Memikirkan Ulang Konsep Kesalahan : Tantangan Gen MAOA terhadap Pertanggungjawaban Pidana
The modern doctrine of criminal responsibility is built on the premise of free will and individual deliberative capacity. However, advances in neurogenetics, particularly findings regarding MAOA-L gene expression, have presented a structural disruption to this framework. The MAOA-L gene has been empirically associated with impaired impulse regulation and increased aggressive responses, particularly in combination with childhood trauma. This study aims to evaluate how MAOA-L gene expression influences the capacity for criminal responsibility and to analyze the tension between classical legal constructs and biological determinants within the structure of culpability. The research method employed normative research with a conceptual approach. The results indicate that the dichotomy-based mens rea doctrine fails to accommodate the degree of control capacity shaped by neurobiological structures. MAOA-L cannot be treated as a basis for forgiveness, but rather serves as an evaluative variable in assessing the spectrum of legal responsibility. In this position, criminal law maintains the principle of individual responsibility but formulates it through a new framework based on actual capacity rather than a universal voluntaristic assumption. This reformulation is necessary to avoid disproportionate attribution of blame and to allow criminal law to move toward a system that is more adaptive to biological realities without falling into determinism.
Zul Khaidir Kadir (2025). Memikirkan Ulang Konsep Kesalahan : Tantangan Gen MAOA terhadap Pertanggungjawaban Pidana. Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara, 2(3). https://doi.org/10.62383/jembatan.v2i3.2362
Zul Khaidir Kadir, "Memikirkan Ulang Konsep Kesalahan : Tantangan Gen MAOA terhadap Pertanggungjawaban Pidana," Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara, vol. 2, no. 3, 2025.
Zul Khaidir Kadir. "Memikirkan Ulang Konsep Kesalahan : Tantangan Gen MAOA terhadap Pertanggungjawaban Pidana." Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara, vol. 2, no. 3, 2025.
Zul Khaidir Kadir. "Memikirkan Ulang Konsep Kesalahan : Tantangan Gen MAOA terhadap Pertanggungjawaban Pidana." Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara 2, no. 3 (2025).
Zul Khaidir Kadir (2025) 'Memikirkan Ulang Konsep Kesalahan : Tantangan Gen MAOA terhadap Pertanggungjawaban Pidana', Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara, 2(3). doi: 10.62383/jembatan.v2i3.2362.
Zul Khaidir Kadir. Memikirkan Ulang Konsep Kesalahan : Tantangan Gen MAOA terhadap Pertanggungjawaban Pidana. Kajian ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara. 2025;2(3).
Peran Advokat dalam Perlindungan Hak Korban Pemerkosaan dalam Sistem Peradilan di Indonesia
Faidhul Rasyid; Reza Fitri Ananda
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerapan Peraturan Daerah Kabupaten Gorontalo Nomor 04 Tahun 2014 Tentang Penertiban Hewan Ternak di Desa Ilomata, Kecamatan Bilato
Cici Cahyani Lamunte; Erman I. Rahim; Julius T. Mandjo
Faktor Penghambat Penerapan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Ketertiban Umum di Kota Gorontalo
Haikal Pontoh; Lisnawaty W. Badu; Nuvazria Achir
Implementasi Permensos Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pengumpulan Uang atau Barang dalam Praktek Pengumpulan Donasi Bencana Alam oleh Mahasiwa
Ratih Sulastri; Zamroni Abdussamad; Fitran Amrain
Phishing dan Upaya Perlindungan Hukum di Indonesia Sebagai Ancaman Kejahatan Siber
Gina Sonia Kafiar
Pertanggungjawaban Pidana Korporasi atas Kerusakan Lingkungan yang Mengakibatkan Bencana Banjir Bandang berdasarkan Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Roby Andika Harahap; Tri Reni Novita