Publication Search

64,628 articles from 527 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 22

Analytics

Soegiarto, Asep; Rizki, Menati Fajar

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

AbstractCikiwul is a village located in Bantargebang district. Where the Bantargebang location is a final waste collection site which is the main disposal site for around 6,500 tons of waste per day from all over Jakarta. Plastic bag waste is a serious enemy for environmental sustainability. The difficulty in breaking down makes plastic waste need proper handling so that it does not accumulate. One way is to do an ecobrick. Ecobrik is a plastic waste management method that is very easy for everyone to do and has a very high impact on environmental conservation. We do community service by disseminating the benefits of ecobricks, as well as providing training on how to do ecobricks together with Cikiwul residents. Training using the zoom platform, adapting to current conditions, activities are carried out by discussing and providing training videos on how to make ecobricks. It is hoped that this activity can reduce plastic waste, which its usefulness can be maximized into new objects that have useful values.AbstrakCikiwul merupakan salah satu kelurahan yang berada pada kecamatan Bantargebang. Di mana lokasi Bantargebang merupakan tempat penampungan sampah akhir yang menjadi tempat utama pembuangan sekitar 6.500 ton sampah per hari dari seluruh wilayah Jakarta. Sampah kantong plastik menjadi musuh serius bagi kelestarian lingkungan hidup. Kesulitan dalam terurai, menjadikan sampah plastik perlu penanganan yang tepat agar tidak semakin menumpuk. Salah satu caranya adalah dengan melakukan ecobrick. Ecobrik merupakan metode pengelolaan sampah plastik yang sangat mudah dilakukan setiap orang dan sangat tinggi pengaruhnya bagi pelestarian lingkungan. Pengabdian masyarakat yang kami lakukan dengan mensosialisasikan manfaat ecobrick, serta memberi pelatihan cara melakukan ecobrick bersama dengan warga Cikiwul. Pelatihan menggunakan platform zoom, menyesuaikan dengan keadaan saat ini, kegiatan dilakukan dengan berdiskusi dan memberikan video pelatihan cara pembuatan ecobrick. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, dapat mengurangi sampah plastik, yang dimaksimalkan kegunaannya menjadi benda baru yang memiliki nilai guna.Â

maryatun, Maryatun; Widodo, Sri; Suparmi, Suparmi; Indarwati, Indarwati

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Latar Belakang : Kader kesehatan adalah seseorang yang dekat dengan masyarakat dan mebantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kelurahan Jetis terdapat 75% kader adalah rumah tangga yang memiliki pekerjaa tidak tetap, sedangkan sebagai petugas kader kesehatan tidak mendapatkan upah dan hanya diberikan reward untuk periksa kesehatan gratis ke puskesmas sehingga kondisi ini memprihatinkan bagi kesejahteraan kader. Kader kesehatan kelurahan Jetis selama ini hanya membantu mengelola jajanan tradisional dan tidak menjadi penjual jajanan tersebut, tetapi ada kader yang sudah memiliki usaha sendiri tetapi belum memanfaatkan internet atau online. Tujuan : melakukan pembinanaan kader dalam peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam bidang kesehatan pelayanan sederhana perlunya melakukann pembinanaan dalam bidang perekonomian sebagai upaya membantu berdirinya usaha yang dikelola oleh kader bersama-sama secara mandiri. Metode : Pelaksanaan kegiatan meliputi 4 tahap yaitu (1). Pelatihan kader dalam bidang perkenomian, (2). Melatih kader dalam menggunakan aplikasi dalam pemasaran online bisnis, (3). Memberikan tantangan untuk kader dalam pembuatan jajanan sehat yang dapat dikembangkan sehingga meningkatkan pendapatan, (4). Memotivasi dan melakukan pendampingan untuk meningkatkan pendapatan melalui usaha mereka sendiri. Hasil : 55% kader kesehatan dapat menggunakan aplikasi yang dapat membantu mengelola data posyandu tetapi dapat dijadikan tempat untuk memasarkan dari usaha mandiri kader sehingga dapat meningkatkan perekonomian kader. Kesimpulan : Kegiatan PPDM dengan 4 (empat) tahap dalam meningkatkan Kesejahteraan kader kesehatan Kelurahan Jetis dapat ditingkatkan melalui usaha mandiri dengan strategi marketing yang baik yaitu melalui internet atau online.Kata Kunci : Kader Kesehatan, reward, ekonomi, aplikasi, online.

