Klaim Artikel Anda
Verifikasi kepemilikan artikel akademik
Apakah artikel-artikel ini milik Anda?
Daftarkan diri Anda sebagai author untuk mengklaim artikel dan dapatkan profil akademik terverifikasi dengan fitur lengkap.
Badge Verifikasi
Profil terverifikasi resmi
Statistik Lengkap
H-index, sitasi, dan metrik
Visibilitas Tinggi
Tampil di direktori author
Kelola Publikasi
Dashboard artikel terpadu
Langkah-langkah Klaim Artikel:
- 1. Daftar akun author dengan email akademik Anda
- 2. Verifikasi email dan lengkapi profil
- 3. Login dan buka menu "Klaim Artikel"
- 4. Cari dan klaim artikel Anda
- 5. Tunggu verifikasi dari admin (1-3 hari kerja)
Menampilkan 1–2 dari 2 artikel
Pelatihan Peningkatan Kesadaran Anti-Perundungan dan Pencegahan Perilaku Perundungan di SMP Gembala Baik Pontianak
Tetty Simbolon
; Hemma Gregorius Tinenti
; Martinus Martinus
; Jimiana Bunga
Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat
Vol 3
, No 1
(2026)
The lack of awareness regarding the emotional impact of bullying remains a persistent issue in schools. It hinders students’ ability to build self-confidence, form healthy social relationships, and reach their full academic potential. In response to this concern, an anti-bullying training program was implemented at a junior high school (SMP Gembala Baik Pontianak). The program aimed to enhance students’ understanding of different forms of bullying and their consequences, while also promoting act...
Sumber Asli
Google Scholar
DOI
Salib Kampung sebagai Simbol Inkulturasi: Integrasi Keimanan Katolik dan Ritual Adat Nosu Minu Podi
Pirminus Pirminus
; Tjang, Yanto Sandy
; Amadi Amadi
; Hemma Gregorius Tinenti
; Felisitas Yuswanto
Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik
Vol 3
, No 4
(2025)
This study explores the Village Cross as a symbol of inculturation, integrating Catholic faith with the Nosu Minu Podi ritual in Dusun Perintis, Balai Sebut Village, Sanggau Regency. Nosu Minu Podi, a post-harvest rice ritual, originally centered on the ancestral statue (Pantak) as the main focus of worship. The introduction of Catholicism led to a symbolic transformation, replacing the Pantak with the Village Cross while maintaining ancestral values and harmonizing them with Catholic practices....
Sumber Asli
Google Scholar
DOI