SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,336 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Putri Maria Theresia Kehi; I Wayan Sudiarsa; Maria Oktaviani Suryati; Yosefina Dehadi; Maria Karlinda

Saturnus: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi 2026 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

This study aims to analyze consumer purchasing behavior on e-commerce platforms using the Decision Tree algorithm as an easily interpretable classification method. The dataset used consists of 12,330 transaction records with 18 attributes representing visitor characteristics and user activities during interactions with the e-commerce platform. The research stages include data exploration to identify initial patterns, data preprocessing to handle missing values and class imbalance, splitting the data into training and testing sets, training the Decision Tree model, evaluating model performance, and visualizing the tree structure to analyze decision rules.The test results show that the Decision Tree model with a maximum depth of 3 achieves fairly good performance, with an average accuracy of 89.78%, precision of 69.82%, recall of 59.95%, and an F1-score of 64.51% for the buyer class. The visualization of the decision tree provides clear interpretation of the main attributes influencing purchasing decisions, thereby facilitating understanding for non-technical decision makers. Overall, this study demonstrates that the Decision Tree method is effective in modeling consumer purchasing behavior in e-commerce and can be utilized as a basis for data-driven business decision making, particularly in marketing strategies and improving sales conversion rates.

Rahmad Efendy; Roma Pasaribu; Ratna Ashary; Putri Nabila; Raymond Fransiscus

Jurnal Penelitian Manajemen dan Inovasi Riset 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

This study aims to analyze the influence of Product Quality, Price, Sales Promotion, and Advertising on consumer purchasing decisions on the Bukalapak online store platform. This study used a quantitative approach with descriptive methods, aiming to illustrate the relationships between variables based on empirical data. Primary data were obtained by distributing questionnaires to 120 respondents who were active Bukalapak users in the West Medan District. The data analysis technique used was multiple linear regression with the aid of SPSS software to determine the effect of each independent variable on the dependent variable. The analysis results indicate that, partially, the variables Product Quality, Sales Promotion, and Advertising have a positive and significant influence on purchasing decisions. This means that the higher the product quality, the more effective the promotion, and the more attractive the advertisement, the greater the likelihood of consumers making a purchase. Conversely, the variable Price showed a negative and significant influence, indicating that inappropriate pricing can reduce purchase intention. Simultaneously, all four variables have a significant influence on purchasing decisions. The Adjusted R Square value of 70.4% indicates that this research model is able to explain 70.4% of the variation in purchasing decisions, while the dependent variable is influenced by factors outside the model. This study recommends that Bukalapak continue to improve product quality, develop competitive pricing strategies, strengthen promotions, and create creative advertising. Further research is recommended to consider additional variables such as product reviews, brand image, and service quality to enrich the analysis.

Okviandre Yoga Putra; Eka Ardhianto

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

The digital revolution has transformed retail industry into a new era full of opportunities through e-commerce but also presenting challenges in online furniture sales. Due to their inability to precisely measure and see furniture in their spaces, many customers are hesitant to make purchases. Augmented Reality (AR) offers solutions through realistic visualizations, but it’s costly and has a lot of accessibility problems. WebAR solves these issues by delivering AR features directly on mobile browsers without requiring additional apps. This study investigates the impact of WebAR innovation on e-commerce furniture by examining the roles of interactivity (IN), vividness (VI), augmentation (AU), customization (CT), and ease of access (EA) on purchase intention (PI), mediated by spatial presence (SP), decision comfort (DC), and satisfaction (SF). Using the Stimulus-Organism-Response (SOR) model, data from 100 respondents were analyzed with the PLS-SEM algorithm using SmartPLS 4.0. The findings tell us that WebAR significantly enhances consumers’s shopping experience and ultimately boosts purchase intention.

Imam Yunianto; Muhamad Malik Mutoffar; Sri Kuswayati

FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin 2024 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

The classic problem for city residents is the economic problem which is still not evenly distributed, where there are already residents with a high economic level, but there are still many city residents whose economy is below the poverty line due to low education and minimal skills so they can only work as unskilled laborers. minimal income. For this reason, this article wants to propose skills training that can be used to improve the economy by becoming an entrepreneur who uses websites to market his wares. With training to create an online shop using WordPress, the costs required by residents are not expensive and the material taught is also not too difficult. Hopefully this training can be a solution to the problems of city residents.