Puspita, Shafira; Handini, Oktiana

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pemberdayaan perempuan adalah upaya yang dilakukan untuk memperbaiki status dan peranan perempuan melalui pendampingan dalam melakukan suatu hal. Dukuh Bawang, Kelurahan Poleng, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Jawa Tengan merupakan tempat dimana pengabdian masyarakat berupa pemberdayaan perempuan dengan pembuatan dan pemasaran tas anyaman plastik ini dilakukan. Hal ini karena masih banyaknya perempuan yang belum memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan dan menghasilkan selain dari pertanian. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi para perempuan di desa untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Kegiatan pengabdian yang dilakukan berupa pelatihan keterampilan perempuan dengan pembuatan dan pemasaran tas anyaman yang terbuat dari bahan plastik.

Dyan Triana Putra

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Pengembangan Wisata Alam lebih efektif dalam pengembangan, jika mengetahui karakteristik infrastruktur pendukung potensi daya tarik berdasarkan segmen wisatawan. Ambarawa Kabupaten Semarang memiliki potensi wisata yang perlu didukung, sehingga dapat memberikan pengaruh eksternal dalam kegiatan daya tarik wisata di kawasan Eling Bening. Salah satu bentuk dukungan yaitu penyediaan infrastruktur yang masih perlu untuk dilakukan pengembangan maupun peningkatan dalam mencapai tujuan, yaitu memberikan dukungan terhadap kegiatan wisata. Maka, di perlukan pengembangan infrastruktur pendukung wisata, dan segmen wisatawan. Penelitian ini menggunkan metode analisis deskriptif untuk mencari potensi daya tarik wisata, karakteristik infrastruktur pendukung dan segmen wisatawan. Peneliti ini menghasilkan potensi daya tarik wisata, karakteristik infrastruktur yang ada, Kondisi infrastrukur bermacam macam mulai dari kondisi tidak ada sampai ada, seperti infrastruktur yang sudah ada adalah kondisi jalan yang baik, namun belum adanya pengamanan di area jalan pendukung daya tarik wisata, tempat makan yang sudah baik, namun dalam kondisi tertentu tidak bisa memberikan pelayanan secara maksimal, tempat parkir yang luas, namun masih dijadikan satu dengan sarana parkir berkuda, rambu rambu petunjuk jalan dan arah sudah tersedia yang ada di pintu masuk Ambarawa, yang terakhir yaitu fasilitas amenitas yang berupa gazebo. tempat bermain, spot selfie dan wahana bkolam renang. Sedangkam untuk yang belum ada seperti pusat souvenir, kantor pusat informasi dan pelayanan, pos keamanan.

Gati Wisnu Aji Kusuma

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Di Kabupaten Temanggung terdapat suatu tempat yang memiliki daya tarik wisata dan berpotensi menarik minat kunjungan wisatawan, yaitu Jumprit yang berada di Desa Tegalrejo, Kec. Ngadirejo, Kab. Temanggung, Jawa Tengah. Namun pada setiap harinya Jumprit mengalami penurunan pengunjung atau wisatawan. Berdasarkan masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan daya tarik wisata Jumprit berdasarkan pada unsur-unsur daya tarik yang dimiliki oleh daya tarik wisata tersebut yang meliputi : 1. Orisinality,  2. Variatif,  3.  Scarcity,  4.  Wholesomeness,  5.  Uniqueness,  6.  Totality, diharapkan akan berdampak positif terhadap minat kunjungan wisatawan seperti menambah minat kunjungan wisatawan atau wisatawan semakin ramai untuk berkunjung ke Jumprit Kabupaten Temanggung.

Nina Mistriani; Ovia Widayanti Pratamaningtyas

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Grand Maerakaca atau sering disebut Puri Maerakaca merupakan salah satu bagian dari Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan Jawa Tengah (PRPP). Daya tarik wisata tersebut cukup menarik dan potensial di Kota Semarang, seperti spot mangrove viral sebagai tempat instagramable saat liburan. Puri Maerakaca adalah satu-satunya tempat wisata budaya dan edukasi yang menampilkan miniatur kota dan kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Meskipun demikian perlu adanya strategi pengembangan yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan daya tarik wisata yang tepat untuk pengembangan daya tarik wisata Maerakaca. Penelitian ini pendekatan melalui strategi aspek penawaran dan permintaan pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui wawancara yang terdiri dari wisatawan, ahli pariwisata, serta dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan daya tarik wisata melalui aspek penawaran pariwisata meliputi aspek daya Tarik, trasportasi, fasilitas, dan kelembagaan, sedangkan aspek permintaan pariwisata meliputi harga, pendapatan, sosial budaya, sosial politik, intensitas keluarga, harga barang substitusi, harga barang komplementer. Kedua aspek tersebut saling berkaitan dan berdampak pada kemampuan destinasi untuk mampu menarik wisatawan berkunjung.

