KONSEP TAZKIYATUN NAFS DALAM KITAB AYYUHAL WALAD KARYA IMAM AL-GHAZALI: KAJIAN HERMENEUTIKA SASTRA DAN RELEVANSINYA BAGI PEMBANGUNAN JIWA MANUSIA MODERN

Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dalam kitab Ayyuhal Walad karya Imam Al-Ghazali serta menelaah relevansinya bila dibaca dari sudut pandang sastra. Ayyuhal Walad merupakan risalah tasawuf berbentuk surat nasihat yang ditulis Al-Ghazali pada masa akhir hidupnya untuk menjawab permintaan seorang murid senior yang telah lama menuntut ilmu namun merasa belum menemukan makna dan arah amal dari ilmu yang dipelajarinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif berupa studi pustaka (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis) dan pendekatan hermeneutika sastra, yakni pembacaan teks keagamaan sebagai teks bernilai sastra yang memiliki struktur naratif, gaya retorika, metafora, dan relasi dialogis antara penutur (guru) dan pendengar tersirat (murid). Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ghazali menempatkan tazkiyatun nafs sebagai proses sentral yang berlangsung melalui tiga tahap yang saling berkelindan, yaitu takhalli (pengosongan diri dari akhlak madzmumah/tercela), tahalli (pengisian diri dengan akhlak mahmudah/terpuji), dan tajalli (penghayatan kehadiran Ilahi), yang ditempuh melalui tiga instrumen utama: mujahadah (kesungguhan melawan hawa nafsu), riyadhah (latihan spiritual yang konsisten), dan muhasabah (evaluasi diri atas ilmu dan amal). Analisis tekstual terhadap struktur ke-24/25 nasihat dalam kitab ini memperlihatkan bahwa pola retorika sapaan 'Ayyuhal Walad' (Wahai Ananda) berfungsi sebagai strategi sastra yang membangun kedekatan emosional, sehingga pesan etis tersampaikan bukan melalui doktrin yang kaku, melainkan melalui tuturan kasih sayang seorang guru kepada anak didiknya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep tazkiyatun nafs Al-Ghazali tetap relevan sebagai kerangka reflektif untuk mengatasi krisis spiritual dan krisis makna pada manusia modern yang secara intelektual kaya namun secara ruhani mengalami kekosongan.
Keywords
How to Cite

Muhammad Ahad Az Zahid, et al. (2026). KONSEP TAZKIYATUN NAFS DALAM KITAB AYYUHAL WALAD KARYA IMAM AL-GHAZALI: KAJIAN HERMENEUTIKA SASTRA DAN RELEVANSINYA BAGI PEMBANGUNAN JIWA MANUSIA MODERN. Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 5(4).

Muhammad Ahad Az Zahid; Muhammad Sofwan; Syarifudin Yunus, "KONSEP TAZKIYATUN NAFS DALAM KITAB AYYUHAL WALAD KARYA IMAM AL-GHAZALI: KAJIAN HERMENEUTIKA SASTRA DAN RELEVANSINYA BAGI PEMBANGUNAN JIWA MANUSIA MODERN," Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, vol. 5, no. 4, 2026.

Muhammad Ahad Az Zahid; Muhammad Sofwan; Syarifudin Yunus. "KONSEP TAZKIYATUN NAFS DALAM KITAB AYYUHAL WALAD KARYA IMAM AL-GHAZALI: KAJIAN HERMENEUTIKA SASTRA DAN RELEVANSINYA BAGI PEMBANGUNAN JIWA MANUSIA MODERN." Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, vol. 5, no. 4, 2026.

Muhammad Ahad Az Zahid; Muhammad Sofwan; Syarifudin Yunus. "KONSEP TAZKIYATUN NAFS DALAM KITAB AYYUHAL WALAD KARYA IMAM AL-GHAZALI: KAJIAN HERMENEUTIKA SASTRA DAN RELEVANSINYA BAGI PEMBANGUNAN JIWA MANUSIA MODERN." Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 5, no. 4 (2026).

Muhammad Ahad Az Zahid, et al. (2026) 'KONSEP TAZKIYATUN NAFS DALAM KITAB AYYUHAL WALAD KARYA IMAM AL-GHAZALI: KAJIAN HERMENEUTIKA SASTRA DAN RELEVANSINYA BAGI PEMBANGUNAN JIWA MANUSIA MODERN', Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 5(4).

Muhammad Ahad Az Zahid; Muhammad Sofwan; Syarifudin Yunus. KONSEP TAZKIYATUN NAFS DALAM KITAB AYYUHAL WALAD KARYA IMAM AL-GHAZALI: KAJIAN HERMENEUTIKA SASTRA DAN RELEVANSINYA BAGI PEMBANGUNAN JIWA MANUSIA MODERN. Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya. 2026;5(4).

Artikel Terkait
Tren Sitasi Jurnal