SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Candrakristawan, Wisnu Aditya; Noventari, Widya; Setyaningsih, Nunung; Utama, Annisa Eka; Famelia, Alina Azka +3 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Era digital membawa tantangan sekaligus peluang dalam pelestarian budaya lokal. Desa Ngaru-Aru, yang kaya akan warisan budaya seperti Tari Topeng Ireng, menghadapi kendala dalam promosi budaya akibat kurangnya dokumentasi dan media digital yang representatif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan website bundaru.com sebagai media edukasi dan promosi seni budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan FGD dengan pihak-pihak yang terkait. Hasil dari kegiatan ini meliputi peningkatan literasi digital, partisipasi aktif generasi muda, penguatan identitas budaya melalui platform digital dan sarana promosi kebudayaan. Website ini tidak hanya menyajikan informasi tentang sejarah dan filosofi Tari Topeng Ireng, tetapi juga menyediakan galeri, jadwal acara, profil komunitas seni lokal dan kontak dari setiap komunitas atau penggiat seni. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa digitalisasi dapat menjadi strategi efektif dalam pelestarian budaya, sekaligus memperkuat ekosistem sosial dan ekonomi desa berbasis budaya.

Marzuti Isra; Nisa Widia Agustira; Ahmad Alifsyah Harahap; Zahrotul Hayati Sibarani; Muhammad Nabil Syahputra Gultom +1 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study examines the cultural diversity of the Batak people in North Sumatra through a systematic literature review of three core pillars: language, traditions, and social systems. Findings reveal significant inter-sub-ethnic variations (e.g., Toba, Karo, Simalungun), including linguistic diversity (V-S-O structures in Toba vs. complex affixation in Karo), distinct rituals (such as Saur Matua and Manulangi Natuatua), and kinship systems rooted in the Dalihan Na Tolu philosophy. Amid positive dynamics like digitalization of traditional arts (Tortor Martonun) and gender transformations, Batak culture faces critical threats: symbolic desacralization (commodification of ulos textiles), kinship disintegration (atomization of Dalihan Na Tolu due to urbanization), and erosion of transcendental knowledge (extinction of Hata Andung rituals). The study recommends a community-based participatory research (CBPR) preservation model, integrating local content curricula and geographical indication certification. A key limitation is the literature bias toward the Toba sub-group, necessitating urgent comparative studies across sub-ethnicities and analysis of digital media’s impact on cultural transmission.

Yola Erlanda; Ghulam Maulana Ilman

Jurnal Media Administrasi 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

The sedekah bumi tradition held by the people of Kelurahan Made is a tradition handed down from their ancestors which is still being preserved to this day. Earth almsgiving means giving alms to the earth, which is a form of human gratitude for gifts from the Almighty. The aim of this research is to describe the socio-cultural values in the implementation of the earth alms tradition in Kelurahan Made so that the community continues. The benefit of this research for the community is to increase insight into the importance of preserving traditions passed down from generation to generation so that the community can maintain tolerance between religious groups, tribes and nations. , so that the earth alms tradition can be implemented in the midst of the modernization era without eliminating the characteristics, values and philosophy of the earth alms tradition. This study used descriptive qualitative method. With the aim of producing descriptive data in the form of written sentences, this research contains a description or describes a situation in the problem that has been formulated. The socio-cultural values contained in this earth charity tradition are religious, artistic, mutual cooperation and ecological values. To maintain the unique characteristics of the Kelurahan Made community, it is appropriate to preserve the earth alms tradition forever, even in the midst of changing times. It is intended that traditions that have been passed down through generations can continue to exist and become a cultural identity that will forever be attached to the people of Kelurahan Made.

Santyatmoko, Abdi

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2023 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perubahan dalam konteks sosial diartikansebagai “Perubahan pada berbagai lembaga kemasyarakatan, yang mempengaruhi sistem sosial masyarakat,termasuk nilai-nilai, sikap, pola, perilaku di antara kelompok dalam masyarakat.” Dengan adanya perubahangenerasi serta perkembangan dunia, sudah bisa dipastikan bahwa sikap dan cara hidup juga berubah. Namun,tidak jarang bahwa perubahan terebut bersifat degeneratif atau merusak. Salah satunya adalah timbulnya sikapapatis dalam berinteraksi secara sosial. Dalam hasil studi literatur ini, dapat disimpulkan bahwa Pendidikankewarganegaraan memiliki peran dalam meminimalisir sikap apatis tersebut serta bagaimana nilia-nilaididalamnya dapat disampaikan kepada ranah public, terutama kaum muda.

Hafizh Ahmad Fajar Rizal Hadi; Zulfatuz Zakiyah; Izatil Hidayah Sajidah

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini memuat sebuah analisis yang berasal dari penelitian dengan metode etnografi yaitu melalui wawancara dengan tokoh Reog Ponorogo dan juga observasi Reog Ponorogo di Jember. Reog Ponorogo merupakan kesenian asli Ponorogo, Jawa Timur yang tersohor di Indonesia bahkan juga beberapa wilayah di dunia. Sebagai kesenian tradisional, Reog Ponorogo erat dengan sesuatu yang bersifat mistis dalam praktik kebudayaannya, seperti yang terjadi dalam upacara ritual yang biasa dilakukan. Ritual-ritual yang biasa disajikan merupakan perwujudan dari penghormatan kepada harimau yang digunakan sebagai ikon dari Reog. Dengan keadaan tersebut menjadikan Reog dapat diidentifikasi sebagai kesenian yang didalamnya memuat prinsip totemisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kesenian Reog Ponorogo memuat keadaan yang merupakan bagian dari prinsip totemisme yang sejalan dengan praktik dasar dalam dasar kehidupan agama sebagaimana yang dijelaskan oleh Emile Durkheim.