Nurin Aji Permana; Astari Wulandari; Choirul Amin

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Pemadam kebakaran (BRANDWEER) adalah orang atau pasukan yang bertugas memadamkan kebakaran, melakukan penyelamatan, dan menanggulangi musibah atau bencana alam lainya. Dinas Pemadam Kebakaran dalam sejarah Kota Semarang sama tuanya dengan sejarah Pemerintahan Kota Semarang. Dengan perkembangan masyarakat dan pertumbuhan pembangunan menuntut adanya peran pemerintah dalam mengelola Unit Pemadam Kebakaran ini. Tapi banyak juga masyarakat yang meremehkan petugas damkar ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang ikut campur saat petugas sedang bertugas. Mulai dari perebutan selang penyemprot dan pemukulan terhadap petugas yang dikira melarikan diri saat bertugas. Markas Besar Pemadam Kebakaran Di Semarang merupakan tempat akomodasi pelatihan pasukan pemadam yang mewadahi pelatihan anggota yang memiliki penempatan wilayah dinas di Jawa Tengah. Tujuan bangunan ini adalah sebagai contoh standarisasi keamanan bencana kebakaran yang harus di terapkan di semua bangunan selain itu, Markas besar juga sebagai tempat pelatihan anggota pemadam se Jawa Tengah. Dikarenakan bangunan markas besar pemadam kebakaran sangat di pentingkan di segi sirkulasi aktivitas maka langgam arsitektur yang digunakan adalah arsitektur modern, arsitektur modern merupakan gaya arsitektur statis yang berkembang pada masa pra-industrial sebagai bentuk dari revolusi dari gaya arsitektur tradisional. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Niken Agita Hayuputri; Sumarwanto; Astari Wulandari

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kalisyarat denganberbagai predikat. Memberdayakan mahasiswa dapat menjadi sebuah cara untuk mengalihkan para mahasiswa dari hal-hal kenakalan remaja yang bersifat negatif ke kegiatan yang lebih menggali potensi diri. Menanamkan Rasa Entrepreneur Sejati Kepada mahasiswa saat ini dipercaya sebagai generasi yang sulit untuk merasa puas. Gelanggang Mahasiswa sendiri akan menyediakan ruang aktivitas berserta fasilitas penunjangnya. Bangunan ini akan berfungsi sebagai wadah untuk menampung berbagai komunitas mahasiswa dan remaja masyarakat Semarang seperti komunitas olahraga, seni dll. Bangunan Gelanggang Mahasiswa di Semarang merupakan sebuah bangunan fasilitas pendidikan yang dirancang untuk mewadahi kegiatan edukasi yang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan yang sesuai dengan kegemaran mahasiswa. Tujuan bangungan Gelanggang Mahasiswa adalah sebagai wadah atau tempat untuk menunjang kebutuhan masyarakat terutama mahasiswa agar dapat melakukan kegiatan-kegiatan positif, dengan menggali potensi, minat serta bakat mereka dalam berbagai bidang olahraga, dan kebudayaan. Gelanggang Mahasiswa ini juga diharapkan dapat mengurangi permasalahan-permasalahan yang biasa dialami para remaja dan mengalihkannya ke hal-hal positif, serta membangun kepribadian remaja Indonesia, khususnya Semarang menjadi pribadi yang baik dan mencerminkan ideologi bangsa yaitu Pancasila.

