SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

54,413 articles from 425 journals · 1,456 citations tracked

Showing 1-11 of 11

Analytics

Gita Silvia Manalu; Kasmawati Kasmawati; Safuridar Safuridar; Puti Andiny

Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study analyzes the potential of leading sectors in five cities in Aceh Province: Sabang, Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, and Subulussalam using the Location Quotient (LQ) method. This method is used to identify basic sectors that have comparative advantages and play a role as the main drivers of the regional economy. The data used are secondary data on GRDP by business field from BPS. The results of the study show that each city has different leading sectors according to the characteristics of its region: Sabang excels in the tourism and service sectors; Banda Aceh in the modern service sector such as transportation, finance, and energy; Lhokseumawe in the processing industry and trade; Langsa in the service, trade, and transportation sectors; and Subulussalam in the agricultural and MSME sectors. This study emphasizes the need for the formulation of development policies based on local potential to encourage inclusive and sustainable economic growth in Aceh Province.

Shinta Putri Marvina; Muhammad Yasin

Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Regional development strategies are one of the important steps to improve the economy and distribution of development in various regions. An industry approach that focuses on leading sectors has proven to be an efficient way to maximize the local potential found in each region. This research aims to discuss regional development strategies with emphasis on the use of leading sectors as the main driver of industrialization. This study uses a qualitative approach with the literature review method to explore various studies, reports, and related secondary data. It is known that selecting the appropriate leading sectors, supported by flexible policies and cooperation between the government, industry players, and the community, can increase economic value, create jobs, and strengthen regional competitiveness in a sustainable manner. With a focused and local potential-based approach, industrialization not only accelerates economic growth, but also strengthens the region's economic structure for the long term.

Sari, Ayu Lingga Ratna; Sulaiman, Dady; Ulva, Siti Maria; Syahdan, St; Arif, Abdul +1 more

Ekspresi : Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia 2024 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Potensi besar di Desa Sajau Hilir ini terletak pada sektor pertanian, khususnya produksi padi sebagai komoditas unggulan masyarakat setempat. Namun, aktivitas pertanian menghasilkan limbah berupa sekam padi dalam jumlah cukup besar. Mengolah sekam padi menjadi briket memberikan manfaat besar secara ekonomi dan lingkungan. Proses ini menambah nilai pada limbah sekam padi yang sebelumnya tidak termanfaatkan, menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Desa Sajau Hilir tentang manfaat dan potensi sekam padi sebagai bahan baku briket. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Sejau Hilir dengan tema "Pemanfaatan Limbah Sekam Padi sebagai Briket" dilaksanakan melalui metode sosialisasi dan pembekalan materi. Sosialisasi pemanfaatan sekam padi memberikan dampak positif di Desa Sajau Hilir dalam hal pemahaman, kesadaran, dan keterampilan masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan tentang potensi pengolahan limbah sekam padi kini memiliki wawasan baru tentang potensi energi alternatif dan manfaat ekonomi. Program ini tidak hanya mendorong penggunaan energi yang lebih berkelanjutan, tetapi juga memberikan peluang untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan warga desa yang dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi desa.

Tomi Ramadani; Irsyah Putra Sagala; Puti Andiny; Safuridar Safuridar

Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia 2024 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Riau Province is one of the largest contributors to GRDP in Indonesia with several leading sectors. This study aims to determine the leading sectors or base and non-base sectors in Riau Province. The data used in this study are secondary data obtained from the Riau Province Central Bureau of Statistics (BPS). The data was processed and analysed using the Location Quotient (LQ) analysis method. The results of Location Quotient (LQ) analysis show that there are 3 basic sectors or leading sectors in Riau Province for the 2018-2022 period. It is known that there are 3 basic sectors or leading sectors in Riau Province, the 3 sectors are the Agriculture, Forestry and Fisheries sector, the Mining and Quarrying sector, and the Manufacturing Industry sector with LQ analysis values of 2.15, 2.23, and 1.52, respectively. While the other 14 sectors are non-base sectors. For this reason, the government must better understand what sectors need to be improved and the need for cooperation from many parties so that these leading sectors can be maintained and further developed in the following year.

