Publication Search

94,961 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-12 of 12

Analytics

Abd. Herman Syah Thalib; Ricky. Z; Rusli Abdullah; Nur Aliza Aszahra; Ainun Ainun

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Stroke is a non-communicable disease that still has the highest death rate in the world. Even though stroke is not transmitted from one sufferer to another through contact, prevention must still be improved. Lifestyle and socioeconomics are thought to be one of the biggest factors that cause strokes. This activity aims to prevent and manage stroke by increasing knowledge in detecting signs and symptoms of stroke, preventing recurrent strokes and changing lifestyle modification behavior. Community service activity methods include health education, health checks to identify risk factors for hypertension/stroke, empowering families to recognize signs and symptoms of stroke, controlling stroke risk factors and lifestyle modification. The results of the activity showed that the majority of respondents had had one stroke (60%), the majority of families had sufficient knowledge (60%) about preventing recurrent strokes, the majority of respondents had a low risk (50%). Increased knowledge of patients and families in detecting signs of preventing stroke risk factors is targeted at changing behavior and improving healthy lifestyles to prevent recurrent strokes.

Yantimala Mahmud; Basmalah Harun; Sanghati Sanghati; Heldy Yati Bouty; Reski Ramdani

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Adolescence is a challenging period because it involves the transition from childhood to adulthood. Physical and psychological changes in adolescents can have an impact on their mental health. To prevent mental disorders in teenagers, various prevention efforts continue to be carried out, including providing education about mental health in teenagers, but at Bawakaraeng High School they have never received education about the importance of recognizing mental disorders in teenagers. The aim of this community service is to provide mental health information including efforts to prevent mental disorders in teenagers with thought stopping and five finger hypnosis. Community service was carried out at Bawakaraeng High School, November 16 2020 with a total of 60 students participating. The results of this service activity showed an increase in knowledge about mental health in adolescents, namely from 16,67% to 83,33% in the good category and participants were able to carry out stress management with mental health and five finger hypnosis.. Adolescent mental health education can provide increased knowledge about adolescent mental health and stress management that can be carried out by adolescents.

Nurhayati Nurhayati; Magdalena Limbong; Andi Arniyanti; Asra Hatlah; Desriani Desriani

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Hypertension is nicknamed the silent killer because it is a disease without symptoms. This refers to a condition where blood pressure increases beyond normal limits, namely systolic pressure ≥140 mmHg and diastolic pressure <90 mmHg. Educational activities and detection of hypertension symptoms were carried out because the incidence rate was still high in the Maccini Sawah Health Center Working Area. This service is carried out with the target of people aged ≥ 40 years so that they can maintain a healthy lifestyle and have the knowledge, attitudes and skills to implement the principles of healthy living for every community. The aim of this service is to increase public awareness, understanding of prevention, lifestyle changes and increased participation in health decisions. The method for implementing this community service is education and blood pressure checks carried out simultaneously. There were 23 people who took part in this activity. The activity ran smoothly and well where the people who had been invited to take part in the education and detection of hypertension symptoms had followed it to completion with a total of 20 families participating. There are still many people who do not have their health checked at the health center. The community health center needs to carry out a door to door visit program to increase the coverage of the P2M program and reduce morbidity due to non-communicable diseases, especially hypertension.

Hendra Candra; Haria Saputri; Patria Adiguna; Fisy Amalia; Adhy Firdaus +7 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

The impact of Covid-19 Virus is very significant for Indonesia economic, especially for small traders or generally called Small and Medium Enterprises (SMEs).  In connection with the situation of the Covid-19 pandemic which is more better, the tourism in Cisarua Bogor has also begun to be visited by visitors so that the SMEs have also begun to actively trade again. Along with this, the community service is carried out with the aim of providing socialization and training to SMEs regarding the financial transaction recording system in their businesses.  The methods used are socialization, counseling, discussion, interviews and training to SMEs around Cibereum Village RT.001 / RW.006, Cisarua District, Bogor Regency. This activity lasted for 2 (two) weeks starting from preparation and planning, while the implementation of the activity is 2 (two) days, and the community service Team is 17 lecturers of STIE Ganesha Jakarta were followed by 10 lecturers of Management and 7 lecturers of Accounting. The results obtained from counseling and discussion is SMEs understand if the importance of financial recording in their business. While the results of training and mentoring, the SMEs feel more clearly and on path about the entry and exit of funds from their business results and the application is also quite easy to understand. The advice that can be given is that SME traders who have not yet recorded should immediately start implementing financial records even though with simple record and for SME traders who already have records but not yet neat, should start tidying up the financia lrecord transactions according to what has been explained above.

