief responden terdiri atas berbagai gejala grief yang menyangkut aspek fisik, sosial, spiritual dan  psikologis. Proses grief melalui 5 tahap yaitu denial, anger, bargaining, depression dan acceptance, tetapi proses yang dialami responden tidak terjadi secara berurutan dan bersifat dinamis menuju penerimaan. Hal tersebut terjadi karena terdapat faktor pendukung antara lain kemampuan menguatkan diri, memiliki cita-cita dan harapan yang kuat, dukungan dari keluarga dan teman serta faktor penghambat antara lain hubungan emosional dengan orangtua yang meninggal, grief yang tidak terantisipasi, lapisan kehilangan, tidak menyaksikan orangtua meninggal hingga dimakamkan, isolasi mandiri setelah kehilangan dan stigma sosial yang negatif. Implikasi penelitian ini yaitu menambah khazanah kajian ilmu psikologi khususnya psikologi klinis, psikologi perkembangan dan secara lebih spesifik mengenai grief pada remaja pasca kematian orangtua akibat COVID-19.