Ni Kadek Tasya Novita Devi; I Putu Gede Abdi Sudiatmika; A.A Raka Jayaningsih; I Made Wirayudha Jayendra; Ida Ayu Lalita Rathintara

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2024 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

The aim of this research is to determine the leading sectors and potential for economic growth as a basis for regional development planning in the Jembrana Regency. The data used in this research is secondary data in the form of GRDP at constant prices, population, and per capita income for Bali Province and districts/cities, obtained from the Bali Province Central Statistics Agency (BPS) and Jembrana Regency BPS for the 2019-2023 period. This research uses a descriptive quantitative approach with five analytical techniques, namely techniques Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Growth Ratio Model analysis, and Overlay analysis. The research results show (1) five basic sectors, namely agriculture, forestry and fisheries, wholesale and retail trade; car repair; and motorbikes, the transportation and warehousing sector, the information and communications sector, and the real estate sector at 1.09. Based on the results of the Overlay analysis, 3 potential sectors in Jemebrana Regency have good growth and comparative advantages, including Agriculture, Forestry, and Jembrana Fisheries; Wholesale and retail trade; car repair; and motorbikes; Information and communication. (2) The results of the Growth Ratio Model analysis show that the agriculture, forestry, and fisheries sectors are sectors that have the potential to be developed in Jembrana Regency and have main development priorities

Raharjo, Hafid; Hafid Raharjo; Nunung Kusnadi; Widyastutik

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2023 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Central Kalimantan Province has potential in the agricultural sector. The contribution of the agricultural sector, particularly from plantations, makes a significant contribution to the economy of the Central Kalimantan region. Despite having an abundant supply of raw materials, the processing industry's ability to increase the added value of agricultural and plantation commodities is still not optimal due to limited processing facilities. Therefore, to accurately determine the contribution of the industrial sector, especially the agro industry to the regional economy in Central Kalimantan, an analysis can be carried out using the 2016 input-output table. The results of the study show that two sub-sectors of the agro industry, namely the food and beverage the chemical, pharmaceutical and traditional medicine industries are the leading industrial sectors in Central Kalimantan. This explains that the agro-industrial sector can become a leading sector because it is able to improve the regional economy and develop other sectors.

Sherli Indah Feby Tripuspita; Faritza Rahmah Rahayu; Muhammad Anang Firmansyah

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini berfokus pada pengembangan wilayah, peran Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, pariwisata, dan pembangunan proyek Gerbang Wisata Bromo Tengger Semeru di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Pengembangan wilayah diukur dari faktor seperti kesempatan kerja, peningkatan populasi penduduk, pendapatan, dan nilai tambah industri. Tujuan pengembangan wilayah meliputi aspek sosial dan ekonomi. Pengembangan wilayah dapat dilakukan dari bawah dengan melibatkan lembaga-lembaga setempat atau dari atas dengan kebijakan yang ditentukan oleh pemerintah. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki peran penting dalam pelestarian flora dan fauna, kegiatan penelitian, pendidikan, rekreasi, dan budidaya. Pariwisata merupakan sektor penting dalam perekonomian suatu wilayah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan negara. Kabupaten Probolinggo sedang mengembangkan potensi wisata Gunung Bromo sebagai objek wisata unggulan. Pemerintah akan membangun empat gerbang wisata menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru, dilengkapi dengan rest area dan fasilitas pendukung lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi literatur dengan pengumpulan data dari berbagai sumber sekunder seperti jurnal, dokumen, dan website. Data tersebut dianalisis menggunakan metode analisis isi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengembangan kawasan wisata Bromo melalui proyek Gerbang Wisata Bromo Tengger Semeru dan dampaknya terhadap pengembangan ekonomi lokal.  

