Peran Komunikasi Antarbudaya dalam Mengatasi Hambatan Sosialisasi Program Pemerintah di Wilayah Multikultural

Abstract
Culturally diverse regions face unique challenges in implementing government outreach programs. This study explores how intercultural communication can be an effective solution to address these barriers. The research was conducted through a case study of an inclusive education program in Papua. The results show that a participatory approach and local language adaptation increased the program's acceptance by the local community.
Keywords
How to Cite

Putri ayu, et al. (2024). Peran Komunikasi Antarbudaya dalam Mengatasi Hambatan Sosialisasi Program Pemerintah di Wilayah Multikultural. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi, 1(1). https://doi.org/10.62383/dialogika.v1i1.49

Putri ayu; Desi Romandani; Afifah Arum Wijayanti, "Peran Komunikasi Antarbudaya dalam Mengatasi Hambatan Sosialisasi Program Pemerintah di Wilayah Multikultural," Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi, vol. 1, no. 1, 2024.

Putri ayu; Desi Romandani; Afifah Arum Wijayanti. "Peran Komunikasi Antarbudaya dalam Mengatasi Hambatan Sosialisasi Program Pemerintah di Wilayah Multikultural." Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi, vol. 1, no. 1, 2024.

Putri ayu; Desi Romandani; Afifah Arum Wijayanti. "Peran Komunikasi Antarbudaya dalam Mengatasi Hambatan Sosialisasi Program Pemerintah di Wilayah Multikultural." Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi 1, no. 1 (2024).

Putri ayu, et al. (2024) 'Peran Komunikasi Antarbudaya dalam Mengatasi Hambatan Sosialisasi Program Pemerintah di Wilayah Multikultural', Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi, 1(1). doi: 10.62383/dialogika.v1i1.49.

Putri ayu; Desi Romandani; Afifah Arum Wijayanti. Peran Komunikasi Antarbudaya dalam Mengatasi Hambatan Sosialisasi Program Pemerintah di Wilayah Multikultural. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi. 2024;1(1).

Artikel Terkait
Tren Sitasi Jurnal