Iga Kristy Cahyasari; Sumarwanto; Rizka Tri Arinta

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Salah satu kegiatan bisnis yang sangat banyak adalah bisnis di bidang jasa perlengkapan pernikahan. Maraknya bisnis  dibidang pernikahan dapat di lihat dari semakin banyaknya pelaksanaan pernikahan di berbagai Gedung-gedung pertemuan. Namun beragam gedung  pertemuan  tersebut  tidak  ada  yang  memiliki  yang  fungsi  utama  sebagai tempat untuk melangsungkan pesta pernikahan. Seperti kita tahu bahwa di dalam pernikahan akan sangat banyak hal yang perlu dipersiapkan , mulai dari souvenir, undangan, tempat resepsi, gaun pengantin, catering dan sebagainya. Bahwa  di  kota Semarang sendiri masih  belum ada tempat pada ruang kota  yang menjadi pusat pelayanan jasa pernikahan yang di dalamnya menyediakan informasi yang lengkap dan tepat untuk para calon pengantin seputar persiapan pernikahan sampai terselenggaranya acara pernikahan. Selain daripada itu informasi-informasi seputar pernikahan  yang masih tersebar dan belum terorganisir dengan rapi, serta masih bersifat  tradisional  sehingga  para  calon  pengantin  harus  mengunjungi  beberapa tempat untuk mendapatkan informasi tertentu. Penggunaan konsep Arsitektur Kontermporer pada desain untuk menampilkan citra bangunan sehingga penggunaan konsep tersebut memiliki fungsi dari bangunan Wedding Center dapat dicapai melalui citra visual dari bangunan dan dapat menjadi landmark pada lingkungan. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Lambacing, Musakkarul Mu'minim; Ferdiansyah, Ferdiansyah

Dinamik 2020 Universitas Stikubank

Dimasa pandemi COVID-19 saat ini diberlakukanlah peraturan di mana setiap orang wajib menggunakan masker dan melakukan physical distancing pada saat keluar rumah di Jakarta. Ini merupakan salah satu kebiasaan baru yang akan dibiasakan ke masyarakat oleh pemerintah. Pada lingkungan perusahaan yang sudah mulai beroperasi 50%, juga mewajibkan karyawannya menggunakan masker dan physical distancing saat di kantor. Agar kebiasaan disiplin menggunakan masker di tempat umum ini dapat berjalan dengan baik, maka dibuatlah New Normal COVID-19 Masker Detektor dengan Notifikasi Telegram berbasis Internet Of Things ini agar lingkungan seperti perusahaan dapat mendisiplinkan karyawannya untuk menggunakan masker sebelum masuk ke kantor. Sistem ini dibuat menggunakan Raspberry Pi sebagai otak utamanya, dengan menambahkan modul kamera dan juga sensor PIR, yang akan mendeteksi apakah orang tersebut menggunakan masker atau tidak. Kemudian akan dikirimkan pesan notifikasi telegram kepada keamanan setempat agar orang tersebut diperbolehkan masuk ke kantor jika sudah menggunakan masker. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan merumuskan masalah yang ada,kemudian merumuskan tujuan penelitian, melakukan studi literatur, melakukan perancangan sistem dan melakukan pengujian sistem. Hasil dari penelitian ini adalah sistem dapat mendeteksi orang yang menggunakan masker dan notifikasi dapat dikirimkan ke keamanan melalui aplikasi telegram dengan baik.

Indra Kertati; Adhi Nur Setyo

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kualitas pelayanan publik menekankan tiga hal yaitu berlandaskan pada nilai-nilai bersama, preferensi individu sebagai modal sosial, dan menjadi jembatan antara keinginan individu dan sosial sebagai tujuan sosial kolektif. Oleh karena itu peran besar dari penyedia layanan untuk menyediakan sistem, prosedur, mekanisme, sumberdaya manusia dan sarana prasarana untuk menjamin kualitas layanan yang terbuka, mudah, murah dan berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui implementasi KMA Nomor 90 Tahun 2018 pada Kementerian Agama di Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, menganalisis kualitas pelayanan publik pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan mendiskripsikan faktor - faktor yang mendukung dan menghambat implementasi. Hasil penelitian menunjukkan capaian implementasi KMA Nomor 90 Tahun 2018 terdapat 21 indikator yang sudah tercapai sesuai standar pelayanan dan ada 7 indikator yang belum tercapai. Indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pada PTSP Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah mendapatkan kategori sangat baik. Beberapa hal yang perlu ditingkatkan dari beberapa unsur   pelayanan   antara   lain   unsur   maklumat   pelayanan,   penanganan   pengaduan masyarakat, kemudahan mencapai/jangkauan dari tempat tinggal dan waktu penyelesaian. Faktor-faktor yang mendukung dalam implementasi KMA adalah standar pelayanan penyelenggaraan, sebagian besar sudah memenuhi standar pelayanan pada KMA sedangkan yang menghambat adalah belum dibuatnya petunjuk pelaksanaan pelayanan, standar operasional prosedur, struktur organisasi, visi misi dan motto layanan serta penyediaan sarana bagi masyarakat berkebutuhan khusus.