Putri Yuliana; Muh Riswandi Palawa

Jurnal Manajemen Riset Inovasi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah dinilai sangat mendukung untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Dapat dibuktikan UMKM menjadi salah satu program pemerintah yang memperkokoh perekonomian. UMKM Zahra merupakan usaha mikro kecil menengah yang menawarkan produk berupa keripik pisang, terletak di Desa Kotarindau kecamatan Dolo kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi masalah serta memberikan solusi atas apa yang dihadapi pada UMKM Zahra kemudian menyusun strategi dalam pengembangan pemasaran UMKM keripik Zahra, sebagai salah satu sektor unggulan dalam membantu peningkatan perekonomian UMKM Zahra. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian menganalisis berdasarkan SWOT untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari UMKM Zahra. Hasil penelitian ini mengetahui bahwa terdapat permasalahan pada UMKM Zahra Desa Kotarindau seperti minimnya promosi dari UMKM Zahra serta tidak adanya pemasaran pada sosial media berupa marketplace facebook dan instagram pada UMKM tersebut sehingga pengembangan pemasarannya belum terlaksana dengan baik. Sedangkan solusi yang tepat yaitu dengan menggunakan strategi WO strategi yang memanfaatkan peluang dengan mengurangi kelemahan yang ada. Kegiatan MBKM ini menghasilkan pemasaran door to door, pemasaran melalui maerketplace facebook dan akun Instagram, logo serta pembaharuan sarana dan prasarana UMKM Zahra.  

Nurpaliza, Nurpaliza; Desti Alvira Syahwa; Khalda Salsabella Inayah

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan bagi Potensi Objek Wisata terhadap Perekonomian Masyarakat Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau , Sektor pariwisata akan menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang penting dalam suatu negara. Pariwisata merupakan salah satu bidang yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di negara berkembang, termasuk di negaraIndonesia. Pariwisata memiliki potensi untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat yang berkerja di Objek Wisata tersebut dan juga masyarakat sekitar , pertanyaan melibatkan para pengunjung , para masyarakat , dan kementrian parawisata . Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi sumber daya alam di Kabupaten Karimun adalah Pariwisata di Indonesia memiliki potensi yang cukup baik dan merupakan salah satu sektor yang memacu perekonomian di Indonesia. Perencanaan pariwisata sangat penting dilakukan mengingat sektor pariwisata kini dijadikan sector unggulan karena dapat memacu sektor lainnya seperti bisnis transportasi, hotel, restoran, hiburan, dan lain-lain. Pulau Karimun sebagai salah satu pulau yang terdapat di Kepulauan Riau memiliki peluang untuk memberikan keuntungan baik bagi masyarakat maupun bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun

Madyar Dewi, Untari Narulita; Widhiyoga, Ganjar; Wijayati, Hasna

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Indonesia menjadi negara terbesar keenam di dunia sebagai produsen kakao dunia, setelah Côte d'Ivoire, Ghana, Ecuador, Cameroon, dan Nigeria. Sektor pertanian kakao Indonesia menjadi salah satu komoditi ekspor unggulan. Besarnya jumlah produksi kakao di Indonesia, tidak berbanding lurus dengan peran dan kontribusi generasi muda Indonesia untuk menekuni sektor pertanian kakao ini. Data memperlihatkan petani kakao dengan lahan kecil masih didominasi oleh petani yang berusia di atas 40 tahun. Metode pelaksanaan pengabdian berupa pemberian edukasi dan sosialisasi kepada generasi Y dan generasi Z tentang pentingnya kontribusi dan keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian kakao. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan minat generasi muda Indonesia dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian kakao dan dapat mewujudkan tercapainya salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals.

Wahyudi, Eko Nur; Utomo, Agus Prasetyo; Mariana, Novita

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah merupakan kota pusat perdagangan dan industri dengan sektor unggulan di bidang manufaktur, agrikultur dan pariwisata. Dari sisi laju pertumbuhan ekonomi (LPE), kota Semarang mengalami peningkatan cukup signifikan yaitu 5,7 di tahun 2015 menjadi 5,8 di tahun 2016. Artinya laju pertumbuhan ekonomi masyarakatnya sangat tinggi, khususnya di sektor pariwisata. Banyak industri kecil tumbuh yang menopang laju pertumbuhan ekonomi menjadi meningkat, seperti di bidang makanan dan minuman olahan dan kerajinan. Beberapa wilayah dikhususkan dalam pengembangan industri tersebut, namun demikian tidak semua dapat menjadi sentra dari setiap bidang industri tetapi bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, seperti contoh dalam usaha kerajinan batik ada di beberapa lokasi demikian juga dengan industri olahan pangan.Pola pertumbuhan industri mikro, kecil dan menengah tersebut agar dapat dimonitordan dikembangkan sesuai dengan potensi masing-masing wilayah industri dengan metode KMeans untuk bisa memetakan pembinaan dan pendampingan pengembangan yang tepatsesuai dengan bidang usaha para pelaku industri mikro, kecil menengah dan potensi wilayahkecamatan.