Publication Search

80,083 articles from 753 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Benhard Siagian; Elsa Tri Mukti; S. Nurlaily Kadarini

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Population growth and socio-economic activities increase traffic volume, affecting the performance of the Raden Kusno – A. Djaelani – Sujarwo signalized intersection. This study aims to analyze the intersection’s current performance, estimate its condition over the next five years, and formulate alternative treatment strategies. The research data include geometric characteristics, signal timing, vehicle speed, and traffic volume obtained from CCTV recording over a three-day observation period from moning to evening, as well as population and vehicle data for projection. The intersection performance was analyzed using the PKJI 2023 approach and VISSIM simulation. Under current conditions, the intersection operates at LOS E with delays of 45,12 seconds (PKJI 2023) dan 60,56 seconds (VISSIM). In the five-year projection, delays increase to 48,97 seconds with LOS E (PKJI 2023) and 131,29 seconds with LOS F (VISSIM). Modifying the signal from four to three phases with a 70-second cycle improves the current condition to LOS C, with delays of 24,50 seconds (PKJI 2023) and 29,43 seconds (VISSIM). For the five-year projection, adding a continuous left-turn lane results in LOS D with 27,04 seconds (PKJI 2023) and LOS C with 32,01 seconds (VISSIM).

Gabriela Cassandra; Heri Azwansyah; S.Nurlaily Kadarini

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Increasing traffic activity at unsignalized intersections often results in congestion and delays. The intersection of Jl. Imam Bonjol and Jl. Daya Nasional experiences these conditions, making performance evaluation necessary. This research tends to scrutinize the intersection performance under existing conditions and five-year projected conditions and to identify appropriate improvement measures. The analysis was carried out using the 2023 Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI 2023) and PTV VISSIM microsimulation software. Data on intersection geometry, vehicle speed, and traffic volume were collected through CCTV observations on weekdays and weekends. The results show that under existing conditions, the degree of saturation reached 1.170 with an average delay of 33.75 seconds (LOS D). In the five-year projection, the degree of saturation increased to 1.239 with an average delay of 53.69 seconds (LOS E). These findings indicate a decline in intersection performance, highlighting the need for alternative traffic management measures to improve operational performance and service levels.    

Muhammad Dzulfikar Andika Satriatama; Elsa Tri Mukti; S. Nurlaily Kadarini

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

The increase in traffic volume in urban areas often triggers various problems, especially at Road intersection points that have a high level of interaction between vehicles. One of the locations that experience these problems is the intersection with the island of traffic without signal on Jl. Tebu-Jl. Tabrani Ahmad, City Of Pontianak. This study aims to analyze the performance of the intersection in the existing condition and project its performance in the next five years (2030), as well as formulate alternative treatment that can improve the smoothness of traffic. The analysis method refers to Indonesian road capacity guidelines (PKJI) 2023 and modeling using software PTV VISSIM. The data collected include intersection geometry, traffic volume, and vehicle speed. Traffic volumes were obtained through CCTV recordings for three consecutive days, then processed and presented in the form of tables and graphs for easy interpretation. The results of the existing condition analysis showed that the degree of saturation (DS) reached 0.407 with an average delay of 9.539 seconds (Level of Service/LOS B) based on PKJI, while VISSIM simulation resulted in a delay of 12.54 seconds (LOS B). The five-year projection (2030) shows an increase in DS to 0.878 with a delay of 15.177 seconds (LOS C) from PKJI, and 23.35 seconds (LOS C) from VISSIM, which indicates a decrease in Junction performance as traffic grows. Two handling alternatives were analyzed, namely the construction of roundabouts and the implementation of traffic flow management. VISSIM simulation shows that the roundabout can reduce the delay to 14.31 seconds with a queue length of 20.34 m (LOS B), while the flow management produces a delay of 11.81 seconds with a queue of 13.14 m (LOS B). This result confirms that both alternatives are able to improve the performance of the intersection compared to the projected condition without handling, so that it can be a technical recommendation for urban traffic planning in Pontianak.

Aulia, Yuris; Hadi, Suprapto

Jurnal Teknik Sipil 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Persimpangan jalan merupakan titik pertemuan pada jaringan transportasi di mana dua atau lebih ruas jalan bertemu, yang dapat menimbulkan konflik arus kendaraan. Kondisi lalu lintas sangat mempengaruhi kinerja jalan, terutama pada persimpangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja Simpang Tiga Yogya Mall Kota Tegal melalui evaluasi lalu lintas dan simulasi, dengan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kemacetan. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan untuk mengumpulkan data volume arus kendaraan dan geometrik jalan, serta perhitungan kapasitas jalan menggunakan metode PKJI 2023. Simulasi dilakukan dengan aplikasi Vissim, dengan kalibrasi dan validasi parameter perilaku pengemudi untuk mendekati kondisi aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja simpang pada kondisi eksisting sesuai dengan standar PKJI 2023 memiliki tingkat pelayanan D dengan derajat kejenuhan (DJ) rata-rata 0,81 dan tundaan rata-rata 38,66 detik per kendaraan. Hasil simulasi menunjukkan peningkatan ke tingkat pelayanan C dengan tundaan yang lebih rendah (28,84 detik). Implikasi dari hasil penelitian ini adalah rekomendasi untuk mengoptimalkan arus lalu lintas di simpang tersebut melalui penerapan pengaturan sinyal yang lebih efisien dan penyesuaian geometrik simpang, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi kemacetan di Simpang Tiga Yogya Mall Kota Tegal