Putri, Ervita Adelia; Trisiana, Anita; Dentatama, Jocellin; Widya, Kun; Jonggor, Yunuarius

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pada dini tahun 2020, Tanah air terkena virus ialah pandemic covid- 19( coronavirus disease 2019). Wabah ini sedang lalu membayang- bayangi beberapa negeri di bumi. Tidak lain Tanah air. Bila tadinya Tanah air jadi salah satu negeri yang belum terkena, saat ini Tanah Air telah mengonfirmasi permasalahan pertamanya. Tidak tanggung–tanggung, penderita yang terinveksi virus corona dikala ini telah terus menjadi banyak.Warga butuh berjaga- jaga serta melindungi kesehatan. Penguasa pula telah mulai beranjak menanggulangi wabah ini serta mulai memberi imbauan buat lockdown di sebagian tempat serta mengharuskan masyrakat buat melaksanakan sosisal distancing. Mengharuskan memakai masker, senantiasa membersihkan tangan memakai sabun serta melindungi kebersihan. Tetapi kunci dari seluruh merupakan pemahaman warga sendiri kepada endemi ini. Kedudukan alat sosial ataupun alat massa pula amat berarti sebab masyrakat bisa mengenali data mengenai covid- 19 serta mengenali mengenai penyebaran serta berpa yang telah terkena. Tata cara penelitian yang di maanfaatkan merupakan tata cara kualitatif ialah dengan mengakulasi informasi serta menyamakan dari bermacam pangkal. Hasil riset dipakai buat tingkatkan pemahaman khalayak buat memutuskan laju penyebaran covid- 19. Kata Kunci : : Covid- 19 ,  Kesadaran masyarakat, Media Massa

Nanang Khosim; Sonia Selviana; Afifah Kurniawati; Ainnur Rizqiana D; Figo Hendra N +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Virus Corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan sampai berat, seperti common cold atau pilek dan penyakit yang serius seperti MERS dan SARS 1. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian 2. Adapun penyebab secara pasti dari virus ini belum dapat diketahui secara pasti. Penyebaran virus ini dapat terjadi melalui sekresi dari manusia ke manusia, sekresi ini meliputi air liur, pernafasan atau droplet 3. Maka dari itu pemerintah mengambil  tindakan  tegas  dengan  melakukan  pembatasan  berskala  besar, seperti menutup tempat keramaian secara sementara. Namun saat ini dengan era “New Normal”, masyarakat sudah sedikit diberikan kelonggaran dalam melakukan aktivitas.   Kata Kunci : Covid 19, Refreshing, New Normal

Barata SatriaWicaksono

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini dilakukan pada Healhty Lounge Rumah Sakit Telogorejo Semarang yang bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh kompetensi waiter dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan tamu di Healhty Lounge. Metode yang digunakan dalam penelitian dan metode penyajian datanya adalah kuantitatif dengan mengambil tempat penelitian di Rumah Sakit Telogorejo Semarang, adapun teknik pengumpulan data berupa Kuesioner, observasi, studi pustaka. Hasil analisis data menunjukkan bahwa untuk menciptakan kualitas pelayanan yang baik dibutuhkan waiter yang berkompeten dan operasional kerja sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak manajemen maupun kepuasan tamu. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regrensi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependent, uji model, uji hipotesis, dan namun sebelum dilakukan uji tersebut makan yang dilakukan pertama adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil analisis regrensi menunjuka bahwa peningkatan mutu hygiene dan sanitasi terhadap kepuasan konsumen. Maka hasil uji analisis regrensi berganda menunjukan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi determinasi (R2) sebesar 0,279. Hal ini menunjukan bahwa kompetensi dan kualitas pelayanan mempengaruhi secara nyata terhadap kepuasan tamu secara bersama-sama dengan kecepatan hubungan sebesar 27,9 %. Hal ini menunjukan bahwa untuk meningkatkan kepuasan tamu perlu adanya peningkatan kompetensi dan kualitas pelayanan yang baik.