Amalia Nuruul Azizah; Devi Riri Yuliyani; Amelia Lestari

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Bahasa ibu merupakan alat komunikasi pertama seorang anak pertama dilahirkan yang berasal dari lingkungan terdekatnya baik dari ibu, ayah, sanak saudara dan juga lingkungan masyarakat sekitar. Bahasa ibu pun sering disebut juga dengan bahasa daerah dimana seorang anak tersebut dilahirkan maka bahasa yang ia gunakan adalah menggunakan bahasa ibu, hal ini dikarenakan agar tetap terjaganya bahasa daerah tersebut dan juga agar tetap lestari. Penggunaan bahasa daerah atau bahasa ibupun berpengaruh terhadap lingkungan sekitarnya dimana keadaan lingkungan tersebut akan terbawa oleh anak hingga besar nanti, lingkungan pun merupakan daerah yang paling dekat dengan anak dan sering berinteraksi sehari-hari. Maka dari itu perlu adanya sosialisasi pelatihan bahasa daerah sebagai penggunaan bahasa ibu. Tujuannya adalah untuk  untuk meningkatkan kemampuan penggunaan bahasa daerah pada anak usia dini dan untuk membentuk dan membangun kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan bahasa daerah sebagai bahasa ibu. Teknik yang digunakan untuk pelatihan ini adalah pengumpulan data, menentukan tema kegiatan, membuat materi kegiatan, melakukan sosialisasi dan pelatihan,dan yang terakhir yaitu mengevaluasi.

Alwi Sofyan; Fitrian Prila Wardani; Wina Agustina

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Desa Patimuan sebenarnya memiliki banyak potensi yang belum banyak diekspos oleh media secara maksimal. Salah satu potensi ekonomi yang ada di desa Patimuan dan menjadi andalan karena sudah dikenal oleh kalangan luas adalah pertanian jeruk. Kebun jeruk yang ada di di desa tersebut seluas 250 hektar. Potensi lain yang sebenarnya belum terekspos secara efektif adalah kebun sayur organik dan tanaman hias. Hal ini memang belum banyak mendapatkan perhatian dari kalangan umum. Selain itu, masih ada beberapa potensi desa yang lain yang seyogyanya dapat lebih ditingkatkan dengan adanya program pemberdayaan masyarakat. Menurut kepala desa Patimuan, Muttaqin. S.Pd.I, masyarakat di desa Patimuan masih harus meningkatkan kemampuannya dalam memaksimalkan potensi di desa ini. Sayangnya, masyarakat yang potensial tersebut masih ketinggalan dalam penguasaan dan pemanfaatan smartphone untuk online marketing. Setelah kami mengetahui kurangnya pengetahuan di bidang teknologi ini, maka kami menawarkan proposal PKM-M yang berjudul "Pengenalan online marketing melalui media smartphone di desa Patimuan, Kecamatan Patimuan Kabupaten Cilacap". Menurut kepala desa Patimuan, Muttaqin. S.Pd.I, masyarakat di desa Patimuan masih harus meningkatkan kemampuannya dalam memaksimalkan potensi di desa ini. Dengan terealisasinya proposal ini kami berharap besar akan adanya perubahan signifikan terhadap masyarakat Desa Patimuan dalam hal pengetahuan teknologi dan penggunaannya. Hal tersebut yang akan menjadikan Desa Patimuan dikenal sebagai desa model di kabupaten Cilacap yang berkecimpung dalam marketing online. Dan bukan hal yang mustahil, jika prosposal yang kami tawarkan ini bergerak maju sesuai yang diharapkan, nantinya Desa Patimuan akan menjadi desa percotohan dan teladan bagi desa lainnya.

Febri isnawati; Devi Riri Yuliyani; Duryati

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengadakan pelatihan wirausaha rumahan, ini memberikan kesan yang baik bagi peserta. Salah satunya adalah kegiatan pada hari pertama yaitu tanggal 21 Juli 2020. Dimana kegiatan yang mengawali deretan jadwal kegiatan pelatihan wirausaha ini adalah dengan mengadakan acara sosialisasi tentang wirausaha rumahan dan produksi Citruk. Produk yang dibuat nantinya akan dipasarkan sesuai dengan arahan tim pelaksana, sehingga memberikan manfaat untuk masyarakat agar bisa berkembang dan berwirasusaha meskipun hanya berperan sebagai Ibu Rumah Tangga, serta membantu peningkatan finansial keluarga. Peserta dalam kegiatan tersebut terdiri dari 40 Ibu Rumah Tangga, 20 Perempuan Remaja, dan 20 Perempuan Dewasa. Berlokasi di desa Patimuan RT 1 RW 7 Kecamatan Patimuan Kabupaten Cilacap.