Ali, Zahdan Ferdian; Mulatsih, Retno; Amalia, Listiati

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2024 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Persimpangan merupakan simpul dalam jaringan transportasi dimana duaatau lebih ruas jalan bertemu dan pada simpang inilah terdapat potensi konflik lalulintas yang mungkin akan terjadi. Terutama pada simpang empat bersinyal Hangtuah kota Tegal, dimana salah satu upaya untuk mengurangi konflik lalu lintas dengan melakukan pengaturan ulang waktu siklus dan fase pada simpang. Simpang diberi pengaturan APILL bertujuan untuk menghindari terjadinya konflik lalu lintas sehingga dapat meningkatkan keselamatan, dan sebagai upaya untuk mempertahankan kapasitas jalan. Metode yang digunakan dalam analisis kinerja simpang adalah menggunakan  perhitungan menggunakan MKJI dan software PTV VISSIM.Sedangkan untuk analisis konflik lalu lintas dengan melakukan pengamatan langsung dan dibandingkan dengan software SSAM untuk mengetahui jumlah konflik yang terjadi. Langkah selanjutnya yaitu dengan memberikan rekomendasi penanganan dari permasalahan konflik lalu lintas dengan menggunakan softwarePTV VISSIM.

Roma Andika

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Persimpangan merupakan simpul dalam jaringan transportasi dimana dua atau lebih ruas jalan bertemu dan pada simpang inilah terdapat potensi konflik lalu lintas yang mungkin akan terjadi. Terutama pada simpang empat bersinyal Maya kota Tegal, dimana salah satu upaya untuk mengurangi konflik lalu lintas dengan melakukan pengaturan ulang waktu siklus dan fase pada simpang. Simpang diberi pengaturan APILL bertujuan untuk menghindari terjadinya konflik lalu lintas dan sebagai upaya untuk mempertahankan kapasitas jalan. Metode yang digunakan dalam analisis kinerja simpang adalah menggunakan perhitungan pada MKJI dan menggunakan software PTV VISSIM. Sedangkan untuk analisis konflik lalu lintas dengan melakukan pengamatan langsung dan dibandingkan dengan software SSAM untuk mengetahui jumlah konflik yang terjadi. Langkah selanjutnya yaitu dengan memberikan rekomendasi penanganan dari permasalahan konflik lalu lintas dengan menggunakan software PTV VISSIM. Rekomendasi penanganan yang dilakukan yaitu dengan melakukan pengaturan ulang waktu siklus menggunakan pengaturan 3 fase dan 4 Fase, yang selanjutnya akan dibandingkan dengan kondisi awal. Dari rekomendasi yang telah dilakukan menggunakan software PTV VISSIM, didapatkan rekomendasi yang paling tepat adalah menggunakan pengaturan 3 Fase. Hasil dari simulasi pengaturan 3 fase, ternyata efektif mengurangi jumlah konflik lalu lintas dan tingkat pelayanan masih dalam kondisi baik.

Sarwanta, Sarwanta; Abdulgani, Hamdani

Jurnal Teknik Sipil 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Persimpangan jalan sebidang  merupakan tempat pertemuan  arus kendaraan dari berbagai arah,  baik yang menuju  dan yang meninggalkan persimpangan. Hal ini mengakibatkan terjadinya konflik antar kendaraan yang pada saat bersamaan berada pada titik yang sama. Pada umumnya pengendara akan mengurangi kecepatan, hal ini akan mengakibatkan terjadinya tundaan. Evaluasi kinerja persimpangan perlu dilakukan, untuk mengetahui kinerja persimpangan terkini. Langkah antisipasi dapat segera dilakukan agar kinerja simpang dapat dijaga dan dipertahankan dalam kondisi baik. Dalam penelitian ini, akan dilakukan analisis kinerja persimpangan dengan menggunakan perangkat lunak Vissim, yang berlokasi pada simpang tidak bersinyal pasar butun, kota Balikpapan. Data yang diperlukan untuk masukan ke dalam model meliputi data arus lalu lintas pada jam sibuk atau jam puncak kepadatan dan data geometri persimpangan. Keluaran yang dihasilkan oleh model adalah informasi kinerja simpang berupa parameter Degree of Saturation (DS) pada kondisi eksisting yaitu sebesar 1,70 dan untuk kondisi 5 tahun yang akan datang 2,20.  Parameter panjang antrian dan waktu tundaan pada kondisi eksisting adalah 33,0 m dan 3,65 detik/smp dan untuk proyeksi 5 tahun yang akan datang adalah 87 m dan waktu tundaan 189 detik/smp.

Sarwanta, Sarwanta; Hamdani Abdulgani

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

A level road intersection is a meeting place for vehicle flows from various directions both towards the intersection and leaving the intersection, so that at the intersection there is the potential for vehicle conflicts to occur which are at the same time at the same point. This causes the vehicle to reduce speed. Reducing vehicle speed at intersections results in the potential for queues and delays. Evaluation of the performance of the intersection needs to be done to find out the current performance of the intersection, so that anticipatory steps can be taken so that the performance of the intersection can be maintained and maintained in good condition. In this study, an analysis of intersection performance will be carried out using the Vissim software. In this study, an assessment of the unsignalized intersection of Pasar Butun, Balikpapan City was carried out. The data needed for input into the model include traffic flow data at rush hour or peak density hours, intersection geometry data. The output or results generated by the model are intersection performance information in the form of queue length and delay time parameters  Degree of Saturation (DS) for the existing condition is 1.70 and for the next 5 years it is 2.20. Parameters of queue length and time delay in existing conditions are 33.0 m and 3.65 sec/pcu and for the next 5 years projection are 87 m and delay time is 187.s/pcu