EKSTRAK LABU KUNING (Cucurbita maxima D) ASAL DESA GETASAN KABUPATEN SEMARANG SEBAGAI KRIM PELEMBAB KULIT DAN HAIR TONIC

Abstract
Salah satu faktor yang mempengaruhi pertambahan panjang dan pertumbuhan rambut yaitu kondisi kulit yang sehat. Kulit yang kering, bersisik menyebabkan pertumbuhan rambut menjadi terganggu sehingga berpengaruh terhadap panjang rambut. Hal ini disebabkan oleh nutrisi yang digunakan dalam pertumbuhan rambut menjadi berkurang. Daging buah labu kuning (Cucurbita maxima D.) memiliki kandungan flavonoid dan terpenoid sebagai senyawa pemicu penumbuh rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas formula krim pelembab secara in vitro dan hair tonic ekstrak labu kuning. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental murni menggunakan desain post test group. Pengujian aktivitas pertumbuhan rambut dengan menggunakan punggung tikus putih galur wistar yang diolesi kosmetika sebanyak 2 ml setiap hari selama 3 minggu. Pertumbuhan rambut diukur melalui panjang dan bobot rambut yang telah dicukur.  Uji aktivitas pelembab kulit secara in vitro menggunakan plastik kedap air, dan ditimbang perubahan bobotnya selama 5 jam. Untuk mengevaluasi adanya perbedaan aktivitas masing -masing konsentrasi, dilakukan pengujian statistika ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim pelembab ekstrak labu kuning konsentrasi 7% selama 300 menit, memiliki kemampuan dalam peningkatan bobot secara signifikan (p< 0,05) dibandingkan dengan formula lainnya. Sediaan hair tonic ekstrak etanol buah labu kuning dengan konsentrasi tinggi 10% memiliki aktivitas dalam peningkatan panjang rambut yang signifikan dibandingkan dengan formula lain (p< 0,05). Panjang rambut yang dihasilkan selama pengamatan 21 hari sebesar 2,606 cm. Bobot rambut yang dihasilkan selama pengamatan 21 hari, pada konsentrasi 10% sebesar 0,080gram merupakan bobot rambut terbesar dibandingkan kelompok lainnya ((p< 0,05). Semakin besar konsentrasi yang digunakan, semakin baik aktivitas melembabkan kulit dan pertumbuhan rambut.
How to Cite

Istianatus Sunnah, et al. (2022). EKSTRAK LABU KUNING (Cucurbita maxima D) ASAL DESA GETASAN KABUPATEN SEMARANG SEBAGAI KRIM PELEMBAB KULIT DAN HAIR TONIC. Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang, 4(2). https://doi.org/10.55606/sinov.v4i2.333

Istianatus Sunnah; Ni Putu Dian; Ni Made Putri Desiari; Agitya Resti Erwiyani, "EKSTRAK LABU KUNING (Cucurbita maxima D) ASAL DESA GETASAN KABUPATEN SEMARANG SEBAGAI KRIM PELEMBAB KULIT DAN HAIR TONIC," Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang, vol. 4, no. 2, 2022.

Istianatus Sunnah; Ni Putu Dian; Ni Made Putri Desiari; Agitya Resti Erwiyani. "EKSTRAK LABU KUNING (Cucurbita maxima D) ASAL DESA GETASAN KABUPATEN SEMARANG SEBAGAI KRIM PELEMBAB KULIT DAN HAIR TONIC." Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang, vol. 4, no. 2, 2022.

Istianatus Sunnah; Ni Putu Dian; Ni Made Putri Desiari; Agitya Resti Erwiyani. "EKSTRAK LABU KUNING (Cucurbita maxima D) ASAL DESA GETASAN KABUPATEN SEMARANG SEBAGAI KRIM PELEMBAB KULIT DAN HAIR TONIC." Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang 4, no. 2 (2022).

Istianatus Sunnah, et al. (2022) 'EKSTRAK LABU KUNING (Cucurbita maxima D) ASAL DESA GETASAN KABUPATEN SEMARANG SEBAGAI KRIM PELEMBAB KULIT DAN HAIR TONIC', Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang, 4(2). doi: 10.55606/sinov.v4i2.333.

Istianatus Sunnah; Ni Putu Dian; Ni Made Putri Desiari; Agitya Resti Erwiyani. EKSTRAK LABU KUNING (Cucurbita maxima D) ASAL DESA GETASAN KABUPATEN SEMARANG SEBAGAI KRIM PELEMBAB KULIT DAN HAIR TONIC. Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang. 2022;4(2).

Artikel Terkait
Tren Sitasi Jurnal