Seni Bordir di Desa Karang Malang Sebagai Upaya Mengurangi Pengangguran dan Melestarikan Seni Bordir di Indonesia

Jurnal Ekspos 📅 2024 Vol 1, No 1
Abstract
Kudus selain terkenal sebagai kota Kretek, Kudus juga dikenal sebagai kota bordir. Produksi bordir tersebar luas di Kabupaten Kudus, terutama di Kecamatan Gebog, Desa Karangmalang. Bordir merupaka hiasan pada kain atau bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Bordir juga kerajian untuk aksesoris pada busana, keindahan bordir dilihat dari pewarnaan benang. Alat bordir ada 3 yaitu, mesin icik, mesin juki, dan mesin komputer. Peminat yang paling disukai adalah berdesain bunga. Tujuan pada penelitian ini adalah mengajak masyarakat supaya kerajinan bordir ini tidak hilang.  Adapun metode yang digunakan kualitatif naratif, data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara dengan pemilik bordir tersebut.
How to Cite

Hemalia & Nur Fajrie (2024). Seni Bordir di Desa Karang Malang Sebagai Upaya Mengurangi Pengangguran dan Melestarikan Seni Bordir di Indonesia. Jurnal Ekspos, 1(1).

Hemalia; Nur Fajrie, "Seni Bordir di Desa Karang Malang Sebagai Upaya Mengurangi Pengangguran dan Melestarikan Seni Bordir di Indonesia," Jurnal Ekspos, vol. 1, no. 1, 2024.

Hemalia; Nur Fajrie. "Seni Bordir di Desa Karang Malang Sebagai Upaya Mengurangi Pengangguran dan Melestarikan Seni Bordir di Indonesia." Jurnal Ekspos, vol. 1, no. 1, 2024.

Hemalia; Nur Fajrie. "Seni Bordir di Desa Karang Malang Sebagai Upaya Mengurangi Pengangguran dan Melestarikan Seni Bordir di Indonesia." Jurnal Ekspos 1, no. 1 (2024).

Hemalia & Nur Fajrie (2024) 'Seni Bordir di Desa Karang Malang Sebagai Upaya Mengurangi Pengangguran dan Melestarikan Seni Bordir di Indonesia', Jurnal Ekspos, 1(1).

Hemalia; Nur Fajrie. Seni Bordir di Desa Karang Malang Sebagai Upaya Mengurangi Pengangguran dan Melestarikan Seni Bordir di Indonesia. Jurnal Ekspos. 2024;1(1).

Artikel Terkait
Tren Sitasi Jurnal