SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

20,679 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-9 of 9

Analytics

Miming, Jasmin Elza; Azikin, Busthan; Sultan

Jurnal Teknik Sipil 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Secara administratif Bendungan Pamukkulu terletak pada Desa Kale Ko’mara, Kecamatan Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Litologi pada Bendungan termasuk Formasi Batuan Gunungapi Baturape-Cindako yaitu lava dan breksi beserta retas-retas andesit. Metode penelitian berupa pemetaan permukaan dan pengeboran inti batuan. Berdasarkan investigasi geologi bawah permukaan, kelas batuan yang sesuai zonasi 3B yaitu pada Blok B1 (10-20m), Blok A3 (5-10m), dan Blok D (5-20m) dengan kelas batuan CH. Untuk zona 3A dengan kelas batuan CM terdapat pada Blok A3 (10-15m), Blok B1 (5-10m), dan Blok D (0-5m) dan zona 3C terdapat pada Blok A3 (1-5m), Blok B1 (5-10m), dan Blok D (0-5m) dengan kelas batuan CM. Dari hasil uji laboratorium mekanika batuan nilai Uji Kuat Tekan antara 33.36 MPa–67.24 MPa hal ini menunjukkan batuan memiliki nilai kekerasan dan kekuatan berkisar dari sedang sampai keras. Nilai Rock Quality Designation (RQD) pada lapisan atas 0-10m berkisar 13-68% dan lapisan 10-20m berkisar 83-99%. Analisis Fragmentasi batuan hasil blasting rata-rata boulder batuan berukuran 100cm ialah 18.74%. Rekomendasi dalam pembangunan bendungan pada area quarry yaitu perlunya penyesuaian blasting plan terhadap faktor-faktor geologi yang terdapat dilapangan agar fragmentasi dapat tercapai dengan baik.

Siswanto, Agus Bambang; Usman Wijaya; Widawati , Enny

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal merupakan jalan arteri primer yang terletak di koridor Pantai Utara Jawa (Pantura) Jawa Tengah yang melintasi Kabupaten Brebes (12,385 km) dan Kota Tegal (4,715 km), jalan ini dibangun dengan tujuan untuk memecah kepadatan lalu lintas yang terjadi di Pusat Kota Brebes dan Kota Tegal. Pada tahun 2010, pembangunan Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal mulai dilaksanakan. Namun pada tahun 2013 kegiatan pembangunan untuk sementara berhenti karena adanya beberapa permasalahan, salah satunya adalah kondisi tanah pada sebagian lokasi pembangunan berupa rawa-rawa dan tambak sehingga daya dukung tanah rendah yang mempengaruhi konsstruksi jalan diatasnya. Kondisi ini dimulai dari STA. 8+800 sampai dengan STA.17+377 dari arah Brebes ke arah Tegal. Oleh karena itu, pada desember 2019 proyek dilanjutkan kembali dengan perubahan design adanya perbaikan tanah dasar agar dapat menahan beban konstruksi jalan dan lalu lintas yang melintas. Perbaikan tanah yang dilakukan dengan menggunakan geotekstil, PVD dan PHD dalam proses pekerjaan timbunan tanah pilihan sehingga mampu meningkatkan  nilai CBR pada subgrade menjadi lebih baik (CBR lebih tinggi). Selain itu dalam pekerjaan konstruksi jembatan perlu menggunakan pile slab untuk mencegah kegagalan timbunan yang tinggi.