Fitrian Prila Wardani; Amalia Nurul Azizah; Fina Oktaviani

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Sebagian besar masyarakat sudah mengetahui apa itu kain perca, kain sisa potongan yang sudah tidak terpakai tersebut ternyata masih bisa dimanfaatkan. Bahkan di tangan - tangan kreatif, kain perca dapat disulap menjadi barang-barang kerajinan yang trendi dan tentunya bermanfaat. Membuat kerajinan kain perca, ternyata tidak serumit yang kita bayangkan, cukup sedikit ketelitian dan kreatifitas kita saja.Pelaksanaan pelatihan pembuatan bross dengan kain perca sebagai bahan dasat menggunakan metode sebagai berikut : 1. Sosialisasi kegiatan pelatihan dan pendampingan pembelajaran konsep-konsep ilmiah yang relevan terkait pemanfaatan dan pengelolaan kain perca menjadi kerajinan. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi grup yaitu memberikan waktu untuk tanya jawab tentang materi yang telah diberikan. 2. Pendampingan pelatihan melalui beberapa metode. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan materi secara menyeluruh terkait kegiatan. Selain metode ceramah juga menggunakan metode demonstrasi dan latihan. Metode ini dilakukan dengan mempraktekkan dan memberikan pelatihan dalam pembuatan bross dari kain perca kepada masyarakat. Pelatihan dibimbing pemateri dan setiap kelompok juga berkesempatan untuk saling bertukar pikiran, ide dan mengadakan latihan bersama untuk berkreasi dalam menghasilkan bross dengan berbagai variasi. 3. Pendampingan pelatihan dan manajemen pengembangan usaha yang baik. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, metode diskusi, dan latihan. Masyarakat yang hadir cukup antusias dalam mengikuti pelatihan pemanfaatan kain perca. Masyarakat menirukan apa yang dicontohkan oleh tim pelaksana, kebanyakan masyarakat belum pernah membuat bross dari kain perca. Namun, Alhamdulillah dengan adanya pelatihan, masyarakat dapat membuat bross dari kain perca bahkan salah beberapa masyarakat bisa membuat bross dengan sangat bagus sehingga tim pelaksana memberikan hadiah sebagai penghargaan dan apresiasi agar merangsang masyarakat untuk menekuni pemanfaatan kain perca untuk dijual, sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Desa Sudagaran Kecamatan Sidareja.Program Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dapat memberikan sumbangsih positif bagi kemajuan dunia pendidikan. Dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu "Pelatihan Pembuatan Bross dengan Bahan Dasar Kain Perca" dapat menambah pengetahuan, meningkatkan pemahaman, kreativitas, produktivitas dan keterampilan serta tingkat ekonomi masyarakat Desa Sudagaran Kecamatan Sidareja.

Amalia Nuruul Azizah; Alfi Muklis Kurniawan; Fina Oktaviani2

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Penyebab pernikahan dini biasanya adalah faktor budaya dan sosioekonomi. Beberapa orangtua beranggapan bahwa anak dapat menjadi penyelamat keuangan keluarga saat menikah karena anak yang belum menikah akan menjadi beban keluarga. Ada pula yang beranggapan, anak akan memiliki kehidupan yang lebih baik setelah menikah. Padahal, bila anak tersebut putus sekolah, justru akan memperpanjang rantai kemiskinan serta hak dasar anak seperti sekolah terampas. Dampak lain pernikahan dini adalah merugikan perekonomian negara karena sebanyak 1,7 persen pendapatan negara bisa hilang.

Sutariyono Sutariyono; Adhy Firdaus; Devid Putra Arda; Muhammad Arief Noor; Fuad Siregar +7 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

The human resource (HR) consolidation program in improving the welfare of the waste management community in Ciputat Market aims to improve the quality of life of waste managers through relevant training and education. Held during May 2021, this activity includes intensive training and counseling. Training includes waste management management, recycling techniques, and entrepreneurship, while counseling provides knowledge about the importance of environmental health and hygiene. Group discussions and field visits were also conducted to see best practices in waste management. The results of this activity show a significant increase in the skills and knowledge of waste managers, who are now able to apply recycling techniques more efficiently and utilize waste into products with selling value. Their awareness of the importance of maintaining environmental health and hygiene is also increasing, creating a cleaner and healthier market environment and increasing their income through the sale of recycled products. The implication of this activity is to improve the welfare of the waste management community in Ciputat Market. With the new skills they acquire, waste managers not only improve their own economic conditions but also contribute to the cleanliness and health of the market environment. This program shows that with the right training and education, waste managers can be effective agents of change in society.

Salman Alparis Sormin; Dharma Gyta Sari Harahap

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui peran apa saja yang orang tua berikan selama mendampingi anak dalam kegiatan belajar di rumah pada anak usia Sekolah Dasar di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam kegiatan pegabdian kepada masyarakat ini melalui kegiatan yang dikemas secara workshop tentang peran orang tua di masa pandemic Covid-19 dalam pembelajaran daring bagi anak usia sekolah dasar, sedangakan yang menjadi khalayak sasarannya adalah para orang tua di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi orang tua dalam membantu, membimbing anak belajar secara daring di rumah dan memahami bagaimana pentingnya pengawasan bagi anak dalam proses pendidikan, sekaligus dapat merasakan bagitu berat tugas seorang guru dalam mendidik anak di sekolah.

Rina Sulistyowati; Yulis Saidah; Dinasti Aulia Hakim

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Restaurant Tax is one of the Programs from the Directorate General of Taxes which has the objective of being a tax on the consumption of goods and services within the Customs Area which is imposed in stages in each line of production and distribution. VAT is an indirect tax because the payment or collection of the tax is deposited by another party who is not the taxpayer. Tax Servants (Tax Lecturers) have the task of assisting taxpayers (RM. Bebek general and RM. Kaliotic) related to online tax reporting techniques or e-feliing. The result of this PKM training is that tax servants can understand the concept of taxation and how to calculate VAT on consumer products and services. So as to assist tax servants in carrying out assistance to partners in 2020.