Cahaya Kemuliaan: Minyak Zaitun Sebagai Simbol Kehadiran Ilahi dalam Kemah Suci (IMAMAT 24:1-4)

Abstract
Leviticus 24:1-4 outlines the procedures for administering the holy oil and bread in the Temple as part of the required worship. This article highlights the importance of purity and proper offerings in the worship of God. Through theological analysis, this journal explains the depth of the symbolic meaning of the holy oil and bread, as well as their relevance in understanding the role of service and worship in ancient Jewish religious traditions
Keywords
How to Cite

Veronika Tumangger & Landong Sihombing (2024). Cahaya Kemuliaan: Minyak Zaitun Sebagai Simbol Kehadiran Ilahi dalam Kemah Suci (IMAMAT 24:1-4). Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama, 3(1). https://doi.org/10.55606/jutipa.v3i1.419

Veronika Tumangger; Landong Sihombing, "Cahaya Kemuliaan: Minyak Zaitun Sebagai Simbol Kehadiran Ilahi dalam Kemah Suci (IMAMAT 24:1-4)," Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama, vol. 3, no. 1, 2024.

Veronika Tumangger; Landong Sihombing. "Cahaya Kemuliaan: Minyak Zaitun Sebagai Simbol Kehadiran Ilahi dalam Kemah Suci (IMAMAT 24:1-4)." Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama, vol. 3, no. 1, 2024.

Veronika Tumangger; Landong Sihombing. "Cahaya Kemuliaan: Minyak Zaitun Sebagai Simbol Kehadiran Ilahi dalam Kemah Suci (IMAMAT 24:1-4)." Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 3, no. 1 (2024).

Veronika Tumangger & Landong Sihombing (2024) 'Cahaya Kemuliaan: Minyak Zaitun Sebagai Simbol Kehadiran Ilahi dalam Kemah Suci (IMAMAT 24:1-4)', Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama, 3(1). doi: 10.55606/jutipa.v3i1.419.

Veronika Tumangger; Landong Sihombing. Cahaya Kemuliaan: Minyak Zaitun Sebagai Simbol Kehadiran Ilahi dalam Kemah Suci (IMAMAT 24:1-4). Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama. 2024;3(1).

Artikel Terkait
Tren Sitasi Jurnal