Bambang Hermanu

Jurnal Agrifoodtech 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Fenomena food waste di Indonesia mencapai 300 kg sampah makanan per orang setiap tahun, sehingga menempatkan Indonesia pada posisi peringkat kedua di dunia dalam jumlah food waste kategori besar. Keadaan tersebut  menjadi sangat memprihatinkan, karena akan memicu kontra produktif dimana satu sisi terjadi ketersediaan makanan yang berlebih, sementara di sisi lain masih didapatkan kondisi sebagian masyarakat yang masih kekurangan makanan, sehingga terkesan ada indikasi perilaku yang menyia-nyiakan makanan. Oleh karena itu melalui penelitian ini berdasarkan pendekatan kebijakan yang ada, bagaimana membangun pengelolaan sampah yang baik dan efektif, khususnya sampah makanan dengan cara melakukan perubahan gaya hidup (life style) terhadap makanan yang dikonsumsi secara bijak yang ramah lingkungan namun tidak membebani dengan sampah makanan (food waste) yang berlebihan sebagai dampak dari perilaku hidup konsumtif masyarakat dengan kebiasaan-kebiasaan yang tidak memberikan daya dukung terhadap penguatan ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif (normative legal research), serta dengan mengkaitkan sikap dan perilaku masyarakat terhadap kebiasaan-kebiasaan dalam keseharian. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan inefisiensi pada pola konsumsi dan produksi bahan makanan telah melahirkan timbunan sampah makanan yang mengakibatkan pemborosan sumberdaya dan pencemaran lingkungan.

Adit Priyo Santoso

Jurnal Teknik Sipil 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

. Keberhasilan suatu proyek menuntut adanya pelaksanaan manajemen secara baik. Pelaksanaan manageman yang baik dapat mengurangi resiko terjadinya keterlambatan dan pembengkakan  biaya proyek. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan analisis perhitungan waktu dan biaya pekerjaan galian tanah. Analisis tersebut berfungsi untuk mengetahui  apakah dana  sisa  proyek  masih  mencukupi atau  tidak,  berapa  besar perkiraan  biaya  untuk  menyelesaikan proyek  maupun  berapa  besar  proyeksi keterlambatan pada akhir proyek. Berdasarkan hasil analisis diketahaui bahwa waktu pelaksanaan untuk menggali sedimentasi sungai Juwana yang diangkut sejauh 1 km membutuhkan waktu selama 276 hari kerja, sementara yang dibuang sejauh 3 km dan 5 km membutuhkan waktu selama 282 hari kerja. Alat berat yang dioperasikan memerlukan 23 unit excavator, untuk yang diangkut 1 km diperlukan 5 unit excavator dan 10 unit dump truk. Sementara untuk yang diangkut 3 km membutuhkan 8 unit excavator dan 23 unit dump truck. Untuk yang dibuang sejauh 5 km dibutuhkan 3 unit excavator dan 13 unit dump truk. Terdapat perbedaan anggaran yang dihasilkan dari analisis sewa dan anggaran yang diajukan dalam pelaksanaan proyek, RAB proyek Rp. 28.548.548.161 hasil analisis sewa 25.267.470.000 jadi terdapat surplus sebesar Rp. 3.281.078.161

Muhammad Maulana Akbar Sidiq

Jurnal Teknik Sipil 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

. Pekerjaan proyek konstruksi yang cukup besar dituntut untuk selesai dengan waktu yang terbatas. Hal ini tidak dapat dihindari lagi setelah pemanfaatan tenaga manusia dengan alat konvensional sudah tidak efisien. Penggunaan alat berat merupakan solusi yang tepat untuk menyeleseikan pekerjaan pada proyek yang sedang berlangsung. Sehingga alat berat merupakan alat bantu bagi manusia untuk menyelesaikan suatu proyek pembangunan seperti gedung, jembatan, bendungan, jalan dan lain-lain. Proses penelitian dimulai dengan tinjauan pustaka yang bertujuan untuk mengatahui informasi dan data mengenai teori-teori yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang diperoleh dari literatur, jurnal, buku dan media cetak lainnya. Pada kasus analisis yang dilakukan di proyek pembangunan gedung fakultas teknologi informasi UII Yogyakarta, maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi alat berat yang direkomendasikan untuk pekerjaan galian dan timbunan pada proyek pembangunan Gedung Fakultas Teknologi Informasi UII yang paling efisien dari segi waktu dan biaya adalah alternatif 3 yang terdiri dari 3 unit excavator Komatsu PC300-8, 3 unit wheel loader WA380-3 dan 14 unit dump truck dengan kapasitas 7 m3. Pekerjaan ini dapat diselesaikan 100 % dengan waktu 488 jam (64 hari dengan perhitungan 7 jam kerja alat ) , dengan biaya total yang dibutuhkan Rp.589.783.400,00, dengan menggunakan alternatif 3 ini waktu pekerjaan dapat dipercepat selama 119,63 jam (-19,69 %) dan dapat menghemat biaya sebesar Rp.75.248.100,00 (-11,31 %) terhadap kondisi asli di lapangan.