Sri Yuwanti

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Tulisan ini adalah hasil penelitian tentang perkembangan bentuk dan fungsi rumah rakyat guna menemukan makna rumah bagi penghuninya di masa kecepatan perkembangann informasi, komunikasi, teknologi, dan pengaruhnya pada bentuk dan fungsi atau manfaat runah sebagai tempat hidup. Pembahasaannya secara kualitatif dengan memanfaatkan studi dan konsep kebudayaan,dalam hal ini kulturalism, yang menunjukkan segi keseharian dari suatu kultur. Selain itu penelitian ini juga berusaha mempelajari realita budaya rakyat yang berkembang, untuk menunjukkan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat dalam upaya melestarikan nilai tradisional bangunan rumah tinggal,dan menemukan makna kearifan lokal yang dapat ditarik dari proses pembangunan perumahan rakyat di masa kini, yang dapat dimanfaatkan untuk merumuskan kebijakan bidang perumahan di masa datang. Pengambilan samplenya secara purposif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pemilik rumah yang diteliti,   dan pendekatan penelitian kualitatif dengan studi kasus. Hasilnya adalah: tumbuhnya bentuk baru dan munculnya gaya-gaya hibrida yang lebih mendominasi perkembangan arsitektur rumah rakyat masa kini di perkotaan, fungsi ruang yang tidak biasa, dan perubahan nilai makna  tradisi rumah dari perlindungan menjadi wadah kegiatan, dari simbol capaian hidup dan martabat kehormatan keluarga menjadi simbol  kepemilikan aset dan fungsi penyimpanan.

Sugiman Sugiman

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas making bed dengan teknik three sheets untuk meningkatkan kualitas kenyamanan kamar di Hotel Pramesthi Sukoharjo. Keefektifan three sheets making bed dapat dinilai dari keterampilan dan ketekunan roomboy yang melakukan pekerjaan dengan baik dan tepat untuk mencapai kualitas kenyamanan di dalam kamar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datanya meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian, triangulasi  digunakan sebagai teknik menganalisis data, yang meliputi pengumpulan, penyajian, dan penarikan data serta kesimpulan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas (X), efektivitas penataan tempat tidur, dan variabel terikat (Y) adalah kualitas kenyamanan kamar. Dari hasil penelitian dan kajian diperoleh informasi bahwa efektivitas bed making dengan teknik three sheets dapat meningkatkan kualitas kenyamanan kamar di Hotel Pamesthi Sukoharjo.

Chaerul Huda; Loekman Mohammadi; Hetyorini

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Di beberapa kota besar Indonesia, sudah banyak beberapa bangunan sekolah maupun universitas yang berbasis keagamaan, termasuk beberapa wilayah yang memiliki sebuah bahkan beberapa bangunan pesantren. Kabupaten Pekalongan yang memiliki total penduduk berjumlah 880.092 jiwa dengan kepadatan mencapai 1.053 jiwa per kilo meter persegi yang mayoritas penduduknya beragama islam. Hal itu terbukti dengan adanya slogan bahwa Pekalongan adalah Kota Santri. Mengingat betapa pentingya pembangunan sebuah pesantren di Pekalongan dengan berbagai keterampilan yang ada di Pekalongan, sudah seharusnya jika Pekalongan memiliki sebuah pesantren modern yang tidak hanya berbasis keagamaan, namun juga keterampilan membatik. Bangunan Pondok Pesantren Modern Berbasis Ketrampilan Membatik di Kabupaten Pekalongan merupakan sebuah bangunan fasilitas pendidikan yang dirancang untuk mewadahi kegiatan edukasi (pendidikan) yang tidak hanya berkaitan dengan ilmu sosial dan agama namun juga edukasi mengenai ketrampilan membatik. Konsep perancangan dari bangunan ini adalah menciptakan bangunan yang representatif sebagai tempat untuk belajar dan mendapat pengetahuan akan ilmu sosial dan agama serta bekal ketrampilan membatik. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Putri Rahmawati; Loekman Mohammadi; Choirul Amin

