SciRepID - Scientific Publication Search


Publication Search

Complete collection of scientific articles — 15,551 publications available

15,551
Publications
385
Journals
1,447
Total Citations
33
Universities

Showing 1-6 of 6

Analytics

mawardi, Risky; Suhartatik, Nanik; Karyantina, Merkuria

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Vol. 8 (2) Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Apple is a fruit that turn brown quickly after being cut. One method to maintain the quality of apples cut is coating the fresh-cut apples with an edible coating. Ediblei coatingi is a thini ilayer that can bei eaten and can keep the iquality ofi the icoated material. Thei study aimed toi determinei the effectiveness of edible coating aloe vera (Aloe vera chinensis L.) in inhibit enzymatic browning reaction. The designii wasi usiing icompletely irandomized idesign. The first factor was the citrus species (Citrus aurantifolia, Citrus hystrix DC, Citrus amblycarpa) iand the secondi factori was thei istorage itime (0, 3, 6 day). Edible coating applied to fresh-cut apples and tested for moisture content, total dissolved solids, weight loss, color, overall appearance, vitamin C and total plate count. Thei resultsi ishowed that aloe vera edible coating with citrus extract was not effective in inhibiting the enzymatic reaction of sliced apples. The type of citrus and storage time was affect the effectiveness of aloe vera edible coating. Citrus amblycarpa extract has a lower water content reduction effect with a water content of 54.51% on the 6th day of storage time and has an effect on the total plate count, that Citrus amblycarpa extract has decreased total plate count in day 6th. Citrus aurantifolia extract gives the effect of maintaining brightness compared to other types of citrus, with a brightness value of 58,290 on the 6th day. The type of citrus has no effect on weight loss, total dissolved solids, overall appearance. The length of storage has an effect on the effectiveness of aloe vera edible coating, the longer it is stored, the apples cut will decrease in quality.

Sakura, Hida Arum; Karyantina, Merkuria; Suhartatik, Nanik

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Vol. 8 (2) Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Sticks are delicious, crunchy, savory, long, thin, and brownish yellow snacks with various flavors.  The main ingredients of this product consist of wheat flour, , eggs, garlic, pepper, and salt.  Celery leaves were chosen because they are easy to obtain and to optimize local ingredients. Mung bean (Phaseolus radiates) itself is a vegetable food that is high in protein and fiber where the protein contained is 20-25%. This study aims to determine the effect of sticks mung bean flour and the addition of celery.  The design used was a 2 factor factorial completely randomized design (CRD).  Factor 1 is the ratio of wheat flour : mung bean flour  (75:25, 50:50, 25:75) and factor 2 is the concentration of celery porridge (10%, 20%, 30% in 30 ml of water).  The best results of chemical analysis based on the highest protein content were the ratio of wheat flour : mung bean flour 25:75 with concentration of celery porridge 20% with 2.22% water content, 1.74% ash content, 23.58% fat content, 17.75% protein content, 8.28% crude fiber and 46.41 for carbohydrates by difference, color sensory test value 3.73 (greenish brown), crunchy texture 3.40 (crispy), celery taste 3.60 (taste celery flavor) mung bean taste 2.67 (a bit of green bean flavor), celery aroma 3, 33 (smelling of celery), and 3.27 (preferred) for overall liking. The most preferred formulation of celery sticks by consumers is the comparison of wheat flour : mung bean flour 75:25 with the addition of 10% celery porridge concentration with a value of 3.47 (preferred). Sticks made from green beans and celery can be an alternative food that is high in protein and fiber.

setyaningrum, kurnianti kumala; Suhartatik, Nanik; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Vol. 8 (2) Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kombucha tea is a traditional beverages product manufactured from fermented tea and sugar solutions. Using Acetobacter xylinum sa starter. Kombucha tea has a refreshing sour taste, but the distinctives aroma make kombucha tea less attractives to consumers. Red roses (Rosa damascene) are a source of anthocyanin pigments that have not been widely used.  In addition, to increase the economic value of roses.  Based on research that has been done, red roses contain antioxidants in the form of purplish red anthocyanins.  The purpose of this study was to determine the effect of the type of sugar and the concentration of rose extract on the characteristics of rose kombucha produced.  This study used Completely Randomized Design (CRD). The factors used were the concentration of rose tea (1g/250ml, 2g/250ml, 3g/250ml) and variations in the type of sugar (palm, sand, fine).  The best chemical and organoleptic analysis based on the highest antioxidant activity was the addition of palm sugar and the concentration of the addition of rose tea 1g/250ml with a total phenolic of 10.17mg GAE/L, total dissolved solids (TPT) 11.10%, acidity (pH) 3.86, antioxidant activity 48.28%, vitamin C 11.41%, 13.63% for total sugar, sour taste score 3.06, rose flavor 2.15 and 1.10 for overall preference the addition of palm sugar and the concentration of the addition of rose tea 1g/250ml. Kombucha made from rose extract can be an alternative functional food.