Susilawati Sisilia Laurentia; Agus Bambang Siswanto; Tigo Mindiastiwi; Adit Priyo Santoso

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Keberhasilan suatu proyek menuntut adanya pelaksanaan manajemen secara baik. Pelaksanaan manageman yang baik dapat mengurangi resiko terjadinya keterlambatan dan pembengkakan biaya proyek. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan analisis perhitungan waktu dan biaya pekerjaan galian tanah. Analisis tersebut berfungsi untuk mengetahui apakah dana sisa proyek  masih  mencukupi atau  tidak,  berapa  besar perkiraan  biaya  untuk  menyelesaikan proyek  maupun  berapa  besar  proyeksi keterlambatan pada akhir proyek. Berdasarkan hasil analisis diketahaui bahwa waktu pelaksanaan untuk menggali sedimentasi sungai Juwana yang diangkut sejauh 1 km membutuhkan waktu selama 276 hari kerja, sementara yang dibuang sejauh 3 km dan 5 km membutuhkan waktu selama 282 hari kerja. Alat berat yang dioperasikan memerlukan 23 unit excavator, untuk yang diangkut 1 km diperlukan 5 unit excavator dan 10 unit dump truk. Sementara untuk yang diangkut 3 km membutuhkan 8 unit excavator dan 23 unit dump truck. Untuk yang dibuang sejauh 5 km dibutuhkan 3 unit excavator dan 13 unit dump truk. Terdapat perbedaan anggaran yang dihasilkan dari analisis sewa dan anggaran yang diajukan dalam pelaksanaan proyek, RAB proyek Rp. 28.548.548.161 hasil analisis sewa 25.267.470.000 jadi terdapat surplus sebesar Rp. 3.281.078.161

Agus Bambang Siswanto; Purwantini; Resti Dwiyantoro; Fery Anderiyanto

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Penelitian ini memiliki maksud untuk mendapatkan hasil yang  efektif  dari perbandingan metode kerja konvensional dan alat berat untuk galian timbunan, karena pada prinsipnya pengunaan alat berat akan efektif apabila volume pekerjaanya besar dan waktunya singkat. Dalam penelitan ini yang pertama dilakukan adalah mengidentifikasi  dan tujuan penelitian yang ada di daerah objek dengan litelatur yang ada kaitanya dengan permasalahan, penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus data dalam bentuk kuantitatif (angka) pembahasan disajikan dalam bentuk data dengan membandingkan dari segi biaya dan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode kerja. Penelitian perbandingan metode kerja konvensional dan alat berat untuk galian timbunan menghasilkan kesimpulan bahwa: Pekerjaan cut and fill dengan waktu pekerjaan 180 hari membutuhkan total pekerja 188 orang (jumlah pekerja wajar) dengan menghabiskan biaya Rp.1.546.351.702, sedang dengan menggunakan alat berat didapatkan  Metode kerja kombinasi alat berat dan konvensional dengan waktu pelaksanaan 35 hari membutuhkan 3 alat berat excavator pada pekerjaan cut dan 362 orang pekerja fill dengan menhabiskan biaya Rp.1.129.615.995. metode kerja ini dapat digunakan untuk menciptakan padat karya disaat pandemi.

