Publication Search

66,773 articles from 556 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Isnaini Putri Az-Zahra; Syairul Bahar; Meicca Javanisa Utami; Mutiara Cinta; Mutiara Cinta4, Naila Azzahra +2 more

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study discusses the symbolic meaning of Lipaq Saqbe as a social identity of the Mandar Tribe. This traditional clothing not only functions as a cultural identity but also has a deep symbolic meaning and reflects the values ​​of the Mandar people. This study uses qualitative descriptive methods and Malinowski's functionalist theory to understand the social and cultural functions of Lipaq Saqbe clothing. The results of the study indicate that the motifs and colors of Lipaq Saqbe have certain meanings related to social status and personal identity. In addition, the use of this traditional clothing in various traditional ceremonies shows its important role in preserving culture. The Mandar Tribe has adapted to the development of the times while maintaining the authenticity of its traditional motifs, making Lipaq Saqbe a symbol of their living cultural heritage. This study is expected to contribute to the understanding of socio-cultural dynamics in Indonesia, especially in West Sulawesi.

Hasan Hasan; Haryeni Haryeni; Muslimat Muslimat

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Kalindaqdaq merupakan salah satu tradisi adat yang berasal dari etnis suku Mandar, Sulawesi Barat. Tradisi ini berupa penyampaian perumpamaan saat hendak menyampaikan keinginannya kepada seseorang, berkarakteristik layaknya sebuah pantun juga puisi. Kalindaqdaq adalah sebuah ungkapan perasaan dari seseorang, sehingga juga disebut sebagai puisi mandar. Puisi Mandar ini biasanya bertujuan untuk merayu wanita, perjuangan, sindiran, ataupun motivasi.  Asal kata dari kalindaqdaq berasal dari suku kata Kali (Gali) dan daqdaq (dada), jadi secara bahasa, Kalindaqdaq dapat diartikan ’isi dada’ atau cetusan perasaan dan pikiran yang  dinyatakan dalam kalimat-kalimat yang indah. Kalindaqdaq yang merupakan ekspresi kreativitas masyarakat Mandar, pertama kali disyairkan oleh rakyatnya pada saat raja ke-empat kerajaan Balanipa, Daetta Tommuane dan Daetta Towaine diarak mengendarai kuda Pattudu. kalindaqdaq digolongkan dalam berbagai macam tema yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari tema agama yang bernuangsa syaria’ah maupun tasawuf, percintaan, patriotisme sampai ke-yang  jenaka (humor). Kalindaqdaq Mandar disampaikan oleh seorang penutur, biasanya pemuda, atau lelaki paruh baya, bahkan biasanya orang tua, singkatnya ia dilakoni oleh kaum pria. Kalindaqdaq dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari di daerah Mandar, utamanya dalam acara-acara khusus sepertia; Mettumae (melamar), Pelantikan Raja dan acara mappatammaq (orang khataman Al Qur’an menunggangi kuda penari).