SciRepID - Scientific Publication Search


Publication Search

Complete collection of scientific articles — 15,569 publications available

15,569
Publications
385
Journals
1,447
Total Citations
33
Universities

Showing 1-4 of 4

Analytics

Margiyati Margiyati; Novita Wulan sari; Mimin Indah Lestari; Anisa Sulistyaningtyas; Tria Friska Ningrum

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Vol. 2 (2) Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Proses  menua  menimbulkan  permasalahan  baik  secara  fisik,  biologis, mental maupun sosial ekonomi. Lansia merasa terbatas aktivitasnya, sering sakit, lingkungan kurang bersahabat, dan tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya dan ini menjadi tanda rendahnya kualitas hidup lanjut usia karena mereka tidak menikmati masa tuanya.  Hasil  survey menggunakan  Mini  Mental  Status  Exam (MMSE)  diperoleh  data  bahwa  lansia  sebanyak  45  orang  yang  terdaftar  di Posyandu Setya Manunggal III Dusun Lempuyangan Bulan Januari 2020 menunjukkan yang mengalami penurunan kognitif sedang sebanyak 13 orang, penurunan kognitif berat sebanyak 5 orang. Hasil wawancara dengan kader lansia didapatkan data yang banyak mengalami pikun dikarenakan lansia hanya di rumah tanpa  adanya  aktivitas  lain  karena  adanya  keterbatasan  mobilitas  fisik.  Kader sendiri  oleh  penanggunggjawab  BKL  (Bina  Keluarga  Lansia)  dari  kecamatan Bergas sudah diarahkan untuk memberikan edukasi kepada lansia dan keluarga, baik itu bisa berupa permainan ataupun memberikan pelatihan kerajinan tangan, namun karena keterbatasan informasi, minimnya dana operasional, dan kurangnya kemampuan kader menjadikan program tersebut hanya wacana. Analisis fenomena tersebut menjadi latar belakang tim pengabdian masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro bekerjasama dengan Puskesmas Bergas untuk melaksanakan kegiatan bertema, “ Penerapan Brain Gym, Puzzle Therapy, dan Handycraft Training  sebagai  Upaya  Meningkatkan  Kualitas  Hidup  Lansia  Dusun Lempuyangan, Gebugan, Kab.Semarang”.    

rahmanti, ainnur; Margiyati Margiyati; Intan Alawiyah; Dina Selviana

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 Vol. 5 (2) SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Prediabetes will become a widespread health problem and have a serious impact (emerging epidemic. Prediabetes condition is a condition of a person before suffering from diabetes mellitus which is characterized by an increase in hyperglycemic status above the normal laboratory threshold value, but does not increase in diabetics. The prevalence of diabetes increases every year, data shows 5-14% of prediabetic conditions will become diabetic every year. There has been a shift in the age of people with diabetes, from previously a disease that affects the elderly, to a disease that attacks at a young age. If young age is identical with type 1 diabetes, now individuals are the group of young adults also suffers from type 2 diabetes mellitus. Likewise with prediabetes, the number of young adults who experience prediabetes is increasing every year. Students are a group of young adults who have a combination of risk factors for hyperglycemia. Life such as reduced physical activity because it is not necessary to exercise regularly for a certain period of time such as in the previous education period makes students have a high risk of developing prediabetes conditions. Efforts to detect non-communicable diseases early in the community are expected to help reduce and prevent the incidence of prediabetes that occurs in Kesdam IV/Diponegoro Akper students.

Kodir Kodir; Margiyati Margiyati; Tria Friska Ningrum; Dita Amalia

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 Vol. 5 (2) SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Old age is a final stage in the span of human life. Health problems that are often found in the elderly, one of which is psychological disorders, namely anxiety, depression, readiness. These psychological disorders usually cause the emergence of sleep disorders, namely insomnia. Insomnia has an impact on physical effects, namely fatigue and muscle pain. The combination of progressive relaxation techniques and keroncong music is a non-pharmacological therapy given to clients by tensing certain muscles and then relaxing chili sauce accompanied by keroncong music. The purpose of this study was to determine the effect of a combination of progressive relaxation therapy and keroncong music on insomnia in the elderly at the Setya Manunggal III Posyandu, Semarang Regency. This type of research is a quasi-experimental approach with a one group pre-post-test design without control approach. The population of the study was the active elderly who were registered at the Setya Manunggal III Posyandu Lansia as many as 33 elderly. The research sample was determined by purposive sampling by taking into account certain criteria, namely: 1) the elderly who were registered at the Setyamanunggal III Posyandu, 2) aged 60-74 years. 3) Does not experience limitations or paralysis of limbs 4) Likes keroncong music. The exclusion criteria set included: 1) Elderly people with dementia 2) Elderly people who received medication to help sleep/anti-depressants/sedatives 3) Elderly people with total hearing loss. Insomnia measuring instrument using the KSBPJ Questionnaire. The results showed that there was an effect of Combination of Progressive Relaxation Therapy and Keroncong Music on insomnia in the elderly with a t value of 16,142 > t table.

Margiyati Margiyati; Novita Wulan Sari; Andre Dwi Susilo; Hanifah Heppy Findiasari; Jihan Rifi Marwiriyanti +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Vol. 2 (1) Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Indonesia sedang mengalami transisi menuju struktur penduduk tua (ageing population)   sebagai   dampak       peningkatan   Usia   Harapan   Hidup   (UHH). Peningkatan jumlah lansia ini diikuti dengan peningkatan ragam penyakit degeneratif, seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan penyakit jantung koroner. Data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan terjadi transisi epidemiologi dari penyakit menular ke peningkatan penyakit tidak menular (PTM) sehingga kaum lansia cenderung mempunyai penyakit yang multipatologis. Kementerian Kesehatan mencatat, angka sakit pada kaum lansia terhitung cukup besar, mencapai 25,05 persen pada 2014. Permasalahan meningkatnya populasi lansia memerlukan bentuk pelayanan kesehatan tersendiri salah satunya penyelenggaraan Pos Pelayanan Terpadu Lanjut Usia (posyandu lansia). Hasil pengkajian di Posyandu Lansia Sabar Narimo terdapat sekitar 100 lansia yang terdaftar di dusun Lempuyangan, namun karena  keterbatasan  kader  pelaksanaan  posyandu  hanya  sebatas  pengukuran tekanan darah dengan metode kunjungan rumah. Mayoritas kader tidak mengetahui pelayanan posyandu dengan sistem 5 meja. Beberapa lansia mengalami stroke karena   hipertensi   kronis   yang   baru   diketahui   saat   masuk   RS.   Intervensi keperawatan yang disusun untuk mengatasi masalah defisiensi kesehatan komunitas karena tingginya angka kejadian PTM pada lansia disertai kurang optimalnya program pelayanan kesehatan melalui posyandu lansia setempat adalah dilaksanakannya revitalisasi posyandu lansia sebagai upaya pengendalian PTM berbasis pemberdayaan masyarakat. Analisis fenomena tersebut menjadi latar belakang tim pengabdian masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro bekerjasama dengan Puskesmas Bergas untuk melaksanakan kegiatan bertema, “Revitalisasi Kader Posyandu Lansia Sabar Narimo Sebagai Upaya Pengendalian PTM Pada Lansia Di Dusun Lempuyangan Desa Gebugan Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang”. Hasi kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu lansia dalam pelaksanaan pelayanan posyandu 5 meja.