Endro Haksara; Ainnur Rahmanti; Adi Irawan; Akas Tri Wicaksono; Dedy Purba Winarto +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

PGK merupakan suatu proses patofisiologi dengan etiologi beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif dan umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Selanjutnya gagal ginjal adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang reversible, pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap, berupa dialysis atau transplantasi ginjal. Uremia adalah suatu sindroma klinik dan laboratorik yang terjadi pada semua organ, akibat penurunan fungsi ginjal pada penyakit ginjal kronik (Suwitra, 2009).   Gejala sindroma uremia dini ialah gangguan fungsi gastrointestinal. Penderita merasa  mual-mual,  muntah-muntah  dan  tidak  nafsu  makan.  Gejala-gejala  tersebut diduga akibat timbunan metabolit, antara lain: metilguanidin, asam guanidinosuksinat, asam parahidroksi-fenilasetat, fenol, indol, asam-asam aromatik, dan senyawa-senyawa amin. Metabolit-metabolit tersebut berasal dari degradasi protein (Syaifuddin, 2006).   Gejala gastrointestinal  yang lain ialah kerusakan epitel dan perdarahan, mulut kering, lidah terasa pahit, perdarahan gusi, hematemesis, melena. Kerusakan epitel dan gangguan fungsi epitel, diduga karena iritasi oleh timbunan metabolit dan gangguan metabolisme sel-sel- epitel. Gangguaan juga terjadi pada epitel kulit, garukan karena gatal meninggalkan ekskoriasi ditungkai, lengan dan di badan. Rasa gatal diduga akibat timbunan atau endapan kalsium dan ureum di dermis. Gejala kardiovaskuler dapat menyertai PGK, hipertensi, jantung hipertensif, payah jantung kongesif, perikarditis uremik, hemoperikardium, tamponade jantung (Syaifuddin, 2006).    

Raden Sugiarto, Irma Laxiana &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Sampai saat ini perkakaoan Indonesia cenderung meningkat baik luas areal maupun jumlah produksidan masih didominasi oleh Perkebunan Rakyat, namun peningkatan produksi tersebut ternyata tidakdiimbangi dengan penyiapan sarana pengolahan yang memadai dan cocok untuk diterapkan di PerkebunanRakyat. Permasalahan di tingkat internasional mutu biji kakao Indonesia adalah mutu yang masih dianggaprendah. Salah satu penyebab rendahnya mutu biji kakao Indonesia adalah keasaman relatif tinggi (pHkurang dari 5,5). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi antara pemeraman buah denganmodifikasi kotak fermentasi yang menghasilkan pH biji kakao kering 5,5. Perlakuan dalam penelitian ini:fermentasi biji kakao di dalam kotak kecil (K), fermentasi biji kakaodiantara kotak dalam dan kotak luar (A),dan fermentasi dalam kotak tanpa sekat (B). Yangdikombinasikan dengan pemeraman buah dengan variasilama pemeraman; 0 hari (H0); 4 hari (H4)dan 6 hari (H6). Rancangan dalam penelitian ini menggunakanmetode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, dengan 3 kali ulangan yang berarti ada 27 unit percobaan(3x3x3). Pengamatanselama fermentasi adalah pH dan suhu timbunan biji.Analisa yang dilakukan padabiji kakao kering:kadar air,pH, indeks fermentasi dan nilai uji-belah.Data yang diperoleh ditabulasi dandianalisis varian. Jika terjadi perbedaan nyata dengan selang kepercayaan 5% dilanjutkan dengan Uji Duncan’sMultiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemeraman buah 4 hari dalam kotak antara(A)menghasilkan biji kakao kering dengan pH berkisar 5,5 dan kadar air 7,5 % yang sesuai StandarMutu(SNI: 2323:2008) yang ditetapkan.Kata kunci : fermentasi;kakao;pemeraman buah