Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Ayu Krisna Hadi, Kesia Uma; Suhartatik, Nanik; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Mangga (Mangifera indica L.) merupakan buah musiman dan cepat rusak, sehingga untuk mengawetkannya dapat diolah menjadi fruit leather. Gum merupakan hidrokoloid yang dapat digunakan untuk memperbaiki plastisitas fruit leather. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik sensoris dan sifat fisikokimia fruit leather yang terbuat dari beberapa jenis mangga dengan perbedaan konsentrasi gum dan mendapatkan fruit leather terbaik berdasarkan kadar vitamin C dan serat pangan tertinggi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu jenis mangga (manalagi, golek, dan madu) masing-masing (99,5; 98,5 dan 97,5%), sedangkan faktor yang kedua yaitu gum (0,5; 1,5 dan 2,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fruit leather yang optimal berdasarkan kadar vitamin C tertinggi adalah fruit leather dengan kombinasi perlakuan mangga golek-gum (99,5%:0,5%) dan mangga madu-gum (99,5%:0,5%) sebesar 25,99 mg/100 gram dan serat pangan tertinggi adalah fruit leather dengan kombinasi perlakuan mangga manalagi-gum (98,5%:1,5%) sebesar 9,27%.

Aulia Debby Pelu; Ira P. Ely; Lukman La Bassy

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2020 Universitas Muhamadiyah Manado

Labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan sayuran penting karena nilai nutrisinya dan manfaat kesehatannya. Tanaman ini adalah sumber karotenoid yang kaya akan vitamin larut air, fenolat, flavonoid polisakarida, garam mineral, dan vitamin yang semuanya bermanfaat bagi kesehatan. Buah labu kuning mempunyai kulit yang sangat tebal dan keras, sehingga dapat bertindak sebagai penghalang laju respirasi, keluarnya air melalui proses penguapan, maupun masuknya udara penyebab proses oksidasi.. Tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak biji labu kuning (curcubita moschata) terhadap daya hambat bakteri staphylococcus aureus dengan metode Difusi sumuran. Jenis penelitian ini adalah True Eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode  difusi sumuran. Sebagai control positif yang di ganakan adalah kloramfenikol. Selanjutnya diinkubasi pada temperatur 37o selama 24 jam yang kemudian zona hambat yang terbentuk selanjutnya diukur. Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak biji labu kuning (curcubita moschata) memiliki aktivitas antibakteri dengan adanya daya hambat disekitar sumuran dari masing-masing konsentrasi ekstrak. Pada konsentrasi ekstrak 10% diameter daya hambat 19 mm, konsentrasi 15% diameter daya hambat 20 mm, konsentrasi  20% diameter daya hambat 21 mm dan untuk konsentrasi 15% dengan diameter daya hambat 24 mm, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji labu kuning (curcubita moschata.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri staphylococcus aureus.

Risman Tunny; Aulia Debby Pelu; Nena Budiman

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2020 Universitas Muhamadiyah Manado

Masyarakat kecematan kairatu biasa menggunakan daun sirih popar (ficus septica burm) sebagai obat luka, penyakit kulit, mengatasi bisul. Masyarakat maluku belum mengetahui kandungan dan manfaat lain dari tanaman  awar-awar /sirih popar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihatkan duangan senyawa fitokimia serta melihat aktivitas antioksidan pada sampel. Menggunakan metode DPPH dan di ukur pada spektrofotometri UV-Vis. Hasil skrining fitokimia menunjukan daun awar-awar positif mengandung senyawa fitokimia vlavonoid, fenol, saponin, tanin. Hasil pengukuran dari spektrofotometri UV-Vis aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukan bahwa, pada Ekstrak methanol daun awar-awar mempunyai aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar (56,169 ppm), sedangkan aktivitas antioksidan vitamin C sangat kuat dari pada ekstrak methanol daun awar-awar dengan nilai IC50  (25,437ppm).

Fahmi A. Lihu; Rona Febriyona; Annisa Frizke Botutihe; Cahyani Napu

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2020 Universitas Muhamadiyah Manado

 Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Proses menua ini ditandai dengan perubahan pada fisik maupun mental lansia maupun kemunduran fungsi kognitif salah satunya demensia. Salah satu kelainan yang diduga memiliki hubungan dengan penurunan fungsi kognitif ini adalah adanya defisiensi vitamin D. Tujuan dari penelitian ini untuk Mengetahui Hubungan Antara Keadekuatan Asupan Vitamin D Dengan Kejadian Demensia Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga. Desain penelitian analitik dengan rancangan cross sectional untuk mengetahui hubungan antara keadekuatan asupan vitamin d dengan kejadian demensia pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Telaga. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di wilayah kerja puskesmas telaga yang menderita demensia sejumlah 38 orang, sampel berjumlah 38 orang yang telah terseleksi melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat.          

Aletta Dewi; Ahmad Mansur; Tuwuh Adhistyo

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Jagung sebagai bahan pangan akan semakin diminati konsumen, terutama bagi yang mementingkan pangan sehat, dengan harga terjangkau bagi semua kalangan. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga merupakan sumber protein yang penting dalam menu masyarakat di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah : 1) mengetahui kandungan vitamin B1 pada pasta spagetty tepung jagung dengan massa jagung 250 gram, 300 gram dan 350 gram. 2) mengetahui kandungan vitamin B2 pada pasta spagetty tepung jagung dengan massa jagung 250 gram, 300 gram dan 350 gram. 3) mengetahui kandungan vitamin protein pada pasta spagetty tepung jagung dengan massa jagung 250 gram, 300 gram dan 350 gram. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah penilaian subyektif dengan spektro photo meter (DppH) dalam analisis kandungan B1, B2 dan protein pada pasta spagetty menggunakan bahan dasar tepung jagung. Analisis destripsi prosentase pada uji kesukaan konsumen. Hasil penelitian pasta spagetty dari jagung yaitu 1) sampel A (massa jagung 250 gram) vitamin B1 49, 053 %, protein 5, 671 % dan air 52, 865 %. 2) sampel B (massa jagung 300 gram) B1 52, 089 %, protein 5, 391 % dan air 56,897 %  3) sampel C (massa jagung 350 gram) B1 54,897 %, protein 5, 082 % dan air 60, 482 %. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa kandungan dari spagetty dari bahan dasar tepung jagung local bisa memiliki kwalitas yang tidak jauh berbeda dengan spagetty pada umumnya sehingga kedepannya dapat di jadikan alternative olahan makanan bahan dasar jagung.