SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-9 of 9

Analytics

Andy Amir; M. Ridwan; Arnild Augina Mekarisce; Aini Zulaikah

International Journal of Medicine and Health 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

One of the stunting locations in East Tanjung Jabung Regency is located in Geragai Sub-district, Pandan Lagan Village. According to data from the Puskesmas in 2019, the incidence of stunting in Pandan Lagan Village was 35 toddlers, in 2020 it was 17 stunting children out of a total of 70 children in Pandan Lagan Village. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal nutritional status, history of maternal conditions, and maternal knowledge about 1000 HPK with the incidence of stunting in Pandan Lagan Village. This type of research is quantitative research, using a cross-sectional approach. The number of samples to be studied with the Lemeshow Formula is 45 respondents. The dependent variable is stunting and the independent variables are maternal nutritional status (pre-pregnant maternal BMI and weight gain during pregnancy), history of maternal conditions (maternal age during pregnancy, birth spacing), and maternal knowledge about 1000 HPK. The research instrument used a questionnaire sheet, then the data was processed through data editing, data coding, data entry, data cleaning, and data processing, then analyzed univariate, bivariate with a chi-square test, and multivariate with multiple logistic regression test. Based on the results of the study, there is a relationship between pre-pregnancy maternal BMI with a risk of 4,464 times, weight gain with a risk of 3,75 times, maternal age during pregnancy with a risk of 3,0 times, and spacing of babies with a risk of 2,444 times with the incidence of stunting. There is no relationship between maternal knowledge about 1000 HPK and the incidence of stunting with a p-value = 0,114, and it is known that the pre-pregnancy mother's BMI variable is the variable that has the greatest influence on infants with stunting nutritional status (odds ratio = 15,943). For this reason, it is expected to be more intensive in educating couples of childbearing age, pre-pregnant mothers, or early on to adolescent girls to pay attention to factors that affect stunted children, especially to have an ideal BMI so that it will reduce the risk of having children with stunted nutritional status.    

Andi Tenri Angka; Yenni Yenni

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Stunting is defined as the condition of children aged 0 – 59 months, where the height for age is below minus 2 standard deviations (<-2SD) from the WHO median standard. It is further said that stunting will have an impact and is associated with disrupted brain development processes, which in the short term will affect cognitive abilities. The aim of the research is to determine the relationship between knowledge and economic status on the incidence of stunting in the East Tonrokassi Village in the working area of ​​the Tamalatea Community Health Center, Jeneponto Regency. The type of research used is Cross Sectional Study. The sample in this study was all toddlers who experienced stunting in the East Tonrokassi Village in the working area of ​​the Tamalatea Community Health Center, Jeneponto Regency, totaling 31 toddlers using the total sampling technique. The results of the research state that there is a relationship between knowledge and the incidence of stunting (p value = 0.000 < 0.05), there is a relationship between economic status and the incidence of stunting (p value = 0.000 < 0.05). The conclusion is that there is a relationship between knowledge and economic status and the incidence stunting in East Tonrokassi Village in the working area of ​​the Tamalatea Community Health Center, Jeneponto Regency. It is hoped that nutrition officers and cadres can increase posyandu visits and carry out health promotions about stunting to the community

Wijayanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan karena  kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan, anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%. Faktor yang menyebabkan stunting, di antaranya kekurangan gizi pada sebelum maupun saat kehamilan. Upaya  yang dilakukan  dengan pre marital  screening.   Tujuan  penelitian adalah melakukan analisis pre marital screening program pencegahan stunting  pada catin putri. Jenis penelitian kuantitatif  dengan  deskriptif survei di UPT Puskesmas  Jaten Kabupaten Karanganyar pada  bulan Maret – Agustus 2022.  Jumlah sampel  46 orang  dan teknik pengambilan  sampel menggunakan purposive sampling. Uji statistik dilakukan secara univariat untuk memperoleh prosentase dari masing-masing variabel serta menyimpulkan resiko terjadinya  stunting pada responden. Hasil analisis pre marital screening pencegahan  stunting pada calon pengantin putri dengan indikator  1) Umur  2) Indek Massa Tubuh  3) Kadar Hemoglobin 4) Status Gizi 5) Perilaku Merokok  Atau Terpapar Asap Rokok  diperoleh kategori tidak beresiko stunting (ideal) menunjukan sejumlah 54%  dan  kategori  beresiko  stunting sejumlah 46%. 

Nur Muhibbah; Eka Falentina Tarigan; Adelina Sembiring

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Berdasarkan data WHO tahun 2013 kejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Pada tahun 2017 22,2% atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Balita stunting di masa yang akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Berdasarkan rekap data e-PPGBM pertanggal 27 november 2019, dari 10.755 balita yang didata, terdapat sebnyak 1517 balita stunting di kabupaten aceh singkil, dari survey awal yang dilakukan penulis 10 dari 15 anak mengalami stuning atau bertumbuh pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Terjadinya Stunting Di Desa Tanjung Mas Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang berkunjung pada posyandu didesa tanjung mas kecamatan simpang kanan pada bulan April – Juni Tahun 2020. Dalam penelitian ini jumlah populasi penulis yaitu 33 orang. Jumlah Sampel dalam Penelitian ini diambil secara total sampling yang berjumlah 33 orang. Hasil yang di peroleh dalam penelitian ini mayoritas responden berpendidikan SD memiliki anak yang tidak mengalami stunting yaitu sebanyak 12 (36, 4 %) dengan p value 0,001. Mayoritas responden yang memiliki pengetahuan yang baik memiliki anak yang tidak mengalami stunting yaitu sebanyak 15 (45,5 %) dengan p value 0,000. Mayoritas responden yang memberikan ASI Eksklusif memiliki anak yang tidak mengalami stunting yaitu sebanyak 22 (66,7 %) dengan p value 0,000. Mayoritas responden dengan pendapatan kategori tinggi memiliki anak yang tidak mengalami stunting yaitu sebanyak 22 (66,7 %) dengan p value 0,00. Diharapkan bagi kepala desa tanjung mas untuk memperhatikan anak yang mengalami stunting di Desa Tanjung Mas dan ikut serta dalam mencegah terjadinya stunting dengan Program kesehatan.  