Yohanes Surya

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Saat ini, dengan munculnya e-commerce di Indonesia, orang hanya tinggal di rumah, membeli barang secara online dan mengirimkannya langsung ke rumah. Semua dapat dilakukan dengan beberapa klik atau ketukan. Dengan mempertimbangkan kemudahan ini, minat belanja online semakin meningkat. E-commerce di Indonesia tumbuh signifikan sejak beberapa tahun terakhir. Dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Barometer Konsumen Google bersama toko online Elevenia, Jumlah transaksi online di Indonesia meningkat, 78% responden berbelanja online melalui gadget seluler. di Indonesia mencatat 41% penjualannya berasal dari Jakarta, namun enam bulan kemudian angka ini turun menjadi 22%. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya konsumen di Jakarta yang rutin berbelanja online, konsumen di luar Jakarta juga memberikan kontribusinya terhadap pasar e-commerce di Indonesia, termasuk masyarakat di kota Semarang. Dengan semakin merabahnya perkembangan industri e-commerce Transmart berinovasi dengan meluncurkan Transmart Home Dilevery (THD) diharap mampu membantu memenuhi kebutuhan harian masyarakat terutama produk fresh food namun tetap meminimalisir penyebaran virus corona (Covid-19). Dengan semakin maraknya perkembangan perbelanjaan online Transmart hadir dengan memberikan pelayanan yang aman, praktis dan juga nyaman bagi pelanggan. Riset yang dilakukan oleh Association of E-commerce Indonesia (IDEA), Google Indonesia, dan TNS (Taylor Nelson Sofres) menemukan bahwa produk fesyen mendominasi pasar e-commerce sebagai produk yang paling sering dibeli, diikuti oleh gadget seluler, elektronik konsumen, buku dan majalah, dan bahan makanan. Dengan berkembangnya e-commerce, persaingan antar toko online menjadi semakin ketat. Banyak perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang berubah-ubah. Untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, perusahaan harus memahami pentingnya kepuasan pelanggan. Pelanggan yang puas akan membeli produk lagi, membicarakan produk dengan baik kepada orang lain. Terutama di pasar e-commerce jika orang menemukan produk serupa dengan harga lebih rendah dan kualitas lebih tinggi, mereka dapat dengan mudah pindah dan membeli dari pesaing yang lebih gesit. Masalah belanja online lainnya adalah layanan pengiriman yang buruk yang mengakibatkan kedatangan produk terlalu lama atau bahkan rusak. Layanan pengiriman sangat penting dalam e-commerce, karena merupakan tahap terakhir dari proses pemenuhan pesanan dan dari sudut pandang konsumen, yang paling kritis. Pengiriman tepat waktu dan andal harus menjadi prioritas nomor satu dan sangat penting untuk keberhasilan setiap toko online. Penelitian ini mengambil obyek di Transmart Setiabudi Kota Semarang, karena masa pandemi COVID-19 ini meluncurkan layanan pesan antar Transmart Home Dailivery (THD) yang dapat diakses melalui website thd.transretail.co.id ataupun dengan cara scan QR code yang terdapat pada seluruh sosial media Transmart Carrefour. Peluncuran layanan pesan antar ini diharap mampu membantu memenuhi kebutuhan harian masyarakat terutama produk fresh food, namun tetap meminimalisir penyebaran virus corona (Covid-19). Permasalahan yang diangkat penelitian ini adalah bagaimanakah dampak online fresh product delivery service dan pakaging produk dalam upaya meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini sesuai renstra Universitas 17 Agustus 1945 dalam topik tata kelola bisnis perusahaan.

Megasuciati Wardani

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa hal yaitu: pengaruh Social Media Marketing   terhadap   keputusan   pembelian,   pengaruh   word   of    mouth    terhadap keputusan pembelian, pengaruh Lifestyle terhadap keputusan   pembelian,   pengaruh electronic word of, Social Media Marketing dan Lifestyle terhadap keputusan pembelian di Oline Yuika Shop di Kota Bima. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif dengan sampel sebanyak 96 responden yang merupakan Masyarakat Kota Bima. Teknik pengumpulan data menggunakan daftar pertanyaan seperti kuesioner dan teknik analisis data teknik analisis data menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) untuk menguji empat hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menujunjukkan bahwa: (1) Word   of   Mouth   secara    persial    berpengaruh    signifikan    terhadap    Keputusan Pembelian; (2) Social Media Marketing secara persial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian; (3) Lifestyle secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian; (4) Word of Mouth, Social Media Marketing, dan Lifestyle berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian.  

Khristianto , Teguh; Nugroho, Isworo; Diartono , Dwi Agus; R.Soelistijadi, R.Soelistijadi

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2022 UNIVERSITAS STEKOM

The growth rate of internet users in recent years has increased very rapidly and is growing rapidly. This triggers the creation of a new business model in the form of a marketplace that is used to buy and sell goods. This study aims to load an online store that is simple and lightweight but can meet the needs of sellers who use this website. Application development uses methods while the prototype in modeling the application uses use case diagrams, class diagrams, activity diagrams, and sequence diagrams. The research is expected to produce a web-based marketplace application that facilitates the transaction process of consignment providers and consumers at the Indonesian Helmet Shop. Furthermore, the design of this messaging service application prototype still needs to be developed in terms of user interface and user experience so that consumers can be more comfortable in transacting.

Sarwo Nugroho

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2021 UNIVERSITAS STEKOM

Mengingat pandangan positif orang secara umum, penjual online mengalami kekhawatiran terhadap foto profil. Meskipun dari berbagai sumber adanya terihal tentang "kecantikan" dan "keburukan," penelitian ini tentang foto profil penjual pada toko online dari pelanggan ke pelanggan menemukan hubungan berbentuk kurva yang yang berhubungan antara daya tarik wajah yang efektif dan penjualan produk. Analisis dua data besar, penulis menemukan bahwa orang yang menarik dan tidak menarik menjual jauh lebih banyak daripada orang yang tampak biasa saja. Dua online eksperimen mengungkapkan bahwa penjual yang menarik menikmati kredibilitas sumber yang lebih besar karena kemampuan bersosialisasi dan kompetensi yang dirasakan, sedangkan penjual yang tidak menarik dianggap lebih dapat dipercaya berdasarkan kompetensi yang mereka rasakan. Sementara kecantikan adalah jelas untuk produk yang relevan dengan penampilan, keburukan lebih menonjol untuk produk yang relevan dengan keahlian dan untuk konsumen wanita mengevaluasi penjual pria. Temuan ini menyoroti pengaruh penampilan wajah sebagai sebagai identitas untuk kesan formasi dalam toko online dan efek kompleksnya dalam toko online dan pemasaran.