Publication Search

73,455 articles from 714 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Hermawati Hamalding; Rini Primayanti; Yulianti N

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2025 Universitas Muhamadiyah Manado

Danger signs of pregnancy are signs or symptoms indicating that the mother or fetus is in danger. Knowledge of danger signs of pregnancy is a factor that influences the high Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) score of mothers in labor. This study aims to determine the relationship between mother's knowledge about pregnancy danger signs and HARS scale scores for mothers in childbirth in the Lamasi Health Center Work Area. This is a quantitative study using an observational cross-sectional approach. The population and sample were 32 people using total sampling technique. Data collection used questionnaires and observation sheets. Analysis used chi-square test. The results showed that there was a relationship between the mother's knowledge of pregnancy danger signs and HARS scale scores of mothers in labor in the Lamasi Health Center Work Area with a p value = 0.021 < α value = 0.05. It is hoped that health institutions can increase the knowledge of health workers and the community regarding pregnancy danger signs and the HARS score of mothers in labor.

Harsoyo, Harsoyo; Pudjiarti, Emiliana Sri

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2024 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini mengembangkan kerangka analitis dan normatif untuk transformasi kebijakan publik yang mengoptimalkan model Quintuple Helix dalam mendorong komersialisasi produk ramah lingkungan dari sumber daya lokal Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur sistematis, studi ini mengidentifikasi tiga tantangan utama: fragmentasi arsitektur kebijakan Indonesia, asimetri relasional antar aktor, dan kesenjangan nilai dalam rantai komersialisasi sumber daya lokal. Hasil analisis menunjukkan bahwa transformasi efektif memerlukan rekonfigurasi fundamental pada dimensi struktural, prosedural, dan substantif kebijakan publik. Kerangka operasional yang dikembangkan mengintegrasikan perspektif transition management dengan teori institutional work dalam model bertahap-namun-sistemik yang melampaui dikotomi reformisme gradual versus revolusi radikal. Studi ini memperluas pemahaman tentang governance transformatif dengan mengintegrasikan multi-perspektif teoretis dan mengembangkan mekanisme konkret untuk mengimplementasikan kolaborasi Quintuple Helix dalam konteks asimetri kekuasaan. Implikasi praktikal mencakup rekomendasi strategis untuk rekonfigurasi kelembagaan, pengembangan platform kolaboratif multi-skalar, dan intervensi targeted pada nexus kritis rantai nilai produk berkelanjutan

Amelia Pakaya; Pipin Yunus; Abdul Wahab Pakaya

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penyakit TB paru masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Menurut Global Tuberculosis Report tahun 2020 diperkirakan 10 juta kasus (pria 56% kasus; wanita 32% kasus; anak-anak 12% kasus). Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat kecemasan penderita TB paru yang menjalani pengobatan di Puskesmas Kecamatan Lemito Kabupaten Pohuwato. Menggunakan metode survey dan pendekatan deskriptif. Variable yang diidentifikasi tingkat kecemasan penderita TB paru 6 bulan terakhir. Hasil penelitian mayoritas responden mengalami kecemasan ringan akibat jumlah obat yang dikonsumsi dan lama pengobatan agar sembuh sampai tuntas. Kecemasan responden laki-laki disebabkan laki-laki merupakan tulang punggung keluarga. Rentang usia respoden mayoritas antara 26-45 dan 46-65 tahun, sehingga mengakibatkan produktivitas dan aktivitas sosialnya terhambat. Kurangnya wawasan yang mereka miliki, berkembang sesuai pengetahuan yang dimiliki setiap individu. Kesimpulan: Tingkat kecemasan penderita TB paru berdasar penilaian skala HARS, mayoritas kecemasan ringan 19 orang (61,3%), responden kecemasan sedang 7 orang (22,6%), dan 5 orang (16,1%) responden tidak cemas. Karakteristik: Responden mayoritas laki-laki 21 orang (67,74%), mayoritas pada rentang usia 26-45 tahun dan 46-65 tahun masing-masing berjumlah 10 orang (32,26%), mayoritas berpendidikan SD 11 orang (35,48%), dan mayoritas memiliki pekerjaan lainnya 17 orang (54,84%) serta mayoritas telah menjalani pengobatan selama 1-3 bulan sejumlah 15 orang (48,39%).