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Ilmu Astronomi adalah salah satu cabang bidang keilmuan yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (Bintang, Planet, Komet, Nebula, Gugus Bintang atau Galaksi) serta fenomena – fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi (Misal Badai Matahari, radiasi latar belakang kosmik). Di Indonesia jumlah bangunan yang memiliki fungsi sebagai Astronomy Centre hanya terdapat di DKI Jakarta yaitu Planetarium dan Observatorium Jakarta yang terletak di Jakarta Pusat. Di Provinsi Jawa Tengah  belum  terdapat  sarana  untuk  mengakomodasi  kegiatan  astronomi, baik tingkat pelajar, mahasiswa maupun umum. Kabupaten  Semarang  dipilih  karena  mempunyai  topografi  berupa pegunungan dan jauh dari keramaian Kota Semarang yang cocok untuk menjadi tempat untuk melakukan pengamatan benda langit. Astronomy Center di Kabupaten Semarang merupakan suatu bangunan  yang  berfungsi  untuk  mewadahi  suatu  kebutuhan  wisata edukatif  dan  mengenalkan ilmu pengetahuan astronomi kepada masyarakat umum dan sebagai bangunan  yang  mempunyai  misi mengenalkan ilmu astronomi kepada masyarakat umum. Tujuan perancangan Astronomy Centre adalah untuk fasilitas edukasi yang bisa dijangkau dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat, memiliki desain yang menarik. Dengan  penekanan desain Arsitektur Metafora, dan di peruntukan untuk pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum baik domestik maupun mancanegara yang datang secara individual, group, maupun study tour yang hendak belajar tentang ilmu astronomi.

Saiful Amin; Anwar Effendi; Djoko Darmawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Student Center atau yang sering disebut sebagai Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) adalah sebuah tempat dimana mahasiswa dapat berkumpul untuk memanfaatkan waktu kuliahnya untuk hal-hal yang positif dan juga merupakan fasilitas yang melayani mahasiswa, dosen, staf karyawan, alumni, dan para tamu. Student Center disebuah perguruan tinggi bisa dibilang penting, karena di kampus kegiatan mahasiswa bukan hanya sekedar kuliah mencari ilmu saja, akan tetapi juga harus mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau yang sering dikenal oleh mahasiswa sebagai wadah suatu komunitas kegiatan kampus yang dimana mahasiswa-mahasiswi dapat menyalurkan hobi, ide-ide, aspirasi, dan tenaga mereka yang nantinya dapat berubah menjadi hal yang positif dan bermanfaat. Berangkat dari pengamatan yang penulis lakukan pada mahasiswa UNTAG Semarang secara perorangan maupun kelompok, sebagian kegiatan UKM yang ada di UNTAG Semarang masih bergabung dengan asrama kemahasiswaan UNTAG Semarang. Keadaan ini tentu berdampak pada kurangnya fasilitas utama maupun penunjang terhadap aktifitas kegiatan kemahasiswaan yang ada dalam melakukan kegiatan akademis maupun non-akademis mahasiswa seperti kegiatan olahraga (tae kwon do, pencak silat), kegiatan rohani (UKKI, PMKP), kegiatan kesenian (paduan suara, unit musik), dan kegiatan khusus (menwa, racana, theater)  hingga organisasi badan eksekutif mahasiswa maupun himpunan mahasiswa, membutuhkan tempat berinteraksi bersama untuk mendukung suatu kegiatan mahasiswa.

Harsoyo Harsoyo; Christine Diah Wahyuningsih

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Perpustakaan bukan hanya sebuah institusi penyedia layanan untuk membaca, namun sebuah proses belajar bagi masyarakat untuk membangun peradapan sebuah bangsa. Perpustakaan merupakan elemen penting bukan hanya dalam dunia pendidikan namun secara luas menjadi jantung bagi pengembangan karakter dan kecerdasan bangsa. Kehadiran perpustakaan masih belum mampu mendorong minat membaca masyarakat. Anggapan bahwa perpustakaan hanya tempat menyediakan buku, bukan tempat belajar, menjadikan perpustakaan kurang diminati. Kebijakan penyelenggaraan  perpustakaan sudah ada, bahkan mewajibkan kepada seluruh pemerintah daerah menyediakan layanan tersebut. Implementasi atas penyelenggaraan perpustakaan inilah yang harus terus diperjuangkan agar makin mendekati tujuan yaitu peningkatan kecerdasan masayrakat. Penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan bagaimana imlementasi kebijakan penyelengagraan perpustakaan di Kabupaten Rembang. Tujuannya untuk mengekplorasi sejauhmana perpustakaan mampu mendorong masyarakat untuk gemar membaca.