Novi Yulianti; Ulpawati, Ulpawati; Susanti, Susanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Analisis bibliometric merupakan pendekatan yang dilakukan dengan tujuan sebagai pengembangan bidang keilmuan yang diperoleh dari analisis jurnal atau artikel sebelumnya yang dapat di kumpulkan melalui Wos, Scopus, GS dan Systematic Scholar. Tujuan penggunaan analisis bibliometrik ini yaitu untuk mengetahui seberapa banyak jurnal atau artikel dengan tema determinan kejadian stunting pada balita. Metode untuk mengukur kuantitas publikasi peneliti mengambil data dari GS dengan aplikasi publish or perish, kemudian dianalisis dengan menggunakan vos viewer. Hasil visualisasi tersebut dijelaskan secara rinci melalui deskripsi hasil analisis bibliometric. Dari publikasi jurnal dengan kata kunci determinan kejadian stunting yang akan menjadi referensi penelitian yang dikembangkan secara luas.

suseno, Dhony Priyo Suseno; Nicko Fadhil Muhammad; Achmad Kurniawan

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Desa Curug mendapatkan bantuan dana untuk melaksanakan program ODF. Program ODF (Open Defecation Free) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Membangun kesehatan keluarga mandiri bukan hanya melalui program fisik, tetapi kegiatan setelah program tersebut berakhir yang lebih diutamakan supaya berkelanjutan dan berkesinambungan. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya sanitasi sebagai salah satu syarat kelengkapan dalam rumah tapak sederhana dan memberikan informasi tentang tata cara membuat sanitasi yang sesuai standar kesehatan. Metode kegiatan yang akan dilakukan untuk tercapainya tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah metode penyuluhan. Sanitasi yang sesuai standar kesehatan adalah jamban keluarga lengkap dengan konstruksi septictank dan resapannya yang berjarak 10-11 m dari air bersih. Penyuluhan sanitasi berstandar kesehatan membuka wawasan masyarakat bahwa anak-anak akan terhindar dari stunting, sehingga dapat menjadi sumber daya manusia unggul sesuai dengan visi misi presiden terpilih periode 2019-2024. Untuk keberlanjutan jamban keluarga mandiri sebaiknya dibentuk tim untuk mengawasi pada saat pembuatan dan pemeliharaan.

Widra Yeni; Elfindri

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gunung Kota Padang Panjang. Desain penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Gunung. Sampel dalam penelitian ini dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok kasus adalah balita yang mengalami stunting dan kelompok kontrol adalah balita yang tidak mengalami stunting. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data penelitian di analisa menggunakan SPSS for window, untuk analisa data bivariat menggunakan uji Chi Square, sedangkan data multivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian diketahui bahwa pola asuh ibu, sanitasi dan panjang badan saat lahir berhubungan dengan stunting pada balita dengan nilai p value < 0,05. Jenis kelamin, berat badan lahir, riwayat pemberian ASI ekslusif dan riwayat penyakit infeksi tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita dengan p value => 0,05.

Budi Hartoyo

Jurnal Agrifoodtech 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kekurangan gizi merupakan permasalahan serius, sekitar 30% penduduk dunia termasuk Indonesia, terutama anak-anak, berisiko menderita kekurangan gizi Zn. Kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan (stunting) yang prevalensinya cukup besar dan merata di Indonesia. Demikian pula masalah anemia karena kekurangan asupan zat gizi mikro terutama zat besi. Beras adalah makanan pokok sebagian besar penduduk di Indonesia. Sebagai pangan utama, beras diketahui memiliki nilai gizi mikro yang tidak memadai sehingga berpotensi menimbulkan kekurangan gizi bagi konsumen. Biofortifikasi merupakan salah satu inovasi dalam meningkatkan mutu gizi beras. Keuntungan biofortifikasi antara lain : (1) dapat dikembangkan pada bahan makanan pokok, (2) lebih murah dan menguntungkan dari aspek budidaya karena benih yang sudah melalui proses fortifikasi akan terikut pada generasi selanjutnya, (3) bermanfaat bagi masyarakat konsumen rawan gizi. Kandungan mineral penting seperti Fe (besi) dan Zn (seng) pada beras dapat ditingkatkan melalui biofortifikasi menjadi beras kaya Fe atau Zn. Beras kaya gizi mineral hasil biofortifikasi dapat dimanfaatkan dan dikembangkan Pemerintah guna menanggulangi masalah gizi pada masyarakat, terutama dari golongan ekonomi lemah.

Muhammad Saefullah; Robingun Suyud El Syam

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Based on World Bank data, the stunting rate of the workforce in Indonesia reaches 54%, so it takes the role of all parties to succeed in the government's program to reduce the stunting rate. Through the assistance for handling and preventing stunting, the thematic Community Service Lecture (KPM) program based on the 2022 Al-Qur'an Science University in Damarkasiyan Village, it was concluded: that the assistance for stunting handling and prevention in Damarkasiyan Village was well received by the community. This activity raises awareness of citizens to live healthy and comply with recommendations from related parties.