Chandra Pustika, Dara; Mustofa, Akhmad; Suhartatik, Nanik

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Vol. 8 (1) Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Mi basah merupakan jenis mi yang proses pembuatannya dilakukan dengan perebusan sehingga kadar air cenderung lebih tinggi dan memiliki daya simpan relatif singkat. Bengkuang merupakan salah satu buah yang memiliki kadar serat tinggi sehingga baik untuk pencernaan. Bayam merah merupakan jenis bayam yang memiliki kandungan betalain tinggi dan cocok diaplikasikan sebagai pewarna makanan alami. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik kimia dan organoleptik mi dengan penambahan bengkuang dan bayam merah serta menentukan formulasi penambahan bengkuang dan bayam merah yang tepat sehingga diperoleh mi yang berkualitas dan disukai konsumen. Rancangan percobaan yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial yaitu perbandingan tepung tapioka dan tepung terigu serta perbandingan bubur bengkuang dengan bubur bayam merah. Formulasi mi basah terpilih baik dari segi kimia dan organoleptik adalah mi basah dengan penambahan bengkuang:bayam sebanyak 10:90 dan perbandingan tepung terigu:tepung tapioka sebanyak 50:50, dengan kadar air 32,73%, kadar abu 2,55%, kadar lemak 0,81%, kadar protein 9,07%, kadar karbohidrat 54,84%, kadar serat 5,54%, tekstur 2,53 (cukup kenyal), warna 2,99 (cukup suka), flavor bengkuang 2,32 (cukup kuat), flavor bayam 2,81 (cukup kuat), dan kesukaan keseluruhan 2,57 (cukup suka). Mi dengan bahan tapioka, bengkuang dan bayam menghasilkan mi yang kaya gizi dan juga serat serta protein

Nurhidayanti, Nurhidayanti; Suhartatik, Nanik; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Vol. 8 (1) Universitas Slamet Riyadi Surakarta

  Mi kering tepung umbi talas cenderung memiliki tekstur kurang bagus dan mudah putus. Hal ini dikarenakan talas tidak mengandung gluten meskipun mengandung pati yang cukup tinggi yaitu sekitar 70-80%. Talas kimpul juga memiliki harga yang murah dan mudah dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia dan organoleptik mi dengan penambahan tepung talas dan ekstrak daun katuk sebagai pewarna alami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor yaitu perbandingan tepung talas dan tepung terigu (90:10, 80:20, 70:30 g) serta konsentrasi ekstra daun katuk (10/100, 20/100, 30/100 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah pada perlakuan perbandingan tepung talas: terigu 70:30g dengan ekstrak daun katuk 20/100ml. Perlakuan ini menghasilkan mi dengan karakteristik kadar air 8,73%, protein 7,67%, abu 2,56%, serat 4,49% dan 13,11% untuk aktivitas antioksidan.  Hasil uji organoleptik pada perlakuan ini menghasilkan warna setelah pengeringan 3,31 (hijau gelap), warna setelah perebusan 3,29 (hijau agak gelap), cukup kenyal (2,65), aroma talas nampak (2,73) dan cukup disukai (2,17). Mi kering talas dengan penambahan daun katuk dapat menjadi alternatif mi kering yang memenuhi standar yang ada dan memiliki nilai lebih yaitu memiliki aktivitas antioksidan.

Taju Ulya, Alfinda; Mustofa, Akhmad; Suhartatik, Nanik

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Vol. 8 (1) Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Flakes merupakan makanan sarapan siap saji berbentuk pipih yang biasa dicampur dengan susu. Flakes biasa dibuat dengan bahan dasar bahan berpati. Penelitian ini menggunakan bahan dasar tepung mocaf dan tepung biji nangka dengan penambahan puree buah naga merah. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan formulasi yang tepat untuk menghasilkan flakes tepung mocaf dan tepung biji nangka dengan penambahan puree buah naga merah sebagai sumber serat. Rancangan percobaan yang dilakukan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama yaitu perbandingan rasio tepung mocaf dan tepung biji nangka (60:40, 50:50, 60:40). Faktor kedua yaitu penambahan puree buah naga merah 10, 15 dan 20%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio tepung mocaf, tepung biji nangka dan puree buah naga merah berpengaruh nyata terhadap kadar protein dan kadar serat pangan. Formulasi flakes dengan kandungan serat dan protein paling optimal serta disukai panelis terdapat pada rasio tepung mocaf 40%, tepung biji nangka 60% dengan penambahan puree buah naga merah sebanyak 20% yang memiliki kadar air 9,69%, kadar abu 2,28%, kadar lemak 11,41%, kadar serat pangan 11,17%, kadar protein 8,26% kadar karbohidrat 76,62%. Hasil uji organoleptik terhadap warna 3,77 (oranye sedikit gelap), kekerasan 3,96 (agak keras), kerenyahan 2,43 (cukup renyah), flavor biji nangka 2,80 (flavor biji nangka cukup berasa), kesan halus/kasar 3,45 (agak kasar), dan kesukaan keseluruhan 2,95 (cukup suka). Flakes berbahan baku tepung mocaf, biji nangka dan buah naga merah memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk pangan baru.